FIFA Bela Infantino, Tegaskan Pemilihan Presiden Harus Demokratis
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gedung FIFA di Zürich, Swiss. (Foto: The Federal).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AlbadarPost.com, BERITA DUNIA – FIFA bela Infantino di tengah meningkatnya tekanan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Dalam pernyataan terbarunya, FIFA menegaskan bahwa setiap proses terkait pemilihan Presiden FIFA harus mengikuti Statuta FIFA, prosedur demokratis, dan kerangka tata kelola organisasi.
Pernyataan tersebut muncul ketika Gianni Infantino menghadapi sorotan dari sejumlah pihak di sepak bola dunia. Karena itu, sikap FIFA mendukung Infantino tidak hanya berkaitan dengan sosok presidennya, tetapi juga menyentuh persoalan mekanisme kepemimpinan organisasi sepak bola dunia.
FIFA menyatakan Infantino masih menjalankan mandatnya. Sementara itu, persaingan menuju pemilihan Presiden FIFA 2027 mulai memasuki fase yang semakin panas.
FIFA Soroti Upaya yang Disebut Melemahkan Infantino
Dalam pernyataannya, FIFA mengatakan semakin terlihat adanya upaya yang terkoordinasi dan terus berlangsung untuk melemahkan organisasi serta presidennya.
Namun, FIFA tidak menyebut seluruh pihak yang dianggap berada di balik upaya tersebut.
FIFA juga menyinggung pemberitaan terbaru yang menurut organisasi itu memuat klaim tanpa dasar dan pernyataan yang dinilai tidak benar mengenai FIFA maupun presidennya.
Karena itu, FIFA mengingatkan bahwa spekulasi dan insinuasi tidak seharusnya diperlakukan sebagai fakta. Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa pengulangan sebuah tuduhan tidak otomatis membuktikan kebenarannya.
Sikap tersebut muncul setelah beberapa pekan terakhir diwarnai perdebatan mengenai kepemimpinan Infantino dan tata kelola FIFA.
Reuters melaporkan pada 8 Agustus 2026 bahwa FIFA mengeluarkan peringatan keras mengenai apa yang disebutnya sebagai upaya terkoordinasi untuk melemahkan Infantino. Laporan itu juga menyebut kontroversi terkait proposal bisnis senilai sekitar US$4,2 miliar yang sebelumnya mendapat penolakan dari sejumlah pihak di sepak bola dunia.
Infantino Sudah Nyatakan Maju Lagi pada 2027
Persoalan ini menjadi semakin penting karena Infantino memang telah menyatakan akan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA.
Pada Kongres FIFA di Vancouver pada Mei 2026, Infantino menyampaikan bahwa dirinya akan menjadi kandidat dalam pemilihan Presiden FIFA 2027. FIFA menyebut organisasi tersebut memiliki 211 Asosiasi Anggota.
Poin tersebut penting untuk membedakan antara jumlah anggota FIFA dan dukungan politik terhadap seorang kandidat.
Dengan demikian, keberadaan 211 Asosiasi Anggota tidak berarti seluruh anggota tersebut otomatis mendukung Infantino dalam pemilihan mendatang. Dukungan politik dapat berubah seiring perkembangan situasi menjelang kongres.
Hal itu terlihat dalam perkembangan terbaru.
Reuters melaporkan bahwa sejumlah federasi nasional telah menarik dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino. Di sisi lain, sejumlah pihak lain masih memberikan dukungan kepada presiden FIFA tersebut.
Situasi tersebut membuat persaingan menuju 2027 menjadi lebih terbuka dibandingkan sebelumnya.
FIFA Tidak Menolak Kritik, tetapi Meminta Fakta
Ada satu bagian menarik dari pernyataan terbaru FIFA.
Organisasi tersebut mengatakan tetap menerima pengawasan yang sah.
Artinya, FIFA tidak menyatakan bahwa semua kritik terhadap organisasi atau presidennya merupakan serangan. Kritik dan pengawasan tetap memiliki tempat dalam tata kelola organisasi.
Namun, FIFA memberikan batas yang tegas.
