Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dentuman Bandung Diduga dari Anak Krakatau, Ini Penjelasannya

Dentuman Bandung Diduga dari Anak Krakatau, Ini Penjelasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dentuman Bandung yang terdengar berulang pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari ternyata muncul bersamaan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Suara dentuman dan getaran dilaporkan warga di sejumlah wilayah Jawa Barat, bahkan membuat kaca serta pintu rumah bergetar.

Fenomena tersebut kemudian dikaitkan dengan erupsi Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu hampir bersamaan. Namun, masyarakat tetap perlu membedakan antara fakta waktu kejadian dan kesimpulan mengenai sumber suara.

Mengutip CNN Indonesia, Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebut dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dengan demikian, dugaan yang sebelumnya beredar di media sosial kini memperoleh penjelasan dari otoritas geologi. Meski begitu, kata “diduga” tetap penting karena sumber fenomena harus dibaca berdasarkan data pemantauan dan kajian ilmiah.

Dentuman Bandung Terdengar hingga Sejumlah Daerah

Laporan mengenai suara dentuman Bandung mulai ramai pada Jumat malam.

Sejumlah warga mengaku mendengar suara keras secara berulang mulai sekitar pukul 23.30 WIB hingga lewat tengah malam. Keluhan serupa kemudian muncul dari beberapa wilayah lain, termasuk Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Purwakarta, dan Cianjur.

Sebagian warga bahkan mengaku terbangun karena suara tersebut.

Yang membuat fenomena ini semakin mencolok adalah adanya laporan mengenai kaca rumah bergetar. Karena terjadi pada malam hari dan berulang, suara tersebut dengan cepat menjadi pembicaraan di media sosial.

Berbagai dugaan pun bermunculan.

Ada warga yang sempat menduga suara berasal dari aktivitas militer. Sebagian lainnya menghubungkannya dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Namun, pada tahap awal, seluruh dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan.

Kondisi berubah setelah Badan Geologi memberikan penjelasan mengenai kemungkinan hubungan dentuman dengan aktivitas Anak Krakatau.

Erupsi Anak Krakatau Terjadi pada Waktu yang Sama

Petunjuk penting lainnya datang dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Menurut laporan CNN Indonesia, gunung api di perairan Selat Sunda itu mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9) hingga Sabtu (5/9) dini hari. Erupsi tersebut juga disertai fenomena lava fountain atau lava air mancur.

Laporan aktivitas gunung tersebut menjadi konteks penting ketika masyarakat di Jawa Barat melaporkan dentuman Anak Krakatau atau suara gemuruh yang mereka dengar dari kejauhan.

Badan Geologi kemudian menyatakan bahwa dentuman dan getaran yang dirasakan masyarakat di Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan.

Artinya, hubungan antara kedua peristiwa tersebut bukan lagi semata-mata dugaan warganet. Ada penilaian dari otoritas geologi yang menjadi dasar pemberitaan.

Namun, penggunaan istilah “diduga” tetap harus dipertahankan dalam pemberitaan agar informasi tidak berubah menjadi kepastian yang belum dinyatakan secara ilmiah.

Mengapa Suara Bisa Terdengar Jauh?

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana aktivitas vulkanik di kawasan Selat Sunda dapat berkaitan dengan suara yang terdengar hingga Jawa Barat.

Ahli vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman sebelumnya menjelaskan kemungkinan pengaruh kondisi atmosfer terhadap rambatan suara. Salah satu fenomena yang dibahas adalah acoustic shadow zone atau zona bayangan suara.

Secara sederhana, suara tidak selalu bergerak dalam jalur lurus yang sama.

Kondisi temperatur, arah angin, serta karakter atmosfer pada lapisan tertentu dapat memengaruhi perjalanan gelombang suara. Akibatnya, suara dari sumber yang sangat jauh dalam kondisi tertentu dapat terdengar pada wilayah yang tidak biasa.

Penjelasan tersebut menjadi konteks penting untuk memahami suara gemuruh Bandung tanpa buru-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan jarak geografis.

Namun, acoustic shadow zone bukan berarti otomatis membuktikan setiap dentuman yang terdengar warga berasal dari Anak Krakatau. Fenomena tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai penjelasan ilmiah mengenai bagaimana gelombang suara dapat merambat melalui atmosfer.

Bukan Saatnya Menebak-nebak dari Media Sosial

Fenomena dentuman misterius Bandung memperlihatkan betapa cepat sebuah kejadian lokal berubah menjadi informasi nasional.

Begitu suara terdengar, warga merekam, menulis pengalaman, lalu membagikannya. Dalam hitungan menit, muncul berbagai dugaan mengenai sumber dentuman.

Di sinilah tantangan media muncul.

Berita yang mengejar kecepatan tetap harus menjaga batas antara laporan warga, fakta terverifikasi, dugaan dan kesimpulan ahli. Jika semuanya dicampur, pembaca dapat menerima sebuah hipotesis sebagai fakta.

AlbadarPost memilih posisi yang lebih hati-hati: dentuman memang dilaporkan warga di sejumlah wilayah, erupsi Anak Krakatau memang terjadi pada periode yang berdekatan, dan Badan Geologi menyebut keduanya diduga berkaitan. Sementara itu, penjelasan ahli ITB membantu memberikan konteks mengenai kemungkinan rambatan suara.

Bagi masyarakat, informasi resmi tetap menjadi rujukan utama. Terlebih, Badan Geologi telah menetapkan Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026 dan meminta masyarakat tidak memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

Karena itu, masyarakat tidak perlu memperbesar kepanikan berdasarkan informasi yang belum jelas sumbernya.

Dentuman itu bukan lagi sekadar suara misterius. Ada dugaan kuat dari Badan Geologi bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau. Tetapi dalam jurnalistik, satu kata tetap menentukan: “diduga”. Sebab, ketika suara sudah membuat satu wilayah terbangun, tugas media bukan ikut menambah kegaduhan—melainkan membantu publik menemukan mana fakta dan mana dugaan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • admin OPD

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Admin OPD, Standarisasi Informasi Publik

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk menyatukan komunikasi publik dan memperkuat transparansi layanan pemerintah. Pemerintah Daerah Dorong Tata Kelola Informasi yang Seragam albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang pengelolaan informasi publik di lingkungan birokrasi. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin perangkat daerah, pemerintah daerah berupaya menyatukan pola komunikasi publik agar lebih […]

  • lagu Rukun Sama Teman

    Dari Upacara ke Ruang Kelas: Makna Sosial Lagu “Rukun Sama Teman”

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Pagi Senin di banyak sekolah kini berubah nadanya. Setelah bendera Merah Putih berkibar, siswa tidak langsung bubar. Mereka membaca ikrar, lalu menyanyikan lagu Rukun Sama Teman. Aturan ini mulai diterapkan secara nasional pada 2026. Bagi sebagian orang, ini sekadar tambahan seremoni. Namun bagi dunia pendidikan, keputusan ini menyentuh sesuatu yang lebih dalam: relasi sosial antarpelajar. […]

  • Pesta Rakyat Brimob

    Pesta Rakyat Brimob Tasik Sedot Ribuan Warga

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pesta Rakyat Brimob menjadi magnet bagi ribuan warga yang datang dari lima kabupaten dan kota di wilayah Priangan Timur pada Jumat (10/7/2026) malam. Festival rakyat Satbrimob yang digelar di Mako Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, berlangsung meriah sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus Hari […]

  • Hukum Parkir

    Hukum Parkir di Indonesia: Jasa, Sewa Tempat, atau Titipan Kendaraan?

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Hukum parkir di Indonesia sampai hari ini masih sering memunculkan perdebatan. Sebagian orang menganggap parkir hanya sekadar sewa tempat kendaraan. Namun sebagian lain menilai parkir lebih dekat ke jasa penitipan karena ada tiket, petugas, portal, bahkan sistem pengawasan. Perdebatan itu sebenarnya bukan hal kecil. Sebab ketika kendaraan hilang di area parkir, pertanyaan […]

  • HANI Tasikmalaya 2026

    HANI Tasikmalaya 2026, Perang Narkoba Dimulai dari Rumah

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HANI Tasikmalaya 2026 menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Ribuan warga memadati Alun-Alun Dadaha, Minggu (5/7/2026), untuk menyuarakan komitmen bersama dalam perang melawan narkoba. Melalui kampanye Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat ketahanan keluarga sebagai langkah awal membangun generasi sehat, cerdas, dan kuat menuju Indonesia Emas 2045. […]

  • Garut Plaza

    Pedagang Garut Plaza Berbagi Sambut Tahun Baru Islam

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Plazadenyut kebersamaan yang masih hidup di tengah tantangan ekonomi. Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Garut Plaza menggelar bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus menegaskan semangat hijrah menuju kondisi yang lebih baik. Kegiatan yang berlangsung di Lantai 2 […]

expand_less