FIFA Hukum Argentina, Paredes Kena Skors 10 Laga
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi gambar sanksi FIFA terhadap Argentina.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DUNIA — Sanksi FIFA Argentina menjadi sorotan setelah sejumlah pemain dan ofisial La Albiceleste disebut menerima hukuman terkait pelanggaran dalam rangkaian Piala Dunia 2026. Salah satu hukuman paling berat dalam data yang dirilis TVRI Sport jatuh kepada Leandro Paredes, yang disebut mendapat larangan tampil selama 10 pertandingan.
Selain Paredes, hukuman juga tercantum untuk Nahuel Molina, Thiago Almada, Roberto Ayala, serta Asosiasi Sepak Bola Argentina atau AFA. Sanksi tersebut disebut berkaitan dengan sejumlah insiden, termasuk kejadian dalam pertandingan final antara Argentina dan Spanyol.
Namun, penting dicatat, rincian angka dan jenis hukuman dalam artikel ini merujuk pada materi TVRI Sport yang menjadi sumber bahan pemberitaan. AlbadarPost tidak mengubah status sanksi tersebut menjadi kesimpulan hukum di luar informasi yang tercantum dalam sumber.
Paredes Disebut Dilarang Tampil 10 Pertandingan
Nama Leandro Paredes menjadi perhatian karena hukuman yang tercantum untuk gelandang Argentina itu mencapai 10 pertandingan.
Selain larangan tampil, Paredes juga disebut dikenai denda sebesar Rp1,58 miliar. Jika angka tersebut benar sesuai keputusan disipliner yang dimaksud, hukuman itu tentu berdampak cukup besar terhadap komposisi Argentina pada pertandingan berikutnya.
Sementara itu, Nahuel Molina juga tercantum dalam daftar pemain yang mendapat sanksi. Bek Argentina tersebut disebut menerima larangan bermain selama tujuh pertandingan, disertai denda Rp1,58 miliar.
Dengan demikian, hukuman yang muncul bukan hanya menyasar satu pemain. FIFA, sebagaimana tercantum dalam materi TVRI Sport, memberikan sejumlah keputusan berbeda berdasarkan pihak dan pelanggaran yang dikenakan.
AFA dan Dua Pemain Lain Juga Masuk Daftar
Dalam data yang beredar, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) disebut menerima denda sebesar Rp5,66 miliar.
Kemudian, Thiago Almada tercantum mendapat larangan tampil satu pertandingan serta denda Rp529 juta. Adapun Roberto Ayala, yang tercatat sebagai ofisial tim, disebut menerima larangan terlibat dalam tiga pertandingan dan denda dengan nominal yang sama, yakni Rp529 juta.
Selain hukuman individu, terdapat pula ketentuan mengenai dua pertandingan kandang Argentina dengan jumlah penonton yang dibatasi hingga 50 persen kapasitas stadion.
Jika seluruh informasi tersebut merujuk pada satu rangkaian keputusan disipliner FIFA, maka dampaknya cukup luas. Bukan hanya pemain, tetapi juga federasi dan penyelenggaraan pertandingan kandang Argentina ikut terkena konsekuensi.
Daftar Sanksi Argentina dalam Data TVRI Sport
Berikut rincian yang tercantum dalam materi sumber:
- AFA: denda Rp5,66 miliar.
- Leandro Paredes: larangan tampil 10 laga dan denda Rp1,58 miliar.
- Nahuel Molina: larangan tampil tujuh laga dan denda Rp1,58 miliar.
- Thiago Almada: larangan tampil satu laga dan denda Rp529 juta.
- Roberto Ayala: larangan tiga laga dan denda Rp529 juta.
- Timnas Argentina: dua pertandingan kandang dengan maksimal 50 persen kapasitas penonton.
Angka tersebut menjadi bagian penting karena pembaca tidak hanya mencari siapa yang terkena hukuman, tetapi juga ingin mengetahui seberapa berat konsekuensi yang harus ditanggung Argentina.
Bukan Kali Pertama Argentina Mendapat Sanksi
Materi TVRI Sport juga menampilkan rekam jejak sanksi terhadap Argentina dalam beberapa tahun sebelumnya.
Pada Juli 2014, Argentina disebut mendapat denda FIFA sebesar Rp662 juta setelah sejumlah pemain berpose dengan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” sebelum pertandingan melawan Slovenia.
Kemudian pada Desember 2022, Argentina disebut kembali mendapat denda sekitar Rp1,10 miliar. Hukuman tersebut berkaitan dengan pelanggaran dan perilaku ofensif sejumlah pemain setelah Argentina mengalahkan Prancis pada final Piala Dunia 2022.
Riwayat tersebut menunjukkan bahwa persoalan disiplin bukan sepenuhnya baru bagi Argentina. Namun, setiap keputusan FIFA tetap perlu dibaca berdasarkan kasus, regulasi, dan keputusan disipliner yang berlaku pada masing-masing peristiwa.
Mengapa Sanksi FIFA Argentina Menarik Perhatian?
Sorotan terbesar kali ini tentu berada pada durasi hukuman Paredes. Larangan 10 laga merupakan angka yang langsung menarik perhatian karena berpotensi memengaruhi kekuatan Argentina dalam sejumlah pertandingan.
Di sisi lain, sanksi terhadap Molina, Almada, dan Ayala menunjukkan bahwa keputusan disipliner dapat memiliki cakupan berbeda. FIFA tidak hanya menjatuhkan konsekuensi kepada pemain tertentu, tetapi juga dapat memberikan hukuman kepada federasi maupun ofisial sesuai perkara yang diperiksa.
Karena itu, publik sebaiknya tidak hanya melihat nominal denda. Durasi larangan bermain, jumlah pertandingan yang terdampak, serta pembatasan penonton juga menjadi bagian penting untuk memahami konsekuensi keputusan tersebut.
Bagi Argentina, persoalannya kini bukan sekadar soal uang. Jika larangan tampil benar diberlakukan sesuai keputusan yang dimaksud, absennya sejumlah pemain dapat memengaruhi pilihan pelatih dan kedalaman skuad.
Catatan Redaksi
Artikel ini bersumber dari materi TVRI Sport yang menjadi bahan pemberitaan AlbadarPost. Redaksi menggunakan atribusi untuk membedakan informasi sumber dengan hasil verifikasi independen. Nominal denda dan durasi hukuman ditulis sesuai data yang tercantum dalam materi tersebut.
Pembaca juga perlu membedakan antara sanksi disipliner FIFA dengan pernyataan bahwa seorang pemain atau ofisial melakukan tindak pidana. Dalam konteks ini, yang dibahas adalah hukuman disiplin sepak bola.
Pada akhirnya, yang paling menentukan bukan sekadar besarnya denda, melainkan bagaimana sanksi tersebut mengubah kekuatan Argentina di pertandingan berikutnya. Sepuluh laga untuk Paredes bukan angka kecil—dan La Albiceleste harus membayar konsekuensi di lapangan jika keputusan itu benar-benar berlaku. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar