Hujan Deras Picu Banjir di Tasikmalaya, Warga Minta Penanganan Serius
Banjir Tasikmalaya kembali terjadi di Jalan HZ Musthofa setelah hujan deras. Warga desak pemerintah perbaiki drainase.
albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir Tasikmalaya kembali terjadi setelah hujan deras mengguyur pada Kamis, 4 Desember 2025. Air setinggi paha orang dewasa menutup akses Jalan HZ Musthofa, tepatnya di Blok 187, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, sekitar pukul 11.00 siang. Kondisi ini memicu keluhan warga yang menilai penanganan banjir tidak kunjung membaik.
Dampak Langsung di Lokasi
Arus air melaju dari kawasan permukiman menuju jalan utama dan membuat kendaraan melambat. Beberapa sepeda motor terkendala karena terendam. Pedagang di sekitar lokasi memilih menutup lapak sementara untuk menghindari peralatan rusak.
Banjir Tasikmalaya di titik ini bukan kejadian baru. Warga menyebut wilayah ini selalu menjadi langganan saat hujan deras turun. Genangan naik cepat meninggi dalam waktu kurang dari 30 menit setelah hujan intens.
Dini, 35 tahun, warga setempat, menilai pola banjir berulang menandakan persoalan drainase yang tak tertangani. “Banjir kerap terjadi di sini setiap musim hujan. Kami berharap ada perhatian pemerintah untuk masalah banjir ini,” ujarnya.
Banjir Tasikmalaya Berulang Setiap Musim Hujan
Banjir Tasikmalaya di kawasan Nagarawangi memperlihatkan pola yang serupa dengan kejadian tahun-tahun sebelumnya. Beberapa pengamat tata kota menyebut kawasan pusat perdagangan seperti Jalan HZ Musthofa rentan tergenang akibat kapasitas saluran air yang tidak sebanding dengan volume limpasan ketika curah hujan tinggi.
Baca juga: Evaluasi Drainase Tasikmalaya Menguat pada Musim Hujan
Transisi musim hujan yang kian ekstrem membuat genangan lebih cepat terbentuk. Dalam beberapa tahun terakhir, intensitas hujan meningkat di wilayah selatan Jawa Barat, mendorong kebutuhan evaluasi sistem drainase secara menyeluruh. Namun, perbaikan belum terlihat pada sejumlah titik yang dikategorikan rawan banjir.
Tuntutan Perbaikan Infrastruktur
Warga menilai peningkatan kualitas drainase harus menjadi prioritas. Selain itu, diperlukan normalisasi saluran dan pengawasan rutin terhadap sedimentasi. Banjir Tasikmalaya bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi kecil di pusat kota.

Sejumlah pedagang yang ditemui mengaku kehilangan pendapatan harian saat genangan mencapai tinggi maksimal. Mereka berharap pemerintah kota memiliki rencana mitigasi jangka panjang yang lebih jelas dan dapat dieksekusi dengan segera.
Konteks Lebih Luas
Fenomena seperti banjir Tasikmalaya sering terjadi di wilayah perkotaan Jawa Barat yang mengalami pertumbuhan pesat. Penataan ruang yang tidak seimbang dengan kesiapan infrastruktur memperbesar risiko banjir permukaan. Pemerintah daerah menghadapi tekanan untuk memprioritaskan sistem pengendalian banjir mengingat dampaknya pada mobilitas, ekonomi, serta pelayanan publik.
Banjir di Jalan HZ Musthofa menjadi pengingat bahwa mitigasi perlu dipercepat. Langkah peringatan dini dan pemetaan titik rawan dapat membantu, tetapi tidak menggantikan kebutuhan penataan drainase sebagai solusi struktural utama.
Banjir Tasikmalaya kembali menegaskan perlunya perbaikan drainase dan mitigasi cepat agar gangguan warga tidak berulang setiap musim hujan. (Red/Arrian)




