Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pergerakan Nataru Jabar Capai 21 Juta

Pergerakan Nataru Jabar Capai 21 Juta

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • visibility 130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dishub Jabar memprediksi 21,2 juta pergerakan Nataru, memicu tekanan lalu lintas wisata dan kebijakan pengendalian.

albadarpost.com, FOKUS – Dinas Perhubungan Jawa Barat memprediksi lonjakan besar pergerakan Nataru 2025/2026. Sekitar 21,2 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru. Angka ini setara 42 persen penduduk Jawa Barat dan berpotensi menekan sistem transportasi, terutama di jalur wisata.

Lonjakan tersebut bukan sekadar statistik. Dampaknya langsung terasa pada warga, mulai dari kemacetan panjang, pembatasan moda transportasi lokal, hingga penyesuaian aktivitas ekonomi di daerah tujuan wisata.

Dominasi Perjalanan Wisata

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menjelaskan bahwa mayoritas pergerakan Nataru tahun ini didominasi aktivitas wisata. Dari total 21,2 juta pelaku perjalanan, sekitar 60 persen bepergian untuk berlibur. Sementara 35,1 persen melakukan mudik, 4,1 persen bersilaturahmi tanpa mudik, dan sisanya untuk keperluan lain termasuk bekerja.

“Dari 21,2 juta orang yang akan bepergian itu, sekitar 60 persen untuk berwisata,” kata Dhani di Bandung, Jumat (26/12/2025).

Dominasi perjalanan wisata menunjukkan perubahan pola mobilitas masyarakat. Libur panjang Nataru kini lebih dimanfaatkan sebagai momentum rekreasi keluarga, bukan semata perjalanan pulang kampung. Kondisi ini memperbesar tekanan di wilayah tujuan wisata, bukan di daerah asal.

Daerah Asal dan Tujuan Terpadat

Hasil survei Dishub Jabar mencatat lima daerah asal dengan jumlah pelaku perjalanan terbanyak. Kabupaten Bogor berada di posisi teratas dengan 3,76 juta orang. Disusul Kabupaten Bandung 2,52 juta, Kota Bandung 1,79 juta, serta Kota Depok dan Kota Bekasi masing-masing sekitar 1,6 juta orang.

Kepadatan ini berbanding lurus dengan wilayah tujuan. Kabupaten Bandung diprediksi menerima 3,98 juta kunjungan, diikuti Kabupaten Bogor 3,88 juta dan Kota Bandung 3,03 juta. Kabupaten Garut dan Tasikmalaya juga masuk lima besar destinasi favorit.

Untuk destinasi spesifik, kawasan Pangandaran menjadi tujuan paling diminati dengan lebih dari 2 juta kunjungan. Kota Bandung dan kawasan Puncak menyusul, diikuti Lembang. Pilihan destinasi ini menegaskan konsentrasi arus wisata di wilayah dengan akses jalan terbatas.

Moda Transportasi dan Risiko Kemacetan

Survei Dishub Jabar menunjukkan mobil pribadi masih menjadi moda utama pergerakan Nataru, dipilih oleh 65,2 persen pelaku perjalanan. Sepeda motor menyusul 15,2 persen, sementara kereta api 13,3 persen.

Ketergantungan pada kendaraan pribadi meningkatkan risiko kemacetan, terutama di jalur wisata. Sistem jalan yang tidak dirancang untuk lonjakan ekstrem membuat potensi kepadatan sulit dihindari tanpa intervensi kebijakan.

Strategi Pengendalian dan Dampaknya

Untuk mengurai kemacetan, Dishub Jabar memfokuskan pengawasan di tujuh titik rawan: Puncak, Pelabuhan Ratu, Lembang–Ciater, Ciwidey–Pangalengan, Garut, Kuningan, dan Pangandaran.

Baca juga: Kejaksaan Agung Mutasi Puluhan Kajari

Selain itu, pemerintah daerah mengambil langkah tidak populer tetapi strategis dengan meliburkan sementara angkutan kota, delman, dan becak pada tanggal tertentu. Kebijakan ini berdampak pada 4.711 pengemudi, namun disertai kompensasi Rp200 ribu per hari per orang.

Di Kota Bandung, kebijakan lebih jauh disiapkan. Operasional angkot akan diliburkan pada 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, dengan kompensasi Rp500 ribu per sopir. Langkah ini dimaksudkan untuk menekan kepadatan ekstrem saat puncak pergantian tahun.

