Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Sombong dalam Ibadah: Dosa yang Terlihat Suci

Sombong dalam Ibadah: Dosa yang Terlihat Suci

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINISombong dalam ibadah sering hadir dengan wajah paling sopan. Ia menyamar sebagai kesalehan, bersembunyi dalam kesombongan spiritual, dan tumbuh pelan sebagai ujub dalam amal. Banyak orang takut pada dosa terang-terangan, tetapi sedikit yang waspada pada ilusi kesalehan yang diam-diam menggerogoti hati. Padahal penyakit hati religius justru lebih sulit terdeteksi karena ia memakai jubah suci.

Manusia gemar menghitung rakaat. Namun jarang ada yang menghitung kadar kesombongan yang ikut naik setiap kali dipuji. Ia rajin berzikir, tetapi tersinggung ketika tidak disebut alim. Ia gemar bersedekah, tetapi kecewa ketika namanya tidak diumumkan.

Di titik ini, satir kehidupan terasa getir. Kita khawatir terlihat hina di mata manusia, tetapi santai saja ketika terlihat angkuh di hadapan Tuhan.

Dosa yang Menundukkan, Ibadah yang Meninggikan Diri

Syekh Ibnu Athaillah dalam Hikam pernah menyentil logika keagamaan yang terlalu percaya diri. Beliau menegaskan bahwa maksiat yang melahirkan penyesalan bisa lebih baik daripada ibadah yang menumbuhkan kesombongan. Pernyataan ini bukan pembelaan terhadap dosa. Justru ini tamparan halus bagi mereka yang merasa sudah sampai.

Baca juga: Strategi Pemkot dalam Upaya Revitalisasi Pasar Cikurubuk

Seseorang terjatuh dalam dosa, lalu ia menangis dalam sunyi. Ia merasa kecil. Ia mengetuk pintu ampunan tanpa percaya diri sedikit pun. Namun justru dari kehinaan itu tumbuh ketergantungan kepada rahmat Allah.

Sebaliknya, ada yang berdiri tegak setelah tahajud panjang. Ia merasa selangkah lebih dekat ke surga dibanding tetangganya. Ia berbicara tentang keikhlasan sambil diam-diam menikmati reputasi. Tanpa sadar, ibadah berubah fungsi. Sujud tak lagi menjadi tunduk, melainkan panggung pertunjukan moral.

Al-Qur’an mengingatkan dengan tegas dalam QS. An-Nisa: 36 bahwa Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. Artinya jelas. Ukuran kemuliaan bukan pada banyaknya amal, melainkan pada bersihnya hati.

Kesombongan Spiritual yang Tak Terlihat

Kesombongan spiritual jarang mengaku sombong. Ia hadir dalam bentuk nasihat panjang yang terasa merendahkan. Ia menyelinap dalam ceramah yang penuh sindiran. Bahkan ia bisa tersembunyi dalam doa yang terdengar khusyuk.

Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Muslim bahwa seseorang tidak akan masuk surga jika di hatinya ada kesombongan walau sebesar biji sawi. Ukurannya kecil. Dampaknya besar. Ia seperti debu di lensa; tipis, tetapi cukup untuk mengaburkan pandangan.

Imam Al-Ghazali dalam tradisi tasawuf menekankan bahwa penyakit hati lebih berbahaya daripada penyakit tubuh. Tubuh yang sakit masih bisa beribadah dengan hati yang bersih. Namun hati yang sakit bisa membuat ibadah kehilangan makna.

Karena itu, muhasabah menjadi penting. Evaluasi diri bukan sekadar menghitung amal, melainkan meneliti niat. Kita perlu bertanya dalam diam: apakah sujud ini benar-benar tunduk, atau hanya ingin terlihat tunduk?

Antara Kehinaan dan Kemuliaan

Syekh Ibnu Athaillah mengingatkan agar kehinaan tidak membuat putus asa, dan kemuliaan tidak membuat lupa diri. Nasihat ini sederhana, tetapi daya ledaknya besar.

Kehinaan bisa menjadi pintu tawadhu jika seseorang mengubahnya menjadi energi taubat. Namun kemuliaan bisa menjelma jebakan ketika ia memicu rasa unggul atas orang lain. Di sinilah paradoks itu muncul. Kita takut reputasi rusak, tetapi jarang takut hati mengeras.

Baca juga: Saat Diky Candra Marah, Publik Soroti Koordinasi Pemkot Tasikmalaya

QS. An-Najm: 32 menutup ruang klaim kesalehan dengan kalimat yang tajam: jangan merasa diri suci. Hanya Allah yang mengetahui siapa yang benar-benar bertakwa. Ayat ini meruntuhkan panggung kesalehan instan. Ia mengingatkan bahwa takwa bukan trofi publik.

Menjadi Hamba, Bukan Pesaing Surga

Pada akhirnya, keselamatan tidak bergantung pada daftar amal yang panjang. Ia bergantung pada rahmat Allah yang luas. Amal penting, tetapi kerendahan hati jauh lebih menentukan.

Maksiat tetap harus ditinggalkan. Namun ujub dalam amal perlu diwaspadai setiap hari. Oleh sebab itu, setiap keberhasilan perlu diikat dengan syukur. Setiap pujian perlu dibalas dengan kesadaran bahwa semua berasal dari-Nya.

Jika suatu hari terjatuh, bangkit dengan istighfar. Sebaliknya, jika suatu hari dipuji, tundukkan hati sebelum tepuk tangan merusak niat. Dengan cara itu, kehinaan tidak menjatuhkan martabat, dan kemuliaan tidak mengangkat ego.

Sombong dalam ibadah adalah ironi paling sunyi dalam kehidupan religius. Ia tidak berteriak. Ia berbisik. Namun bisikannya mampu mengubah sujud menjadi sekadar gerakan tanpa makna.

Dan pada akhirnya, yang menyelamatkan bukanlah jumlah ibadah, melainkan kerendahan hati yang terus dijaga.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ABK Indonesia hilang Selat Hormuz

    3 Pelaut Indonesia Hilang di Selat Hormuz, Pencarian Terus Dilakukan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Insiden maritim kembali mengguncang jalur pelayaran internasional setelah ABK Indonesia hilang di Selat Hormuz dalam kecelakaan kapal tugboat. Tiga pelaut asal Indonesia dilaporkan hilang setelah kapal Musaffah 2 yang berbendera Uni Emirat Arab (UAE) yang mereka tumpangi tenggelam di perairan strategis tersebut. Peristiwa ABK Indonesia hilang di Selat Hormuz ini segera […]

  • kesbangpol ciamis

    Bakesbangpol Ciamis Dorong Literasi Politik Desa untuk Perkuat Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Penguatan literasi politik desa di Ciamis dipandang krusial untuk menjaga kualitas demokrasi dan partisipasi warga. albadarpost.com, PELITA – Perbincangan mengenai literasi politik desa kembali mencuat di Ciamis. Kepala Bakesbangpol Ciamis, DR. R. Yadi Tisyadi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kualitas demokrasi di tingkat lokal bergantung pada sejauh mana warga desa memahami hak dan peran mereka dalam […]

  • Ilustrasi hubungan dagang ART Indonesia–AS dan peluang tarif 0 persen untuk ekspor nasional.

    ART Indonesia–AS RI, Apa Dampaknya bagi Ekspor dan UMKM?

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – ART Indonesia–AS atau Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia Amerika Serikat (Agreement on Reciprocal Trade) menjadi sorotan publik setelah pemerintah merilis dokumen Frequently Asked Questions (FAQ). Kesepakatan dagang ini hadir sebagai respons atas kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat dan membuka peluang penurunan tarif, bahkan hingga 0 persen untuk sejumlah produk strategis Indonesia. Selain […]

  • aksi damai JAPATI Tasikmalaya

    Aksi Damai JAPATI Tasikmalaya: Suara Kemanusiaan dari Tatar Priangan untuk Palestina

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    JAPATI Tasikmalaya gelar aksi damai dan doa bersama di Taman Kota sebagai wujud solidaritas untuk Palestina. albadarpost.com, HUMANIORA – Langit sore Tasikmalaya menjadi saksi kepedulian yang melampaui batas geografi. Puluhan warga yang tergabung dalam Jaringan Persatuan Asli Tasikmalaya Indonesia (JAPATI) turun ke jalan dalam aksi damai JAPATI Tasikmalaya di kawasan Taman Kota, Minggu (12/10/2025). Mereka […]

  • penurunan stunting

    Evaluasi Penurunan Stunting Tasikmalaya dan Uji Integrasi Kebijakan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Analisis evaluasi penurunan stunting Tasikmalaya dan integrasi koperasi sebagai strategi kebijakan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rapat Evaluasi Program Pencegahan dan Penurunan Stunting yang digelar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, bersamaan dengan Bimbingan Teknis Koperasi Merah Putih 2025, bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi cermin penting untuk menilai sejauh mana kebijakan daerah mampu mengintegrasikan intervensi kesehatan […]

  • Peluncuran Program SADESA Satu Desa Satu Sarjana oleh Pemkab Tasikmalaya dengan beasiswa penuh pendidikan tinggi bagi pemuda desa

    SADESA Dibuka! Anak Desa Tasikmalaya Bisa Kuliah Gratis

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabar ini langsung mengubah mimpi ribuan anak desa. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan Program SADESA (Satu Desa Satu Sarjana) pada Selasa (03/02/2026). Lewat program ini, pemuda desa berprestasi mendapatkan beasiswa penuh dari semester pertama hingga lulus kuliah. Bagi banyak keluarga desa, kuliah sering terasa seperti impian mahal. Namun kini, pintu itu […]

expand_less