Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Ibnu Athaillah: Dunia Tak Pernah Berjanji Membahagiakan

Ibnu Athaillah: Dunia Tak Pernah Berjanji Membahagiakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHDunia adalah ujian. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi banyak orang baru benar-benar memahaminya setelah kehilangan pekerjaan, gagal membangun usaha, ditinggal orang tercinta, atau menghadapi penyakit yang tak pernah mereka bayangkan. Saat musibah datang, sebagian orang bertanya, “Kenapa hidup saya begini?” Padahal, menurut Ibnu Athaillah dalam kitab Al-Hikam, hakikat dunia memang bukan tempat yang menjanjikan kebahagiaan tanpa cela.

Lucunya, manusia sering memperlakukan dunia seperti pusat layanan pelanggan. Ketika kenyataan tidak sesuai harapan, protes langsung diarahkan kepada kehidupan. Seolah-olah dunia pernah menandatangani perjanjian bahwa setiap impian pasti menjadi kenyataan.

Padahal, tidak pernah ada janji seperti itu.

Justru sejak awal Allah menciptakan dunia sebagai ruang ujian, bukan ruang istirahat.

Ibnu Athaillah mengingatkan melalui salah satu hikmah paling terkenal dalam Al-Hikam:

لَا تَسْتَغْرِبْ وُقُوعَ الْأَكْدَارِ مَا دُمْتَ فِي هَذِهِ الدَّارِ، فَإِنَّهَا مَا أَبْرَزَتْ إِلَّا مَا هُوَ مُسْتَحِقٌّ وَصْفَهَا وَوَاجِبُ نَعْتِهَا

“Jangan merasa heran terhadap datangnya berbagai kesulitan selama engkau masih berada di dunia. Sebab, dunia tidak menampakkan sesuatu selain apa yang memang menjadi sifat dan tabiatnya.”

Kalimat singkat itu mengubah cara pandang terhadap kehidupan. Musibah bukan tanda bahwa hidup sedang rusak. Sebaliknya, musibah sering kali menjadi bukti bahwa dunia sedang berjalan sebagaimana mestinya.

Berhenti Menagih Kebahagiaan kepada Dunia

Bayangkan seorang pria yang baru saja mendapatkan promosi jabatan. Ia mengira semua masalah selesai. Beberapa bulan kemudian, tekanan pekerjaan meningkat, waktu bersama keluarga berkurang, dan kesehatan mulai terganggu.

Di tempat lain, seseorang membeli rumah impian. Bukannya tenang, ia justru sibuk memikirkan cicilan setiap bulan.

Ada pula yang mengejar popularitas di media sosial. Semakin banyak pengikut, semakin besar pula rasa takut kehilangan perhatian.

Semua itu memperlihatkan satu kenyataan: dunia memang pandai memberi harapan, tetapi tidak pernah sanggup memberikan kepuasan yang sempurna.

Bukan karena dunia kejam, melainkan karena memang bukan itu tugasnya.

Satirnya, kita sering meminta sesuatu kepada dunia yang bahkan Allah sendiri tidak menjadikannya sebagai sifat dunia.

Para Ulama Salaf Sudah Memahami Rahasia Ini

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata bahwa dunia adalah tempat keresahan dan duka. Oleh karena itu, apabila seseorang masih memperoleh kebahagiaan di dalamnya, maka itulah keuntungan yang layak disyukuri.

Pandangan yang sama disampaikan oleh Ja’far ash-Shadiq rahimahullah. Beliau mengatakan bahwa orang yang mengharapkan kesenangan mutlak di dunia sedang mengejar sesuatu yang memang tidak Allah ciptakan untuk dunia.

Lebih menarik lagi, Junayd al-Baghdadi rahimahullah pernah mengaku tidak pernah merasa kecewa ketika musibah datang. Alasannya sederhana. Sejak awal beliau telah menerima bahwa dunia merupakan rumah ujian. Karena itu, kesulitan terasa wajar. Sebaliknya, setiap kemudahan beliau anggap sebagai hadiah yang tidak wajib diberikan.

Cara berpikir seperti ini membuat hati jauh lebih tenang.

Al-Qur’an Sudah Menjelaskan Sejak Awal

Apa yang disampaikan Ibnu Athaillah sepenuhnya sejalan dengan Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Sungguh Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

(QS. Al-Baqarah: 155)

Kemudian Allah kembali menegaskan:

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS. Al-Insyirah: 5–6)

Sementara itu, Allah juga mengingatkan:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”

(QS. Ali ‘Imran: 185)

Ayat-ayat tersebut memperlihatkan bahwa ujian bukan penyimpangan dari kehidupan. Justru itulah bagian dari kehidupan itu sendiri.

Rasulullah Tidak Pernah Menjanjikan Hidup Tanpa Masalah

Rasulullah SAW pernah berpesan kepada Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

“…Ketahuilah bahwa kemenangan datang bersama kesabaran, kelapangan hadir bersama kesusahan, dan bersama kesulitan selalu ada kemudahan.”

(HR. Ahmad; dinilai hasan oleh banyak ulama)

Hadis ini tidak mengajarkan cara menghindari ujian. Sebaliknya, Rasulullah mengajarkan bagaimana seorang mukmin tetap kokoh ketika ujian datang silih berganti.

Karena itu, ukuran keberhasilan bukanlah hidup tanpa masalah. Ukuran keberhasilan adalah tetap menjaga iman ketika masalah tidak kunjung selesai.

Ketika Cara Pandang Berubah, Hati Menjadi Ringan

Banyak orang merasa hidupnya paling berat. Namun, setelah memahami hikmah Al-Hikam, pertanyaannya berubah.

Bukan lagi, “Mengapa Allah menguji saya?”

Melainkan,

“Apa yang Allah ingin ajarkan melalui ujian ini?”

Di titik itulah seseorang mulai menemukan ketenangan.

Ia tetap bekerja keras, tetapi tidak menggantungkan kebahagiaan kepada pekerjaan.

Ia tetap berusaha mencari rezeki, tetapi tidak menjadikan harta sebagai sumber ketenteraman.

Dan ia tetap mencintai keluarga, tetapi sadar bahwa semua yang dicintai hanyalah titipan.

Cara pandang seperti inilah yang membuat nikmat sekecil apa pun terasa besar, sedangkan musibah sebesar apa pun tidak mampu mematahkan harapan.

Barangkali yang membuat hidup terasa begitu berat bukan karena ujian datang terlalu banyak, melainkan karena kita masih berharap dunia memberi sesuatu yang sejak awal tidak pernah dijanjikannya. Ketika kita menerima bahwa dunia memang tempat ujian, setiap musibah berubah menjadi pelajaran, dan setiap nikmat terasa seperti hadiah yang tak ternilai. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sate Maranggi

    Sate Maranggi dan Jejak Budaya Kuliner Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sate Maranggi jadi identitas kuliner Jawa Barat yang menguatkan budaya lokal dan ekonomi daerah. albadarpost.com, FOKUS – Sate Maranggi kembali menegaskan posisinya sebagai kuliner khas Jawa Barat yang bertahan lintas generasi dan wilayah. Hidangan berbahan dasar daging sapi atau kambing ini bukan sekadar makanan populer, tetapi juga penanda identitas budaya yang kini memberi dampak ekonomi […]

  • KUHAP baru 2026

    Di Balik Pengesahan KUHAP Baru: Warga yang Menunggu Rasa Aman dari Hukum

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Pengesahan KUHAP baru memicu perdebatan antara DPR dan masyarakat sipil. Artikel ini mengupas dampaknya pada hak warga, perubahan proses pidana, serta kesiapan pemerintah menjelang implementasi penuh pada 2 Januari 2026. albadarpost.com, HUMANIORA – Di halaman depan Kompleks Parlemen, Selasa sore itu, beberapa mahasiswa duduk berjejer di aspal panas. Mereka mengangkat poster yang sudah lusuh oleh […]

  • larangan ART hamil di Singapura

    Aturan Ketat Singapura: Ini Alasan ART Asing Dilarang Hamil

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 225
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Aturan tentang larangan ART hamil di Singapura sering menimbulkan rasa penasaran, terutama bagi pekerja migran dari berbagai negara. Banyak orang bertanya mengapa pemerintah memberlakukan kebijakan yang terlihat sangat ketat ini. Dalam kebijakan tenaga kerja di negara tersebut, larangan pekerja rumah tangga hamil, aturan kehamilan pekerja asing, dan regulasi tenaga kerja domestik […]

  • Pemerintahan bersih

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Pemerintahan Bersih pada Hakordia 2025

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Tasikmalaya tegaskan komitmen pemerintahan bersih lewat sosialisasi antikorupsi pada Hakordia 2025. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan tekad untuk membangun pemerintahan bersih melalui rangkaian Sosialisasi Anti Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi yang digelar dalam momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Acara berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Tasikmalaya pada Kamis, 4 Desember 2025, dan menghadirkan […]

  • Indonesia U19 vs Australia U19

    Indonesia U19 vs Australia U19: Data Statistiknya Mengejutkan

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan Indonesia U19 vs Australia U19 pada 11 Juni 2026 menghadirkan cerita yang menarik bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan. Duel Garuda Muda melawan Australia U19 mempertemukan dua tim yang sama-sama sedang percaya diri, tetapi datang dengan kekuatan yang berbeda. Indonesia membawa pertahanan yang sedang kokoh. Australia hadir dengan reputasi sebagai tim […]

  • Perbandingan Militer AS vs Iran 2026 berdasarkan data Global Firepower tentang anggaran, tank, pesawat, dan kapal selam.

    AS vs Iran: Siapa Lebih Kuat? Ini Data Global Firepower

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 339
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Perbandingan Militer AS vs Iran kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru dari Global Firepower merilis indeks kekuatan militer 2026. Data tersebut menunjukkan perbedaan signifikan antara kekuatan militer Amerika Serikat dan Iran, baik dari sisi anggaran, personel, maupun alutsista strategis. Dalam laporan itu, Amerika Serikat menempati peringkat pertama dunia dengan PowerIndex sekitar […]

expand_less