Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Anak Tidak Sekolah di Tasikmalaya Jadi Sorotan Pemkot

Anak Tidak Sekolah di Tasikmalaya Jadi Sorotan Pemkot

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Persoalan anak tidak sekolah di Tasikmalaya menjadi perhatian Pemerintah Kota Tasikmalaya. Pemkot menggelar Rapat Koordinasi Anak Tidak Sekolah (ATS) bersama para lurah dan kepala sekolah di Aula Kecamatan Bungursari, Selasa, 1 September 2026.

Rakor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota memperkuat penanganan anak tidak sekolah melalui koordinasi antara pemerintah wilayah dan satuan pendidikan. Langkah ini penting karena persoalan ATS tidak cukup dilihat dari kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap kondisi di lingkungan masyarakat.

Dalam forum itu, Wali Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa program prioritas daerah perlu memiliki kesinambungan sekaligus bersinergi dengan kebijakan pemerintah pusat. Salah satu bentuk sinergi tersebut diwujudkan melalui program Tasik Pintar yang diarahkan untuk memperkuat sektor pendidikan dan mendukung transformasi sistem pendidikan di Kota Tasikmalaya.

Anak Tidak Sekolah Membutuhkan Penanganan yang Tepat

Isu ATS menjadi perhatian karena akses pendidikan tidak berhenti pada anak-anak yang sudah berada di ruang kelas. Pemerintah juga perlu memastikan anak yang belum atau tidak bersekolah mendapat perhatian dalam kebijakan pendidikan.

Karena itu, pelibatan lurah dan kepala sekolah dalam rakor memiliki arti penting. Lurah berada dekat dengan masyarakat dan lingkungan tempat anak tinggal. Sementara itu, sekolah memiliki keterkaitan langsung dengan proses pendidikan dan kondisi peserta didik.

Sinergi keduanya diharapkan membantu pemerintah melakukan penanganan anak tidak sekolah secara lebih terarah dan tepat sasaran.

Namun, penanganan persoalan tersebut membutuhkan lebih dari sekadar koordinasi. Data yang akurat juga menjadi fondasi penting.

Pemetaan mengenai anak yang belum atau tidak bersekolah, misalnya, dapat membantu pemerintah memahami persoalan secara lebih konkret. Selanjutnya, informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah yang sesuai.

Materi yang disampaikan dalam rakor ini belum memuat angka terbaru mengenai jumlah ATS, sebaran wilayah, maupun target penanganannya. Karena itu, AlbadarPost tidak menambahkan angka atau klaim capaian yang belum terdapat dalam sumber resmi.

Tasik Pintar Didorong Selaras dengan Kebijakan Pendidikan Nasional

Selain membahas ATS, pemerintah kota menekankan pentingnya kesinambungan program pendidikan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.

Program Tasik Pintar menjadi salah satu bentuk sinergi tersebut. Pemkot mengarahkannya untuk memperkuat sektor pendidikan sekaligus mendukung transformasi sistem pendidikan di Kota Tasikmalaya.

Dengan pendekatan itu, program pendidikan daerah tidak berjalan sendiri. Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan kebijakan lokal tetap memiliki keterkaitan dengan arah pembangunan pendidikan secara nasional.

Konteks ini menjadi penting ketika persoalan anak tidak sekolah di Tasikmalaya masih membutuhkan perhatian.

Transformasi pendidikan tidak hanya menyangkut peningkatan kualitas pembelajaran. Lebih dari itu, pemerintah perlu memastikan akses pendidikan dapat menjangkau anak yang belum atau tidak bersekolah.

Meski demikian, materi rakor belum menjelaskan secara rinci bentuk intervensi Tasik Pintar terhadap setiap kategori ATS. Karena itu, hubungan keduanya perlu ditempatkan secara proporsional: Tasik Pintar diarahkan untuk memperkuat sektor pendidikan, sementara rakor ATS menjadi bagian dari koordinasi penanganan persoalan anak yang belum atau tidak bersekolah.

Lurah dan Kepala Sekolah Berada di Garis Depan

Pelibatan lurah dan kepala sekolah menunjukkan bahwa pemerintah kota ingin memperkuat koordinasi dari tingkat yang lebih dekat dengan masyarakat.

Lurah dapat menjadi penghubung pemerintah dengan kondisi masyarakat di wilayahnya. Di sisi lain, kepala sekolah memiliki peran dalam lingkungan pendidikan. Ketika keduanya berkoordinasi, pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk memperoleh gambaran persoalan pendidikan dari lapangan.

Pendekatan tersebut juga memungkinkan penanganan dilakukan secara lebih terarah.

Anak yang belum atau tidak bersekolah dapat memiliki kondisi yang berbeda-beda. Karena itu, pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan memiliki dasar informasi yang memadai sebelum menentukan bentuk penanganannya.

Di sinilah tantangan berikutnya muncul.

Hasil rakor perlu diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang jelas dan dapat dipantau. Dengan begitu, koordinasi tidak berhenti sebagai agenda administratif, tetapi menghasilkan langkah nyata bagi masyarakat.

Setelah Rakor, Publik Menunggu Langkah Nyata

Rapat koordinasi merupakan bagian penting dalam membangun kesamaan langkah. Namun, keberhasilan penanganan anak tidak sekolah pada akhirnya tidak cukup diukur dari terselenggaranya pertemuan.

Publik tentu ingin mengetahui bagaimana hasil koordinasi tersebut bergerak ke lapangan.

Pemerintah perlu memastikan data dapat diperbarui, koordinasi antarpihak berjalan, dan anak yang menjadi sasaran kebijakan mendapatkan perhatian sesuai kebutuhannya.

Pada saat yang sama, program Tasik Pintar perlu terus diarahkan agar manfaat transformasi pendidikan dapat dirasakan masyarakat.

Untuk saat ini, sumber resmi yang menjadi dasar berita belum memuat angka jumlah ATS, faktor penyebab, target penurunan, maupun capaian terbaru program. Karena itu, informasi tersebut sebaiknya menjadi ruang untuk pemberitaan lanjutan setelah pemerintah membuka data yang lebih lengkap.

Anak tidak sekolah bukan sekadar persoalan yang selesai ketika rapat berakhir. Di balik setiap anak yang belum atau tidak bersekolah, ada masa depan yang membutuhkan jalan kembali. Karena itu, ukuran keberhasilan Pemkot Tasikmalaya bukan hanya seberapa sering koordinasi digelar, tetapi seberapa nyata kesempatan belajar kembali terbuka. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • toko online terpercaya

    Kredibilitas Toko Online Terpercaya Jadi Sorotan di Harbolnas 2025

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Panduan mengenali toko online terpercaya agar aman berbelanja menjelang Harbolnas 2025. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menjelang Harbolnas 2025, lalu lintas transaksi digital melonjak tajam di hampir semua platform e-commerce. Promo besar yang ditawarkan membuat belanja online makin populer, terutama karena akses yang mudah dan serba cepat. Namun di balik kenyamanan itu, risiko penipuan digital ikut […]

  • Budaya Sunda Digital

    Saat Gen Z Garut Menjaga Budaya Sunda Lewat Konten Digital

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    nalbadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah derasnya arus media sosial, tren viral, dan budaya global yang datang tanpa batas, muncul satu pertanyaan penting: siapa yang akan menjaga identitas budaya Sunda di masa depan? Jawaban itu setidaknya terlihat dalam Kreafest Digital Garut Festival 4.0, sebuah festival budaya digital yang mempertemukan kreativitas generasi muda dengan nilai-nilai tradisi […]

  • ibu Bayi

    “Ibu Bayi” dan Lingkar Sunyi di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Polisi mengungkap ibu bayi sebagai pelaku penemuan di Tasikmalaya. Tekanan sosial jadi motif. Proses hukum masih berjalan. albadarpost.com, HUMANIORA – Tangis bayi di Kampung Panyiraman bukan hanya suara dari tubuh mungil yang baru lahir. Ia adalah tanda adanya kegentingan diam-diam yang membelit perempuan desa: beban moral, tekanan sosial, dan hukum keluarga yang tidak hadir ketika […]

  • Trombolisis Stroke

    Layanan Pertama di Priangan Timur, Stroke Bisa Ditangani Cepat

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Harapan sempat memudar ketika seorang pasien stroke datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya dengan kondisi tidak mampu berbicara dan hampir tidak memberikan respons. Namun, sekitar satu jam setelah mendapatkan terapi trombolisis stroke, kondisi pasien mulai membaik. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti efektivitas layanan trombolisis stroke […]

  • Pilkades Sumedang 2026

    Pilkades Sumedang 2026, Mayoritas TPS Masih Manual

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki era e-voting atau Pilkades digital. Namun, perubahan itu belum berlangsung sepenuhnya. Dari total 430 tempat pemungutan suara (TPS) yang disiapkan, sebanyak 337 TPS masih menggunakan sistem manual, sedangkan 93 TPS akan memanfaatkan pemungutan suara elektronik. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pemilihan kepala desa di Kabupaten Sumedang […]

  • gaji debt collector

    Gaji Debt Collector Tarik Mobil

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Gaji debt collector tarik mobil dibayar per unit berdasarkan tingkat kesulitan, dengan risiko lapangan dan aspek hukum. albadarpost.com, FOKUS – Profesi debt collector kembali menjadi perhatian publik, bukan semata karena besaran fee penarikan mobil, tetapi karena apa yang tersirat di balik sistem kerja tersebut. Skema gaji debt collector tarik mobil yang berbasis hasil membuka pertanyaan […]

expand_less