Nyawang Bulan Mulud di Panglayungan, Diky Chandra Hadir
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra menghadiri Nyawang Bulan Mulud (Foto: Pemkot Tasik).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nyawang Bulan Mulud di Panglayungan, Kota Tasikmalaya, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandra Negara, turut hadir dalam kegiatan yang dikemas melalui Tabligh Akbar tersebut.
Kegiatan berlangsung di Lapang Cikiara, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Kamis (27/8/2026).
Dikutip dari informasi Prokopim Kota Tasikmalaya, kehadiran Diky Chandra dalam kegiatan tersebut bersama unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga. Pertemuan itu sekaligus menjadi ruang kebersamaan masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Bagi masyarakat, peringatan Maulid Nabi tidak hanya berkaitan dengan agenda keagamaan. Lebih dari itu, momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi dan mengingat kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.
Nyawang Bulan Mulud dan Makna Kebersamaan
Kegiatan Nyawang Bulan Mulud di Panglayungan mempertemukan sejumlah unsur masyarakat dalam satu kegiatan. Pemerintah kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga hadir dalam rangkaian acara yang berfokus pada peringatan Maulid Nabi.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan masyarakat. Sebab, ruang keagamaan sering kali sekaligus menjadi tempat bertemunya warga dengan berbagai latar belakang sosial.
Selain itu, peringatan Maulid Nabi memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mengingat perjalanan dan keteladanan Rasulullah SAW. Pesan tentang akhlak, kepedulian, persaudaraan, dan kehidupan bermasyarakat menjadi nilai yang relevan untuk diterapkan dalam keseharian.
Karena itu, Nyawang Bulan Mulud tidak harus dipandang sebatas agenda seremonial. Kegiatan semacam ini juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial di tingkat lingkungan.
Diky Chandra Hadir Bersama Unsur Masyarakat
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra Negara hadir dalam kegiatan tersebut bersama unsur Forkopimcam serta tokoh agama dan masyarakat.
Kehadiran pejabat pemerintah dalam kegiatan keagamaan masyarakat menunjukkan adanya ruang interaksi antara pemerintah dan warga. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk menjaga tradisi dan aktivitas keagamaan yang berkembang di lingkungannya.
Dalam informasi yang disampaikan Prokopim Kota Tasikmalaya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
Pesan tersebut menjadi penting karena pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur maupun pelayanan pemerintahan. Kehidupan sosial, nilai keagamaan, serta hubungan antarwarga juga menjadi bagian dari lingkungan masyarakat yang perlu dijaga.
Dengan demikian, kegiatan Maulid Nabi dapat mengambil peran sebagai salah satu ruang yang mempertemukan nilai keagamaan dengan kehidupan sosial.
Pesan Maulid Nabi untuk Kehidupan Sehari-hari
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada dasarnya mengandung pesan tentang keteladanan.
Masyarakat dapat mengambil pelajaran dari akhlak Rasulullah SAW untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap jujur, menghormati sesama, peduli terhadap lingkungan, menjaga persaudaraan, serta menyelesaikan persoalan dengan cara yang baik merupakan nilai yang tetap relevan.
Di tingkat keluarga, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui hubungan yang saling menghormati. Sementara di lingkungan masyarakat, semangat persaudaraan dapat tumbuh melalui kepedulian dan gotong royong.
Oleh sebab itu, pesan Maulid Nabi akan memiliki makna lebih luas ketika tidak berhenti pada kegiatan di tempat acara. Nilai yang disampaikan dapat diteruskan melalui perilaku masyarakat setelah kegiatan selesai.
Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat tetap memiliki posisi penting. Selain memperkuat hubungan spiritual, kegiatan tersebut dapat membuka ruang untuk membangun kebersamaan.
Tradisi Keagamaan Menjadi Ruang Sinergi
Kegiatan Nyawang Bulan Mulud di Panglayungan juga memperlihatkan adanya pertemuan antara unsur pemerintah dan masyarakat.
Bagi pemerintah daerah, komunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang baik dengan berbagai elemen. Sementara itu, bagi warga, kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk mempertahankan tradisi sekaligus memperkuat hubungan sosial.
Namun, keberlanjutan nilai tersebut tentu tidak hanya bergantung pada kegiatan seremonial. Hal yang lebih penting ialah bagaimana pesan tentang akhlak, kepedulian, dan persaudaraan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Panglayungan, peringatan Maulid Nabi akhirnya membawa pesan yang sederhana tetapi penting: tradisi keagamaan akan semakin berarti ketika mampu memperkuat hubungan antarmanusia.
Kehadiran Diky Chandra bersama unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari momentum itu. Pemerintah, tokoh agama, dan warga memiliki ruang yang sama untuk menjaga kebersamaan serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Pada akhirnya, Nyawang Bulan Mulud bukan hanya tentang memperingati datangnya bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa keteladanan Rasulullah SAW perlu hadir dalam tindakan nyata.
Acara boleh selesai, panggung boleh dibongkar, dan warga kembali ke rumah. Namun, jika pesan Maulid benar-benar meresap, akhlak Rasulullah SAW seharusnya tetap tinggal dalam cara kita memperlakukan sesama. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar