Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Tragedi Siswi MTs Sukabumi: Dugaan Bullying di Balik Surat Wasiat Sebelum Gantung Diri

Tragedi Siswi MTs Sukabumi: Dugaan Bullying di Balik Surat Wasiat Sebelum Gantung Diri

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA  – Warga Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikejutkan oleh peristiwa tragis pada Selasa malam (28/10/2025). Seorang siswi madrasah tsanawiyah (MTs) berinisial AK (14) ditemukan tewas tergantung di pintu kamar rumahnya dengan sehelai kain sarung. Tragedi ini segera menyita perhatian publik setelah beredarnya foto surat tulisan tangan yang diduga ditinggalkan korban sebelum mengakhiri hidupnya.

Surat itu, yang sebagian besar ditulis dalam bahasa Sunda, mengisyaratkan tekanan psikologis dan perasaan terasing. Isinya menunjukkan kemungkinan siswi MTs Sukabumi itu menjadi korban perundungan atau bullying dari teman-teman sekolahnya. Kasus ini kini dalam penyelidikan aparat kepolisian, sementara publik menyerukan pentingnya pencegahan kekerasan verbal di lingkungan pendidikan.

Pesan Terakhir: Surat Penuh Luka dan Permohonan Maaf

Dalam surat yang ditemukan di kamarnya, AK—yang akrab disapa Eneng—menuliskan permohonan maaf kepada orang tuanya. Tulisan tangannya menggambarkan pergulatan batin seorang remaja yang merasa kehilangan tempat untuk bernaung.

“Mamah, maaf ya. Eneng nggak bermaksud nyakitin hati Mamah. Pak, maaf juga kalau Eneng ada salah sama Bapak. Maaf teh … Eneng minta maaf kalau selama ini suka tidak sopan. Eneng sayang Mamah, Bapak. I love you,” tulisnya.

Namun di bagian lain, isi surat tersebut berubah menjadi lebih gelap. Ia menyinggung pengalaman tidak menyenangkan dari teman-teman sekelasnya yang kerap melontarkan kata-kata menyakitkan. Salah satu kalimat yang paling menusuk adalah ucapan “Paeh we, paeh lah,” yang berarti “mati aja, mati lah.”

Eneng juga mengungkapkan rasa lelah dan keinginannya untuk berhenti sekolah. “Eneng sudah capek, Eneng cuman pengen ketenangan. Eneng jadi tidak mau sekolah karena suasana kelas yang seakan nyuruh Eneng untuk pergi,” tulisnya.

Kutipan-kutipan ini membuat publik yakin bahwa dugaan bullying terhadap siswi MTs Sukabumi perlu diselidiki secara serius.

Tanggapan Sekolah: Tak Ada Laporan Bullying

Kepala MTs 3 Sukabumi, Wawan Setiawan, mengungkapkan rasa duka mendalam atas meninggalnya salah satu siswi terbaik mereka. Ia membantah adanya kasus perundungan di sekolah dan menyebut korban sebagai anak yang aktif dan berprestasi.

“Almarhumah aktif di Pramuka dan baru saja menjadi petugas pengibar bendera saat upacara hari Senin. Secara psikologis, anak yang mengalami tekanan berat biasanya sulit berkonsentrasi dalam kegiatan semacam itu,” ujar Wawan kepada wartawan, Rabu (29/10/2025).

Menurut Wawan, pada hari terakhir sebelum meninggal, korban sempat meminta izin pulang lebih awal karena sakit perut dan diantar oleh temannya. Ia menegaskan pihak sekolah tidak pernah menerima laporan atau keluhan terkait tindakan perundungan dari korban.

Terkait surat yang beredar di media sosial, pihak sekolah menolak memberikan komentar lebih jauh. “Kami serahkan seluruh proses penyelidikan kepada pihak kepolisian,” katanya.

Penyelidikan Polisi dan Reaksi Warga

Kepolisian Sektor Cikembar bersama Polres Sukabumi kini tengah menyelidiki kasus kematian siswi MTs Sukabumi tersebut. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga dan beberapa teman sekolah korban.

“Masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. Kami juga sedang menelusuri isi surat yang diduga ditulis korban untuk memastikan konteks dan kebenarannya,” kata salah satu petugas penyidik, Rabu (29/10/2025).

Sementara itu, warga sekitar mengaku terkejut dan berduka. Runi, tetangga yang sering berinteraksi dengan keluarga korban, menyebut AK dikenal sebagai anak pendiam dan sopan. “Anaknya nggak pernah macam-macam. Kalau lewat selalu salam. Waktu dengar kabar itu, semua warga syok,” tuturnya.

Fenomena Bullying dan Kesehatan Mental Remaja

Tragedi siswi MTs Sukabumi ini menyoroti persoalan lama: perundungan di kalangan pelajar. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan, sepanjang 2024 terdapat lebih dari 2.800 laporan kasus kekerasan terhadap anak di sekolah, termasuk bentuk verbal dan sosial.

Menurut psikolog anak dan remaja dari Universitas Indonesia, Dra. Anna Surti Ariani, bullying kerap meninggalkan luka psikologis yang dalam. “Kata-kata menghina bisa menimbulkan perasaan tidak berharga. Bila tidak ada dukungan dari lingkungan, remaja rentan berpikir untuk mengakhiri hidup,” katanya dalam wawancara dengan Kompas.com.

Ia menegaskan pentingnya kepekaan guru dan orang tua dalam mengenali tanda-tanda tekanan emosional pada anak. “Perubahan perilaku sekecil apapun, seperti murung, menarik diri, atau malas sekolah, harus segera direspons dengan empati dan pendampingan,” ujar Anna.

Upaya Pencegahan dan Edukasi Kesehatan Mental

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sejak 2023 telah menjalankan program Sekolah Ramah Anak dan Anti-Perundungan melalui platform Merdeka Mengajar. Program ini mendorong setiap sekolah memiliki sistem pelaporan internal dan konselor sebaya untuk mendeteksi potensi kasus bullying sejak dini.

Namun, di banyak daerah, pelaksanaannya masih lemah karena keterbatasan tenaga profesional di bidang kesehatan mental. Psikolog dari Yayasan Pulih, Novi Puspita, menilai kasus seperti ini seharusnya menjadi alarm bagi lembaga pendidikan. “Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tapi ruang tumbuh emosional. Jika gagal menyediakan rasa aman, dampaknya bisa fatal,” ujarnya.

Kematian siswi MTs Sukabumi menjadi pengingat bahwa tekanan sosial di usia remaja dapat membawa konsekuensi tragis bila diabaikan. Kasus ini menegaskan urgensi membangun sistem pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap kesehatan mental peserta didiknya.

Bagi siapapun yang sedang bergulat dengan pikiran untuk mengakhiri hidup, penting untuk tidak memendam rasa sendirian. Hubungi layanan konseling seperti Kemenkes Hotline 119 ext. 8, atau Konseling Sejiwa 155 untuk mendapatkan bantuan profesional.

Kasus siswi MTs Sukabumi menyoroti bahaya bullying di sekolah dan pentingnya perhatian serius terhadap kesehatan mental remaja. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pajak Daerah

    Ke Mana Pajak Anda Mengalir? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pernahkah Anda bertanya, ke mana uang pajak yang setiap tahun dibayarkan sebenarnya mengalir? Banyak orang mengira seluruh penerimaan pajak langsung masuk ke kas pemerintah pusat. Padahal, sejak berlakunya UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) dan implementasi penuh mulai 5 Januari 2025, mekanisme […]

  • cahaya hati

    Saat Hati Gelap, Siapa yang Sebenarnya Sedang Menang?

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada perang yang tidak pernah masuk berita pagi. Tidak ada sirene, tidak ada garis polisi, bahkan tidak ada seorang pun yang tahu siapa pemenangnya. Perang itu berlangsung diam-diam di dalam diri manusia: antara cahaya hati, atau nur hati, dengan kegelapan hawa nafsu, keraguan, dan berbagai dorongan yang menjauhkan manusia dari hidayah. Syekh […]

  • kerajinan bambu lapas

    Kerajinan Bambu Lapas Tasikmalaya Jadi Cenderamata Premium, Ini Faktanya

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di sebuah ruang kerja sederhana di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, suara gesekan bambu dan aroma kayu kering menjadi latar yang tidak biasa. Dari tempat yang kerap dipersepsikan penuh keterbatasan itu, kerajinan bambu Lapas Tasikmalaya justru lahir dan berkembang menjadi cenderamata bernilai tinggi yang mulai dilirik. Tidak semua orang mungkin membayangkan bahwa […]

  • car free night Puncak

    Car Free Night Puncak Diterapkan Polisi, Akses Wisata Ditutup

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Polisi menutup Jalur Puncak lewat car free night saat Tahun Baru demi tekan kepadatan lalu lintas. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kepolisian memberlakukan car free night Puncak pada malam pergantian Tahun Baru 2025 menuju 2026. Kebijakan ini menutup total akses kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor. Penutupan dilakukan untuk mengendalikan kepadatan lalu […]

  • Polres Garut Juara Ketahanan Pangan

    Polres Garut Raih Juara Ketahanan Pangan 2026

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polres Garut Juara Ketahanan Pangan menjadi salah satu capaian yang menyita perhatian dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa peran kepolisian kini tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga berkembang melalui berbagai inovasi yang mendukung program strategis pemerintah, termasuk di sektor pangan. Penghargaan itu diberikan […]

  • Pelantikan Pejabat Pemkot Tasikmalaya

    Viman Lantik Tiga Pejabat Baru Pemkot Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan Pejabat Pemkot Tasikmalaya kembali menjadi langkah penting dalam memperkuat birokrasi daerah. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, resmi melantik tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama untuk mengisi jabatan strategis yang sebelumnya kosong. Pelantikan pejabat Tasikmalaya tersebut berlangsung di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Jumat (10/7/2026), sekaligus menegaskan penerapan sistem Manajemen Talenta dalam […]

expand_less