Padakembang Bersatu di 1 Muharram 1448 H, Satu Keinginan Menuju Kemajuan
- account_circle redaktur
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala KAU Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Dede Burhanudin, S.Ag., M.Ag.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Menjelang datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, suasana berbeda mulai terasa di berbagai pelosok Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Dari jalan lingkungan hingga halaman masjid, perbincangan warga mengarah pada satu agenda yang sama: peringatan 1 Muharram yang tahun ini mengusung semangat “Satu Keinginan Padakembang Maju.”
Tema tersebut bukan sekadar slogan kegiatan, melainkan ajakan bersama agar momentum pergantian tahun Hijriah menjadi titik awal memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan semangat membangun daerah.
Kegiatan yang digagas Muspika Kecamatan Padakembang, KUA Kecamatan Padakembang, serta berbagai unsur forum keagamaan itu akan dilaksanakan pada Selasa, 16 Juni 2026. Rangkaian acaranya meliputi pawai taaruf keliling, santunan yatim piatu, dan tabligh akbar.
Beberapa hari menjelang pelaksanaan, suasana persiapan mulai terlihat di sejumlah kampung. Warga saling mengingatkan jadwal kegiatan melalui grup WhatsApp, para pemuda memasang atribut bernuansa putih di lingkungan masing-masing, sementara sejumlah keluarga telah menyiapkan pakaian yang akan dikenakan saat mengikuti pawai.
Di beberapa sudut jalan desa, anak-anak tampak penasaran menanyakan rute pawai kepada orang tua mereka. Sebagian warga bahkan mulai merencanakan berkumpul bersama tetangga sebelum berangkat menuju lokasi kegiatan di KUA Kecamatan Padakembang.
Tahun Baru Islam sebagai Momentum Membangun Padakembang
Kepala KUA Kecamatan Padakembang, Dede Burhanudin, S.Ag., M.Ag., mengatakan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tahun ini membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, semangat hijrah yang menjadi ruh Tahun Baru Islam dapat diterjemahkan dalam kehidupan sosial masyarakat melalui kebersamaan dan keinginan untuk terus memperbaiki diri.
“Tema Satu Keinginan Padakembang Maju mengandung harapan agar seluruh elemen masyarakat memiliki semangat yang sama untuk membawa perubahan yang lebih baik. Sementara tema Putihkan Padakembang menjadi simbol membuka lembaran baru kehidupan di Tahun Baru Islam,” ujar Dede Burhanudin.
Ia menjelaskan bahwa hijrah bukan hanya perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan sikap, perilaku, dan pola pikir menuju kondisi yang lebih baik, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat.
Pawai Taaruf, Simbol Persatuan Warga
Salah satu agenda yang diperkirakan akan menarik perhatian masyarakat adalah pawai taaruf keliling Kecamatan Padakembang.
Peserta akan memulai perjalanan dari halaman KUA Kecamatan Padakembang sebagai titik start sekaligus finish. Jika cuaca mendukung, jalan-jalan utama Padakembang diperkirakan akan dipenuhi iring-iringan kendaraan dan warga yang mengenakan pakaian serba putih.
Pemandangan tersebut diharapkan menjadi simbol persatuan masyarakat yang datang dari berbagai desa, latar belakang, dan organisasi keagamaan, namun bergerak dalam tujuan yang sama.
Panitia juga mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung, mengutamakan keselamatan berkendara, serta menghormati pengguna jalan lainnya.
Karena pada hakikatnya, syiar Islam tidak hanya ditunjukkan melalui kemeriahan kegiatan, tetapi juga melalui kedisiplinan, kesantunan, dan kepedulian terhadap sesama.
Santunan Yatim dan Tabligh Akbar Perkuat Ukhuwah
Selain pawai taaruf, kegiatan sosial berupa santunan kepada anak-anak yatim piatu menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam tersebut.
Bagi panitia, kepedulian terhadap sesama merupakan salah satu bentuk nyata dari semangat hijrah yang diajarkan Islam. Oleh karena itu, peringatan 1 Muharram tidak hanya diisi dengan kegiatan simbolik, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial yang langsung dirasakan masyarakat.
Setelah santunan, kegiatan akan dilanjutkan dengan tabligh akbar yang diharapkan menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
“Mari kita bersama membangun ukhuwah sebagai salah satu jalan untuk mendapatkan keberkahan di Tahun Baru Islam 1448 Hijriah,” kata Dede Burhanudin.
Pesan tersebut mendapat relevansi tersendiri di tengah kehidupan masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan dinilai menjadi modal penting untuk menjaga keharmonisan lingkungan.
Dari Hijrah Pribadi Menuju Kemajuan Bersama
Bagi banyak warga, Tahun Baru Islam selalu menjadi waktu untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri. Namun tahun ini, pesan yang ingin dibangun lebih luas: kemajuan Padakembang tidak hanya bergantung pada pemerintah atau tokoh masyarakat, melainkan lahir dari kesadaran bersama seluruh warganya.
Anak-anak belajar tentang nilai berbagi. Generasi muda mendapat ruang untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif. Para orang tua kembali mempererat silaturahmi dengan tetangga dan kerabat.
Dari langkah-langkah sederhana itulah semangat “Satu Keinginan Padakembang Maju” diharapkan tumbuh menjadi gerakan bersama yang terus hidup, bahkan setelah peringatan 1 Muharram berakhir.
Sebab ketika ribuan warga bergerak dengan niat yang sama, yang sedang dibangun bukan hanya sebuah acara tahunan. Yang sedang dibangun adalah harapan bersama untuk menjadikan Padakembang lebih religius, lebih peduli, lebih rukun, dan lebih maju di masa depan.
Jadwal Kegiatan
Hari: Selasa, 16 Juni 2026
Waktu: Pukul 08.00 WIB sampai selesai
Lokasi: KUA Kecamatan Padakembang
Rangkaian Acara: Pawai Taaruf Keliling, Santunan Yatim Piatu, dan Tabligh Akbar
(Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar