Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Fauzan Gugur Verifikasi, KADIN Tasik Hadapi Polemik Jelang Mukota

Fauzan Gugur Verifikasi, KADIN Tasik Hadapi Polemik Jelang Mukota

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAHKADIN Kota Tasikmalaya memasuki fase krusial menjelang Musyawarah Kota (Mukota) yang dijadwalkan Sabtu, 12 September 2026. H.M. Fauzan Wahyu Noor dinyatakan tidak lolos verifikasi, sedangkan Asep Saepulloh dan Muhamad Abdul Karim ditetapkan sebagai dua calon Ketua KADIN periode 2026–2031. Keputusan tersebut kemudian dipersoalkan tim Fauzan yang meminta transparansi mengenai proses verifikasi.

Situasi itu membuat persaingan menuju kursi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya tidak hanya berkutat pada dua nama yang tersisa. Di satu sisi, Steering Committee (SC) menyatakan penetapan calon mengacu pada hasil verifikasi KADIN Jawa Barat dan pedoman organisasi. Di sisi lain, tim Fauzan mempertanyakan sejumlah aspek administrasi dan meminta proses tersebut ditinjau kembali.

Dengan jadwal Mukota yang tinggal hitungan hari, polemik verifikasi kini menjadi bagian penting dari cerita suksesi organisasi pengusaha di Kota Tasikmalaya.

Dua Nama Lolos, Fauzan Tersingkir

SC Mukota menetapkan Asep Saepulloh dan Muhamad Abdul Karim sebagai dua calon Ketua KADIN Kota Tasikmalaya periode 2026–2031.

Penetapan itu berlangsung dalam rapat pleno SC pada Rabu, 9 September 2026. Menurut keterangan SC yang dikutip sejumlah media lokal, keputusan tersebut menindaklanjuti hasil asistensi dan verifikasi Dewan Pengurus KADIN Provinsi Jawa Barat.

SC menyebut kedua kandidat memenuhi persyaratan untuk melanjutkan tahapan pemilihan. Ketua SC Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya, Dodo Murtado, juga menyatakan proses verifikasi mengacu pada Pedoman Organisasi KADIN serta arahan dari KADIN Jawa Barat.

Dengan demikian, peta kontestasi berubah dari tiga bakal calon menjadi dua kandidat yang akan bertarung dalam Mukota.

Agenda pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, di Ballroom Grand Metro Hotel, Kota Tasikmalaya.

Tim Fauzan Minta Dasar Verifikasi Dibuka

Keputusan tersebut mendapat keberatan dari tim Fauzan.

Juru bicara tim Fauzan, Angga Kris M., mempertanyakan transparansi dan dasar keputusan yang membuat Fauzan tidak lolos verifikasi. Mereka menyoroti sejumlah persoalan, antara lain bentuk badan hukum yang digunakan dalam pendaftaran, status Kartu Tanda Anggota (KTA), serta mekanisme penyampaian hasil verifikasi.

Menurut tim Fauzan, apabila terdapat persyaratan tertentu yang membuat badan hukum berbentuk yayasan tidak memenuhi ketentuan pencalonan, penjelasan mengenai aturan tersebut semestinya sudah disampaikan sejak awal proses pendaftaran.

Mereka juga mempersoalkan penerapan ketentuan KTA kepada kandidat. Namun, klaim mengenai adanya ketidakkonsistenan tersebut merupakan pernyataan tim Fauzan dan belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti secara independen.

Tim Fauzan juga mempertanyakan cara penyampaian hasil verifikasi yang disebut dilakukan melalui komunikasi pribadi. Mereka meminta penjelasan yang lebih terbuka mengenai dasar keputusan tersebut.

Uang Pendaftaran Ikut Disorot

Persoalan lain yang muncul adalah uang pendaftaran.

Fauzan menyatakan telah menyerahkan uang pendaftaran dengan nilai ratusan juta rupiah kepada panitia. Menurut keterangannya kepada media, terdapat ketentuan pengembalian sebagian dana apabila kandidat kalah dalam kontestasi.

Poin tersebut menjadi bagian dari keberatan Fauzan terhadap proses yang sedang berjalan. Namun, karena menyangkut nominal uang dan mekanisme pengelolaan dana panitia, informasi tersebut perlu dibaca sebagai pernyataan dari Fauzan, bukan sebagai kesimpulan bahwa panitia telah melakukan pelanggaran.

Sampai tahap ini, yang terkonfirmasi adalah adanya keberatan dari pihak Fauzan dan adanya keputusan SC yang menetapkan dua kandidat. Adapun penilaian mengenai benar atau tidaknya seluruh keberatan tersebut membutuhkan dokumen serta penjelasan dari pihak-pihak terkait.

Mukota Bukan Hanya Soal Siapa yang Menang

Polemik verifikasi membuat perhatian terhadap Mukota KADIN Kota Tasikmalaya menjadi lebih besar.

Sebab, suksesi organisasi tidak hanya menentukan siapa yang menduduki kursi Ketua KADIN untuk periode 2026–2031. Prosesnya juga akan menentukan seberapa kuat legitimasi kepemimpinan baru di mata anggota dan pelaku usaha.

Di satu sisi, SC telah menetapkan dua kandidat berdasarkan hasil verifikasi yang mereka nyatakan sesuai ketentuan organisasi. Di sisi lain, tim Fauzan meminta penjelasan dan peninjauan terhadap proses tersebut. Dua posisi ini perlu ditempatkan secara berimbang agar publik tidak menerima kesimpulan sepihak.

Apalagi, KADIN memiliki posisi strategis dalam hubungan antara dunia usaha dan pemerintah daerah. Kepemimpinan baru nantinya akan menghadapi berbagai agenda, mulai dari penguatan UMKM, iklim investasi, daya saing pengusaha lokal hingga kolaborasi ekonomi daerah.

Karena itu, transparansi proses menjadi penting bukan hanya bagi kandidat yang bersaing, tetapi juga bagi organisasi setelah Mukota selesai.

Dua Hari Menjelang Pemilihan

Kini perhatian mengarah pada 12 September.

Dua nama sudah berada dalam daftar calon berdasarkan keputusan SC. Sementara itu, tim Fauzan masih mempersoalkan hasil verifikasi dan meminta adanya penjelasan mengenai dasar keputusan tersebut.

Situasi ini membuat dua hari terakhir sebelum Mukota menjadi periode yang menentukan. Bukan hanya bagi Asep Saepulloh dan Muhamad Abdul Karim, tetapi juga bagi panitia yang harus memastikan seluruh tahapan berjalan dengan aturan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika seluruh proses berjalan transparan, hasil Mukota akan memiliki modal penting untuk membangun legitimasi. Sebaliknya, apabila pertanyaan yang muncul tidak memperoleh penjelasan memadai, polemik dapat terus membayangi kepengurusan baru.

Pada akhirnya, kursi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya memang akan ditentukan oleh suara dalam Mukota. Namun, legitimasi tidak lahir ketika pemenang berdiri di podium. Legitimasi dibangun sejak proses pencalonan dimulai. Karena itu, menjelang 12 September, tantangan terbesar KADIN bukan hanya menentukan siapa yang menang, tetapi memastikan seluruh proses menuju kemenangan itu dapat dijelaskan dengan terang. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bullying Siswi Sukabumi

    Tragedi Siswi MTs Sukabumi: Dugaan Bullying di Balik Surat Wasiat Sebelum Gantung Diri

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA  – Warga Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikejutkan oleh peristiwa tragis pada Selasa malam (28/10/2025). Seorang siswi madrasah tsanawiyah (MTs) berinisial AK (14) ditemukan tewas tergantung di pintu kamar rumahnya dengan sehelai kain sarung. Tragedi ini segera menyita perhatian publik setelah beredarnya foto surat tulisan tangan yang diduga ditinggalkan korban […]

  • TNI di Pesantren

    TNI Panjat Kubah Masjid, Santri Terharu

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – TNI di pesantren menjadi pemandangan yang menarik perhatian warga Kota Tasikmalaya menjelang Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Namun kali ini, prajurit Yonif TP 939 Macan Putih tidak datang membawa perlengkapan tempur. Sebaliknya, mereka hadir dengan kuas, cat, sapu, dan semangat gotong royong untuk mempercantik lingkungan Pondok Pesantren Sulalatul Huda di Kecamatan Cihideung. […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin melantik pengurus DPC IPeKB Kabupaten Tasikmalaya periode 2025-2029 di Pendopo Baru.

    Bupati Cecep Tegaskan Peran Strategis Penyuluh KB untuk Selamatkan Generasi Muda

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Jumat pagi, tampak lebih sibuk dibanding hari biasa. Sejumlah tamu undangan mulai berdatangan sejak pagi dengan mengenakan pakaian formal. Di beberapa kursi bagian depan, para pengurus yang akan dilantik terlihat sesekali berbincang sambil merapikan berkas pelantikan. Di lokasi itu, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, melantik dan […]

  • Polres Tasikmalaya

    Lima Kapolres Berganti, Satu Mimpi Arul Tetap Dijaga

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Polres Tasikmalaya kembali menunjukkan bahwa pembinaan anak melalui pendidikan mampu menghadirkan perubahan nyata. Program pendampingan yang berlangsung selama enam tahun itu kini berbuah manis setelah seorang remaja binaan berhasil menamatkan pendidikan SMA dan mulai mempersiapkan diri mengikuti seleksi anggota Polri. Pagi itu, jemari Arul tampak menggenggam erat map berisi ijazah. Senyumnya […]

  • Menteri Kebudayaan Thailand

    Arah Baru Menteri Kebudayaan Thailand

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Arah kebijakan Menteri Kebudayaan Thailand menempatkan budaya sebagai penggerak ekonomi dan identitas publik. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pagi itu, Sabida Thaiseth melangkah ke kantor Kementerian Kebudayaan Thailand dengan iringan doa. Tidak ada pidato panjang. Tidak pula selebrasi berlebihan. Namun sejak 19 September 2025, langkah itu menandai babak baru arah kebijakan kebudayaan Thailand—lebih dekat ke ekonomi, […]

  • Ilustrasi pelaku UMKM menggunakan smartphone dan laptop untuk memasarkan produk secara online melalui media sosial dan marketplace.

    7 Cara UMKM Bertahan di Era Digital, Nomor 4 Bikin Omzet Melonjak

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Strategi UMKM era digital menjadi kunci penting bagi pelaku usaha kecil agar mampu bertahan di tengah persaingan bisnis modern. Saat ini, banyak konsumen mencari produk melalui internet, sehingga strategi UMKM bertahan di era digital dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor utama kesuksesan bisnis. Selain itu, perkembangan media sosial dan marketplace membuka peluang […]

expand_less