Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Warga Cianjur Tagih Janji Bupati Tolak Geothermal di Kaki Gunung Gede

Warga Cianjur Tagih Janji Bupati Tolak Geothermal di Kaki Gunung Gede

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga Cianjur menagih janji Bupati untuk menolak geothermal di kaki Gunung Gede yang dinilai mengancam lingkungan.

albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga dari berbagai kecamatan di lereng Gunung Gede-Pangrango, Cianjur, mendatangi Kantor Bupati Cianjur untuk menagih janji kepala daerah terkait penolakan geothermal Cianjur. Aksi yang berlangsung pada Rabu itu menjadi gelombang tuntutan terbaru atas pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di kawasan Pacet dan Cipanas, proyek yang sejak awal dinilai warga mengancam kondisi lingkungan kaki gunung.

Konvoi kendaraan dari wilayah utara Cianjur mengalir menuju kompleks perkantoran bupati. Setibanya di lokasi, warga langsung menggelar orasi, menegaskan kembali kekhawatiran bahwa pembangunan geothermal akan memicu kerusakan kawasan konservasi Gunung Gede-Pangrango. Mereka menyebut janji kampanye Bupati Mohammad Wahyu Ferdian yang beberapa waktu lalu menyatakan akan menolak dan melawan proyek tersebut secara terbuka.

Menurut Deden Patra, perwakilan warga, kehadiran massa tidak lebih dari usaha menagih komitmen yang disampaikan Bupati di hadapan publik sebelum terpilih. Deden menyatakan bahwa masyarakat yang tinggal di bawah kaki gunung sudah lama mengingatkan risiko lingkungan, mulai dari kerusakan tanah hingga potensi bencana.

“Ini janji yang disampaikan langsung oleh Bupati. Ia berkomitmen menolak pembangunan geothermal bersama masyarakat. Kami datang untuk mengingatkan janji itu,” ujar Deden.

Namun kehadiran warga tidak direspons langsung oleh Bupati. Ketidakhadiran itu memicu kekecewaan tersendiri. Berbagai tokoh masyarakat akhirnya menyampaikan tuntutan mereka melalui mimbar aksi yang dijaga ketat aparat TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Cianjur. Kondisi berlangsung tertib, tetapi tekanan massa terus menguat sepanjang aksi.

Baca juga: Bupati Garut Kawal Infrastruktur dan Bantuan Sosial

Warga menilai kawasan Gunung Gede-Pangrango terlalu rawan untuk infrastruktur geothermal. Mereka mengingatkan bahwa Cianjur masih menyimpan trauma gempa magnitudo 5,6 pada 2022 yang menewaskan 600 orang dan merusak belasan desa. Mereka khawatir pembangunan proyek panas bumi menambah kerentanan wilayah.

“Kami kecewa karena Bupati tidak datang menemui masyarakat yang memilihnya,” kata seorang perwakilan warga lainnya. Ia menambahkan, ketidakhadiran itu menandakan kurangnya kepedulian terhadap keresahan warga di bawah kaki gunung.

Kekecewaan tersebut berkembang menjadi tudingan bahwa Cianjur seolah tidak memiliki pemimpin yang berani berdiri di depan masyarakat pada isu penting. Para peserta aksi memastikan gerakan penolakan geothermal Cianjur akan terus berlanjut sampai ada keputusan resmi dari pemerintah daerah.

Gerakan warga juga tidak berhenti di Cianjur. Mereka merencanakan aksi lanjutan menuju Bandung untuk menyampaikan langsung penolakan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Warga berharap Pemprov meninjau ulang rencana pembangunan geothermal serta mempertimbangkan risiko ekologis kawasan konservasi.

Di tengah aksi yang berlangsung, video janji kampanye Bupati Mohammad Wahyu Ferdian kembali beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, ia menyatakan akan melawan pembangunan geothermal dan memilih mengembangkan kawasan Pacet dan Cipanas sebagai destinasi wisata. Ia bahkan menyebut konsep pengembangan kawasan wisata yang meniru kawasan Gunung Bromo.

