Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Mengapa Muharram Sering Berlalu Tanpa Perubahan?

Mengapa Muharram Sering Berlalu Tanpa Perubahan?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang Muharram, suasana masjid di berbagai kampung kembali hidup. Anak-anak berlatih pawai obor, pengajian Tahun Baru Islam digelar, dan ucapan selamat Muharram memenuhi media sosial. Namun di balik semarak tersebut, ada satu pertanyaan yang jarang dibahas: mengapa banyak orang gagal memanfaatkan Muharram sebagai momentum perubahan?

Padahal makna hijrah, pesan hijrah, dan sejarah hijrah merupakan inti dari Tahun Baru Islam. Ironisnya, banyak orang merayakan Muharram setiap tahun, tetapi tetap mengulang kebiasaan yang sama. Kalender berubah. Angka tahun bertambah. Namun hidup berjalan di tempat.

Jawabannya ternyata bisa ditemukan dalam sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW.

Muharram Sering Dirayakan, Tetapi Jarang Dimaknai

Di banyak daerah, malam 1 Muharram berlangsung meriah. Lampu masjid menyala hingga larut malam. Warga berkumpul mengikuti pengajian. Anak-anak berjalan membawa obor menyusuri jalan kampung.

Pemandangan itu indah.

Namun sering kali Muharram berhenti sebagai perayaan.

Banyak orang mengingat tanggalnya, tetapi melupakan pesannya.

Padahal para sahabat tidak memilih peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai awal kalender Islam. Mereka juga tidak memilih turunnya wahyu pertama. Sebaliknya, mereka memilih peristiwa hijrah sebagai titik awal penanggalan Islam.

Keputusan itu bukan tanpa alasan.

Hijrah merupakan simbol perubahan besar yang lahir dari keimanan, pengorbanan, dan keberanian meninggalkan zona nyaman.

Sejarah Hijrah Mengajarkan Bahwa Perubahan Tidak Instan

Salah satu kesalahan terbesar manusia adalah menginginkan perubahan tanpa proses.

Padahal sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW menunjukkan hal yang berbeda.

Sebelum hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW menghadapi berbagai ujian. Beliau dicaci, diusir, bahkan menghadapi ancaman pembunuhan dari kaum Quraisy.

Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia.” (QS. An-Nahl: 41)

Ayat ini menunjukkan bahwa hijrah bukan jalan yang mudah.

Karena itu, banyak orang gagal memanfaatkan Muharram karena mereka menginginkan hasil tanpa perjuangan. Mereka ingin hidup berubah dalam semalam, padahal perubahan sejati membutuhkan kesabaran dan konsistensi.

Banyak Orang Mengganti Target, Bukan Mengganti Diri

Muharram sering identik dengan resolusi.

Ada yang ingin lebih sukses dalam usaha. Ada yang ingin memiliki pekerjaan lebih baik. Dan ada pula yang ingin mencapai target-target duniawi lainnya.

Semua itu tidak salah.

Namun sejarah hijrah mengajarkan bahwa perubahan pertama bukan terletak pada target, melainkan pada diri sendiri.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Ayat ini sering dikutip. Akan tetapi, tidak semua orang benar-benar mengamalkannya.

Banyak orang ingin hasil berbeda, tetapi tetap mempertahankan kebiasaan lama.

Mereka berharap hidup berubah, tetapi enggan memperbaiki salat.

Dan mereka ingin hati tenang, tetapi masih memelihara dendam.

Serta mereka ingin rezeki berkah, tetapi masih mengabaikan kejujuran.

Di sinilah letak kegagalan yang paling sering terjadi.

Muharram Bukan Tentang Pindah Tempat, Tetapi Pindah Hati

Ketika mendengar kata hijrah, sebagian orang langsung membayangkan perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain.

Padahal makna hijrah jauh lebih luas.

Rasulullah SAW bersabda:

“Seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari)

Hadis ini memberikan perspektif yang sangat penting.

Hijrah bukan hanya soal ke mana seseorang pergi.

Hijrah adalah tentang apa yang ia tinggalkan.

Meninggalkan kemalasan.

Meninggalkan kebiasaan buruk.

Dan meninggalkan maksiat yang selama ini dianggap biasa.

Karena itu, Muharram menjadi momentum yang tepat untuk bertanya kepada diri sendiri:

Apa yang harus saya tinggalkan agar hidup saya menjadi lebih baik?

Pelajaran dari Kampung yang Sering Terlupakan

Di sebuah kampung di Tasikmalaya, seorang jamaah lanjut usia terlihat duduk di serambi masjid setelah pengajian Muharram selesai. Ketika warga mulai pulang, ia masih duduk memandangi halaman masjid yang mulai sepi.

“Lima belas tahun lalu saya ikut pengajian Muharram di tempat yang sama,” katanya pelan.

“Saat itu saya berjanji akan lebih rajin ke masjid. Alhamdulillah, sampai sekarang saya masih berusaha menjaganya.”

Kalimat itu sederhana.

Namun justru di situlah makna hijrah yang sesungguhnya.

Bukan perubahan yang heboh.

Bukan perubahan yang viral.

Melainkan perubahan kecil yang terus dijaga bertahun-tahun.

Muharram Adalah Kesempatan, Bukan Sekadar Perayaan

Muharram datang setiap tahun.

Namun tidak semua orang memperoleh manfaat yang sama.

Sebagian hanya melihat pergantian tanggal.

Sebagian sibuk membuat resolusi yang akhirnya terlupakan.

Sementara itu, sebagian lainnya menjadikan Muharram sebagai titik awal memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Karena itu, amalan terbaik di bulan Muharram bukan hanya puasa, sedekah, atau membaca Al-Qur’an. Semua amalan tersebut sangat penting. Namun yang lebih penting adalah menjadikan Muharram sebagai awal perubahan yang benar-benar bertahan.

Ketika lampu masjid mulai dipadamkan malam itu, satu per satu warga pulang ke rumah masing-masing. Jalan kampung kembali sepi. Namun pertanyaan tentang hijrah seolah masih tertinggal di kepala mereka: apakah Muharram tahun ini hanya akan menjadi perayaan tahunan, atau benar-benar menjadi awal perubahan yang selama ini ditunda?

Muharram tidak meminta kita menjadi manusia sempurna dalam satu malam. Muharram hanya meminta satu langkah pertama. Sebab sejarah hijrah mengajarkan satu hal yang sering dilupakan: Allah tidak menilai seberapa cepat kita berubah, tetapi seberapa sungguh-sungguh kita berjalan menuju-Nya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BBM subsidi 50 liter

    Heboh! Batas BBM Subsidi 50 Liter per Hari Ramai Dibahas, Ini Faktanya

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu BBM subsidi 50 liter per hari tiba-tiba ramai diperbincangkan dan langsung memicu reaksi luas. Banyak masyarakat, khususnya pengguna kendaraan harian, mulai mengaitkan kabar ini dengan potensi pembatasan baru. Tidak sedikit yang menganggap aturan tersebut akan segera berlaku. Selain itu, istilah pembatasan BBM bersubsidi juga ikut mencuat. Kombinasi antara kata kunci […]

  • perlindungan PMI

    Menggugat Sistem Perlindungan Negara

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Kematian PMI di Arab Saudi menegaskan lemahnya perlindungan negara atas pekerja migran. albadarpost.com, EDITORIAL – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandung Barat, Pupung (29), meninggal dunia di Arab Saudi setelah nekat melompat dari lantai dua tempat ia bekerja. Ia diduga mengalami tekanan berat akibat tidak digaji oleh majikannya. Peristiwa ini bukan […]

  • Infografis Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjelaskan enam layanan dasar wajib bagi masyarakat sesuai Permendagri Nomor 59 Tahun 2021.

    Banyak Warga Belum Tahu, Ini 6 Hak Dasar yang Wajib Dipenuhi Pemda

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Banyak warga hafal nama kepala daerahnya. Banyak pula yang tahu program-program pembangunan yang sedang berjalan. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa ada standar pelayanan yang wajib diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat. Standar itu bernama Standar Pelayanan Minimal (SPM). Melalui Permendagri Nomor 59 Tahun 2021, pemerintah mewajibkan setiap daerah memenuhi enam layanan dasar […]

  • Wakil Bupati Garut Putri Karlina meninjau operasi gabungan pajak kendaraan bermotor di Bundaran SMKN 2 Garut.

    178 Ribu Warga Garut Tunggak Pajak Kendaraan, Potensinya Capai Rp100 Miliar

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wakil Bupati Garut Putri Karlina turun langsung meninjau operasi gabungan pajak kendaraan Garut yang digelar di kawasan Bundaran SMKN 2 Garut, Jalan Suherman, Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa (19/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut menemukan fakta mencolok: sebanyak 178 ribu wajib pajak tercatat masih menunggak pembayaran pajak kendaraan bermotor. Nilai potensi […]

  • Inggris Lolos Semifinal

    Inggris ke Semifinal, Bellingham Hancurkan Harapan Norwegia

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Inggris lolos semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu. Laga Inggris vs Norwegia di perempat final menyajikan pertarungan yang berlangsung ketat sejak menit pertama hingga peluit akhir, sebelum Jude Bellingham tampil sebagai penentu kemenangan lewat dua gol penting. Bagi Norwegia, hasil ini terasa menyakitkan. […]

  • Peserta PBBAB Pingsan

    Lomba PBBAB Memanas, Peserta SMP Berjatuhan Usai Tampil di Dalam GOR

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ajang Pawai Baris Berbaris Anak Bangsa atau PBBAB Tasikmalaya yang baru pertama kali masuk rangkaian Kejurcab mendadak menjadi sorotan. Bukan hanya karena antusiasme peserta, tetapi juga karena insiden tiga peserta SMP yang pingsan seusai tampil di dalam GOR Susi Susanti, Sabtu (16/5/2026). Peristiwa peserta PBBAB pingsan langsung memancing perhatian orang tua […]

expand_less