Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLEShalat tarawih Ramadan menjadi ibadah khas yang hanya hadir di bulan suci. Ibadah ini termasuk qiyamul lail atau salat malam yang dikerjakan setelah Isya hingga menjelang fajar. Selain dikenal sebagai salat malam Ramadan, tarawih memiliki keutamaan besar karena Allah menjanjikan ampunan bagi siapa saja yang menunaikannya dengan iman dan penuh harap.

Karena itu, setiap Ramadan, umat Islam memadati masjid atau menunaikannya di rumah bersama keluarga. Momentum ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Sebaliknya, tarawih menjadi sarana memperkuat iman, memperbanyak pahala, sekaligus membersihkan dosa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi landasan kuat mengapa shalat tarawih Ramadan sangat dianjurkan.

Waktu dan Tata Cara Shalat Tarawih Ramadan

Pertama, waktu pelaksanaan tarawih dimulai setelah shalat Isya. Umumnya umat Islam mengerjakannya secara berjamaah di masjid. Namun demikian, seseorang tetap boleh menunaikannya di rumah secara mandiri.

Baca juga: Birokrasi Pemkot Tasikmalaya Disorot, Ada Apa?

Tata caranya sederhana. Jamaah berniat di dalam hati, kemudian melaksanakan dua rakaat dengan satu salam. Setelah itu, rakaat diulang hingga jumlah yang diinginkan tercapai. Setiap dua rakaat ditutup salam, sehingga ritmenya ringan dan tidak memberatkan.

Biasanya, imam membaca surat-surat pendek setelah Al-Fatihah, terutama dari juz 30. Namun jika seseorang mampu membaca surat lebih panjang, hal itu juga diperbolehkan. Karena itu, tarawih memberi ruang kekhusyukan sesuai kemampuan masing-masing.

Setelah rangkaian tarawih selesai, ibadah ditutup dengan shalat Witir. Jumlahnya bisa satu, tiga, atau sebelas rakaat. Dengan demikian, rangkaian shalat tarawih Ramadan menjadi lengkap sebagai qiyamul lail.

8 atau 20 Rakaat? Ini Penjelasannya

Perbedaan jumlah rakaat sering menjadi perbincangan. Sebagian masjid melaksanakan 8 rakaat, sementara lainnya memilih 20 rakaat. Keduanya memiliki dasar dan telah dipraktikkan sejak masa sahabat.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, tarawih dilaksanakan 20 rakaat secara berjamaah. Sementara itu, sebagian riwayat menunjukkan Rasulullah ﷺ melaksanakan delapan rakaat qiyam yang panjang.

Karena itu, ulama sepakat bahwa jumlah rakaat dalam shalat tarawih Ramadan bersifat fleksibel. Yang terpenting bukan angka, melainkan kekhusyukan dan konsistensi. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa tarawih adalah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan, sehingga umat Islam hendaknya menjaga semangatnya.

Dengan memahami konteks sejarah dan pendapat ulama, umat Islam tidak perlu memperdebatkan jumlah rakaat. Sebaliknya, fokus utama adalah meningkatkan kualitas ibadah.

Keutamaan dan Spiritualitas Tarawih Ramadan

Shalat tarawih bukan hanya tentang berdiri dan membaca ayat. Lebih dari itu, ibadah ini melatih kesabaran, ketekunan, dan kedekatan dengan Al-Qur’an. Setiap malam Ramadan menjadi kesempatan memperbaiki diri.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan tujuan Ramadan adalah takwa. Tarawih menjadi bagian penting dalam membentuk ketakwaan tersebut. Sebab ketika seorang hamba berdiri lama di hadapan Allah, hatinya akan lebih mudah tersentuh.

Baca juga: Tarawih Wanita: Masjid atau Rumah Lebih Utama?

Selain itu, suasana masjid pada malam Ramadan mempererat ukhuwah. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berkumpul dalam satu saf. Kebersamaan ini menghadirkan energi spiritual yang sulit ditemukan di bulan lain.

Oleh karena itu, shalat tarawih Ramadan bukan sekadar tradisi. Ia adalah momentum perubahan diri. Sebagai ruang pengampunan. Dan ia adalah jalan menuju hati yang lebih bersih.

