Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Gawai di Sekolah Kini Dibatasi, Bukan Dilarang

Gawai di Sekolah Kini Dibatasi, Bukan Dilarang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORAPembatasan gawai sekolah mulai diterapkan sebagai langkah membangun lingkungan belajar yang lebih kondusif. Kebijakan ini merupakan bentuk pengaturan penggunaan telepon seluler di sekolah, bukan larangan total terhadap perangkat digital. Melalui aturan tersebut, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih bijak sehingga konsentrasi belajar meningkat, interaksi sosial antarmurid semakin kuat, dan ekosistem pendidikan menjadi lebih sehat.

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Dalam pelaksanaannya, sekolah tetap dapat memberikan pengecualian apabila perangkat diperlukan untuk kegiatan pembelajaran, kondisi darurat, kebutuhan kesehatan, maupun kepentingan khusus yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tujuan Pembatasan Gawai Bukan Melarang Teknologi

Perkembangan teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan perangkat komunikasi yang tidak terkontrol selama jam pelajaran berpotensi mengurangi konsentrasi belajar sekaligus mengganggu interaksi sosial antarsiswa.

Karena itu, pemerintah memilih pendekatan pengaturan, bukan pelarangan. Langkah tersebut bertujuan menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kualitas proses pendidikan.

Selain meningkatkan fokus belajar, kebijakan ini juga mendukung pembentukan karakter, memperkuat budaya belajar yang aman dan nyaman, serta mendorong tumbuhnya kebiasaan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Dengan demikian, sekolah tetap menjadi ruang belajar yang produktif tanpa mengabaikan perkembangan era digital.

Gawai Tetap Bisa Digunakan dalam Kondisi Tertentu

Meskipun penggunaan gawai dibatasi, siswa tetap diperbolehkan menggunakan perangkat digital apabila memang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar.

Misalnya, guru dapat mengizinkan penggunaan telepon seluler ketika proses pembelajaran membutuhkan akses terhadap aplikasi edukasi, sumber referensi digital, atau media pembelajaran tertentu.

Selain itu, sekolah juga dapat memberikan izin penggunaan gawai pada situasi darurat, kondisi kesehatan, ataupun kebutuhan khusus yang telah diatur melalui mekanisme internal sekolah.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa teknologi tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan selama digunakan secara tepat dan berada di bawah pengawasan pendidik.

Sekolah Menyusun Mekanisme Penggunaan Gawai

Agar pelaksanaannya berjalan efektif, setiap sekolah diberi ruang menyusun mekanisme sesuai kondisi masing-masing.

Beberapa langkah yang dapat diterapkan meliputi:

  • mengatur waktu penggunaan telepon seluler, smartwatch, maupun perangkat komunikasi digital lainnya;
  • menyediakan tempat penyimpanan gawai yang aman selama kegiatan belajar berlangsung;
  • menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai pengumpulan, penyimpanan, penggunaan terbatas, pengecualian, hingga pengembalian perangkat kepada siswa.

Sementara itu, ketentuan tersebut tidak berlaku bagi perangkat digital yang memang disediakan sekolah sebagai sarana pembelajaran.

Fleksibilitas ini diharapkan mampu menjaga efektivitas kebijakan sekaligus memberikan kepastian bagi guru, siswa, dan orang tua.

Literasi Digital Menjadi Bagian Penting

Pembatasan penggunaan gawai tidak hanya berorientasi pada disiplin sekolah. Lebih jauh lagi, kebijakan ini menjadi momentum memperkuat literasi digital di kalangan peserta didik.

Melalui pendampingan yang konsisten, siswa diharapkan mampu memahami etika bermedia digital, mengenali risiko penyalahgunaan internet, menghindari paparan konten negatif, serta membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara sehat.

Di sisi lain, kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting agar penerapan aturan berlangsung efektif dan berkelanjutan.

Karena itu, keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan anak.

Langkah Menciptakan Lingkungan Belajar yang Lebih Seimbang

Kemajuan teknologi memang tidak dapat dihindari. Namun, kemampuan mengelola penggunaannya justru menjadi keterampilan yang harus dimiliki setiap generasi muda.

Melalui pembatasan gawai sekolah, pemerintah berupaya menghadirkan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kualitas pembelajaran. Dengan pengawasan yang jelas, aturan yang fleksibel, serta dukungan berbagai pihak, siswa tetap memperoleh manfaat teknologi tanpa kehilangan fokus belajar maupun kesempatan membangun interaksi sosial secara langsung.

Pada akhirnya, kebijakan ini bukan sekadar mengatur penggunaan telepon seluler, melainkan membentuk budaya digital yang sehat, bertanggung jawab, dan selaras dengan tujuan pendidikan nasional.

Teknologi akan selalu berkembang. Tantangannya bukan menjauh dari gawai, melainkan mampu menggunakannya pada waktu, tempat, dan tujuan yang tepat. Sekolah membentuk masa depan, sementara kebijaksanaan menggunakan teknologi menentukan kualitas generasi berikutnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Damkar Garut

    Bukan Kebakaran, Damkar Garut Lepaskan Cincin Warga

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Damkar Garut kembali menjalankan tugas penyelamatan di luar penanganan kebakaran. Pada Rabu (2/9/2026), personel Disdamkarmat Kabupaten Garut membantu seorang warga berinisial E yang kesulitan melepaskan cincin dari jarinya. Persoalan tersebut bermula ketika jari E mengalami pembengkakan. Akibat kondisi itu, cincin yang dikenakan semakin sulit dilepaskan. Keluarga kemudian membawa E ke Markas […]

  • Doa Belum Dikabulkan

    Mengapa Doa Lama Dikabulkan? Hikmahnya Mengejutkan

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 235
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pukul 22.47 WIB. Layar ponsel kembali menyala di atas meja yang dipenuhi tagihan listrik, buku agenda, dan secangkir kopi yang mulai dingin. Sebuah pesan masuk dari grup keluarga. “Alhamdulillah, akhirnya diterima kerja.” Beberapa menit kemudian muncul foto lain. Seorang sepupu mengunggah momen akad nikah. Di grup kantor, seseorang membagikan kabar promosi jabatan. […]

  • perang Islam

    Dari Badar ke Hattin: 7 Perang Islam Penuh Ketegangan

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 255
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Perang Islam menjadi bagian penting dalam perjalanan peradaban dunia. Dalam sejarah perang Islam, berbagai konflik besar tidak hanya menentukan arah dakwah, tetapi juga membentuk strategi militer, politik, dan sosial umat. Kisah perang dalam Islam selalu menghadirkan drama, pengorbanan, dan momen penuh ketegangan yang mengubah jalannya sejarah. Menariknya, setiap perang besar Islam memiliki […]

  • Ribuan atlet Taekwondo bertanding di Tasik Open 9 di GOR Sukapura Kota Tasikmalaya dengan tribun penuh penonton

    Tasik Open 9 Taekwondo Pecahkan Rekor Peserta, Fasilitas Jadi Sorotan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tasik Open 9 Taekwondo kembali menjadi sorotan nasional setelah Kejuaraan Taekwondo Nasional Tasik Open 9 Taekwondo atau ajang Kyorugi dan Poomsae resmi digelar di GOR Sukapura, Kota Tasikmalaya. Event besar ini langsung menarik perhatian publik karena melibatkan ribuan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus menguji kesiapan infrastruktur olahraga di daerah […]

  • PPPK Kota Tasikmalaya

    Wali Kota Tasikmalaya Membiarkan Rotasi Pejabat Memicu Krisis Kepercayaan Publik

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai rotasi pejabat yang tak transparan di Tasikmalaya menggerus kepercayaan publik. albadarpost.com, EDITORIAL – Rotasi pejabat di Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menyeret tanya. Yang dipersoalkan bukan sekadar pergeseran jabatan, tetapi pola keputusan yang dianggap tak transparan. Publik menilai rotasi pejabat kali ini lebih banyak menyisakan keraguan daripada harapan. Bagi kota yang membutuhkan birokrasi […]

  • Ilustrasi sinematik pusat gempa Pacitan magnitudo 6,4 di laut selatan Jawa berdasarkan analisis BMKG.

    Penyebab Gempa Pacitan Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Getaran gempa terasa kuat di sejumlah wilayah saat jarum jam menunjukkan pukul 01.06 WIB, Jumat dini hari, 6 Februari 2026. Warga di Pacitan dan berbagai daerah lain di selatan Jawa terbangun oleh guncangan yang berlangsung beberapa detik. Dalam waktu singkat, laporan gempa menyebar luas di media sosial. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan […]

expand_less