Kembalinya video tersebut ikut menguatkan tuntutan warga bahwa pemerintah daerah harus konsisten terhadap komitmen yang telah disampaikan. Bagi warga, persoalan geothermal tidak hanya soal energi, tetapi soal keselamatan dan keberlanjutan lingkungan kaki Gunung Gede-Pangrango.

Warga Cianjur menuntut Bupati menepati janji menolak geothermal di kaki Gunung Gede yang dinilai membahayakan lingkungan dan keselamatan warga. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SATAS EXPO 2025

    SATAS EXPO 2025: Ruang Belajar Sosial bagi Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, WARTA MITRA. SATAS EXPO 2025 yang digelar oleh SMAN 1 Tasikmalaya menghadirkan lebih dari sekadar pameran kreativitas siswa. Ajang ini menjadi ruang belajar sosial, budaya, dan kemanusiaan yang mempertemukan gagasan generasi muda dengan realitas kehidupan masyarakat. Ajang Kreativitas yang Membumi Di tengah gegap gempita penampilan seni, stand kewirausahaan, hingga pameran karya akademik, SATAS EXPO […]

  • penjualan tahun baru

    Omzet Terompet Tahun Baru Turun

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Penjualan Tahun Baru Turun, Ekonomi Rumah Tangga Tertekan dan Empati Sosial Menguat albadarpost.com, HUMANIORA – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, aktivitas perdagangan terompet dan petasan di Kota Depok, Jawa Barat, mengalami penurunan tajam. Pantauan di Pasar Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, menunjukkan suasana yang jauh lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan penjualan ini tidak sekadar […]

  • Produk Lokal Garut

    Tak Lagi Jual Mentah, Produk Pangan Lokal Garut Mulai Jadi Andalan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Garut kali ini tidak hanya berbicara soal harga sembako murah menjelang Idul Adha. Di balik keramaian warga yang berburu minyak goreng, telur, hingga daging ayam dengan harga terjangkau, muncul pesan yang jauh lebih besar: produk lokal Garut mulai didorong naik kelas. Bupati Garut, Abdusy Syakur […]

  • korupsi PMT

    KPK Percepat Penuntasan Kasus Korupsi PMT untuk Bayi dan Ibu Hamil

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    KPK percepat penyelidikan dugaan korupsi PMT. Sprindik umum segera terbit untuk mengungkap pelaku penyimpangan program makanan tambahan. albadarpost.com, LENSA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat mendekati tahap akhir penyelidikan dugaan korupsi PMT (Program Makanan Tambahan) untuk bayi dan ibu hamil di Kementerian Kesehatan periode 2016–2020. Lembaga antirasuah itu memastikan siap mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) […]

  • pengamanan pertandingan

    Polisi Perketat Pengamanan Pertandingan Persib vs Borneo

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung menerjunkan 1.800 personel untuk pengamanan pertandingan Persib vs Borneo di GBLA. albadarpost.com, LENSA – Polrestabes Bandung menerjunkan ribuan personel untuk memastikan pengamanan pertandingan Persib Bandung melawan Borneo FC berjalan terkendali. Pertandingan tunda pekan ke-4 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) malam ini diperlakukan sebagai agenda berisiko tinggi karena potensi […]

  • literasi digital

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Literasi Informasi untuk Bendung Hoaks

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    KIM Tasikmalaya memperkuat literasi digital untuk menekan laju hoaks yang menyebar lebih cepat dari informasi benar. albadarpost.com, LENSA – Arus informasi yang bergerak tanpa jeda kembali menjadi sorotan pada Bimbingan Teknis Pengelolaan Informasi bagi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di Kecamatan Cisayong, Kamis, 20 November 2025. Agenda ini digelar untuk memperkuat literasi digital warga, terutama di […]

expand_less