Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Garut Berlakukan Wajib ASN Naik Angkutan Umum Dua Hari Sepekan

Garut Berlakukan Wajib ASN Naik Angkutan Umum Dua Hari Sepekan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • visibility 100
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemkab Garut mewajibkan ASN naik angkutan umum setiap Senin dan Jumat untuk mengurangi kemacetan dan mendukung sektor transportasi.

albadarpost.com, LENSA – Kepadatan kendaraan di pusat Kabupaten Garut beberapa bulan terakhir menuai keluhan warga. Pemerintah daerah menilai sumber masalahnya bukan hanya volume kendaraan warga, tetapi juga mobilitas aparatur sipil negara (ASN) yang menggunakan kendaraan pribadi. Mulai awal pekan ini, Pemkab Garut menerapkan kebijakan baru: ASN angkutan umum diwajibkan setiap Senin dan Jumat saat berangkat maupun pulang kerja. Instruksi tersebut diberlakukan untuk mengurangi kemacetan yang rutin terjadi terutama pada pagi hari.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, memastikan kebijakan itu sudah berjalan. Ia menyebut kebijakan ini merupakan tahap uji coba selama satu bulan untuk melihat apakah benar dapat mengurangi kepadatan lalu lintas. Menurutnya, selama ini banyak kendaraan pribadi milik ASN yang parkir di pinggir jalan setiap Senin saat apel pagi, sehingga menambah tekanan arus kendaraan di sejumlah ruas utama kota. “Kita cek trial and error selama sebulan, bagaimana efeknya,” ujarnya.

Instruksi baru itu mengharuskan ASN menggunakan angkutan kota (angkot) dari rumah menuju kantor, termasuk saat pulang kerja. Selain menekan kemacetan, kebijakan ini diharapkan memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha transportasi umum. Nurdin menyebut, jika ASN berpindah ke transportasi massal dua kali seminggu, pendapatan sopir angkot bisa meningkat signifikan. “Mudah-mudahan saja pendapatan angkot bisa naik banyak,” katanya.


Dampak Kebijakan Pada Infrastruktur dan Pelayanan Publik

Di lapangan, kebijakan ASN angkutan umum menghadapi kendala klasik: keterbatasan trayek. Banyak kantor pemerintahan tidak berada di jalur langsung angkot. ASN harus berjalan kaki cukup jauh untuk mencapai kantor. Kondisi ini diperkirakan akan mempengaruhi disiplin waktu pegawai. Nurdin mengakui trayek belum mampu menjangkau seluruh pusat kantor, dan pemerintah mempertimbangkan evaluasi setelah tahap uji coba rampung.

Baca juga: ASN Jawa Tengah Wajib Sarung Batik, Publik Pertanyakan Relevansi

Selain faktor trayek, sebagian ASN memiliki tugas lapangan yang membutuhkan mobilitas cepat. Pejabat yang harus melakukan inspeksi ke beberapa titik biasanya mengandalkan kendaraan pribadi demi efisiensi waktu. Nurdin mengilustrasikan kondisi tersebut lewat pengalamannya. “Pergerakan kita ketika tidak berkendara itu repot,” ujarnya. Mobilitas ASN menjadi salah satu tantangan utama implementasi kebijakan ini.

ASN angkutan umum
Ilustrasi ASN

Meski demikian, Pemkab Garut tetap memihak pada tujuan awal: membatasi penggunaan kendaraan pribadi. Pemerintah daerah menilai intervensi kebijakan di sektor transportasi akan berdampak langsung pada kualitas lalu lintas. Garut termasuk wilayah dengan karakteristik urban–semi-rural, di mana kepadatan pada jam tertentu semakin meningkat karena pergerakan pegawai pemerintah dan warga.


Analisis Kebijakan dan Peluang Perbaikan

Kebijakan ASN angkutan umum sejatinya bukan hal baru. Sejumlah kota besar telah mengatur pembatasan kendaraan pribadi pegawai untuk mendorong penggunaan transportasi umum. Namun, penerapan di Garut memberi konteks tersendiri. Infrastruktur transportasinya belum tertata seperti Bandung atau Jakarta, sementara ASN tersebar di lokasi-lokasi yang tidak selalu memiliki konektivitas transportasi massal.

Baca juga: Kesbangpol Jabar Perketat Pencegahan Radikalisme Digital di Lingkungan Remaja

Dalam perspektif analisis kebijakan, tahap uji coba satu bulan akan menjadi indikator penting. Pemerintah perlu mencatat dua variabel: perubahan kepadatan pada jam sibuk dan respons ASN terhadap kewajiban baru ini. Data lapangan akan menentukan apakah kebijakan dilanjutkan, diperluas, atau dikoreksi. Pendapatan angkot juga menjadi faktor penilaian, karena sektor transportasi berbasis komunitas di Garut bergantung pada konsumsi lokal.

Penerapan ini selaras dengan prinsip mobilitas berkelanjutan: mendorong pengurangan kendaraan pribadi untuk menekan polusi, mengurangi kepadatan, serta memberi dampak ekonomi pada pelaku transportasi umum. Tantangannya terletak pada ekosistem pendukung. Agar kebijakan tidak berhenti menjadi slogan, perlu koordinasi trayek, penyesuaian jadwal kerja, hingga dukungan fasilitas park and ride.

Kebijakan ASN angkutan umum di Garut diuji sebagai solusi kemacetan sekaligus dukungan ekonomi bagi angkot. Evaluasinya menjadi kunci keberlanjutan langkah ini. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laka Leuwikeris

    Detik-Detik Mobil Wisatawan Pangandaran Terbalik di Tanjakan Leuwikeris

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalur Leuwikeris kembali menjadi perhatian setelah terjadi Laka Leuwikeris yang melibatkan sebuah Toyota Avanza berisi wisatawan asal Pangandaran, Sabtu (6/6/2026). Kecelakaan tunggal itu terjadi di tanjakan curam jalur Karanglayung-Cineam. Namun yang membuat peristiwa ini menyita perhatian warga bukan hanya karena kendaraan terbalik. Pengemudi mengaku sempat mengalami kondisi yang tidak biasa sesaat […]

  • masjid ramah pemudik

    Tak Perlu Bingung Cari Rest Area, 6.859 Masjid Siap Layani Pemudik Gratis

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perjalanan mudik sering identik dengan kemacetan panjang dan kelelahan di jalan. Karena itu, program masjid ramah pemudik kembali dihadirkan untuk memberi solusi nyata bagi masyarakat. Tahun ini, Kementerian Agama menyiapkan ribuan masjid sebagai tempat singgah nyaman bagi pemudik Lebaran di berbagai wilayah Indonesia. Melalui konsep masjid untuk pemudik Lebaran, masyarakat tidak […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dalam kondisi takut dan cemas di malam hari dengan suasana hening dan penuh harapan

    Jangan Panik! Ini Doa Saat Takut yang Bikin Hati Langsung Tenang

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa tiba-tiba cemas tanpa sebab jelas? Jantung berdebar, pikiran penuh kekhawatiran, dan suasana terasa mencekam. Di momen seperti itu, banyak orang mencari doa ketika takut, doa saat cemas, atau doa penenang hati sebagai pegangan. Dalam Islam, rasa takut bukan sekadar emosi—ia adalah sinyal agar manusia kembali mengingat Allah dan memperkuat tawakal. […]

  • Ribuan atlet Taekwondo bertanding di Tasik Open 9 di GOR Sukapura Kota Tasikmalaya dengan tribun penuh penonton

    Tasik Open 9 Taekwondo Pecahkan Rekor Peserta, Fasilitas Jadi Sorotan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tasik Open 9 Taekwondo kembali menjadi sorotan nasional setelah Kejuaraan Taekwondo Nasional Tasik Open 9 Taekwondo atau ajang Kyorugi dan Poomsae resmi digelar di GOR Sukapura, Kota Tasikmalaya. Event besar ini langsung menarik perhatian publik karena melibatkan ribuan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus menguji kesiapan infrastruktur olahraga di daerah […]

  • Ilustrasi perempuan muda berjalan di kawasan sepi dengan bayangan pria mengintai, menggambarkan ancaman penculikan oleh penagih bank keliling.

    Modus Penagih Bank Keliling: Dari Utang ke Dugaan Penculikan

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dugaan penculikan dan penyekapan yang melibatkan penagih bank keliling memicu kekhawatiran publik. Peristiwa tersebut tidak hanya mengguncang keluarga korban asal Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, tetapi juga membuka diskusi serius tentang keamanan gadis remaja di daerah lain. Di tengah aktivitas ekonomi informal yang berkembang, masyarakat kini menghadapi risiko baru yang sebelumnya jarang […]

  • puasa pekerja migran Singapura

    Maghrib Masih Kerja: Kisah Astuti Puasa di Singapura

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Ketika azan maghrib berkumandang di banyak tempat, sebagian orang sudah duduk bersama keluarga di meja makan. Namun bagi sebagian pekerja migran Indonesia di Singapura, momen berbuka puasa sering datang di tengah pekerjaan yang belum selesai. Itulah yang dialami Astuti, pekerja migran asal Cilacap, Jawa Tengah. Selama lebih dari dua puluh tahun bekerja […]

expand_less