Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Lagu Diprotes Publik, Ini Penjelasan Lengkap Bupati Purwakarta

Lagu Diprotes Publik, Ini Penjelasan Lengkap Bupati Purwakarta

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lagu Bupati Purwakarta menjadi sorotan publik setelah liriknya memicu perdebatan dan menuai kritik dari sejumlah kalangan. Lagu kontroversial Bupati Purwakarta itu dinilai oleh sebagian pihak mengandung diksi yang dianggap merendahkan perempuan. Menanggapi polemik tersebut, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyampaikan permintaan maaf sekaligus menjelaskan latar belakang lahirnya karya yang kini ramai diperbincangkan.

Penjelasan itu disampaikan setelah lagu berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejat menjadi perbincangan di media sosial dan memicu beragam respons. Selain kritik dari masyarakat, lagu tersebut juga menjadi perhatian sejumlah pihak yang meminta agar karya itu ditarik dari ruang publik.

Permintaan Maaf Disampaikan di Tengah Ramainya Polemik

Dalam keterangannya kepada wartawan, Saepul Bahri Binzein menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada mereka yang merasa tersinggung oleh isi lagu tersebut.

Ia mengatakan tidak pernah bermaksud merendahkan ataupun mendiskreditkan perempuan melalui karya yang dibuatnya. Sebaliknya, ia menghormati berbagai masukan dan kritik yang muncul sebagai bagian dari kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat.

Menurutnya, setiap karya seni berpotensi menghadirkan beragam penafsiran. Karena itu, ia memilih menyampaikan klarifikasi agar publik memperoleh gambaran yang utuh mengenai proses lahirnya lagu tersebut.

Permintaan maaf itu disampaikan setelah kontroversi terus berkembang dan menjadi perbincangan di berbagai platform digital.

Berawal dari Puisi yang Ditulis Sebelum Menjabat

Saepul menjelaskan bahwa lagu tersebut berasal dari sebuah puisi yang ia tulis pada 2020, jauh sebelum menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Ia menyebut puisi itu merupakan refleksi atas pengalaman hidup dan perenungan pribadi yang kemudian dituangkan dalam bentuk karya sastra.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2023, seorang seniman meminta izin untuk mengaransemen puisi tersebut menjadi sebuah lagu. Dari proses itulah karya tersebut akhirnya diproduksi dan dipublikasikan.

Ia juga menegaskan bahwa pembuatan lagu tidak melibatkan anggaran maupun fasilitas milik Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Seluruh proses produksi, kata dia, berlangsung sebagai bagian dari aktivitas pribadi di luar tugasnya sebagai kepala daerah.

Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang mengenai asal-usul lagu dan proses pembuatannya.

Respons terhadap Somasi dan Permintaan Penarikan Lagu

Kontroversi yang muncul tidak berhenti pada kritik di media sosial. Sejumlah pihak juga melayangkan somasi serta meminta agar lagu tersebut ditarik dari ruang publik.

Menanggapi hal itu, Saepul mengatakan akan berkonsultasi lebih dahulu dengan tim kuasa hukumnya sebelum mengambil keputusan.

Menurutnya, setiap langkah perlu mempertimbangkan aspek hukum sekaligus menghormati aspirasi masyarakat yang telah menyampaikan keberatan terhadap isi lagu tersebut.

Hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai apakah lagu itu akan tetap dipublikasikan atau ditarik dari peredaran.

Polemik yang Menjadi Pengingat bagi Pejabat Publik

Perdebatan mengenai lagu tersebut menunjukkan bahwa karya seni dapat memunculkan beragam tafsir ketika hadir di ruang publik, terlebih jika penciptanya merupakan seorang pejabat.

Situasi ini juga memperlihatkan bahwa karya kreatif tidak hanya dinilai dari maksud pembuatnya, tetapi juga dari cara masyarakat memaknainya. Karena itu, komunikasi yang terbuka menjadi salah satu langkah penting untuk menjelaskan konteks sekaligus meredakan kesalahpahaman.

Di sisi lain, polemik ini kembali mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi berjalan berdampingan dengan tanggung jawab sosial, terutama ketika menyangkut isu yang sensitif dan menyentuh kepentingan publik.

Sementara itu, perhatian masyarakat kini masih tertuju pada langkah yang akan diambil Bupati Purwakarta setelah berkonsultasi dengan kuasa hukumnya terkait keberadaan lagu tersebut.

Kontroversi bisa muncul dari sebuah karya, tetapi cara merespons kritik sering kali menentukan bagaimana publik menilai integritas pembuatnya. Kini, perhatian tertuju pada langkah lanjutan Bupati Purwakarta setelah memilih menjelaskan duduk perkara sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • layanan inklusif BSI

    BSI Dorong Layanan Inklusif bagi Disabilitas di Seluruh Outlet

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    BSI memperluas layanan inklusif bagi disabilitas melalui rekrutmen, fasilitas ramah akses, dan pembinaan UMKM. albadarpost.com, HUMANIORA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus memperluas layanan inklusif BSI bagi penyandang disabilitas. Kebijakan ini penting karena akses layanan keuangan masih belum sepenuhnya ramah bagi kelompok rentan. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa perseroan membuka kesempatan […]

  • Bantuan S1 Guru

    Bantuan Kuliah S1 Guru Dibuka, Cek Syarat Sebelum Terlambat

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kesempatan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik S-1 atau D-4 kembali dibuka. Melalui Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan bantuan pendidikan bagi guru yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan studi melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Informasi ini bersumber dari akun Kemendikdasmen serta laman resmi […]

  • Tamu Allah

    Terungkap! Mengapa Jamaah Haji Disebut Tamu Allah?

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Istilah tamu Allah sudah sangat akrab di telinga umat Islam, terutama saat musim haji tiba. Sebutan itu diberikan kepada jamaah haji yang datang ke Tanah Suci untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Dalam ajaran Islam, istilah tamu Allah bukan sekadar ungkapan simbolis, tetapi memiliki makna spiritual yang sangat dalam. Karena itu, banyak orang […]

  • Gedung Bank Syariah Indonesia Tasikmalaya sebagai simbol layanan publik perbankan yang dituntut transparansi informasi.

    Ketika Amanah Diuji di Bank BSI Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Dalam Islam, amanah bukan sekadar istilah etis. Ia adalah perjanjian antara manusia dan Allah. Setiap harta yang dikelola, terlebih yang bersumber dari dana publik, kelak akan dimintai hisab. Karena itu, lembaga keuangan syariah tidak cukup hanya berlabel “Islam”, tetapi wajib menjelmakan nilai-nilai Islam dalam praktik nyata. Peresmian gedung megah Bank Syariah Indonesia […]

  • Ilustrasi arus balik Lebaran menuju Jakarta dengan jalan tol lengang saat dini hari tanpa kemacetan

    Arus Balik 2026: Jam Berangkat Ini Bikin Kamu Tiba di Jakarta Pagi Tanpa Macet

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menentukan waktu terbaik arus balik menjadi kunci agar perjalanan kembali ke Jakarta tetap lancar. Banyak pemudik ingin tiba pagi hari tanpa terjebak macet panjang. Namun, tanpa strategi waktu yang tepat, perjalanan justru bisa berjam-jam lebih lama. Karena itu, memahami pola arus balik Lebaran 2026 menjadi sangat penting, terutama bagi Anda yang […]

  • banjir bandang Bandung Barat

    BPBD Bandung Barat Tangani Banjir Bandang yang Merendam Area Wisata

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Banjir bandang Bandung Barat merendam area wisata dan sawah, disertai longsor di dua kecamatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir bandang Bandung Barat kembali memicu kerusakan pada area wisata dan lahan pertanian, Kamis ini. Peristiwa yang dipicu cuaca buruk itu menegaskan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Jawa Barat, terutama pada puncak musim hujan. Cuaca ekstrem […]

expand_less