Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bhayangkara Fun Walk Pecah, 10 Ribu Peserta Hadir

Bhayangkara Fun Walk Pecah, 10 Ribu Peserta Hadir

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bhayangkara Galunggung Fun Walk 2026 berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (13/6/2026). Sekitar 10 ribu peserta Fun Walk Tasikmalaya memadati kawasan Mapolresta Tasikmalaya sejak pagi hari. Jalan Letnan Harun yang biasanya dipenuhi lalu lintas kendaraan berubah menjadi lautan kaos peserta dengan warna-warni yang bergerak serentak mengikuti rute jalan santai.

Bahkan sebelum matahari naik sempurna, ribuan warga sudah berdatangan ke lokasi.

Ada yang datang bersama keluarga. Ada yang membawa anak-anak. Sebagian lagi hadir bersama komunitas olahraga, rekan kerja, hingga kelompok alumni sekolah.

Dari kejauhan, siluet Gunung Galunggung yang tercetak pada kaos peserta tampak mendominasi kerumunan.

Suasana itu menciptakan pemandangan yang jarang terlihat di Kota Tasikmalaya.

Ketika Jalan Letnan Harun Berubah Menjadi Lautan Peserta

Tepat pukul 06.00 WIB, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto bersama unsur Forkopimda melepas peserta dari garis start.

Sesaat kemudian, gelombang manusia mulai bergerak.

Langkah demi langkah memenuhi ruas jalan yang telah disiapkan panitia.

Di sepanjang rute, terdengar suara tawa, obrolan ringan, hingga teriakan semangat dari peserta yang berjalan berkelompok.

Beberapa orang tua terlihat menggandeng anak-anak mereka. Sementara itu, kelompok pelajar dan mahasiswa tampak sibuk mengabadikan momen menggunakan telepon genggam.

Karena itu, kegiatan ini terasa lebih seperti pesta rakyat dibanding sekadar olahraga pagi.

Bukan Sekadar Jalan Santai

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto menegaskan bahwa Bhayangkara Galunggung Fun Walk tidak hanya bertujuan mengajak masyarakat berolahraga.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kedekatan Polri dengan masyarakat.

Selain itu, acara ini mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan.

Di sepanjang area kegiatan, panitia menghadirkan berbagai layanan pendukung.

Mulai dari pos kesehatan, pembagian air minum gratis, hingga hiburan bernuansa budaya Sunda.

Sementara itu, petugas juga memperkenalkan sejumlah program kepolisian kepada masyarakat.

Di antaranya layanan pengaduan warga, program Polisi RW, serta edukasi keselamatan berlalu lintas.

Karena itu, peserta tidak hanya berjalan santai, tetapi juga memperoleh informasi yang bermanfaat.

Semangat Galunggung Mengalir di Tengah Keramaian

Salah satu daya tarik kegiatan ini terletak pada identitas lokal yang diangkat panitia.

Nama Galunggung tidak sekadar menjadi pelengkap acara.

Sebaliknya, unsur tersebut hadir dalam berbagai detail kegiatan.

Mulai dari desain kaos peserta hingga nuansa budaya yang tampil selama acara berlangsung.

Bagi masyarakat Tasikmalaya, Gunung Galunggung bukan hanya ikon geografis.

Gunung tersebut juga menyimpan sejarah panjang yang membentuk identitas daerah.

Karena itu, banyak peserta mengaku bangga melihat simbol lokal diangkat dalam kegiatan berskala besar seperti ini.

Doorprize, Tawa, dan Kebersamaan

Ketika peserta kembali ke garis finish, suasana justru semakin meriah.

Panggung hiburan mulai dipenuhi warga yang menunggu pembagian hadiah.

Anak-anak duduk di atas tikar bersama orang tua mereka. Beberapa peserta memilih berteduh di bawah pohon sambil menikmati suasana akhir pekan.

Sesekali terdengar sorakan ketika panitia mengumumkan nomor undian pemenang.

Panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik, mulai dari sepeda motor, sepeda listrik, televisi, kulkas, hingga ratusan hadiah lainnya.

Namun bagi sebagian peserta, hadiah bukanlah alasan utama mereka datang.

Banyak warga mengaku menikmati kesempatan berkumpul bersama ribuan orang dalam suasana yang aman dan penuh kegembiraan.

