Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Bupati Tasikmalaya Lantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Kunci

Bupati Tasikmalaya Lantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Kunci

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikmalaya melantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Bupati tegaskan evaluasi kinerja dan tanggung jawab penuh ASN.

albadarpost.com, HUMANIORA – Pelantikan 4.555 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar seremoni kepegawaian. Kebijakan ini menandai arah baru tata kelola tenaga kerja non-ASN, terutama bagi ribuan pegawai yang bertahun-tahun mengabdi tanpa status jelas. PPPK Paruh Waktu menjadi jalan resmi agar mereka memiliki legalitas, upah pasti, dan posisi lebih jelas dalam struktur pemerintahan daerah.

Pada Selasa (2/12/2025), Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, memimpin langsung pelantikan di halaman belakang Sekretariat Daerah. Di hadapan ribuan pegawai, Cecep menegaskan bahwa pemberian status PPPK Paruh Waktu merupakan penyelesaian berbasis hukum terhadap persoalan tenaga non-ASN yang tertunda selama bertahun-tahun. “Pengangkatan PPPK Paruh Waktu merupakan jalan penyelesaian resmi, legal, dan bermartabat, agar para pegawai non-ASN yang telah lama mengabdi mendapatkan kepastian status,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan pesan penting: meskipun skema kerja bersifat paruh waktu, seluruh tugas dan etika profesi berlaku penuh. “Meskipun skema kepegawaiannya adalah paruh waktu, akan tetapi tanggung jawab dan kode etik ASN tetap berlaku penuh, karena saudara-saudara adalah wajah pemerintah daerah di mata masyarakat,” tegasnya.


Status PPPK Paruh Waktu dan Tuntutan Profesionalisme

PPPK Paruh Waktu tidak otomatis menjadi celah relaksasi pekerjaan. Pemerintah menetapkan mekanisme evaluasi kinerja sebagai filter utama kelanjutan status pegawai. Cecep menyebut penilaian tugas, kontribusi unit kerja, serta kemampuan adaptasi dengan sistem birokrasi akan menjadi dasar keputusan perpanjangan kontrak. Ia menekankan bahwa pola kerja fleksibel tidak membebaskan pegawai dari standar administrasi pemerintahan.

Pemerintah daerah juga menilai kebijakan ini sebagai bentuk kesiapan merespons kebijakan penataan tenaga non-ASN yang digulirkan pemerintah pusat. Tasikmalaya, menurut Bupati, telah menunjukkan respons cepat dalam menata pegawai kontrak, dan pelantikan PPPK Paruh Waktu menjadi bukti konsistensi itu. “Ke depan, hasil evaluasi kinerja, kontribusi di unit kerja, serta kemampuan beradaptasi akan menjadi dasar bagi kemungkinan perpanjangan perjanjian kerja dan bahkan peningkatan status menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja,” kata Cecep.

Dalam acara pelantikan tersebut, hadir jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati, perwakilan DPRD Komisi 4, pejabat eselon, pimpinan perbankan daerah, hingga tokoh lembaga zakat. Komposisi peserta menunjukkan bahwa kebijakan ini bukan inisiatif individual, tetapi konsensus institusi daerah.


Data Kepegawaian dan Pemetaan Formasi

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Iing Farid Khozin, menyampaikan data rinci. Total persetujuan teknis nomor induk pegawai yang diterbitkan mencapai 4.560. Namun, empat orang mengundurkan diri dan satu orang meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah yang resmi dilantik menjadi 4.555 orang.

Baca juga: Pemprov Jabar Libatkan Warga dalam Pemulihan Hutan Berbayar

Distribusi formasi mencerminkan kebutuhan riil pelayanan publik: 1.912 tenaga guru, 477 tenaga kesehatan, dan 2.171 tenaga teknis. Angka ini memperlihatkan tekanan sistemik di birokrasi daerah. Pendidikan dan layanan dasar kesehatan menjadi sektor yang paling sering terdampak ketika pegawai berstatus tidak jelas atau bekerja di bawah durasi, karena kinerja mereka erat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Di balik angka itu, pemerintah pusat tengah menuntaskan penataan non-ASN yang selama satu dekade menjadi persoalan administrasi nasional. Daerah seperti Tasikmalaya berusaha menghindari penumpukan pegawai tidak tetap yang bekerja tanpa kepastian. Model PPPK Paruh Waktu menjadi kompromi antara regulasi, ketersediaan anggaran, dan kebutuhan layanan publik.


Risiko Kebijakan dan Tantangan Daerah

Kebijakan PPPK Paruh Waktu memberi kepastian status, tetapi konsekuensi fiskal akan muncul jangka menengah. Beban gaji rutin, kebutuhan pelatihan, dan sistem evaluasi membuat pemerintah daerah harus disiplin dalam perencanaan APBD. Jika evaluasi kinerja dijalankan secara administratif, bukan berbasis capaian kerja, kebijakan ini akan berpotensi menjadi sekadar formalisasi status.

Di sisi pelayanan publik, keberadaan pegawai paruh waktu harus diimbangi target jelas per unit kerja. Tanpa standar penilaian berbasis beban layanan, tenaga teknis dan guru paruh waktu mudah terseret pola rekrutmen politis. Sistem ini baru akan efektif jika perangkat daerah mampu mengukur dampak langsung terhadap warga: kualitas layanan pendidikan, ketersediaan tenaga kesehatan, hingga efisiensi administrasi pemerintahan.

Pelantikan 4.555 PPPK Paruh Waktu di Tasikmalaya memberi kepastian status bagi pegawai non-ASN dan memastikan standar pelayanan publik tetap terjaga. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Feradi WPI

    2 Tahun Feradi WPI: Ketika Hukum Masih Jauh, Mereka Justru Mendekat

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Organisasi Advokat dan Paralegal, Forum Era Adil Warung Paralegal Indonesia (Feradi WPI) genap berusia dua tahun. Namun di balik milad Feradi WPI ini, ada pertanyaan yang lebih besar: mengapa di negeri dengan ribuan advokat, akses keadilan masyarakat masih terasa jauh? Di titik inilah Feradi WPI mengambil posisi yang tidak nyaman: turun langsung […]

  • keberkahan hidup tasawuf

    Rahasia Tasawuf: Cara Hidup Tenang dan Rezeki Selalu Cukup

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keberkahan hidup tasawuf menjadi konsep penting dalam Islam yang sering dicari di tengah kehidupan modern. Banyak orang mengejar kekayaan, namun tidak menemukan ketenangan. Di sinilah rahasia keberkahan hidup, hidup berkah dalam Islam, dan ajaran tasawuf menawarkan jalan berbeda: bukan sekadar banyak, tetapi cukup dan menenangkan. Menariknya, tasawuf tidak mengajarkan meninggalkan dunia. Sebaliknya, […]

  • Operator sekolah mengelola sistem ijazah 2026 terbaru dari Kemendikdasmen dengan fitur digital dan validasi data siswa.

    Sistem Ijazah 2026 Berubah Total, Salah Input SK Kini Tak Bisa Dibatalkan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Sistem pengelolaan ijazah 2026 resmi mengalami sejumlah perubahan penting. Mulai dari mekanisme SPTJM, pengesahan ijazah, relasi legalitas, hingga penginputan SK kelulusan kini memiliki aturan baru yang wajib dipahami satuan pendidikan. Informasi tersebut dirilis dari Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen sebagai bagian dari pembaruan sistem administrasi pendidikan tahun 2026. Perubahan ini langsung […]

  • Ilustrasi sepiring nasi hangat di meja makan keluarga sebagai simbol cinta dalam sepiring nasi untuk suami dan anak.

    Cinta dalam Sepiring Nasi: Bahasa Cinta Paling Tulus

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Cinta dalam Sepiring Nasi bukan sekadar ungkapan puitis. Frasa ini menggambarkan bagaimana masakan menjadi bahasa cinta keluarga, sekaligus bentuk kasih sayang paling nyata untuk suami dan anak. Melalui sepiring nasi hangat, seorang istri dan ibu menyampaikan perhatian, doa, dan pengorbanan tanpa banyak kata. Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat, dapur […]

  • Wisatawan Malaysia Terbanyak

    Kebijakan Baru Rotasi Kepala Sekolah di Jawa Barat: 641 Pendidik Kembali ke Daerah Asal

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar rotasi 641 kepala sekolah agar lebih dekat ke domisili, dorong efisiensi dan mutu pendidikan. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menerapkan kebijakan baru dalam sistem rotasi kepala sekolah dengan melantik 641 pejabat pendidikan, sebagian besar kini ditempatkan kembali di wilayah asal mereka. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan berbasis […]

  • anggaran gapura

    DPRD Jabar Kritik Anggaran Gapura Gedung Sate Rp3,9 Miliar

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DPRD Jabar kritik anggaran gapura Gedung Sate Rp3,9 miliar karena dianggap tidak sesuai prioritas publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun gapura di kawasan Gedung Sate dengan biaya Rp3,9 miliar kembali menuai kritik. DPRD Jabar menilai alokasi tersebut tidak selaras dengan kondisi fiskal daerah dan kebutuhan publik yang lebih mendesak, terutama pemeliharaan […]

expand_less