Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 7.000 Anak Tasikmalaya Putus Sekolah karena Kemiskinan

7.000 Anak Tasikmalaya Putus Sekolah karena Kemiskinan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHAnak putus sekolah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian setelah Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya mengungkapkan sekitar 7.000 anak tidak lagi melanjutkan pendidikan, dengan kemiskinan sebagai faktor utama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan putus sekolah di Kota Tasikmalaya masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan lintas sektor.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H. Rojab Riswan Taufik, mengatakan ribuan anak tersebut berhenti sekolah bukan karena kurangnya minat belajar maupun persoalan kedisiplinan. Sebaliknya, sebagian besar berasal dari keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan.

“Yah ada 7.000 anak putus sekolah karena faktor ekonomi keluarga tidak mampu,” ujar Rojab, Rabu (15/7/2026).

Baru Separuh Anak Berhasil Kembali Bersekolah

Menurut Rojab, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan anak-anak yang putus sekolah ke bangku pendidikan. Hingga pertengahan tahun ini, sekitar 3.500 anak berhasil kembali bersekolah melalui berbagai program pendampingan.

Namun demikian, jumlah tersebut baru mencakup sekitar separuh dari total anak putus sekolah yang tercatat. Artinya, masih ada sekitar 3.500 anak lainnya yang belum kembali mengenyam pendidikan formal.

Ia menjelaskan bahwa data tersebut bersifat dinamis karena setiap tahun selalu terjadi perubahan. Memasuki tahun ajaran baru, pemerintah daerah masih melakukan pendataan sehingga jumlah sebenarnya masih dapat bertambah ataupun berkurang.

“Setiap tahun selalu ada penambahan. Angkanya dinamis. Ajaran baru ini kita belum tahu bertambah atau berkurang,” katanya.

Sekolah Rakyat Belum Mampu Menjangkau Seluruh Kebutuhan

Rojab juga menyinggung keberadaan Program Sekolah Rakyat yang diharapkan dapat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh akses pendidikan.

Meski demikian, kapasitas program tersebut dinilai masih sangat terbatas dibandingkan jumlah anak yang membutuhkan.

Menurutnya, pada tahap saat ini hanya sekitar 25 anak yang dapat mengikuti program tersebut.

Jika dibandingkan dengan jumlah anak putus sekolah yang mencapai sekitar 7.000 orang, daya tampung tersebut masih jauh dari kebutuhan riil di lapangan.

Karena itu, ia menilai berbagai solusi tambahan tetap diperlukan agar lebih banyak anak memperoleh kesempatan kembali belajar.

Disdik Minta Seluruh Elemen Bergerak Bersama

Dinas Pendidikan menegaskan bahwa penyelesaian persoalan putus sekolah tidak dapat hanya dibebankan kepada satu instansi.

Sebaliknya, pemerintah daerah memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, lembaga sosial, dunia usaha, hingga masyarakat.

Rojab menilai kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko putus sekolah sekaligus memastikan mereka memperoleh pendampingan yang sesuai.

Selain itu, pendekatan langsung ke lingkungan tempat tinggal masyarakat dinilai lebih efektif karena dapat mengetahui kondisi sosial ekonomi keluarga secara lebih akurat.

“Ini tidak bisa hanya di pundak kami. Harus lintas sektoral sampai ke kewilayahan seperti kecamatan, kelurahan, RT/RW harus bergerak,” ujarnya.

Kemiskinan Masih Menjadi Tantangan Pendidikan

Persoalan putus sekolah akibat kemiskinan tidak hanya berdampak pada akses pendidikan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Karena itu, pemerintah daerah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi agar angka putus sekolah terus menurun.

Langkah tersebut mencakup pendataan yang lebih akurat, perluasan program bantuan pendidikan, peningkatan akses beasiswa, serta pendampingan keluarga rentan agar anak-anak tetap dapat melanjutkan sekolah.

