Langensari Sambut Tahun Baru Islam dengan Cara yang Berbeda
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ribuan warga menghadiri Gebyar Muharraman Langensari 2026 dengan parade drumband, 1.000 tumpeng, dan santunan anak yatim. Rabu (24/6/26).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi itu, jalan-jalan di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, tidak seperti biasanya. Sejak matahari mulai naik, warga sudah berdatangan dari berbagai desa dan kelurahan. Sebagian membawa keluarga, sebagian lagi datang bersama rombongan. Mereka berkumpul untuk mengikuti Gebyar Muharraman Langensari, sebuah perayaan Tahun Baru Islam yang memadukan nilai keagamaan, budaya, dan kepedulian sosial dalam satu rangkaian kegiatan.
Perayaan Muharram, suraan, dan tradisi menyambut Tahun Baru Islam memang bukan hal baru bagi masyarakat. Namun tahun ini, Gebyar Muharraman Langensari kembali menunjukkan bahwa tradisi keagamaan masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah perubahan zaman.
Rabu (24/6/2026), ribuan warga memadati lokasi kegiatan yang dipusatkan di wilayah Kecamatan Langensari. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hingga malam hari.
Dari Ngontel Bareng hingga Parade Drumband yang Meriah
Suasana kebersamaan langsung terasa sejak rangkaian acara dimulai.
Warga dari berbagai kalangan mengikuti kegiatan ngontel bareng yang menjadi pembuka perayaan. Tidak lama kemudian, perhatian masyarakat beralih ke parade drumband yang melibatkan pelajar dan kelompok drumband dari sejumlah desa serta kelurahan.
Iringan musik yang menggema di sepanjang jalur kegiatan berhasil menarik perhatian warga. Anak-anak tampak antusias menyaksikan penampilan para peserta. Sementara itu, orang tua memanfaatkan momen tersebut untuk berkumpul bersama keluarga.

Ribuan warga menghadiri Gebyar Muharraman Langensari 2026 dengan parade drumband, 1.000 tumpeng, dan santunan anak yatim. Rabu (24/6/26).
Selain menjadi hiburan, parade drumband juga memperlihatkan semangat generasi muda yang terlibat aktif dalam kegiatan masyarakat.
Karena itu, suasana perayaan tidak hanya terasa meriah, tetapi juga menghadirkan energi positif yang mempererat hubungan antarwarga.
Ketika 1.000 Tumpeng Menjadi Simbol Kebersamaan
Memasuki siang hari, perhatian masyarakat beralih ke rangkaian suraan yang menjadi inti kegiatan.
Di tengah suasana penuh kekhidmatan, panitia menggelar khatmil Al-Qur’an sebagai bagian dari syiar Islam dalam menyambut Tahun Baru Hijriah.
Namun salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah Gebyar 1.000 Tumpeng.
Ratusan tumpeng yang tersusun rapi menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat yang telah diterima selama setahun terakhir.
Di sisi lain, tradisi tersebut juga menjadi gambaran kuat tentang semangat gotong royong yang masih terjaga di Langensari.
Masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton. Mereka ikut terlibat dalam proses persiapan, pelaksanaan, hingga menyukseskan seluruh rangkaian acara.
Karena itulah, Gebyar Muharraman Langensari tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, melainkan ruang pertemuan yang memperkuat kebersamaan.
Santunan 340 Anak Yatim Hadirkan Pesan Kepedulian
Di tengah kemeriahan acara, ada satu momen yang menghadirkan suasana berbeda.
Sebanyak 340 anak yatim dari berbagai desa dan kelurahan menerima santunan yang disiapkan panitia.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa Tahun Baru Islam tidak hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama.
Ketua DKM Masjid Besar Assalam sekaligus Wakil Ketua Panitia Gebyar Muharraman, H. Badru, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini telah berlangsung secara konsisten selama lima tahun terakhir.
Menurutnya, tujuan utama kegiatan adalah mengajak masyarakat semakin mencintai ajaran Islam sekaligus memahami makna Tahun Baru Hijriah sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi di tengah masyarakat yang semakin beragam.
Dukungan Pemerintah dan Semangat Warga
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Banjar H. Supriana, Camat Langensari, Kapolsek Langensari, Danramil Langensari, unsur Forkopimcam, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, H. Supriana menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat yang berhasil menyelenggarakan kegiatan berskala besar dengan suasana yang tertib dan penuh kebersamaan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kepedulian sosial, sekaligus menjaga tradisi lokal yang sarat nilai kebersamaan.
Menjelang malam, rangkaian acara berlanjut dengan Tablig Akbar yang menghadirkan mubaligah Liza Azizah. Kehadirannya diperkirakan semakin menambah antusiasme masyarakat yang sejak pagi mengikuti berbagai kegiatan.
Bagi banyak warga, perayaan ini bukan sekadar agenda kalender tahunan. Lebih dari itu, Muharram menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga, memperkuat nilai keislaman, dan menumbuhkan semangat berbagi.
Di saat banyak tradisi perlahan memudar, Langensari justru menunjukkan hal sebaliknya. Ribuan warga berkumpul bukan hanya untuk merayakan pergantian tahun Hijriah, tetapi juga untuk menjaga nilai yang lebih besar: persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan yang tidak lekang oleh waktu. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar