Tina Wiryawati Serap Keluhan Warga Ciamis, Infrastruktur dan Banjir Jadi Sorotan Utama
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota DPRD Jawa Barat Tina Wiryawati berdialog dengan warga Kabupaten Ciamis saat kegiatan reses membahas infrastruktur, Posyandu, banjir dan kekeringan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Reses DPRD Jabar Ciamis kembali menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan yang selama ini mereka rasakan secara langsung. Dalam kegiatan serap aspirasi yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, berbagai persoalan mendasar mencuat ke permukaan. Mulai dari pembangunan infrastruktur desa, peningkatan kesejahteraan kader Posyandu, hingga penanganan banjir dan kekeringan menjadi perhatian utama warga.
Berbeda dengan sekadar agenda formal, reses kali ini memperlihatkan bagaimana masyarakat ingin pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan. Karena itu, warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan harapan sekaligus tantangan yang mereka hadapi sehari-hari.
Infrastruktur Desa Masih Menjadi Kebutuhan Prioritas
Salah satu aspirasi yang mengemuka datang dari masyarakat Kecamatan Banjarsari. Warga berharap pemerintah dapat membantu penyelesaian pengecatan Aula Kantor Desa Banjarsari yang selama ini menjadi pusat berbagai aktivitas pemerintahan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurut warga, keberadaan aula yang representatif sangat penting karena menjadi tempat pelaksanaan rapat, pelayanan publik, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat. Oleh sebab itu, penyelesaian fasilitas tersebut dinilai dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mendukung efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain menjadi pusat administrasi desa, aula tersebut juga memiliki peran strategis dalam memperkuat interaksi sosial antarwarga. Karena alasan itulah, masyarakat berharap pembangunan yang masih tersisa dapat segera direalisasikan.
Kader Posyandu Dinilai Layak Mendapat Perhatian Lebih
Selain infrastruktur, isu kesejahteraan kader Posyandu juga menjadi salah satu topik yang paling banyak disampaikan masyarakat dalam agenda reses tersebut.
Warga Kecamatan Lakbok menilai kader Posyandu memiliki kontribusi besar dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat. Mereka aktif mendampingi ibu hamil, memantau tumbuh kembang balita, serta membantu berbagai program kesehatan pemerintah di tingkat akar rumput.
Namun demikian, tanggung jawab besar tersebut dinilai belum sepenuhnya sebanding dengan dukungan yang diterima para kader. Karena itu, masyarakat berharap adanya peningkatan insentif sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.
Selain meningkatkan motivasi kader, dukungan yang memadai juga diyakini mampu memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Terlebih lagi, Posyandu merupakan salah satu garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan keluarga.
Banjir Saat Hujan, Kekeringan Saat Kemarau
Persoalan lingkungan menjadi isu lain yang mendapat perhatian serius dalam dialog antara warga dan wakil rakyat tersebut.
Sejumlah wilayah di Ciamis bagian selatan masih menghadapi siklus masalah yang berulang setiap tahun. Ketika musim hujan datang, beberapa kawasan mengalami banjir yang mengganggu aktivitas warga dan merusak lahan pertanian. Sebaliknya, saat musim kemarau tiba, masyarakat justru menghadapi keterbatasan pasokan air bersih akibat kekeringan.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kehidupan sehari-hari warga, tetapi juga berdampak terhadap produktivitas pertanian serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, warga meminta adanya langkah konkret yang mampu memberikan solusi jangka panjang, bukan sekadar penanganan sementara ketika bencana terjadi.
Tina Wiryawati Dorong Solusi Berkelanjutan
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, Tina Wiryawati menegaskan bahwa seluruh masukan akan menjadi bahan perjuangan di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Setiap usulan yang muncul dalam reses memiliki nilai penting karena lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Oleh karena itu, aspirasi terkait pembangunan desa, kesejahteraan kader Posyandu, hingga persoalan lingkungan akan dikawal sesuai kewenangan yang ada.
Ia juga menilai bahwa penanganan banjir dan kekeringan membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui perbaikan sistem drainase, normalisasi saluran air, pembangunan sarana penampungan air, serta penguatan program konservasi lingkungan.
Selain itu, Tina menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Sebaliknya, partisipasi aktif masyarakat juga memegang peranan penting dalam menjaga lingkungan dan mendukung berbagai program pembangunan berkelanjutan.
Karena itulah, sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
Melalui kegiatan reses ini, berbagai suara dari masyarakat Kabupaten Ciamis mendapat ruang untuk didengar dan diperjuangkan. Harapannya, aspirasi tersebut tidak berhenti sebagai catatan, melainkan dapat diwujudkan menjadi program pembangunan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar