Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemkot Cimahi Tunggu Kebijakan Pusat Soal Kenaikan UMK 2026

Pemkot Cimahi Tunggu Kebijakan Pusat Soal Kenaikan UMK 2026

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemkot Cimahi menunggu keputusan pusat terkait kenaikan UMK 2026, serikat buruh diminta menjaga situasi kondusif.


albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kota Cimahi belum memutuskan besaran kenaikan UMK Cimahi tahun 2026. Keputusan masih menunggu arahan pemerintah pusat yang tengah merumuskan formula upah minimum secara nasional. Di lapangan, tuntutan kenaikan dari serikat buruh mulai menguat, namun Pemkot Cimahi meminta situasi tetap kondusif.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan bahwa aspirasi kenaikan UMK sudah diterima dan menjadi pertimbangan pemerintah daerah. Namun keputusan final tidak berada di tangan Pemkot. Proses penetapan UMK 2026 bergantung pada regulasi dari pusat, termasuk acuan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan formula Dewan Pengupahan Nasional.

“Kita masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Mudah-mudahan ada perhatian buat buruh untuk UMK tahun 2026,” kata Ngatiyana, Senin (24/11/2025).


Dialog Pemkot dan Serikat Buruh Soal Kenaikan UMK Cimahi

Pertemuan antara Wali Kota dengan perwakilan sejumlah serikat buruh menjadi bagian dari rangkaian komunikasi rutin Pemkot Cimahi. Di forum itu, serikat buruh kembali menegaskan tuntutan: UMK 2026 harus dinaikkan. Mereka berargumen inflasi dan beban hidup menuntut penyesuaian upah.

Ngatiyana menyebut bahwa buruh memiliki hak menyampaikan aspirasi, namun langkah solusi tetap berada pada prosedur yang ditetapkan pemerintah pusat. Ia meminta tidak ada eskalasi di jalanan, karena stabilitas kota memengaruhi hubungan industrial.

“Ditunggu saja keputusannya. Kita selama ini menjaga hubungan baik dengan buruh dan pengusaha. Ke depan kita harus terus memikirkan kondusifitas Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana.

Pesan ini bukan sekadar imbauan publik. Di Cimahi, konflik buruh-pengusaha berpotensi menimbulkan gangguan produksi, yang ujungnya memengaruhi ekonomi lokal. Pemerintah kota menjaga agar dialog tripartit tetap berjalan tanpa tekanan.


Tahap Perumusan UMK 2026 di Tingkat Nasional

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Asep Jayadi, mengonfirmasi bahwa pembahasan UMK 2026 belum selesai. Pemerintah pusat sedang merumuskan skema dan mempertimbangkan indikator ekonomi makro sebelum menetapkan besaran UMP dan UMK nasional.

“Informasinya masih digodok, dibahas sama pusat untuk acuan UMP dan UMK tahun 2026. Kita juga masih menunggu hasilnya,” kata Asep.

Data Dinas Tenaga Kerja mencatat UMK Kota Cimahi pada 2025 berada di angka Rp3.863.692. Meskipun belum ada regulasi resmi, Asep menyiratkan adanya peluang kenaikan UMK 2026. Faktor inflasi dan biaya hidup menjadi pertimbangan utama.

“Kemungkinan naik pasti ada karena inflasi, tapi besarannya belum ada karena formulasinya masih digodog,” ujarnya.

Di tahapan ini, kenaikan UMK Cimahi menjadi isu yang bukan hanya mengenai upah buruh. Penentuan UMK akan memengaruhi daya beli pekerja, kompetisi perusahaan, dan keberlanjutan investasi di kawasan industri Cimahi.


Tekanan Ekonomi Global dan Kinerja Industri Cimahi

Sektor industri Cimahi tengah menghadapi tekanan. Menurut Asep, kondisi perusahaan tidak sedang ideal. Krisis global dan penurunan permintaan membuat banyak perusahaan melakukan penyesuaian produksi.

“Secara umum kondisi perusahaan di Cimahi agak goyang karena masalah ekonomi global,” katanya.

Namun tingkat kepatuhan perusahaan besar di Cimahi dalam membayar UMK masih dianggap cukup baik. Ini penting bagi pemerintah daerah, karena sektor perusahaan besar menjadi tulang punggung lapangan kerja formal.

Kesetiaan perusahaan terhadap kewajiban UMK menunjukkan dua hal. Pertama, solidaritas antara manajemen dan pekerja masih terjaga. Kedua, stabilitas lokal bisa dipertahankan selama tri-partite — pemerintah, buruh, pengusaha — tetap berada dalam ruang dialog.

Baca juga: Pemerintah Dorong Internet Rakyat 5G untuk Perluas Akses Digital Warga

Cimahi adalah kota industri satelit yang bergantung pada rantai pasok Bandung Raya, Purwakarta, dan Karawang. Perubahan UMK berdampak bukan hanya pada buruh lokal, tetapi juga pada struktur biaya produksi rantai logistik regional. Perusahaan menahan diri dari PHK massal selama bertahun-tahun dengan cara efisiensi operasional. Kenaikan UMK Cimahi yang terlalu agresif berpotensi memicu restrukturisasi tenaga kerja.

Di sisi lain, serikat buruh membaca momentum inflasi sebagai argumen valid untuk penyesuaian upah. Pekerja di sektor manufaktur dan tekstil menghadapi biaya hidup yang terus naik. Mereka menolak stagnasi pendapatan di tengah kenaikan harga kebutuhan dasar.


Kebutuhan Kompromi Kebijakan Upah

Kebijakan kenaikan UMK Cimahi bukan sekadar angka yang diumumkan tiap akhir tahun. Ia adalah instrumen politik ekonomi daerah. Pemerintah harus memahami keseimbangan antara daya beli buruh dan keberlanjutan sektor industri. Formula nasional dirancang untuk memenuhi kedua kepentingan itu.

Model penetapan UMK nasional telah berubah dalam beberapa tahun terakhir. Penentuan berbasis inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tenaga kerja bertujuan mengurangi konflik lokal. Cimahi mengikuti mekanisme ini tanpa mengambil langkah sepihak. Bahkan jika tuntutan buruh meningkat, pemerintah kota tidak melakukan negosiasi di luar parameter pusat.

Dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, pendekatan bertahap dianggap paling aman. UMK yang naik terlalu tinggi berisiko memukul perusahaan yang baru pulih dari krisis global. Namun UMK yang rendah akan menurunkan kualitas hidup pekerja. Di sini, peran pusat menjadi filter rasional.

Kenaikan UMK Cimahi masih menunggu keputusan pusat. Pemerintah mengimbau buruh menjaga stabilitas, sementara industri menghadapi tekanan ekonomi global. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • wisata Ciamis Lebaran

    Ledakan Wisata Ciamis Saat Lebaran 2026: Kunjungan Naik 7,3%

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lonjakan wisata Ciamis Lebaran 2026 menjadi sorotan. Dinas Pariwisata Ciamis merilis data terbaru yang menunjukkan peningkatan kunjungan wisata Ciamis saat Lebaran mencapai 7,3 persen. Kenaikan ini sekaligus menegaskan tren positif sektor pariwisata Ciamis yang mulai bangkit, meski distribusi wisatawan masih belum merata. Selama periode 21–24 Maret 2026, total 7.660 wisatawan mengunjungi […]

  • Santunan Masjid Rahmatullah BRP kepada kaum dhuafa dan fakir miskin menjelang Ramadhan di Tasikmalaya

    Masjid Rahmatullah BRP Buktikan Masjid Pusat Kepedulian

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA TASIKMALAYA – Santunan Masjid Rahmatullah BRP kembali menguatkan makna bahwa masjid bukan sekadar ruang ibadah. Santunan Masjid Rahmatullah BRP sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian sosial warga terhadap kaum dhuafa dan fakir miskin. Melalui kegiatan berbagi ini, Masjid Rahmatullah BRP memperlihatkan peran strategisnya sebagai pusat solidaritas umat menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Sejak pagi, suasana […]

  • Ilustrasi siluet perempuan menikmati hidangan dengan suasana hangat, menggambarkan filosofi rasa dan makna di balik makanan.

    Filosofi Rasa: Cerita di Balik Setiap Hidangan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Filosofi Rasa bukan sekadar tentang lidah yang mengecap manis, asin, atau pedas. Filosofi rasa adalah cerita di balik makanan, makna di balik hidangan, serta pengalaman emosional yang menyertai setiap suapan. Dalam setiap sajian, selalu ada kisah, nilai, dan kenangan yang melekat kuat pada memori kita. Makanan memang terlihat sederhana. Namun, ketika kita […]

  • Arsip Digital

    Bupati Garut Minta Arsip Kertas Dikurangi, Era Digital Dimulai

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hujan turun cukup deras sejak pagi di kawasan Tarogong Kidul, Senin (25/5/2026). Beberapa pegawai tampak berlari kecil sambil melindungi map dokumen dengan tangan. Sebagian lainnya masuk ke Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut dengan ujung sepatu yang masih basah terkena genangan halaman kantor. Apel Gabungan yang awalnya direncanakan berlangsung di […]

  • gugatan OpenAI

    Gugatan OpenAI Meningkat, Peluncuran AI Dipertanyakan Usai Kasus Bunuh Diri

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Gugatan OpenAI meningkat setelah keluarga korban menilai ChatGPT memicu bunuh diri dan delusi berbahaya. albadarpost.com, HUMANIORA – Kenaikan jumlah gugatan OpenAI kembali menempatkan industri kecerdasan artifisial di bawah sorotan tajam. Tujuh keluarga di Amerika Serikat menggugat perusahaan tersebut, menuding model percakapan ChatGPT memicu tindakan bunuh diri dan memperburuk delusi pada anggota keluarga mereka. Sengketa hukum […]

  • disiplin ASN

    Pemkab Bogor Memberhentikan Dua ASN Disdik

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Pemkab Bogor memberhentikan dua ASN Disdik karena pelanggaran disiplin demi menjaga integritas layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Bogor menjatuhkan sanksi disiplin terberat kepada dua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan. Keduanya diberhentikan dengan hormat tanpa permintaan sendiri setelah terbukti melanggar disiplin ASN. Keputusan ini penting karena menyangkut integritas aparatur negara, […]

expand_less