Dengan upaya yang terintegrasi, diharapkan semakin banyak anak memperoleh kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup mereka pada masa depan.

Sementara itu, Dinas Pendidikan memastikan pendataan terhadap anak putus sekolah akan terus diperbarui sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Setiap anak yang kembali ke bangku sekolah adalah investasi bagi masa depan Kota Tasikmalaya. Sebaliknya, setiap anak yang tertinggal menjadi pengingat bahwa kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera diselesaikan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Orang tua siswa menandatangani surat pernyataan terkait kasus keracunan dalam program MBG di sekolah.

    Surat Pernyataan Orang Tua MBG Picu Krisis Kepercayaan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus keracunan siswa dalam pelaksanaan program MBG memicu gelombang pertanyaan baru. Namun, perhatian publik justru semakin tajam setelah muncul kabar bahwa orang tua diminta menandatangani surat pernyataan. Situasi ini kemudian menggeser fokus dari sekadar insiden kesehatan menjadi persoalan kepercayaan. Program MBG sejatinya dirancang untuk memperkuat dukungan gizi bagi siswa. Akan tetapi, […]

  • biaya admin toko online

    Regulasi Biaya Admin Toko Online untuk UMKM

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah tengah menyiapkan regulasi khusus terkait biaya admin toko online yang selama ini dinilai membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat proteksi ekonomi digital dan menciptakan ekosistem e-commerce yang lebih adil bagi pelaku usaha kecil. Langkah tersebut muncul setelah pemerintah menerima banyak masukan dari UMKM […]

  • Lebaran tanpa pulang

    Di Negeri Orang, Mereka Menangis Diam-Diam Saat Lebaran

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Lebaran tanpa pulang bukan sekadar cerita, tetapi luka yang terus dipeluk diam-diam oleh para pekerja migran. Saat gema takbir menggema di kampung halaman, mereka justru terdiam di kamar sempit di negeri orang. Lebaran tanpa pulang, atau tidak mudik saat Lebaran, bukan pilihan ringan—ini adalah harga yang harus dibayar demi keluarga yang mereka […]

  • pengadaan lahan Whoosh

    KPK Telusuri Modus Pengadaan Lahan Whoosh yang Rugikan Negara

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    KPK menyelidiki dugaan penjualan ulang aset negara dalam pengadaan lahan Whoosh dan potensi kerugian negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Komisi Pemberantasan Korupsi mulai menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan Whoosh, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang dikerjakan pemerintah bersama konsorsium BUMN. Lembaga antirasuah menemukan indikasi bahwa negara membeli kembali tanah yang seharusnya masih berstatus milik negara. Jika […]

  • Pesantren Tasikmalaya

    Tasikmalaya Juara! Ini Daerah dengan Pesantren Terbanyak di Jabar

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Pesantren di Kabupaten Tasikmalaya kembali jadi sorotan. Data terbaru menunjukkan jumlah pesantren di Tasikmalaya menjadi yang terbanyak di Jawa Barat. Bahkan, dominasi basis pesantren Tasikmalaya ini mengungguli wilayah besar lain seperti Bogor dan Garut. Fakta ini mempertegas posisi Tasikmalaya sebagai pusat pendidikan Islam yang terus berkembang pesat. Berdasarkan data dari GoodStats […]

  • Kegiatan penguatan HAM kesehatan di Dinas Kesehatan Tasikmalaya dengan Wakil Wali Kota dan Kanwil HAM Jawa Barat

    Tak Sekadar Prosedur, Ini Wajah Baru Layanan Kesehatan Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penguatan HAM kesehatan mulai menunjukkan arah baru di Kota Tasikmalaya. Tidak lagi sekadar formalitas, penerapan hak asasi manusia di sektor kesehatan kini bergerak menuju layanan yang lebih adil, inklusif, dan benar-benar dirasakan masyarakat. Suasana itu terasa dalam kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan Kota […]

expand_less