Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Arus Nataru Padati Bandung, One Way Disiapkan

Arus Nataru Padati Bandung, One Way Disiapkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lonjakan kendaraan Bandung saat Natal capai 524 ribu unit. Polisi siapkan one way dan pemantauan jalur wisata.

albadarpost.com, FOKUS – Arus kendaraan menuju Kota Bandung melonjak tajam pada perayaan Natal 2025. Kepolisian mencatat lebih dari setengah juta kendaraan masuk dalam satu malam. Lonjakan ini berdampak langsung pada kepadatan jalan, terutama di jalur wisata dan pusat aktivitas publik.

Data tersebut menjadi dasar penyiapan rekayasa lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, termasuk sistem satu arah di kawasan rawan macet.

Lonjakan Kendaraan dan Aktivitas Publik

Berdasarkan data Command Center Polrestabes Bandung, sebanyak 524.060 kendaraan tercatat memasuki Kota Bandung pada malam Natal, Kamis (24/12/2025). Angka ini menjadi puncak tertinggi arus masuk kendaraan selama periode libur akhir tahun.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa kepadatan lalu lintas dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat di sejumlah titik strategis kota.

“Kendaraan masuk itu grafiknya tertinggi mencapai 524.060 kendaraan,” kata Hendra saat ditemui di Polrestabes Bandung, Rabu (24/12/2025).

Menurut kepolisian, lonjakan volume kendaraan berkaitan dengan tingginya kunjungan ke kawasan wisata, pusat perbelanjaan, serta gereja yang menggelar misa dan kebaktian Natal. Aktivitas tersebut berlangsung hampir bersamaan, terutama pada sore hingga malam hari.

Baca juga: Pergerakan Nataru Jabar Capai 21 Juta

Kondisi ini menunjukkan bahwa arus libur Nataru tidak hanya terkonsentrasi pada satu sektor, tetapi menyebar di berbagai simpul aktivitas warga.

Simpul Kemacetan Jalur Wisata Bandung Barat

Selain Kota Bandung, kepadatan juga diprediksi meningkat di wilayah penyangga, khususnya Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kepolisian telah memetakan tiga simpul utama kemacetan di jalur wisata yang memiliki tingkat kerawanan tinggi selama libur panjang.

Tiga titik tersebut meliputi:

  • Jalur wisata Lembang
  • Pertigaan Cimareme
  • Ruas Cipatat–Padalarang

Ketiga ruas ini menjadi jalur favorit wisatawan menuju destinasi unggulan seperti Lembang dan kawasan wisata alam di sekitarnya. Kepadatan diperkirakan berlangsung mulai 27 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, bertepatan dengan libur sekolah.

Untuk mengantisipasi dampak kemacetan, aparat menyiapkan pengaturan lalu lintas yang bersifat situasional dan bertahap.

One Way dan Pemantauan CCTV

Menghadapi lonjakan mobilitas, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memproyeksikan sekitar 21,2 juta warga melakukan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru 2026. Angka ini hampir setengah dari total populasi Jawa Barat.

Di jalur wisata Lembang dan Padalarang, polisi menyiapkan skema rekayasa lalu lintas satu arah (one way) secara sepenggal untuk mengurai kepadatan kendaraan yang masuk dan keluar kawasan wisata.

Baca juga: Ikan Kembung Sayur Asin, Menu Praktis Keluarga

Masyarakat juga diimbau memanfaatkan fasilitas closed circuit television (CCTV) untuk memantau kondisi lalu lintas dan cuaca secara real time. Perbedaan cuaca antardaerah, terutama di kawasan pegunungan, menjadi faktor penting dalam perencanaan perjalanan.

Akses CCTV Bandung Raya tersedia melalui:

Pemantauan ini diharapkan membantu warga memilih waktu dan rute perjalanan yang lebih aman dan lancar.

Hasil tangkapan layar dari CCTV Kota Bandung, Sabtu, 27/12/2025.

Dampak bagi Warga

Lonjakan kendaraan selama libur Nataru berdampak langsung pada waktu tempuh, keselamatan berkendara, dan kenyamanan warga lokal. Kepolisian mengingatkan pengendara untuk mematuhi pengaturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Dengan data arus kendaraan yang terus diperbarui, aparat menegaskan bahwa kebijakan lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan demi menjaga kelancaran dan keselamatan bersama.

Lonjakan kendaraan Bandung saat Natal mendorong polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengawasan ketat jalur wisata. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran vs Israel militer

    Militer Iran vs Israel: Siapa Lebih Kuat?

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Perbandingan Iran vs Israel militer selalu memicu perhatian global. Banyak orang bertanya, apakah kekuatan militer Iran lebih unggul dibanding militer Israel, atau justru sebaliknya. Faktanya, kedua negara memiliki keunggulan yang sangat berbeda, sehingga sulit menentukan pemenang secara sederhana. Di satu sisi, Iran unggul dalam jumlah dan strategi asimetris. Namun di sisi […]

  • APBD 2026

    Pemda Perketat Tata Kelola APBD 2026

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Penguatan tata kelola APBD 2026 diarahkan agar anggaran daerah berdampak langsung bagi layanan publik dan warga. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Penguatan tata kelola APBD 2026 menjadi fokus utama pemerintah daerah di Jawa Barat untuk memastikan anggaran daerah benar-benar berdampak langsung bagi warga. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi APBD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Tahun Anggaran 2026 […]

  • Tarif Listrik 2026

    Tarif Listrik dan Elpiji Awal 2026

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Tarif listrik triwulan I 2026 dan harga elpiji non-subsidi dipastikan tetap demi jaga daya beli masyarakat. albadarpost.com, FOKUS – Awal tahun sering datang dengan dua hal: harapan dan kecemasan. Harapan karena kalender baru selalu memberi janji, kecemasan karena pengalaman mengajarkan satu hal—biaya hidup jarang mau diam. Maka ketika pemerintah memutuskan tarif listrik dan harga elpiji […]

  • Obat Keras Tasikmalaya

    Polisi Ungkap COD Obat Keras di Tasikmalaya, Target Pelajar Terbongkar

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengungkapan kasus obat keras Tasikmalaya kembali mengguncang publik setelah aparat kepolisian membongkar jaringan peredaran pil terlarang yang menyasar pelajar hingga orang dewasa. Obat keras Tasikmalaya atau peredaran ilegal Tramadol, Hexymer, dan Double Y ini terungkap dalam operasi intensif yang dilakukan sejak awal tahun 2026 di berbagai titik wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Pengungkapan ini […]

  • Pelatih Persib Bojan Hodak memimpin latihan jelang laga melawan Persita di Stadion GBLA.

    Laga Panas di GBLA, Bojan Hodak Waspadai Persita

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bojan Hodak waspadai Persita jelang pertemuan krusial di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pelatih Persib Bandung itu menegaskan kewaspadaan tinggi terhadap kekuatan lawan. Selain itu, Bojan Hodak mengingatkan anak asuhnya agar tidak mengulang kesalahan saat menghadapi Persita Tangerang pada pertemuan sebelumnya. Persib membawa misi penting dalam laga ini. Tim Maung […]

  • pengadaan lahan Whoosh

    KPK Telusuri Modus Pengadaan Lahan Whoosh yang Rugikan Negara

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KPK menyelidiki dugaan penjualan ulang aset negara dalam pengadaan lahan Whoosh dan potensi kerugian negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Komisi Pemberantasan Korupsi mulai menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan Whoosh, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang dikerjakan pemerintah bersama konsorsium BUMN. Lembaga antirasuah menemukan indikasi bahwa negara membeli kembali tanah yang seharusnya masih berstatus milik negara. Jika […]

expand_less