Hari Esok Akan Membuktikan, Allah Tak Pernah Salah

albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, mungkin bukan besok atau tahun depan, kita akan menoleh ke belakang dengan mata yang berbeda. Luka yang hari ini terasa menyesakkan akan tampak seperti jalan sunyi yang ternyata menyelamatkan. Air mata yang jatuh diam-diam akan berubah menjadi bukti bahwa Allah sedang bekerja dengan cara paling lembut, meski saat itu terasa paling kejam.
Allah telah mengingatkan manusia sejak awal, dalam Surah Al-Baqarah ayat 216, bahwa perasaan bukan ukuran kebenaran. Ayat itu kelak akan menjadi jawaban atas semua “mengapa” yang dulu tak pernah terjawab. Sebab, manusia hanya melihat satu langkah, sementara Allah telah menyiapkan peta kehidupan hingga akhir.
Di masa depan, kita akan memahami satu hal pahit: tidak semua yang kita perjuangkan pantas untuk dimenangkan. Dan tidak semua yang hilang layak untuk ditangisi selamanya.
Kelak Kita Akan Sadar, Keinginan Bukan Selalu Kebaikan
Hari ini, manusia akan terus mengejar apa yang diinginkan. Kita akan memaksa doa agar sesuai rencana, seolah masa depan harus tunduk pada logika kita. Namun kelak, kita akan sadar bahwa ada pintu yang ditutup bukan karena Allah membenci, melainkan karena Dia melindungi.
Baca juga: Saat Anak Diam Mengamati Pertengkaran Orang Tua
Di masa depan, kita mungkin akan tertawa getir saat mengingat betapa kerasnya kita memohon sesuatu yang ternyata membawa kehancuran. Saat itu, ayat ini tidak lagi terasa sebagai nasihat, melainkan sebagai pengalaman hidup yang membekas.
Allah Maha Mengetahui, sementara manusia akan tetap belajar melalui kehilangan. Dan justru dari sana, iman akan tumbuh lebih matang.
Saat Luka Hari Ini Menjadi Penyelamat Esok Hari
Akan datang waktu ketika manusia menyadari bahwa luka bukan akhir cerita. Setiap kekecewaan yang terasa tak adil akan membentuk versi diri yang lebih kuat. Meski hari ini kita merasa dikalahkan keadaan, masa depan akan memperlihatkan bahwa Allah sedang memindahkan kita ke tempat yang lebih aman.
Di kemudian hari, kita akan bersyukur atas doa yang tidak dikabulkan. Kita akan berterima kasih atas rencana yang tidak berjalan. Bahkan, kita akan memuji Allah atas perpisahan yang dulu terasa seperti kiamat kecil dalam hidup.
Sebab, Allah tidak pernah sekadar menguji. Dia sedang mendidik, menyiapkan, dan menguatkan.
Masa Depan Akan Membuktikan Allah Tak Pernah Salah
Kelak, saat usia bertambah dan dada lebih lapang, kita akan paham bahwa pengetahuan Allah melampaui semua prasangka manusia. Apa yang dulu kita anggap buruk ternyata menyelamatkan kita dari kerusakan yang lebih besar.
Di titik itu, iman tidak lagi sekadar keyakinan lisan. Ia akan berubah menjadi ketenangan yang tidak mudah goyah. Kita tidak lagi bertanya “mengapa aku”, melainkan “apa yang Allah ajarkan melalui ini”.
Baca juga: Ketika Amanah Diuji di Bank BSI Tasikmalaya
Dan di sanalah, hati akan benar-benar berserah.
Nanti, Kita Akan Tersenyum dalam Sujud
Suatu hari nanti, kita akan tersenyum dalam sujud yang panjang. Kita akan mengingat semua air mata yang dulu jatuh sia-sia menurut kita, namun sangat bermakna di mata Allah.
Saat itu, kita tidak lagi meminta hidup tanpa ujian. Kita hanya ingin hati yang lapang menerima ketetapan-Nya.
Karena akhirnya kita paham:
Allah Maha Mengetahui, sedangkan kita hanya belajar memahami.
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)




