Tower BPKPD Banjar Roboh, Dua Pekerja Tewas
- account_circle redaktur
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Evakuasi korban kecelakaan kerja setelah tower BPKPD Kota Banjar ambruk saat proses pembongkaran, Sabtu (4/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tower BPKPD Banjar ambruk saat proses pembongkaran di Komplek Perkantoran Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Kecelakaan kerja tersebut mengakibatkan dua pekerja meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 40 meter. Hingga kini, Polres Banjar masih menyelidiki penyebab pasti insiden sekaligus mendalami penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pekerjaan berisiko tinggi tersebut.
Korban meninggal diketahui bernama Andri dan Apip, warga Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Seusai kejadian, petugas bersama warga segera mengevakuasi kedua korban dari lokasi sebelum membawa jenazah ke RSUD Kota Banjar untuk penanganan lebih lanjut.
Suasana duka menyelimuti area pembongkaran. Sejumlah anggota keluarga dan kerabat korban tampak hadir di lokasi. Tangis keluarga pecah ketika proses evakuasi berlangsung, sementara aparat kepolisian memasang garis pengaman untuk mendukung olah tempat kejadian perkara (TKP).
Saksi Sebut Tower Ambruk Saat Rangka Besi Diturunkan
Salah seorang rekan kerja korban, Suryana, menjelaskan bahwa terdapat lima pekerja yang terlibat dalam pembongkaran tower. Dua pekerja berada di bagian atas untuk melepaskan rangka besi, sedangkan tiga lainnya membantu proses penurunan material dari bawah.
Menurut keterangan Suryana, insiden terjadi ketika rangka besi hendak diturunkan. Pada saat itu, tower diduga kehilangan keseimbangan hingga melengkung, kemudian roboh.
“Besinya mau diturunkan, tetapi tiangnya tidak kuat. Akhirnya ikut terbawa besi dan tower roboh,” ujar Suryana.
Ia juga menyampaikan bahwa kedua korban menggunakan sabuk pengaman saat bekerja. Sementara itu, terkait penggunaan helm keselamatan, Suryana mengaku tidak dapat memastikan secara menyeluruh karena tidak menyaksikan langsung detik-detik tower ambruk. Saat kejadian, ia berada di bawah membantu proses pembongkaran.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan
Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, membenarkan adanya kecelakaan kerja yang menyebabkan dua pekerja meninggal dunia. Setelah menerima laporan, personel Polres Banjar segera menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi korban, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
“Kejadian sekitar pukul 08.30 WIB di Komplek Perkantoran Purwaharja. Dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Saat ini kami masih melakukan olah TKP dan evakuasi korban ke rumah sakit,” kata AKBP Didi Dewantoro.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal kepolisian, proses pembongkaran dilakukan dengan melepaskan bagian-bagian rangka besi tower secara bertahap dari atas. Namun, saat pekerjaan berlangsung, tower diduga tidak lagi mampu menopang beban sehingga melengkung ke bawah sebelum akhirnya roboh.
Akibat kondisi tersebut, dua pekerja yang berada di atas ikut terjatuh bersama rangka tower.
“Kalau melihat kondisi di lokasi, towernya ambruk. Kemungkinan tidak kuat menopang sehingga melengkung ke bawah dan dua pekerja yang berada di atas ikut terbawa jatuh bersama tower,” jelas Kapolres.
Penerapan K3 Masih Didalami Penyidik
Kapolres menambahkan bahwa hasil pengamatan awal menunjukkan kedua korban masih mengenakan sabuk pengaman yang tetap terikat pada rangka tower setelah kejadian.
Sementara itu, berdasarkan hasil pengamatan awal di lokasi, petugas belum menemukan helm keselamatan di sekitar area kejadian. Polisi masih mendalami apakah penggunaan alat pelindung diri telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Selain itu, Satreskrim Polres Banjar bersama Unit Identifikasi terus memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai alat bukti untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Penyidik juga mendalami apakah prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah diterapkan sesuai ketentuan selama proses pembongkaran tower SIMDA milik Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar.
Polisi menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Oleh karena itu, penyebab pasti insiden maupun ada atau tidaknya unsur kelalaian baru dapat disimpulkan setelah seluruh proses penyelidikan selesai.
Keselamatan Kerja Menjadi Perhatian
Peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai penerapan standar keselamatan dalam setiap pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Penerapan prosedur K3 secara konsisten dinilai berperan penting dalam mengurangi potensi kecelakaan kerja, terutama pada kegiatan pembongkaran konstruksi.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak terkait. Apabila telah memberikan tanggapan resmi, berita ini akan diperbarui sesuai prinsip keberimbangan dan hak jawab.
Masyarakat kini menunggu hasil penyelidikan kepolisian yang diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kecelakaan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak agar standar keselamatan kerja diterapkan secara konsisten pada setiap pekerjaan berisiko tinggi.
Setiap proyek memiliki target penyelesaian. Namun, di atas segala target itu, keselamatan pekerja harus selalu menjadi prioritas yang tidak boleh ditawar. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar