Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Rahasia Sukses Menurut Al-Hikam: Mulailah dengan Allah

Rahasia Sukses Menurut Al-Hikam: Mulailah dengan Allah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
  • visibility 223
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Mengapa ada orang yang bekerja tanpa mengenal waktu, tetapi hidupnya terasa jalan di tempat? Sebaliknya, mengapa ada yang melangkah dengan sederhana, namun pintu-pintu kemudahan seolah terbuka satu demi satu? Pertanyaan itu terus muncul dari zaman ke zaman. Jauh sebelum buku-buku motivasi memenuhi rak toko, Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari telah memberikan jawabannya melalui satu kalimat singkat dalam Kitab Al-Hikam. Menurut beliau, tawakal, berserah kepada Allah, bukanlah penutup setelah usaha selesai, melainkan fondasi yang harus diletakkan sejak langkah pertama.

Tulisan ini merupakan refleksi keislaman berdasarkan Hikmah ke-34 dalam Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah.

مِنْ عَلَامَاتِ النُّجْحِ فِي النِّهَايَاتِ الرُّجُوعُ إِلَى اللَّهِ فِي الْبِدَايَاتِ

“Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah sejak permulaannya.”

Kalimat itu tampak sederhana. Namun, jika direnungkan, ia mengubah cara pandang tentang arti sebuah keberhasilan.

Ketika Dunia Mengajari Cara Berlari, Al-Hikam Mengajari Arah Melangkah

Hari ini, hampir semua orang ingin sukses. Tidak sedikit yang rela mengikuti pelatihan, membaca buku pengembangan diri, memperluas jaringan, bahkan mempelajari berbagai strategi agar mampu bersaing di tengah perubahan zaman. Semua itu tentu bukan sesuatu yang keliru. Islam justru mendorong umatnya untuk berikhtiar secara maksimal.

Namun, ada satu kebiasaan yang perlahan mulai terpinggirkan, yakni memulai setiap ikhtiar dengan menghadapkan hati kepada Allah.

Sering kali seseorang begitu teliti menyusun rencana, tetapi lupa menyusun niat. Ia sibuk menghitung peluang, sementara doa hanya menjadi pelengkap ketika keadaan mulai sulit. Padahal, bagi seorang mukmin, hubungan dengan Allah bukan pilihan terakhir saat semua jalan tertutup, melainkan titik awal sebelum melangkah.

Di sinilah letak satir kehidupan modern. Kita terbiasa memastikan baterai telepon genggam terisi penuh sebelum bepergian, tetapi tidak selalu memastikan hati telah terhubung kepada Sang Pemilik kehidupan. Kita cemas ketika kehilangan sinyal internet, tetapi kadang tidak merasa kehilangan kekhusyukan dalam berdoa.

Syekh Ibnu Athaillah mengingatkan bahwa siapa pun yang menggantungkan harapannya kepada selain Allah akan mudah kecewa ketika sandaran itu rapuh. Sebaliknya, orang yang memulai langkahnya dengan tawakal memiliki tempat kembali setiap kali jalan terasa buntu.

Tawakal Tidak Pernah Menghapus Ikhtiar

Ada anggapan bahwa tawakal berarti menunggu tanpa berbuat apa-apa. Pemahaman seperti ini tidak sejalan dengan ajaran Islam. Rasulullah ﷺ justru memberikan contoh yang sangat sederhana, tetapi penuh makna.

Ketika seorang Arab Badui bertanya apakah untanya cukup dilepas lalu bertawakal, Nabi menjawab:

اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ

“Ikatlah terlebih dahulu, kemudian bertawakallah.” (HR. Tirmidzi)

Hadis tersebut menegaskan bahwa usaha dan tawakal bukan dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru saling melengkapi. Ikhtiar adalah bentuk tanggung jawab manusia, sedangkan tawakal merupakan pengakuan bahwa hasil akhirnya berada di tangan Allah.

Al-Qur’an juga memberikan tuntunan yang sama.

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali Imran: 159)

Menariknya, ayat ini tidak memisahkan tekad, usaha, dan tawakal. Ketiganya hadir dalam satu rangkaian yang utuh.

Keberhasilan Bukan Sekadar Sampai, Tetapi Siapa yang Mengantarkan

Ukuran sukses sering kali hanya dilihat dari hasil akhir. Jabatan, kekayaan, atau pencapaian menjadi tolok ukur yang paling mudah terlihat. Padahal, Al-Hikam mengajak manusia melihat sesuatu yang lebih dalam, yaitu bagaimana sebuah perjalanan dimulai.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya.” (QS. At-Thalaq: 3)

Dalam ayat lain, Allah juga menjanjikan petunjuk bagi mereka yang bersungguh-sungguh.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

“Orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Kedua ayat tersebut menghadirkan keseimbangan. Ada kesungguhan dalam berusaha, ada pula keyakinan bahwa Allah-lah yang membuka jalan. Karena itu, seorang mukmin tidak mudah sombong ketika berhasil dan tidak cepat putus asa saat mengalami kegagalan. Ia memahami bahwa ikhtiar hanyalah bagian dari perjalanan, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan Allah.

Mungkin inilah yang mulai jarang disadari di tengah budaya yang mengukur segala sesuatu dengan angka, grafik, dan pencapaian. Kita begitu sibuk mencari rumus sukses, tetapi terkadang lupa memperbaiki hubungan dengan Dzat yang menentukan setiap hasil.

Bukan berarti strategi tidak penting. Perencanaan tetap dibutuhkan. Ilmu harus dipelajari. Pengalaman perlu ditambah. Akan tetapi, semua itu hanyalah peta. Yang benar-benar mengantarkan seseorang sampai ke tujuan adalah izin Allah.

Pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya soal seberapa cepat seseorang mencapai garis akhir, melainkan kepada siapa ia menyandarkan langkah pertamanya. Dunia mungkin menghitung hasil kerja dan angka-angka pencapaian. Namun, Allah melihat hati yang sejak awal memilih berjalan bersama-Nya. Sebab, ketika tawakal menjadi awal perjalanan, keberhasilan tidak lagi sekadar kemungkinan, melainkan harapan yang selalu memiliki sandaran. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peserta PBBAB Pingsan

    Lomba PBBAB Memanas, Peserta SMP Berjatuhan Usai Tampil di Dalam GOR

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ajang Pawai Baris Berbaris Anak Bangsa atau PBBAB Tasikmalaya yang baru pertama kali masuk rangkaian Kejurcab mendadak menjadi sorotan. Bukan hanya karena antusiasme peserta, tetapi juga karena insiden tiga peserta SMP yang pingsan seusai tampil di dalam GOR Susi Susanti, Sabtu (16/5/2026). Peristiwa peserta PBBAB pingsan langsung memancing perhatian orang tua […]

  • Kisah Nabi Adam

    Dari Surga ke Bumi, Makna Kisah Nabi Adam bagi Manusia

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Kisah Nabi Adam menegaskan tanggung jawab manusia, pilihan moral, dan makna taubat sepanjang zaman. Awal Manusia dan Ujian Pilihan albadarpost.com, HUMANIORA – Kisah Nabi Adam bukan sekadar cerita tentang manusia pertama. Ia adalah fondasi moral tentang pilihan, tanggung jawab, dan konsekuensi yang terus relevan hingga hari ini. Dari peristiwa penciptaan Adam AS hingga turunnya manusia […]

  • tumis ikan jambal roti

    Rahasia Tumis Jambal Roti Pedas Manis, Ikan Asin Jadi Menu Sultan!

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 249
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tumis ikan jambal roti kini menjadi primadona baru di dapur rumahan. Olahan ikan asin ini berubah total—lebih mewah, lebih menggoda, dan pastinya kaya rasa. Resep tumis jambal roti pedas manis menghadirkan perpaduan gurih, manis, dan pedas yang langsung bikin nafsu makan meningkat. Selain itu, variasi olahan ikan asin pedas manis semakin digemari […]

  • Begal Subang

    Begal Subang Ditangkap, 26 Kasus Narkoba Juga Terbongkar

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Albadarpost.com, BERITA DAERAH – Begal Subang dalam kasus kekerasan yang menewaskan Suhendra di wilayah Purwadadi berhasil diamankan polisi. Pada momentum yang sama, Polres Subang juga mengungkap 26 kasus narkotika dengan 31 tersangka serta menyita sabu, obat farmasi, dan psikotropika. Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Polres Subang di Lapangan Tatag Trawang Tungga, Senin, 10 Agustus […]

  • Makam Pahlawan Pamarican

    Hari Bhayangkara, Warga Bersihkan Makam Pahlawan Pamarican

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tidak banyak warga yang mengetahui bahwa Makam Pahlawan Pamarican menyimpan kisah penting perjuangan kemerdekaan Indonesia di wilayah Ciamis Selatan. Situs Makam Pahlawan Pamarican menjadi bukti sejarah sekaligus pengingat bahwa Kecamatan Pamarican pernah menjadi jalur gerilya para pejuang. Karena itu, semangat menjaga sejarah Pamarican kembali menguat saat unsur Muspika bersama masyarakat menggelar […]

  • Prancis vs Inggris

    5 Fakta Prancis vs Inggris Jelang Perebutan Tempat Ketiga

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Final memang menjadi puncak Piala Dunia 2026. Namun, laga Prancis vs Inggris dalam perebutan tempat ketiga pada Minggu pagi, 19 Juli 2026 tetap menyita perhatian karena mempertemukan dua kekuatan besar Eropa yang sama-sama gagal selangkah menuju partai puncak. Selain menjadi perebutan medali perunggu, pertandingan ini juga menjadi kesempatan terakhir bagi kedua […]

expand_less