Menurut pernyataan tersebut, pengawasan tidak boleh berubah menjadi distorsi fakta, pembesaran tuduhan yang tidak terbukti, atau penyebaran informasi yang bertujuan melemahkan organisasi.
FIFA juga menyatakan akan menanggapi secara langsung dan tegas apabila pemberitaan mengenai organisasi atau presidennya dinilai tidak akurat maupun menyesatkan.
Pernyataan itu menjadi semakin relevan setelah muncul berbagai perdebatan mengenai kebijakan dan keputusan Infantino.
Proposal US$4,2 Miliar Jadi Salah Satu Pemicu Tekanan
Salah satu persoalan yang memperbesar sorotan terhadap kepemimpinan Infantino adalah proposal komersial FIFA yang kemudian gagal dilanjutkan.
Reuters melaporkan bahwa proposal tersebut berkaitan dengan rencana menjual sekitar 20 persen kepentingan pada entitas yang mengelola hak komersial Piala Dunia. Rencana itu diproyeksikan dapat menghimpun dana hingga sekitar US$4,2 miliar.
Proposal tersebut memicu keberatan dari sejumlah pemangku kepentingan sepak bola.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa FIFA kemudian meminta maaf kepada asosiasi anggotanya atas kesalahan terkait proposal yang akhirnya dihentikan tersebut.
Pada saat yang sama, kontroversi tersebut berkembang menjadi perdebatan yang lebih luas mengenai transparansi, konsultasi dengan anggota, serta cara FIFA mengambil keputusan.
Karena itu, persoalan Infantino kini tidak hanya menyangkut satu keputusan bisnis. Perdebatan tersebut telah melebar ke pertanyaan mengenai bagaimana FIFA menjalankan tata kelola organisasi globalnya.
Dukungan untuk Infantino Belum Mengakhiri Kontroversi
FIFA memang memberikan dukungan terbuka kepada Infantino. Namun, pernyataan tersebut tidak otomatis mengakhiri perdebatan mengenai masa depan kepemimpinannya.
Di satu sisi, sejumlah pihak tetap mendukung Infantino.
Reuters melaporkan bahwa dukungan dari Konfederasi Sepak Bola Afrika atau CAF menjadi salah satu penguat posisi Infantino. Sejumlah federasi dari kawasan lain juga masih menunjukkan dukungan.
Di sisi lain, kritik dari sebagian pihak Eropa dan asosiasi nasional terus berkembang.
UEFA juga menyoroti kebutuhan terhadap tata kelola yang lebih transparan dan demokratis. Bahkan, Wakil Presiden UEFA Laura McAllister menyatakan presiden FIFA berikutnya harus menjadi penjaga kepentingan sepak bola secara luas.
Situasi tersebut membuat posisi Infantino menjelang 2027 menjadi salah satu isu tata kelola paling menarik dalam sepak bola dunia.
Pertarungan 2027 Bukan Sekadar Soal Infantino
Pada akhirnya, perdebatan mengenai FIFA dan Infantino tidak hanya berkaitan dengan siapa yang akan menduduki kursi presiden.
Isu yang lebih besar menyangkut bagaimana organisasi dengan 211 anggota tersebut mengambil keputusan, mengelola kepentingan komersial, menerima kritik, serta menjaga keseimbangan antara konfederasi dan asosiasi nasional.
FIFA sendiri menegaskan bahwa tanggung jawab organisasi berada pada 211 Asosiasi Anggota dan sepak bola di seluruh dunia.
Karena itu, pesan terbaru FIFA cukup jelas: setiap perubahan kepemimpinan harus mengikuti mekanisme resmi dan proses demokratis yang berlaku.
Namun, dukungan FIFA terhadap Infantino juga tidak berarti seluruh persoalan telah selesai.
Menjelang 2027, pertanyaan terbesar bukan hanya apakah Infantino mampu bertahan. Pertanyaannya adalah apakah FIFA mampu membuktikan bahwa keputusan tentang masa depan sepak bola dunia benar-benar ditentukan oleh aturan, suara anggota, dan kepentingan sepak bola—bukan oleh tekanan politik di balik layar. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar