Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Leuwikeris Terbakar, BPBD Ciamis Ungkap Kronologi

Leuwikeris Terbakar, BPBD Ciamis Ungkap Kronologi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 105
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Ciamis kembali terjadi saat musim kemarau mulai meningkatkan risiko munculnya titik api di sejumlah wilayah. Kali ini, kebakaran lahan Handapherang terjadi di kawasan Bendungan Leuwikeris, Kecamatan Cijeungjing, pada Jumat (3/7/2026). Berdasarkan laporan awal, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang ke tumpukan sampah, lalu merambat ke lahan kering di sekitarnya. Beruntung, petugas gabungan bergerak cepat sehingga kobaran api berhasil dikendalikan sebelum meluas.

Musim kemarau memang membuat rumput kering, semak, dan tumpukan sampah lebih mudah terbakar. Karena itu, satu sumber api kecil saja dapat memicu kebakaran apabila tidak segera ditangani.

Kronologi Kebakaran Bermula dari Area Penempatan Sampah

Berdasarkan laporan hasil kaji cepat PUSDALOPS BPBD Kabupaten Ciamis, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di Dusun Guha, Desa Handapherang.

Petugas menduga puntung rokok yang masih menyala jatuh ke area penempatan sampah. Selanjutnya, api membakar tumpukan sampah sebelum menjalar ke lahan yang dipenuhi vegetasi kering.

Sekitar pukul 19.55 WIB, laporan dari masyarakat diterima melalui sambungan telepon. Setelah itu, tim BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Respons Cepat Petugas Cegah Api Meluas

Setibanya di lokasi, BPBD Kabupaten Ciamis segera berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, BBWS Citanduy, aparat pemerintah desa, serta warga sekitar.

Kolaborasi tersebut mempercepat proses pemadaman. Selain memadamkan kobaran api, petugas juga melakukan penyekatan agar api tidak merambat ke area lain yang dipenuhi rumput kering.

Berkat kerja sama seluruh unsur, kebakaran akhirnya berhasil dikendalikan pada hari yang sama.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Api hanya membakar area penempatan sampah dengan luas sekitar 25 x 15 meter.

Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran Lahan

Peristiwa kebakaran Bendungan Leuwikeris menjadi pengingat bahwa musim kemarau selalu meningkatkan potensi kebakaran lahan.

Rumput yang mengering, semak belukar, serta tumpukan sampah menjadi bahan bakar yang membuat api cepat membesar. Oleh karena itu, kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan dapat memicu kebakaran apabila dilakukan di area yang rawan.

Selain itu, kawasan terbuka di sekitar bendungan memiliki vegetasi yang mudah terbakar ketika curah hujan menurun. Karena itulah, kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah kejadian serupa.

Pencegahan Dimulai dari Kebiasaan Sederhana

Meski kebakaran berhasil dipadamkan, upaya pencegahan tetap menjadi langkah yang paling efektif.

Masyarakat diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah di lahan terbuka, serta segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun.

Langkah sederhana tersebut dapat mempercepat penanganan sekaligus mengurangi risiko kebakaran meluas hingga mengancam lingkungan maupun permukiman warga.

Selain peran masyarakat, sinergi antara BPBD, Damkar, pemerintah desa, dan warga menjadi modal penting untuk menjaga kawasan rawan kebakaran tetap aman selama musim kemarau.

Kebakaran Kecil Bisa Berujung Bencana Besar

Peristiwa di Leuwikeris membuktikan bahwa kebakaran tidak selalu bermula dari sumber api yang besar. Sebaliknya, kelalaian kecil dapat memicu kerugian yang jauh lebih besar apabila terjadi di lokasi yang dipenuhi material mudah terbakar.

Karena itu, kewaspadaan setiap orang menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran lahan Ciamis kembali terjadi. Tindakan sederhana, seperti memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang, dapat membantu melindungi lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana.

Api di Leuwikeris memang sudah padam. Namun, pesan yang ditinggalkannya tidak boleh ikut padam: satu puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat menjadi awal bencana. Menjaga lingkungan tetap aman selalu dimulai dari tindakan kecil setiap orang. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi aneka kue lebaran unik dalam kemasan modern dan menarik untuk bisnis rumahan

    Jarang Dilirik, Usaha Kue Lebaran Ini Justru Laris!

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Usaha kue lebaran selalu jadi incaran menjelang hari raya. Namun, peluang usaha kue lebaran yang benar-benar menguntungkan justru sering tersembunyi dan jarang dibahas media. Banyak pelaku usaha hanya fokus pada kue populer, padahal ide bisnis kue lebaran unik, inovasi kue kering, dan strategi berbeda justru membuka peluang cuan lebih besar dengan persaingan […]

  • penjarahan DPR

    Kriminolog UI: Penjarahan Rumah Anggota DPR Dipicu Rasa Ketidakadilan Kolektif

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Kriminolog UI sebut penjarahan rumah anggota DPR dipicu rasa ketidakadilan kolektif dan dipicu ajakan di media sosial. albadarpost.com, LENSA – Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menilai aksi penjarahan terhadap rumah sejumlah anggota DPR dan menteri pada gelombang demonstrasi 25–31 Agustus lalu bukanlah tindakan spontan. Menurutnya, peristiwa itu merupakan akumulasi dari rasa ketidakadilan yang dirasakan […]

  • Kopdes Merah Putih

    Kemensos Ubah Penerima Bansos Jadi Pelaku Usaha KDMP

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kopdes Merah Putih disiapkan bukan hanya sebagai salah satu jalur penyaluran bantuan sosial (bansos), tetapi juga sebagai wadah yang mendorong penerima bansos menjadi pelaku usaha. Melalui skema tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) ingin mengubah pola perlindungan sosial dari sekadar memberi bantuan menjadi membuka peluang ekonomi bagi keluarga penerima manfaat (KPM). Menteri Sosial Saifullah […]

  • KRYD Polres Garut

    KRYD Polres Garut Sasar Premanisme dan Knalpot Brong

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Cahaya lampu rotator biru memecah suasana malam di sejumlah ruas jalan Kabupaten Garut, Sabtu (25/7/2026). Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pada akhir pekan, 475 personel gabungan diterjunkan dalam KRYD Polres Garut atau Kegiatan Rutin Kepolisian yang Ditingkatkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Operasi kepolisian itu menyasar premanisme, balap […]

  • Audiensi FOSSMA dengan DPRD Kota Tasikmalaya membahas transparansi APBD 2026 dan pemerataan pembangunan

    FOSSMA Bongkar Tuntutan ke DPRD, APBD Tasikmalaya 2026 Harus Dibuka!

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Isu APBD Tasikmalaya 2026 kembali menghangat. Forum Silaturahmi Salasar Masjid Agung Kota Tasikmalaya (FOSSMA) secara terbuka mendesak transparansi anggaran daerah. Dalam forum audiensi bersama DPRD, mereka menyoroti pentingnya keterbukaan anggaran daerah, kejelasan program prioritas, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kota. Desakan ini muncul bukan tanpa alasan. Seiring meningkatnya perhatian publik terhadap […]

  • OJK dan debitur

    OJK Minta Debitur Kooperatif, Hindari Debt Collector dan Tindakan Hukum

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    OJK minta debitur kooperatif hadapi utang, hindari debt collector, dan manfaatkan restrukturisasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya sikap kooperatif bagi debitur yang tengah menghadapi kesulitan membayar utang. Penghindaran tanggung jawab dengan berpindah alamat atau menghilang justru bisa memicu penagihan lapangan oleh debt collector. Langkah ini, menurut OJK, bukan hanya melanggar etika […]

expand_less