Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Diduga Gara-Gara Puntung Rokok, Pabrik Cobek Tamansari Dilalap Api

Diduga Gara-Gara Puntung Rokok, Pabrik Cobek Tamansari Dilalap Api

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran pabrik cobek kembali menjadi perhatian warga Kota Tasikmalaya setelah sebuah pabrik produksi cobek kayu di wilayah Sukahurip, Kecamatan Tamansari, terbakar pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Ironisnya, kobaran api diduga berawal dari sesuatu yang terlihat sepele: puntung rokok yang belum padam sempurna.

Peristiwa kebakaran pabrik cobek tersebut terjadi di kawasan Ciwaas Depok II, RT 005 RW 007, Kelurahan Sukahurip. Dalam waktu singkat, api menjalar ke bagian belakang bangunan dan menyebabkan kerusakan cukup parah pada area produksi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini meninggalkan pelajaran penting tentang bagaimana sebuah percikan kecil dapat berubah menjadi bencana besar.

Pemilik Awalnya Mengira Api Tidak Akan Membesar

Suasana dini hari di lingkungan sekitar pabrik sebenarnya berjalan normal.

Sebagian warga masih terlelap. Jalan lingkungan tampak lengang. Hanya beberapa lampu rumah yang masih menyala di kejauhan.

Namun sekitar pukul 01.13 WIB, situasi mendadak berubah.

Pemilik pabrik, Aef, melihat munculnya percikan api kecil yang diduga berasal dari puntung rokok. Saat itu ia menganggap api masih bisa dikendalikan sendiri.

Karena itu, ia mencoba melakukan pemadaman secara mandiri.

Sayangnya, perkiraan tersebut meleset.

Alih-alih padam, api justru menemukan material mudah terbakar yang banyak tersimpan di area produksi cobek kayu. Dalam hitungan menit, kobaran semakin membesar dan merambat ke bagian belakang bangunan.

Kondisi tersebut membuat situasi berubah menjadi darurat.

Ketika api terus membesar dan mulai sulit dikendalikan, pemilik segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Damkar Bergerak Tiga Menit Setelah Laporan Masuk

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya, laporan pertama diterima pada pukul 01.15 WIB.

Petugas merespons dengan cepat.

Hanya tiga menit kemudian, tepat pukul 01.18 WIB, Tim Regu 2 langsung berangkat menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan dua unit Fire Water Supply.

Meski harus menempuh jarak sekitar 11 kilometer dari Markas Komando Damkar, tim berhasil tiba di lokasi pada pukul 01.36 WIB.

Saat petugas datang, api sudah menguasai sebagian area belakang bangunan.

Asap tebal terlihat membumbung ke udara malam. Aroma kayu terbakar tercium cukup kuat di sekitar lokasi.

Beberapa warga mulai berkumpul di pinggir jalan sambil menyaksikan proses penanganan.

Sebagian membantu membuka akses agar kendaraan pemadam dapat bergerak lebih leluasa.

Api Padam dalam 10 Menit, Pendinginan Berlanjut Hingga Dini Hari

Setelah tiba di lokasi, petugas langsung melakukan penyerangan api dari beberapa sisi.

Karena respons berlangsung cepat, kobaran berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat.

Proses pemadaman dimulai pukul 01.36 WIB dan selesai pada pukul 01.46 WIB.

Namun pekerjaan petugas belum berakhir.

Mereka melanjutkan proses pendinginan hingga pukul 02.01 WIB guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Komandan Regu 2, Eman Sulaeman, menjelaskan bahwa seluruh tahapan penanganan berlangsung sesuai prosedur operasional standar.

Tim melakukan pemadaman, pendinginan, sekaligus pemeriksaan menyeluruh pada titik-titik yang dianggap rawan.

Sebagian Aset Selamat, Kerugian Masih Dihitung

Akibat kebakaran tersebut, bagian belakang pabrik mengalami kerusakan paling parah.

Sementara itu, area depan bangunan juga terdampak meski tidak separah bagian produksi utama.

Beruntung, sebagian aset berupa cobek yang sudah jadi masih sempat diselamatkan.

Hingga saat ini, nilai kerugian material belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung.

Meski demikian, peristiwa ini menjadi pukulan bagi pemilik usaha yang selama ini menggantungkan aktivitas produksinya dari bangunan tersebut.

Selain kerugian fisik, kebakaran juga berpotensi mengganggu aktivitas usaha dalam beberapa waktu ke depan.

Puntung Rokok Masih Menjadi Ancaman Nyata

Kebakaran pabrik cobek di Tamansari menjadi pengingat bahwa banyak kebakaran besar berawal dari sumber api yang sangat kecil.

Sering kali masyarakat merasa situasi masih aman karena hanya melihat percikan kecil atau bara yang tampak sepele.

Padahal, ketika percikan itu bertemu material mudah terbakar, risiko bencana meningkat secara drastis.

Karena itu, kewaspadaan menjadi langkah pencegahan paling sederhana sekaligus paling efektif.

Memastikan puntung rokok benar-benar padam, memeriksa sumber api sebelum meninggalkan area kerja, serta menjaga kebersihan lingkungan produksi merupakan kebiasaan kecil yang dapat menyelamatkan aset bernilai besar.

Kebakaran dini hari di Sukahurip membuktikan satu hal: api tidak selalu datang dari ledakan besar atau korsleting listrik. Kadang, bencana justru lahir dari kelalaian yang terlihat sangat kecil, tetapi terlambat disadari.

Malam itu, yang terlihat hanya percikan kecil. Namun beberapa menit kemudian, percikan yang diabaikan berubah menjadi kobaran yang menghanguskan tempat mencari nafkah. Sebab dalam urusan kebakaran, yang kecil sering kali bukan apinya—melainkan kewaspadaan yang terlambat datang. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kecamatan Pamarican dengan peserta pelajar, ASN, TNI, dan tokoh masyarakat.

    Camat Pamarican: Ancaman Bangsa Kini Bukan Lagi Penjajahan Fisik

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harkitnas Pamarican Kabupaten Ciamis menjadi lebih dari sekadar upacara seremonial tahunan. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tingkat Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (20/05/2026), berubah menjadi momentum refleksi tentang arah masa depan bangsa di tengah derasnya arus transformasi digital. Upacara berlangsung khidmat di Lapang Olahraga SMP Negeri 1 Pamarican. Hadir unsur Forkopimcam, […]

  • data pribadi guru online

    Hoaks Mengintai, Data Pribadi Guru Online Jadi Target

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Gelombang hoaks yang menyasar guru kembali menunjukkan wajah aslinya: bukan sekadar informasi palsu, tetapi ancaman serius terhadap data pribadi guru online. Dalam beberapa pekan terakhir, beredar tautan pendaftaran bantuan, seleksi PPPK, hingga program insentif yang mencatut nama lembaga pendidikan resmi. Di balik tampilan yang meyakinkan, hoaks ini menyimpan risiko kebocoran data yang […]

  • solusi pascapanen singkong

    Solusi Pascapanen Singkong, Cerita Mahasiswa dan UMKM Desa

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Cuaca mendung kerap menjadi momok bagi pelaku UMKM olahan singkong di desa. Proses pengeringan yang bergantung pada sinar matahari sering terhenti, sementara kebutuhan produksi terus berjalan. Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turun langsung ke lapangan membawa solusi pascapanen singkong berbasis teknologi tepat guna. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, […]

  • santri kembali ke pesantren

    Momen Santri Kembali ke Pesantren: Haru, Rindu, dan Semangat Baru

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Momen santri kembali ke pesantren setelah libur Lebaran kembali menjadi bahasan. Tradisi tahunan ini selalu menghadirkan suasana haru sekaligus semangat baru bagi para santri yang kembali mondok setelah berkumpul bersama keluarga. Perjalanan kembali ke pondok pesantren, atau yang sering disebut kembali mondok, bukan sekadar rutinitas. Momen ini menjadi fase penting dalam kehidupan […]

  • Raperda Tasikmalaya

    Raperda Tasikmalaya Disahkan, Warga Bisa Rasakan Perubahan?

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tasikmalaya resmi disahkan DPRD dalam Rapat Paripurna ke-4, Jumat (17/4/2026), dan langsung mengarah pada satu tujuan besar: mempercepat layanan publik. Melalui perubahan ketiga atas Perda kota Tasikmalaya No.7 Tahun 2016 tentang struktur perangkat daerah, Pemerintah Kota Tasikmalaya kini bergerak merombak cara kerja birokrasi agar lebih efektif, tepat […]

  • Guru pesantren mengajar di kelas diniyah dengan harapan baru setelah kebijakan tunjangan guru 2026 dari Kemenag

    Akhirnya Setara? Tunjangan Guru 2026 Menyentuh Diniyah dan Muadalah

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tunjangan Guru 2026 akhirnya membuka pintu bagi guru pesantren, termasuk pendidikan diniyah dan muadalah. Kebijakan ini langsung menyatukan isu tunjangan profesi guru, TPG Kemenag, dan pengakuan negara dalam satu momentum yang sulit diabaikan. Selama ini mereka mengajar dalam senyap. Sekarang negara mulai melihat. Namun satu pertanyaan muncul: apakah ini benar-benar titik keadilan, […]

expand_less