Analisis Dampak Publik

Kebijakan pengendalian lalu lintas ini mencerminkan dilema klasik pengelolaan libur panjang: menyeimbangkan kelancaran mobilitas wisata dengan keberlangsungan ekonomi transportasi lokal. Kompensasi menjadi instrumen penting agar kebijakan pengendalian tidak menimbulkan beban sosial baru.

Lonjakan pergerakan Nataru menunjukkan bahwa persoalan mobilitas tidak lagi bersifat musiman semata, melainkan struktural. Tanpa penguatan transportasi publik dan distribusi destinasi wisata yang lebih merata, tekanan serupa berpotensi berulang setiap tahun.

Prediksi 21,2 juta pelaku perjalanan selama Nataru menjadi peringatan bagi pemerintah daerah. Pengelolaan mobilitas libur panjang menuntut kebijakan berbasis data, keberanian mengambil keputusan, dan perlindungan kepentingan publik secara seimbang.

Lonjakan pergerakan Nataru di Jawa Barat menuntut kebijakan lalu lintas berbasis data agar mobilitas wisata tidak membebani warga. (Red/Asep Chandra).


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi arus balik Lebaran menuju Jakarta dengan jalan tol lengang saat dini hari tanpa kemacetan

    Arus Balik 2026: Jam Berangkat Ini Bikin Kamu Tiba di Jakarta Pagi Tanpa Macet

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menentukan waktu terbaik arus balik menjadi kunci agar perjalanan kembali ke Jakarta tetap lancar. Banyak pemudik ingin tiba pagi hari tanpa terjebak macet panjang. Namun, tanpa strategi waktu yang tepat, perjalanan justru bisa berjam-jam lebih lama. Karena itu, memahami pola arus balik Lebaran 2026 menjadi sangat penting, terutama bagi Anda yang […]

  • Suasana jamaah Muslim berdoa setelah salat Idul Adha di halaman masjid dengan nuansa pagi yang khusyuk

    Jangan Lewatkan, Ini Doa-Doa Mustajab di Hari Idul Adha

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suara takbir biasanya mulai terdengar sejak malam Idul Adha. Di beberapa kampung, gema pengeras suara masjid kadang mulai sedikit pecah menjelang dini hari karena dipakai terus-menerus sejak malam takbiran. Sementara di halaman masjid, plastik kresek daging mulai disusun panitia di dekat meja pembagian kurban. Namun di tengah suasana itu, banyak umat Islam […]

  • Tanam Pohon

    Aksi Hijau HUT Kabar Priangan: Pohon Buah untuk Siswa SLBN Bungursari

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Puluhan karyawan Kabar Priangan dari Pikiran Rakyat Group menggelar aksi tanam pohon di area SLBN Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Rabu (13/5/2026). Kegiatan penghijauan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kabar Priangan ke-27 sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pendidikan. Aksi tanam pohon itu tidak hanya menghadirkan suasana hijau […]

  • Suasana Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H di Jakarta dengan pemaparan data hisab dan rukyat hilal.

    Resmi! Tanggal Puasa 2026 Ditetapkan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H sebagai awal puasa 2026 yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah atau tanggal puasa 2026 ini diputuskan dalam Sidang Isbat setelah mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat hilal secara nasional. Keputusan tersebut memberikan kepastian bagi umat Islam […]

  • Hari Jumat

    Hari Jumat Sebagai Titik Disiplin Ibadah

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hari Jumat kembali diingatkan para ulama sebagai hari yang menentukan arah ibadah dan kesadaran umat Islam. Jumat bukan sekadar rutinitas mingguan, tetapi momentum disiplin spiritual yang berdampak langsung pada kehidupan sosial dan moral masyarakat. Penegasan ini muncul di tengah kecenderungan sebagian umat yang memandang Jumat sebatas kewajiban formal. Padahal, dalam ajaran Islam, […]

  • Ilustrasi transaksi belanja dengan cashback dan diskon besar ditinjau dari hukum Islam dan fikih muamalah

    Cashback Halal atau Haram? Ini Jawaban Fikihnya

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertanyaan tentang hukum cashback semakin sering muncul seiring maraknya promo digital. Banyak Muslim bertanya, apakah cashback dalam Islam itu halal, atau justru mendekati riba dan gharar. Isu diskon besar menurut Islam pun ikut menjadi sorotan, terutama saat promo masif di e-commerce dan layanan digital. Karena itu, rubrik fikih kontemporer ini hadir […]

expand_less