Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Rahasia Sukses Menurut Al-Hikam: Mulailah dengan Allah

Rahasia Sukses Menurut Al-Hikam: Mulailah dengan Allah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Mengapa ada orang yang bekerja tanpa mengenal waktu, tetapi hidupnya terasa jalan di tempat? Sebaliknya, mengapa ada yang melangkah dengan sederhana, namun pintu-pintu kemudahan seolah terbuka satu demi satu? Pertanyaan itu terus muncul dari zaman ke zaman. Jauh sebelum buku-buku motivasi memenuhi rak toko, Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari telah memberikan jawabannya melalui satu kalimat singkat dalam Kitab Al-Hikam. Menurut beliau, tawakal, berserah kepada Allah, bukanlah penutup setelah usaha selesai, melainkan fondasi yang harus diletakkan sejak langkah pertama.

Tulisan ini merupakan refleksi keislaman berdasarkan Hikmah ke-34 dalam Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah.

مِنْ عَلَامَاتِ النُّجْحِ فِي النِّهَايَاتِ الرُّجُوعُ إِلَى اللَّهِ فِي الْبِدَايَاتِ

“Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah sejak permulaannya.”

Kalimat itu tampak sederhana. Namun, jika direnungkan, ia mengubah cara pandang tentang arti sebuah keberhasilan.

Ketika Dunia Mengajari Cara Berlari, Al-Hikam Mengajari Arah Melangkah

Hari ini, hampir semua orang ingin sukses. Tidak sedikit yang rela mengikuti pelatihan, membaca buku pengembangan diri, memperluas jaringan, bahkan mempelajari berbagai strategi agar mampu bersaing di tengah perubahan zaman. Semua itu tentu bukan sesuatu yang keliru. Islam justru mendorong umatnya untuk berikhtiar secara maksimal.

Namun, ada satu kebiasaan yang perlahan mulai terpinggirkan, yakni memulai setiap ikhtiar dengan menghadapkan hati kepada Allah.

Sering kali seseorang begitu teliti menyusun rencana, tetapi lupa menyusun niat. Ia sibuk menghitung peluang, sementara doa hanya menjadi pelengkap ketika keadaan mulai sulit. Padahal, bagi seorang mukmin, hubungan dengan Allah bukan pilihan terakhir saat semua jalan tertutup, melainkan titik awal sebelum melangkah.

Di sinilah letak satir kehidupan modern. Kita terbiasa memastikan baterai telepon genggam terisi penuh sebelum bepergian, tetapi tidak selalu memastikan hati telah terhubung kepada Sang Pemilik kehidupan. Kita cemas ketika kehilangan sinyal internet, tetapi kadang tidak merasa kehilangan kekhusyukan dalam berdoa.

Syekh Ibnu Athaillah mengingatkan bahwa siapa pun yang menggantungkan harapannya kepada selain Allah akan mudah kecewa ketika sandaran itu rapuh. Sebaliknya, orang yang memulai langkahnya dengan tawakal memiliki tempat kembali setiap kali jalan terasa buntu.

Tawakal Tidak Pernah Menghapus Ikhtiar

Ada anggapan bahwa tawakal berarti menunggu tanpa berbuat apa-apa. Pemahaman seperti ini tidak sejalan dengan ajaran Islam. Rasulullah ﷺ justru memberikan contoh yang sangat sederhana, tetapi penuh makna.

Ketika seorang Arab Badui bertanya apakah untanya cukup dilepas lalu bertawakal, Nabi menjawab:

اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ

“Ikatlah terlebih dahulu, kemudian bertawakallah.” (HR. Tirmidzi)

Hadis tersebut menegaskan bahwa usaha dan tawakal bukan dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru saling melengkapi. Ikhtiar adalah bentuk tanggung jawab manusia, sedangkan tawakal merupakan pengakuan bahwa hasil akhirnya berada di tangan Allah.

Al-Qur’an juga memberikan tuntunan yang sama.

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali Imran: 159)

Menariknya, ayat ini tidak memisahkan tekad, usaha, dan tawakal. Ketiganya hadir dalam satu rangkaian yang utuh.

Keberhasilan Bukan Sekadar Sampai, Tetapi Siapa yang Mengantarkan

Ukuran sukses sering kali hanya dilihat dari hasil akhir. Jabatan, kekayaan, atau pencapaian menjadi tolok ukur yang paling mudah terlihat. Padahal, Al-Hikam mengajak manusia melihat sesuatu yang lebih dalam, yaitu bagaimana sebuah perjalanan dimulai.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya.” (QS. At-Thalaq: 3)

Dalam ayat lain, Allah juga menjanjikan petunjuk bagi mereka yang bersungguh-sungguh.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

“Orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Kedua ayat tersebut menghadirkan keseimbangan. Ada kesungguhan dalam berusaha, ada pula keyakinan bahwa Allah-lah yang membuka jalan. Karena itu, seorang mukmin tidak mudah sombong ketika berhasil dan tidak cepat putus asa saat mengalami kegagalan. Ia memahami bahwa ikhtiar hanyalah bagian dari perjalanan, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan Allah.

Mungkin inilah yang mulai jarang disadari di tengah budaya yang mengukur segala sesuatu dengan angka, grafik, dan pencapaian. Kita begitu sibuk mencari rumus sukses, tetapi terkadang lupa memperbaiki hubungan dengan Dzat yang menentukan setiap hasil.

Bukan berarti strategi tidak penting. Perencanaan tetap dibutuhkan. Ilmu harus dipelajari. Pengalaman perlu ditambah. Akan tetapi, semua itu hanyalah peta. Yang benar-benar mengantarkan seseorang sampai ke tujuan adalah izin Allah.

Pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya soal seberapa cepat seseorang mencapai garis akhir, melainkan kepada siapa ia menyandarkan langkah pertamanya. Dunia mungkin menghitung hasil kerja dan angka-angka pencapaian. Namun, Allah melihat hati yang sejak awal memilih berjalan bersama-Nya. Sebab, ketika tawakal menjadi awal perjalanan, keberhasilan tidak lagi sekadar kemungkinan, melainkan harapan yang selalu memiliki sandaran. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • belajar malam di pesantren

    7 Tradisi Santri Belajar Malam di Pesantren

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Banyak orang mengenal pesantren sebagai tempat mengaji dan belajar agama. Namun, tidak banyak yang mengetahui bagaimana suasana belajar malam di pesantren setelah waktu Isya tiba. Tradisi belajar malam di pesantren, kebiasaan santri pada malam hari, dan aktivitas santri setelah mengaji ternyata menyimpan banyak cerita yang jarang terlihat dari luar. Saat sebagian orang […]

  • Norwegia ganti hotel

    Norwegia Ganti Hotel Jelang Duel Krusial Lawan Inggris

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Norwegia ganti hotel menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Inggris setelah muncul sejumlah keluhan terkait kondisi akomodasi yang ditempati tim. Pergantian hotel Timnas Norwegia dilakukan menyusul laporan mengenai kebersihan kamar, dugaan aroma lembap akibat jamur, serta kebisingan dari proyek konstruksi di sekitar lokasi. Di sisi lain, langkah tersebut diambil […]

  • Makrifat Allah

    Al-Hikam: Rahasia Ujian yang Tidak Dipahami Banyak Orang

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Selepas salat Isya di sebuah rumah samping masjid kampung, seorang wanita duduk sendirian di pojok serambi. Tasbih kayu masih tergenggam di tangan kanannya. Ia tidak menangis. Ia juga tidak sedang berdoa keras. Ia hanya memandang lantai keramik yang mulai kusam. “Tadinya saya kira kalau rajin ibadah, hidup pasti jadi mudah,” katanya pelan. […]

  • Kereta Jakarta-Pangandaran

    Jawa Barat Kebut Proyek Kereta Jakarta-Pangandaran Rp 8 Triliun

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Gubernur Dedi Mulyadi kebut Proyek Kereta Jakarta-Pangandaran senilai Rp 8 triliun. Jadi solusi pemerataan dan percepatan ekonomi selatan Jawa Barat. Proyek Ambisius: Konektivitas Selatan Jawa Barat Lewat Kereta albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersiap meluncurkan proyek infrastruktur transportasi monumental yang dirancang untuk merombak peta ekonomi dan mobilitas di wilayah selatan. Proyek […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dalam kesendirian saat malam hari dengan nuansa tenang dan penuh harapan

    Doa Darurat Kehidupan yang Sering Terlupakan Padahal Sangat Dibutuhkan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah hidup yang semakin cepat dan penuh tekanan, banyak orang sebenarnya sedang tidak benar-benar baik-baik saja. Di balik aktivitas yang terlihat normal, ada yang diam-diam berjuang melawan stres, cemas soal rezeki, hingga lelah secara mental. Pada titik seperti ini, doa darurat kehidupan—atau bisa disebut juga doa saat tertekan, doa saat rezeki […]

  • PP Tunas

    PP Tunas Berlaku! 13 Juta Santri dan Siswa Siap Hadapi Dunia Digital

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – PP Tunas resmi berlaku dan langsung mendorong penguatan literasi digital santri dan siswa di bawah naungan Kementerian Agama. Kebijakan perlindungan anak digital ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menciptakan ruang digital aman, sekaligus membentuk generasi muda yang cakap teknologi dan beretika. Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak […]

expand_less