Ketika Kebersamaan Menjadi Pesan Utama

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat modern, Bhayangkara Galunggung Fun Walk menghadirkan pesan yang sederhana namun kuat.

Bahwa ruang kebersamaan masih sangat dibutuhkan.

Bahwa olahraga dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial.

Dan bahwa kehadiran institusi negara akan lebih terasa ketika masyarakat dapat berinteraksi secara langsung dalam suasana yang hangat.

Sepuluh ribu peserta mungkin hanya angka.

Namun di balik angka itu terdapat ribuan cerita, ribuan langkah, dan ribuan wajah yang berkumpul dalam satu semangat yang sama.

Ketika 10 ribu langkah bergerak bersama di pagi yang sama, yang lahir bukan sekadar acara jalan santai. Yang lahir adalah energi kebersamaan yang membuat sebuah kota merasa lebih dekat, lebih hangat, dan lebih kuat dari sebelumnya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PORSADIN Indihiang

    815 Santri Meriahkan PORSADIN XI Indihiang 2026

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana berbeda terlihat di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Misbah, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, halaman madrasah sudah dipenuhi ratusan santri yang datang untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) XI tingkat Kecamatan Indihiang. PORSADIN Indihiang 2026 yang mengusung tema “Mupuk Ukhwah Meraih […]

  • tempe crispy fine dining

    Tempe Goreng Naik Level: Dari Makanan Biasa Jadi Fine Dining Viral

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tempe crispy fine dining kini menjadi tren kuliner yang menarik perhatian pecinta makanan modern. Hidangan tempe goreng premium ini menghadirkan tekstur renyah yang konsisten dengan sentuhan teknik memasak ala restoran mewah. Bahkan, tempe goreng modern ini tampil elegan dengan saus pendamping unik yang memperkaya rasa. Perubahan ini bukan sekadar gaya. Sebaliknya, inovasi […]

  • editorial media

    Editorial: Menjaga Kontrol Sosial Publik

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Editorial media adalah sikap resmi pers untuk menjaga kontrol sosial dan kepentingan publik secara terbuka. Media Menyatakan Sikap, Mengapa Ini Penting albadarpost.com, EDITORIAL – Pertanyaan tentang boleh atau tidaknya media beropini kembali muncul di ruang publik. Ini bukan perdebatan baru, tetapi tetap relevan karena menyangkut cara pers menjalankan perannya di tengah demokrasi. Yang dipersoalkan bukan […]

  • menunda amal baik

    Ulama Ingatkan Bahaya Menunda Amal Baik dan Dampaknya

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menunda amal baik bukan sekadar persoalan waktu, tetapi menyangkut kualitas iman dan arah hidup seorang Muslim. Ulama tasawuf Syekh ‘Athaillah As-Sakandari menegaskan, kebiasaan menunda kebaikan dengan alasan menunggu momen yang lebih tepat merupakan tanda kebodohan yang nyata. Peringatan ini relevan di tengah masyarakat modern yang kerap menunda ibadah, sedekah, dan tanggung jawab […]

  • ART Tasikmalaya

    Viral! Video ART Tasikmalaya Diintimidasi, Warganet Minta Pengusutan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kasus ART Tasikmalaya menjadi perbincangan publik setelah sebuah video viral Tasikmalaya memperlihatkan seorang perempuan yang disebut sebagai mantan asisten rumah tangga (ART) berada di tengah situasi yang dinilai banyak warganet penuh tekanan. Video tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu perdebatan mengenai dugaan intimidasi, perlakuan terhadap pekerja rumah tangga, serta pentingnya […]

  • korupsi dana desa

    Mantan Sekdes Sukaresik Diduga Selewengkan Dana Desa, Polisi Ungkap Kerugian Rp 706 Juta

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kasus korupsi dana desa Sukaresik menyeret eks Sekdes. Polisi ungkap modus pencairan fiktif dan kerugian Rp 706 juta. albadarpost.com, HUMANIORA – Penanganan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Pangandaran kembali mencuat setelah penyidik Satreskrim menangkap mantan Sekretaris Desa Sukaresik, YS, 31 tahun. Ia diduga menyalahgunakan alokasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun […]

expand_less