Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kasus HIV Pelajar Terungkap, Disdik Pangandaran Perketat Pengawasan

Kasus HIV Pelajar Terungkap, Disdik Pangandaran Perketat Pengawasan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • visibility 217
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus HIV pelajar di Pangandaran memicu pengetatan pengawasan sekolah dan kolaborasi lintas instansi.

albadarpost.com, LENSA – Kasus HIV pelajar kembali mencuat di Kabupaten Pangandaran. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menemukan indikasi kasus HIV pelajar setelah pemeriksaan kesehatan oleh Puskesmas mengonfirmasi adanya siswa SMP yang terjangkit. Temuan ini berasal dari satuan pendidikan di Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya, dua wilayah perbatasan yang selama ini dianggap rawan. Kondisi tersebut menimbulkan perhatian karena berkaitan langsung dengan keamanan lingkungan belajar dan pola interaksi remaja.

Kepala Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriadi, membenarkan temuan itu. Ia menegaskan bahwa data lengkap kasus berada di Dinas Kesehatan, namun pihaknya menilai perubahan perilaku remaja saat ini tidak lepas dari pengaruh media sosial. Dalam pandangannya, perkembangan digital membawa dampak besar terhadap cara siswa berinteraksi, membentuk identitas, dan mengakses informasi. “Kami sangat konsen menjaga perilaku budaya dan karakter peserta didik,” ujarnya.

Soleh mengatakan indikasi penyebaran HIV di kalangan remaja diperkirakan sudah berlangsung sejak lama, tetapi baru terpantau meningkat dalam dua bulan terakhir. Sosialisasi sebelumnya di Mangunjaya dan Padaherang, menurutnya, menunjukkan adanya potensi masalah serupa. Karena itu, koordinasi dilaksanakan dengan Puskesmas, organisasi wilayah pendidikan, MKKS, K3S, hingga PGRI. Ia menyebut langkah bersama ini sebagai upaya perlindungan terhadap pelajar di tingkat dasar maupun menengah.


Tekanan Sosial Baru dan Perubahan Perilaku Remaja

Di lapangan, guru dan tenaga kesehatan melihat perubahan dinamika sosial di tingkat keluarga ikut berperan. Remaja semakin cepat terekspos informasi digital tanpa pendampingan memadai. Hal tersebut membuat kontrol keluarga melemah. Fenomena itu menjadi ruang bagi perilaku berisiko, termasuk berganti pasangan dan hubungan seksual tidak aman yang berpotensi memunculkan kasus HIV pelajar di wilayah tersebut.

Baca juga: Pesawat GA8 Airvan Alami Loss Power, Pilot Arahkan Pendaratan ke Sawah

Dampak pendidikan kini melebar: sekolah harus mengelola kelas, kurikulum, dan bimbingan konseling dalam ekosistem sosial yang berubah. Model pembelajaran karakter yang selama ini diterapkan dinilai belum cukup adaptif untuk menghadapi tekanan digital yang semakin mudah diakses. Dari sisi psikologis, remaja juga menghadapi kebutuhan penerimaan sosial yang tinggi, dan algoritma media sosial ikut memperkuat pola pencarian identitas yang tidak selalu sehat.

Baca juga: Akses KUR Bekasi Dikeluhkan Rumit, Pemkab Janji Permudah Proses Kredit

Soleh menyatakan media sosial memberi ruang baru bagi perilaku berisiko itu. “Fenomena sekarang banyak yang tidak bijak dan akhirnya menjerumuskan peserta didik,” katanya. Dalam konteks ini, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan disebut sebagai langkah strategis untuk mengembalikan fungsi sekolah sebagai ruang aman.


Data Kesehatan dan Tantangan Penanganan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pangandaran, dr. Rina Veriany, mencatat sedikitnya 35 kasus positif HIV sepanjang Januari hingga September 2025. Sebagian besar penderitanya merupakan kelompok laki-laki dengan hubungan seksual berisiko. Ia tidak menyebut detail data jumlah pelajar yang terdampak, namun menjelaskan bahwa pola penularan masih didominasi hubungan seksual tidak aman serta paparan darah.

Menurut Rina, tantangan utama penanganan HIV di usia remaja bukan hanya pada aspek medis, tetapi juga kesenjangan informasi dan stigma. Banyak keluarga menunda pemeriksaan karena takut tekanan sosial. Lingkungan sekolah pun sering kesulitan melakukan edukasi seksualitas secara terbuka karena faktor budaya.

Dalam konteks itu, kebijakan pendidikan daerah dinilai perlu diperbarui. Pemerintah daerah didorong menyusun kurikulum kesehatan reproduksi yang lebih relevan, membangun layanan konseling ramah remaja, serta menata sistem pengawasan yang melibatkan keluarga. (Red/Arrian)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Caregiver

    Peran Caregiver Menentukan Kualitas Hidup Pasien

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Peran caregiver menopang perawatan harian pasien dan menentukan kualitas hidup kelompok rentan. albadarpost.com, LIFE STYLE – Peran caregiver kian krusial dalam sistem perawatan kesehatan dan sosial. Mereka memastikan individu lanjut usia, penyandang disabilitas, atau pasien dengan penyakit kronis tetap dapat menjalani aktivitas harian secara aman dan bermartabat. Di balik fungsi itu, terdapat beban fisik dan […]

  • Bank Galunggung Tasikmalaya

    Bank Galunggung Tumbuh di Atas Rp418 Miliar, Bupati Tasikmalaya Beri Apresiasi

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kalau bicara Bank Galunggung Tasikmalaya, suasananya memang sedang tidak biasa. Di usia yang ke-15 tahun, bank milik daerah ini muncul dengan catatan kinerja yang cukup solid dan langsung mendapat perhatian dari Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin. Momen HUT kali ini tidak hanya jadi acara seremonial. Di baliknya, ada angka-angka yang cukup […]

  • Dana MBG Raib

    Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Gizi Anak, Ahli Gizi Dorong Evaluasi Berkelanjutan

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Ahli gizi nilai program makan bergizi gratis penting untuk masa depan anak, namun perlu evaluasi agar manfaatnya maksimal. Program Makan Bergizi Gratis Dorong Generasi Sehat Indonesia albadarpost.com, HUMANIORA – Program makan bergizi gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu kebijakan unggulan di bidang kesehatan masyarakat. Tujuannya sederhana namun krusial: memperbaiki status gizi […]

  • doa hati tenang

    Doa Agar Hati Tenang: Sederhana Tapi Sering Dilupakan

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 225
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Setiap orang pasti pernah merasakan gelisah, cemas, dan hati yang tidak tenang. Saat pikiran terasa penuh, banyak orang mencari doa hati tenang agar perasaan kembali damai. Selain itu, doa penenang hati dan doa agar tidak gelisah sering dicari karena mampu membantu seseorang lebih kuat menghadapi masalah. Namun, banyak orang lupa bahwa ketenangan […]

  • Nafas Takdir

    Syekh Athoillah: Jangan Habiskan Nafas untuk Hal Sia-Sia

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 253
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman sekarang, banyak orang mengenal bunyi notifikasi lebih cepat daripada suara hati mereka sendiri. Bahkan sebelum mata benar-benar terbuka, tangan sudah lebih dulu meraba ponsel di samping bantal. Scroll sebentar. Buka video pendek. Lihat komentar orang lain. Lalu tanpa sadar, hampir setengah jam hilang begitu saja. Padahal dalam Islam, setiap tarikan […]

  • tata kelola kehutanan Jabar

    Tata Kelola Kehutanan Jabar Diuji oleh Masifnya Kerusakan Hutan

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Kerusakan hutan Jabar menguji tata kelola kehutanan dan konsistensi kebijakan lingkungan daerah. albadarpost.com, HUMANIORA – Lebih dari 800 ribu hektare lahan di Jawa Barat berada dalam kondisi kritis atau rusak. Angka ini bukan sekadar statistik ekologis. Ia adalah indikator kegagalan tata kelola kehutanan Jabar dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, tekanan populasi, dan keberlanjutan lingkungan. […]

expand_less