Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kasus HIV Pelajar Terungkap, Disdik Pangandaran Perketat Pengawasan

Kasus HIV Pelajar Terungkap, Disdik Pangandaran Perketat Pengawasan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • visibility 158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus HIV pelajar di Pangandaran memicu pengetatan pengawasan sekolah dan kolaborasi lintas instansi.

albadarpost.com, LENSA – Kasus HIV pelajar kembali mencuat di Kabupaten Pangandaran. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menemukan indikasi kasus HIV pelajar setelah pemeriksaan kesehatan oleh Puskesmas mengonfirmasi adanya siswa SMP yang terjangkit. Temuan ini berasal dari satuan pendidikan di Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya, dua wilayah perbatasan yang selama ini dianggap rawan. Kondisi tersebut menimbulkan perhatian karena berkaitan langsung dengan keamanan lingkungan belajar dan pola interaksi remaja.

Kepala Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriadi, membenarkan temuan itu. Ia menegaskan bahwa data lengkap kasus berada di Dinas Kesehatan, namun pihaknya menilai perubahan perilaku remaja saat ini tidak lepas dari pengaruh media sosial. Dalam pandangannya, perkembangan digital membawa dampak besar terhadap cara siswa berinteraksi, membentuk identitas, dan mengakses informasi. “Kami sangat konsen menjaga perilaku budaya dan karakter peserta didik,” ujarnya.

Soleh mengatakan indikasi penyebaran HIV di kalangan remaja diperkirakan sudah berlangsung sejak lama, tetapi baru terpantau meningkat dalam dua bulan terakhir. Sosialisasi sebelumnya di Mangunjaya dan Padaherang, menurutnya, menunjukkan adanya potensi masalah serupa. Karena itu, koordinasi dilaksanakan dengan Puskesmas, organisasi wilayah pendidikan, MKKS, K3S, hingga PGRI. Ia menyebut langkah bersama ini sebagai upaya perlindungan terhadap pelajar di tingkat dasar maupun menengah.


Tekanan Sosial Baru dan Perubahan Perilaku Remaja

Di lapangan, guru dan tenaga kesehatan melihat perubahan dinamika sosial di tingkat keluarga ikut berperan. Remaja semakin cepat terekspos informasi digital tanpa pendampingan memadai. Hal tersebut membuat kontrol keluarga melemah. Fenomena itu menjadi ruang bagi perilaku berisiko, termasuk berganti pasangan dan hubungan seksual tidak aman yang berpotensi memunculkan kasus HIV pelajar di wilayah tersebut.

Baca juga: Pesawat GA8 Airvan Alami Loss Power, Pilot Arahkan Pendaratan ke Sawah

Dampak pendidikan kini melebar: sekolah harus mengelola kelas, kurikulum, dan bimbingan konseling dalam ekosistem sosial yang berubah. Model pembelajaran karakter yang selama ini diterapkan dinilai belum cukup adaptif untuk menghadapi tekanan digital yang semakin mudah diakses. Dari sisi psikologis, remaja juga menghadapi kebutuhan penerimaan sosial yang tinggi, dan algoritma media sosial ikut memperkuat pola pencarian identitas yang tidak selalu sehat.

Baca juga: Akses KUR Bekasi Dikeluhkan Rumit, Pemkab Janji Permudah Proses Kredit

Soleh menyatakan media sosial memberi ruang baru bagi perilaku berisiko itu. “Fenomena sekarang banyak yang tidak bijak dan akhirnya menjerumuskan peserta didik,” katanya. Dalam konteks ini, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan disebut sebagai langkah strategis untuk mengembalikan fungsi sekolah sebagai ruang aman.


Data Kesehatan dan Tantangan Penanganan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pangandaran, dr. Rina Veriany, mencatat sedikitnya 35 kasus positif HIV sepanjang Januari hingga September 2025. Sebagian besar penderitanya merupakan kelompok laki-laki dengan hubungan seksual berisiko. Ia tidak menyebut detail data jumlah pelajar yang terdampak, namun menjelaskan bahwa pola penularan masih didominasi hubungan seksual tidak aman serta paparan darah.

Menurut Rina, tantangan utama penanganan HIV di usia remaja bukan hanya pada aspek medis, tetapi juga kesenjangan informasi dan stigma. Banyak keluarga menunda pemeriksaan karena takut tekanan sosial. Lingkungan sekolah pun sering kesulitan melakukan edukasi seksualitas secara terbuka karena faktor budaya.

Dalam konteks itu, kebijakan pendidikan daerah dinilai perlu diperbarui. Pemerintah daerah didorong menyusun kurikulum kesehatan reproduksi yang lebih relevan, membangun layanan konseling ramah remaja, serta menata sistem pengawasan yang melibatkan keluarga. (Red/Arrian)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JAZIRAH CCE 2026

    Herdiat: JAZIRAH x CCE 2026 Pecahkan Sejarah Ekonomi Syariah Priangan Timur

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Gelaran JAZIRAH x CCE 2026 menciptakan momentum baru bagi perkembangan ekonomi syariah di Priangan Timur. Tidak digelar di pusat kota, tidak pula berada di kawasan jalan tol, kegiatan yang berlangsung di kawasan Rest Area Situs Karangkamulyan justru memperlihatkan arah baru: ekonomi syariah mulai tumbuh dari ruang ekonomi rakyat. Bupati Ciamis Dr. […]

  • dinamika internal PBNU

    PBNU Tegaskan Dinamika Internal Tak Pengaruhi Mandat Gus Yahya sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Gus Yahya menegaskan tetap menjalankan amanah Muktamar di tengah dinamika internal PBNU yang berkembang. albadarpost.com, HUMANIORA — Di tengah menguatnya dinamika internal PBNU, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memastikan mandat hasil Muktamar Ke-34 tetap dijalankan hingga akhir masa jabatan. Pernyataan ini menjadi garis tegas bahwa isu desakan mundur tidak memengaruhi […]

  • Kantor Urusan Agama memberikan layanan konsultasi keluarga, nikah, dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat

    Banyak yang Belum Tahu! KUA Ternyata Punya 9 Layanan Penting

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Layanan KUA ternyata tidak berhenti di urusan pernikahan. Di balik itu, ada peran yang lebih luas. Bahkan, fungsi KUA saat ini mulai menyentuh banyak sisi kehidupan masyarakat, dari keluarga hingga urusan sosial keagamaan. Tidak semua orang tahu ini. Padahal manfaatnya terasa. Perubahan Pelan, Tapi Dampaknya Nyata Selama ini, banyak orang datang ke KUA […]

  • Stadion Piala Dunia 2026

    Stadion Piala Dunia 2026, Ada Cerita Maradona hingga Venue Futuristik

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Atmosfer Stadion Piala Dunia 2026 perlahan mulai terasa, bahkan ketika kick-off masih cukup jauh. FIFA sudah menetapkan 16 stadion di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai venue resmi World Cup 2026. Namun kali ini, yang menarik bukan cuma pertandingan. Ada kota yang mungkin tak tidur selama turnamen berlangsung. Ada stadion yang […]

  • Ilustrasi sepiring nasi hangat di meja makan keluarga sebagai simbol cinta dalam sepiring nasi untuk suami dan anak.

    Cinta dalam Sepiring Nasi: Bahasa Cinta Paling Tulus

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Cinta dalam Sepiring Nasi bukan sekadar ungkapan puitis. Frasa ini menggambarkan bagaimana masakan menjadi bahasa cinta keluarga, sekaligus bentuk kasih sayang paling nyata untuk suami dan anak. Melalui sepiring nasi hangat, seorang istri dan ibu menyampaikan perhatian, doa, dan pengorbanan tanpa banyak kata. Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat, dapur […]

  • Ilustrasi suasana keluarga muslim damai dan harmonis sebagai gambaran hayatan thayyibah dalam QS An-Nahl ayat 97

    QS An-Nahl 97: Rahasia Hidup Tenang dan Berkah

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Dalam QS An-Nahl ayat 97, Allah menjanjikan hayatan thayyibah atau kehidupan yang baik bagi siapa pun yang beriman dan beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan. Istilah ini kerap diterjemahkan sebagai hidup yang tenang, berkah, dan penuh makna. Menariknya, ayat ini tidak memberi ruang perbedaan berdasarkan gender dalam urusan pahala. Sebaliknya, ukuran yang digunakan […]

expand_less