Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Monyet Liar Ciamis Rusak Kebun, Petani Kian Resah

Monyet Liar Ciamis Rusak Kebun, Petani Kian Resah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 86
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHMonyet liar Ciamis kembali meresahkan warga setelah puluhan ekor satwa tersebut memasuki area perkebunan di Dusun Sukamanah, Desa Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kawanan monyet dilaporkan merusak tanaman jagung, kacang tanah, dan singkong yang sebagian besar sudah mendekati masa panen. Peristiwa ini bukan hanya menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani, tetapi juga memunculkan kembali persoalan konflik antara manusia dan satwa liar yang memerlukan penanganan berkelanjutan.

Dalam beberapa menit, suasana kebun berubah gaduh. Sejumlah petani berusaha mengusir kawanan monyet yang datang dari arah pepohonan di sekitar kawasan hutan. Namun, upaya tersebut tidak banyak membantu. Sebagian jagung yang hampir dipanen sudah dipetik, sementara tanaman kacang tanah dan singkong mengalami kerusakan.

Petani Mengaku Kerugian Terus Berulang

Agus Jipe, salah seorang petani setempat, mengatakan serangan monyet bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, jumlah kawanan yang datang ke perkebunan kini jauh lebih banyak dibanding beberapa tahun lalu.

Ia mengaku pernah mengamati langsung gerombolan tersebut saat memasuki kebun. Dari pengamatannya, jumlah monyet diperkirakan mencapai lebih dari 50 ekor.

“Dulu sekitar tahun 2023 saya sering melihat monyet ketika memancing di Sungai Citanduy. Saat itu jumlahnya sekitar belasan ekor. Sekarang, ketika masuk ke kebun, jumlahnya jauh lebih banyak,” ujarnya.

Agus menuturkan, kawanan monyet biasanya bergerak secara berkelompok. Mereka memetik jagung yang siap panen, kemudian membawa hasilnya kembali ke arah hutan.

Akibat kejadian yang berulang, para petani mengaku tidak lagi tenang menjelang masa panen karena khawatir tanaman mereka kembali rusak.

Tanaman Kacang Tanah dan Singkong Tak Luput dari Sasaran

Keluhan serupa disampaikan Asep Rohman yang pada musim tanam kali ini membudidayakan kacang tanah.

Ia mengatakan banyak tanaman tercabut setelah kawanan monyet memasuki lahannya. Bahkan, ia pernah melihat beberapa monyet mengupas kacang tanah di lokasi sebelum meninggalkan area perkebunan.

Menurut Asep, kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap hasil panen yang diharapkan menjadi sumber pendapatan keluarga.

Selain kerugian materi, sebagian warga mengaku mulai merasa khawatir ketika harus melintas atau bekerja di sekitar kebun, terutama saat kawanan monyet terlihat berada di area tersebut.

Upaya Pengusiran Belum Memberikan Hasil Maksimal

Warga mengatakan persoalan ini sebelumnya telah diketahui oleh petugas yang pernah mendatangi lokasi untuk memberikan edukasi mengenai langkah penanganan awal.

Masyarakat diimbau tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa liar. Sebagai alternatif, warga dianjurkan mengusir kawanan monyet menggunakan suara keras, seperti petasan atau alat yang menghasilkan bunyi serupa.

Namun, hingga kini upaya tersebut belum memberikan hasil yang konsisten. Kawanan monyet masih beberapa kali kembali memasuki lahan pertanian sehingga warga berharap ada penanganan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Konflik Manusia dan Satwa Liar Membutuhkan Solusi Menyeluruh

Fenomena yang terjadi di Dusun Sukamanah menunjukkan bahwa konflik antara manusia dan satwa liar tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengusiran sesaat.

Dalam berbagai kajian konservasi, meningkatnya interaksi antara satwa liar dan permukiman umumnya dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti perubahan habitat, ketersediaan pakan alami, maupun aktivitas manusia di sekitar kawasan hutan. Meski demikian, penyebab pasti kemunculan kawanan monyet di wilayah ini masih memerlukan kajian dari instansi yang berwenang.

Karena itu, warga berharap pemerintah daerah bersama instansi yang menangani bidang kehutanan dan konservasi satwa liar dapat melakukan identifikasi lapangan untuk mengetahui akar persoalan sekaligus menyusun langkah penanganan yang tepat.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar kepentingan petani tetap terlindungi tanpa mengabaikan upaya pelestarian satwa liar dan keseimbangan ekosistem.

Warga Menunggu Langkah Nyata Pemerintah

Bagi para petani, solusi jangka panjang jauh lebih dibutuhkan daripada penanganan sementara. Mereka berharap ada langkah konkret yang mampu mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar sehingga aktivitas pertanian dapat kembali berlangsung dengan aman.

Hingga berita ini disusun, redaksi masih berupaya memperoleh keterangan dari pemerintah desa maupun instansi yang berwenang di bidang kehutanan dan konservasi mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan. Apabila telah diperoleh tanggapan resmi, informasi tersebut akan ditambahkan sebagai pembaruan berita.

Panen yang gagal memang dapat ditanam kembali. Namun, jika konflik antara manusia dan satwa liar terus dibiarkan tanpa solusi yang terukur, kerugian petani akan terus berulang, sementara keseimbangan alam pun ikut terancam. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Peduli Tasikmalaya

    Polisi Tasikmalaya Beli Al-Qur’an Pakai Gaji Sendiri, Warga Terharu

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polisi Peduli di Kabupaten Tasikmalaya mendadak jadi perhatian warga setelah seorang anggota Bhabinkamtibmas di Kecamatan Tanjungjaya melakukan aksi yang jarang terjadi di lapangan. Seorang polisi turun langsung membawa kitab dan Al-Qur’an untuk santri, bahkan seluruhnya dibeli menggunakan uang pribadinya. Aksi Polisi Peduli Tasikmalaya yang dilakukan Aipda Arif Rachman ini berlangsung di […]

  • Sertifikat Pantai Madasari

    Harim Laut Pangandaran Diduga Dipenuhi Sertifikat, Ada Apa?

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sertifikat Pantai Madasari kembali menjadi sorotan publik. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menduga persoalan sertifikat tanah di kawasan pesisir tidak hanya terjadi di Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bahkan menyebut kasus serupa kemungkinan ditemukan di lebih dari satu lokasi. Pernyataan itu memunculkan pertanyaan baru: berapa banyak sertifikat yang telah terbit […]

  • radikalisme digital

    Radikalisme Digital: Ancaman Baru yang Tumbuh di Saku Anak-anak

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 278
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF — Setiap kali laporan baru tentang radikalisasi muncul, publik sering membayangkan proses perekrutan yang berlangsung di ruang-ruang gelap. Dalam imajinasi itu, ekstremisme tumbuh jauh dari pusat kehidupan sehari-hari. Namun data beberapa tahun terakhir menabrak asumsi tersebut. Radikalisme kini hadir melalui jalur yang justru paling dekat: ponsel anak-anak. Perangkat yang semestinya menjadi ruang belajar […]

  • Suasana Cap Go Meh dan buka puasa bersama di Banyumas yang memperlihatkan kebersamaan warga lintas agama.

    Buka Puasa Bersama di Cap Go Meh Satukan Warga Banyumas

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Cap Go Meh dan buka puasa bersama menjadi momentum istimewa di Banyumas tahun ini. Perayaan Cap Go Meh Banyumas yang bertepatan dengan Ramadhan menghadirkan suasana berbeda karena warga lintas agama duduk bersama dalam tradisi budaya sekaligus berbagi hidangan berbuka. Kolaborasi budaya dan ibadah tersebut memperlihatkan wajah toleransi yang hidup di tengah masyarakat. […]

  • kasus ayah perkosa anak

    Pil KB Bongkar Kekerasan Seksual Ayah terhadap Anak di Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya menahan seorang ayah yang memperkosa anaknya bertahun-tahun. Kasus terungkap dari pil KB. albadarpost.com, HUMANIORA – Langkah aparat kepolisian di Tasikmalaya kembali menyoroti urgensi perlindungan anak. Seorang pria berinisial DT, warga Kecamatan Indihiang, ditahan setelah polisi mengungkap kasus ayah perkosa anak yang ia lakukan selama bertahun-tahun. Tindakan kekerasan seksual itu dimulai saat korban masih […]

  • Ilustrasi arsip dokumen hukum kasus Jeffrey Epstein yang menyinggung tokoh global dalam Epstein Files 2026

    Epstein Files 2026: Nama Elite Global Mulai Terbuka

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Rilis Epstein files 2026 kembali mengguncang dunia. Sekitar tiga juta halaman dokumen yang berkaitan dengan kasus Jeffrey Epstein mulai dibuka ke publik. Meski sebagian besar arsip bersifat administratif dan hukum, sorotan global langsung mengarah pada satu pertanyaan kunci: siapa saja yang disebut di dalamnya? Bagi publik internasional, pembukaan dokumen ini bukan […]

expand_less