Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dedi Mulyadi: Tangkap Begal, Serahkan Hidup ke Polisi

Dedi Mulyadi: Tangkap Begal, Serahkan Hidup ke Polisi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hadiah hingga Rp50 juta bagi warga yang membantu tangkap begal langsung menjadi perhatian publik. Namun, bagi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, nominal hadiah bukanlah pesan utama. Ia justru menegaskan satu syarat yang tidak boleh diabaikan, yakni pelaku begal harus diserahkan kepada kepolisian dalam keadaan hidup agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas maraknya aksi begal, jambret, copet, pencurian, hingga perampokan yang meresahkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat. Di sisi lain, Dedi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan tanpa mengesampingkan kewenangan aparat penegak hukum. Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya berbicara tentang hadiah, tetapi juga tentang bagaimana partisipasi warga tetap berjalan dalam koridor hukum.

Hadiah Besar, Tetapi Hukum Tetap Menjadi Panglima

Dalam penjelasannya, Dedi Mulyadi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan hadiah mulai Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang membantu melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan.

Namun, penghargaan tersebut hanya diberikan apabila pelaku diserahkan hidup kepada kepolisian. Penegasan itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak mendorong tindakan main hakim sendiri. Sebaliknya, masyarakat diajak membantu aparat agar proses penyidikan, pembuktian, hingga persidangan dapat berjalan sesuai ketentuan hukum.

Pendekatan tersebut menjadi pembeda dibanding sekadar seruan menangkap pelaku kejahatan. Fokus utamanya tetap pada penegakan hukum yang adil dan tertib.

Mengapa Pelaku Harus Diserahkan Hidup?

Di tengah tingginya emosi masyarakat terhadap pelaku begal, Dedi Mulyadi justru menekankan pentingnya proses hukum.

Pelaku yang masih hidup memungkinkan penyidik menggali keterangan, mengembangkan perkara, hingga mengungkap kemungkinan adanya jaringan pelaku lain. Selain itu, proses peradilan juga memberikan kepastian hukum bagi korban, masyarakat, maupun tersangka sesuai prinsip negara hukum.

Karena itu, keberanian warga membantu aparat tidak boleh berubah menjadi tindakan yang melanggar hukum. Partisipasi masyarakat harus tetap mengedepankan keselamatan, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap proses hukum.

Bukan Hanya Sayembara, Pencegahan Juga Diperkuat

Kebijakan hadiah bukan satu-satunya langkah yang disampaikan Dedi Mulyadi.

Ia juga mendorong penguatan patroli bersama kepolisian di wilayah yang rawan kejahatan jalanan. Selain itu, masyarakat diajak kembali mengaktifkan ronda malam atau sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai bentuk pencegahan sejak dini.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa keamanan tidak hanya bergantung pada penindakan setelah kejahatan terjadi. Pencegahan melalui kehadiran masyarakat dan aparat di lingkungan sekitar tetap menjadi strategi utama.

Fakta Singkat Kebijakan Dedi Mulyadi

  • Hadiah yang disiapkan berkisar Rp5 juta hingga Rp50 juta.
  • Sasaran meliputi pelaku begal, jambret, copet, pencurian, dan perampokan.
  • Pelaku wajib diserahkan hidup kepada kepolisian.
  • Penegakan hukum tetap menjadi prioritas utama.
  • Patroli dan ronda malam didorong untuk mencegah kejahatan sejak dini.

Kolaborasi Warga dan Aparat Menjadi Kunci

Keamanan lingkungan tidak dapat diwujudkan hanya oleh aparat penegak hukum ataupun masyarakat secara sendiri-sendiri.

Sebaliknya, kolaborasi yang saling melengkapi menjadi fondasi utama. Warga dapat berperan melalui kewaspadaan, pelaporan cepat, dan bantuan yang proporsional ketika terjadi tindak kejahatan. Di sisi lain, aparat memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penegakan hukum.

Dengan pembagian peran yang jelas, rasa aman dapat dibangun tanpa mengorbankan prinsip keadilan.

Apa yang Selanjutnya?

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dalam memperkuat patroli, meningkatkan pengamanan di titik rawan, serta menghidupkan kembali budaya ronda malam.

Pelaksanaan kebijakan hadiah tersebut juga akan bergantung pada mekanisme dan koordinasi bersama aparat penegak hukum agar tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Keberanian memang layak dihargai. Namun, keberanian yang paling bernilai adalah keberanian menjaga keamanan tanpa meninggalkan hukum. Sebab, ketika warga dan aparat berdiri di sisi yang sama, keadilan tidak hanya ditegakkan, tetapi juga dipercaya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan S1 Guru

    Bantuan Kuliah S1 Guru Dibuka, Cek Syarat Sebelum Terlambat

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kesempatan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik S-1 atau D-4 kembali dibuka. Melalui Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan bantuan pendidikan bagi guru yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan studi melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Informasi ini bersumber dari akun Kemendikdasmen serta laman resmi […]

  • pemakaman Iran

    Pemakaman Ali Larijani di Iran Picu Sorotan Dunia

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemakaman Iran menjadi sorotan global setelah ribuan warga menghadiri prosesi penghormatan terakhir bagi tokoh penting yang tewas akibat serangan mematikan. Peristiwa ini tidak hanya mengguncang publik Iran, tetapi juga memicu perhatian dunia terhadap konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang semakin memanas. Sejak awal, suasana duka langsung terasa. Namun demikian, di […]

  • Beasiswa Cianjur

    3.500 Siswa Cianjur Dapat Beasiswa, Ada Dua Jalur

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Beasiswa Cianjur memasuki babak baru setelah Pemerintah Kabupaten Cianjur meluncurkan Program Unggulan Bupati “Beasiswa Sekolah” untuk peserta didik SD, SMP, dan pendidikan kesetaraan. Tahun 2026, program tersebut menyasar 3.500 peserta didik melalui dua jalur dukungan pendidikan. Peluncuran berlangsung di SMPN 1 Cipanas, Kamis (3/9/2026), dengan tema “Buka Potensimu, Raih Masa Depan […]

  • Ratusan pelajar SMA sederajat mengikuti seleksi Rekrutmen Paskibraka 2026 Kota Tasikmalaya di Kantor Kesbangpol.

    Rekrutmen Paskibraka 2026 Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 268
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Rekrutmen Paskibraka 2026 Kota Tasikmalaya resmi dimulai. Program seleksi Calon Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) ini terbuka bagi pelajar kelas X SMA/MA/SMK sederajat yang berusia 16–18 tahun pada 17 Agustus 2026. Seleksi Paskibraka 2026 ini dilaksanakan secara daring melalui Aplikasi Transparansi Paskibraka BPIP di laman resmi https://paskibraka.bpip.go.id. Sejak pagi, Rabu, 25 Februari 2026, […]

  • tempe crispy fine dining

    Tempe Goreng Naik Level: Dari Makanan Biasa Jadi Fine Dining Viral

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 225
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tempe crispy fine dining kini menjadi tren kuliner yang menarik perhatian pecinta makanan modern. Hidangan tempe goreng premium ini menghadirkan tekstur renyah yang konsisten dengan sentuhan teknik memasak ala restoran mewah. Bahkan, tempe goreng modern ini tampil elegan dengan saus pendamping unik yang memperkaya rasa. Perubahan ini bukan sekadar gaya. Sebaliknya, inovasi […]

  • Dua Bocah Diserang Tawon Endas di Bekasi, Satu Tewas dan Satu Luka Berat

    Dua Bocah Diserang Tawon Endas di Bekasi, Satu Tewas dan Satu Luka Berat

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Tragedi tawon endas Bekasi: dua bocah diserang kawanan Vespa Affinis, satu tewas, satu dirawat intensif. Tragedi Tawon Endas Bekasi: Satu Bocah Tewas, Satu Kritis albadarpost.com, LENSA – Kejadian memilukan menimpa dua bocah kakak beradik di Kampung Piket, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Keduanya diserang puluhan tawon endas Bekasi atau Vespa Affinis saat pulang bersama […]

expand_less