Mengapa Tarawih Begitu Istimewa?

Pertama, tarawih hanya hadir satu bulan dalam setahun. Kedua, ia memiliki janji ampunan yang tegas dalam hadis sahih. Ketiga, pelaksanaannya fleksibel sehingga dapat diikuti semua kalangan.

Karena itu, para ulama menganjurkan agar umat Islam tidak melewatkannya. Bahkan, meski seseorang tidak mampu berjamaah di masjid, ia tetap bisa meraih pahala dengan melaksanakannya di rumah.

Dengan demikian, shalat tarawih Ramadan menjadi simbol kebangkitan spiritual tahunan. Selama Ramadan masih berkunjung, kesempatan itu selalu terbuka. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kesabaran Nabi Nuh

    Nabi Nuh dan Kesabaran Berdakwah: Saat Dakwah Tak Lagi Soal Hasil

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarapost.com, LIFESTYLE – Kesabaran Nabi Nuh, keteguhan Nabi Nuh dalam berdakwah, serta perjuangan dakwah Nabi Nuh menjadi kisah yang sering didengar, namun jarang dipahami secara mendalam. Banyak orang mengenalnya hanya sebagai kisah banjir besar, padahal di balik itu tersimpan pelajaran penting tentang konsistensi, tekanan sosial, dan ketahanan mental yang luar biasa. Namun demikian, ada sisi […]

  • wisata Ciamis Lebaran

    Ledakan Wisata Ciamis Saat Lebaran 2026: Kunjungan Naik 7,3%

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lonjakan wisata Ciamis Lebaran 2026 menjadi sorotan. Dinas Pariwisata Ciamis merilis data terbaru yang menunjukkan peningkatan kunjungan wisata Ciamis saat Lebaran mencapai 7,3 persen. Kenaikan ini sekaligus menegaskan tren positif sektor pariwisata Ciamis yang mulai bangkit, meski distribusi wisatawan masih belum merata. Selama periode 21–24 Maret 2026, total 7.660 wisatawan mengunjungi […]

  • anggaran gapura

    DPRD Jabar Kritik Anggaran Gapura Gedung Sate Rp3,9 Miliar

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DPRD Jabar kritik anggaran gapura Gedung Sate Rp3,9 miliar karena dianggap tidak sesuai prioritas publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun gapura di kawasan Gedung Sate dengan biaya Rp3,9 miliar kembali menuai kritik. DPRD Jabar menilai alokasi tersebut tidak selaras dengan kondisi fiskal daerah dan kebutuhan publik yang lebih mendesak, terutama pemeliharaan […]

  • MyASN BKN

    Literasi Digital ASN, Masalah Lama dalam Sistem Baru

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    MyASN BKN mempermudah pengelolaan data ASN sekaligus menguji kesiapan disiplin administrasi digital. albadarpost.com, FOKUS – Digitalisasi birokrasi terus didorong negara. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menghadirkan MyASN sebagai platform tunggal pengelolaan data aparatur sipil negara. Sistem ini menjanjikan transparansi, efisiensi, dan integrasi nasional. Namun di balik kemajuan teknologi itu, muncul persoalan klasik yang belum tuntas: literasi […]

  • polisi gadungan

    Polisi Gadungan Menyekap Warga di Bekasi, Motor dan Uang Raib

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Polisi selidiki penyekapan modus polisi gadungan di Bekasi, korban kehilangan motor dan uang jutaan rupiah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aksi kejahatan dengan modus polisi gadungan kembali terjadi di ruang publik. Sepasang kekasih di Kota Bekasi disekap dan dirampas hartanya oleh tiga pria yang mengaku sebagai anggota Polda Metro Jaya. Kasus ini menyoroti celah keamanan warga […]

  • judi online Bandung.

    Bupati Bandung Perkuat Literasi Digital untuk Menekan Judi Online Warga

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Pemkab Bandung dorong literasi digital dan penguatan ekonomi warga untuk menekan judi online. albadarpost.com, HUMANIORA – Lonjakan kasus judi online Bandung menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna menyebut lebih dari seratus ribu warganya terindikasi terlibat. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cermin tekanan ekonomi dan rendahnya literasi digital di masyarakat. Pemerintah […]

expand_less