Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Vitamin A Ciamis: Kenapa Diskominfo Ikut Turun ke Posyandu?

Vitamin A Ciamis: Kenapa Diskominfo Ikut Turun ke Posyandu?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Vitamin A Ciamis menjadi bagian dari kegiatan pelayanan balita di Posyandu Melati, Kelurahan Pakuncen, Senin, 24 Agustus 2026. Namun, ada hal yang membuat kegiatan tersebut berbeda: Diskominfo Ciamis ikut turun langsung dalam monitoring dan pembinaan Posyandu.

Keterlibatan itu menarik perhatian karena Diskominfo selama ini lebih dikenal masyarakat melalui urusan komunikasi, informasi, dan teknologi pemerintahan. Lantas, apa hubungannya dengan pemberian Vitamin A kepada balita?

Jawabannya ternyata bukan karena Diskominfo mengambil alih urusan tenaga kesehatan. Keterlibatan tersebut berada dalam konteks kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pelayanan Posyandu, termasuk edukasi kesehatan dan pembinaan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Bukan Sekadar Membagikan Kapsul Vitamin A

Kegiatan di Posyandu Melati tidak berhenti pada pembagian Vitamin A kepada balita.

Monitoring juga menjadi bagian dari upaya melihat bagaimana pelayanan Posyandu berjalan di tingkat masyarakat. Dalam pemberitaan mengenai kegiatan tersebut, pelayanan balita juga mencakup pemberian obat cacing serta perhatian terhadap kondisi dan status gizi anak.

Artinya, Vitamin A Ciamis dalam konteks kegiatan ini tidak berdiri sendiri.

Ada pelayanan, edukasi, pemantauan, serta keterlibatan kader dan masyarakat yang ikut menentukan apakah program pemerintah benar-benar menjangkau keluarga sasaran.

Di sinilah Posyandu memiliki posisi penting.

Kader berada dekat dengan masyarakat. Mereka berhadapan langsung dengan orang tua dan anak, sekaligus menjadi salah satu penghubung antara program pemerintah dan kebutuhan warga.

Karena itu, kegiatan monitoring bukan semata-mata soal memastikan kapsul tersedia.

Yang lebih penting adalah memastikan layanan berjalan dan masyarakat memperoleh informasi yang dapat mereka pahami.

Lalu, Mengapa Diskominfo Ciamis Ikut Turun?

Pertanyaan ini justru menjadi bagian menarik dari kegiatan tersebut.

Diskominfo bukan perangkat daerah yang menangani pelayanan kesehatan secara langsung. Namun, pemerintah daerah membutuhkan kerja lintas sektor untuk menjalankan berbagai program pelayanan masyarakat.

Dalam kegiatan di Pakuncen, Diskominfo Ciamis terlibat bersama unsur terkait, termasuk RSUD Ciamis dan DWP Diskominfo. Keterlibatan tersebut juga berkaitan dengan penguatan edukasi kesehatan dan komunikasi kepada masyarakat.

Logikanya sederhana.

Program kesehatan membutuhkan tenaga kesehatan. Namun, program tersebut juga membutuhkan komunikasi yang sampai kepada masyarakat.

Orang tua perlu mengetahui pentingnya membawa balita ke Posyandu. Mereka juga perlu memahami manfaat layanan yang tersedia dan mengetahui informasi mengenai kebutuhan kesehatan anak.

Karena itu, komunikasi publik memiliki ruang dalam ekosistem pelayanan kesehatan.

Bukan untuk menggantikan tenaga medis, melainkan membantu memastikan pesan pelayanan dapat diterima masyarakat dengan baik.

Posyandu Ciamis Kini Tidak Hanya Bicara Kesehatan

Ada konteks yang lebih besar di balik kegiatan tersebut.

Pemkab Ciamis mendorong transformasi Posyandu melalui pendekatan 6 SPM. Dengan pendekatan ini, Posyandu diarahkan menjadi wadah pelayanan masyarakat yang mencakup lebih dari satu bidang.

Enam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, serta sosial.

Perubahan tersebut membuat Posyandu memiliki peran yang semakin luas.

Maka, tidak mengherankan apabila kegiatan pembinaan melibatkan lebih dari satu perangkat daerah. Setiap unsur dapat berkontribusi sesuai fungsi dan kewenangannya.

Dalam konteks itulah keterlibatan Diskominfo Ciamis menjadi lebih mudah dipahami.

Ketika pelayanan dasar membutuhkan komunikasi dan penyebaran informasi yang efektif, perangkat yang memiliki fungsi komunikasi publik juga dapat mengambil bagian.

Vitamin A dan Agenda Pencegahan Stunting

Kegiatan monitoring Vitamin A juga berada dalam konteks upaya pemerintah memperkuat pelayanan kepada balita dan pencegahan stunting. Namun, hubungan tersebut perlu dipahami secara proporsional.

Pemberian Vitamin A tidak bisa disebut sebagai satu-satunya cara mencegah stunting.

Pencegahan stunting membutuhkan berbagai intervensi yang berjalan bersama. Pemantauan pertumbuhan, pemenuhan kebutuhan gizi, pelayanan kesehatan, edukasi keluarga, serta perhatian terhadap kondisi anak menjadi bagian dari pendekatan yang lebih luas.

Karena itu, kegiatan di Posyandu lebih tepat dilihat sebagai bagian dari rangkaian pelayanan dan intervensi pemerintah.

Di lapangan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah.

Orang tua perlu membawa anak ke Posyandu. Kader perlu memberikan pelayanan. Tenaga kesehatan menjalankan fungsi profesionalnya. Sementara itu, pemerintah daerah perlu memastikan koordinasi dan dukungan berjalan.

Jika salah satu mata rantai lemah, pelayanan bisa ikut terdampak.

Yang Dipantau Bukan Hanya Vitamin A

Dari kegiatan di Pakuncen, terlihat bahwa perhatian pemerintah bergerak lebih jauh daripada sekadar membagikan kapsul Vitamin A.

Ada aspek ketepatan sasaran, pelayanan balita, edukasi kesehatan, pembinaan kader, dan penguatan Posyandu yang ikut menjadi perhatian.

Hal tersebut penting karena masyarakat tidak selalu membutuhkan program baru.

Sering kali, yang mereka butuhkan adalah program yang sudah ada berjalan dengan baik.

Vitamin A tersedia. Posyandu aktif. Informasi mudah dipahami. Kader mendapat dukungan. Orang tua mengetahui apa yang harus dilakukan.

Jika seluruh bagian tersebut berjalan bersama, manfaat pelayanan akan lebih mudah dirasakan keluarga.

Diskominfo Turun, Pesannya Lebih Besar

Kehadiran Diskominfo dalam kegiatan Vitamin A Ciamis pada akhirnya bukan cerita tentang sebuah perangkat daerah yang tiba-tiba berpindah bidang.

Justru ada pesan tentang bagaimana pelayanan publik membutuhkan kolaborasi.

Kesehatan membutuhkan informasi. Program membutuhkan komunikasi. Data membutuhkan ketelitian. Sementara itu, masyarakat membutuhkan pelayanan yang dekat dan mudah dipahami.

Karena itu, kegiatan di Posyandu Melati dapat dibaca sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara program pemerintah dan masyarakat di tingkat paling dekat.

Dan di situlah inti persoalannya.

Satu kapsul Vitamin A mungkin kecil. Namun, memastikan kapsul itu sampai kepada anak yang tepat membutuhkan sistem yang tidak kecil.

Sebab yang harus tepat sasaran bukan hanya Vitamin A, tetapi juga informasi, pelayanan, perhatian, dan kerja pemerintah kepada masyarakat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana waktu Subuh di rumah Muslim dengan cahaya pagi dan seseorang membaca doa setelah salat Subuh.

    Hadis Nabi tentang Waktu Subuh yang Kini Jarang Diamalkan

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengenal hadis waktu Subuh sebagai anjuran bangun pagi untuk salat dan mencari keberkahan hidup. Sebagian lain menyebut waktu Subuh sebagai momen paling tenang untuk berdoa, berdzikir, dan memulai hari dengan hati yang lebih ringan. Namun perlahan, kebiasaan menjaga waktu Subuh mulai bergeser dari kehidupan banyak orang. Malam terasa semakin panjang. […]

  • 14 Kepala KUA Tasikmalaya

    14 Kepala KUA Tasikmalaya Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — 14 Kepala KUA Tasikmalaya dilantik di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya pada Senin, 24 Agustus 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui materi publikasi Humas Kemenag Kabupaten Tasikmalaya yang memuat nama serta wilayah penempatan masing-masing Kepala Kantor Urusan Agama (KUA). Ke-14 Kepala KUA tersebut tersebar di sejumlah kecamatan Kabupaten Tasikmalaya. Mulai dari […]

  • wakil wali kota tasikmalaya soroti minimnya perhatian priangan timur dan pentingnya peran media lokal dalam pembangunan

    Terungkap! Ketimpangan Priangan Timur, Ini Pernyataan Rd. Diky Candranegara

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu ketimpangan perhatian terhadap Priangan Timur kembali mencuat. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, mengaku sempat merasa kecewa melihat minimnya perhatian terhadap kawasan tersebut. Namun, ia mulai melihat arah perubahan seiring menguatnya kolaborasi di sektor penyiaran. Dalam pernyataannya, Diky menyinggung bahwa wilayah Priangan Timur selama ini belum mendapatkan porsi perhatian yang […]

  • Masjid Sultan Singapura berkubah emas di kawasan Kampong Glam sebagai ikon wisata religi dan warisan nasional sejak 1824

    Masjid Sultan Singapura: Jejak Sultan dan Kubah Emas yang Mendunia

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Masjid Sultan Singapura menjadi simbol kuat sejarah Islam di kawasan Asia Tenggara sekaligus ikon religi paling terkenal di Kampong Glam. Selain dikenal sebagai Masjid Sultan Kampong Glam, bangunan bersejarah ini juga disebut Sultan Mosque Singapore, yang berdiri megah dengan kubah emas khasnya. Sejak awal berdiri pada 1824, masjid ini bukan hanya […]

  • Huller Tugu Koperasi

    Huller Tugu Koperasi Tasikmalaya Menyimpan Luka Tragedi 2023

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Huller Tugu Koperasi masih menjadi perbincangan warga meski sudah dua tahun berhenti beroperasi. Bangunan bekas penggilingan padi itu hingga kini tetap kosong setelah tragedi kecelakaan kerja pada 2023 yang merenggut nyawa seorang pekerja. Selain dikenal sebagai bangunan tua bersejarah, lokasi tersebut juga menyimpan banyak kenangan bagi masyarakat yang pernah beraktivitas di sekitarnya. […]

  • Championship 2026/27

    Semua Klub Championship 2026/27 Dikumpulkan, Ada Apa?

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Menjelang bergulirnya Championship 2026/27, operator kompetisi I.League mengumpulkan seluruh klub peserta dalam Club Management Meeting sebagai langkah awal menyatukan pemahaman mengenai regulasi, operasional, serta arah penyelenggaraan Kompetisi Liga Indonesia musim baru. Forum tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum kompetisi kasta kedua sepak bola nasional resmi dimulai. Informasi tersebut disampaikan melalui materi dan […]

expand_less