Persahabatan Berujung Penjara, Tiga Pemuda Cipatujah Diduga Curanmor
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas kepolisian mengamankan tersangka kasus curanmor Tasikmalaya bersama barang bukti sepeda motor hasil pengungkapan, Rabu (10/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus curanmor Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah polisi mengungkap dugaan aksi pencurian kendaraan bermotor yang melibatkan tiga pemuda asal Kecamatan Cipatujah. Perkara pencurian motor di Tasikmalaya Selatan ini menarik perhatian karena ketiga terduga pelaku diketahui berteman sejak kecil dan disebut beraksi bersama di sejumlah wilayah selama beberapa bulan terakhir.
Pengungkapan kasus tersebut bermula dari hilangnya sebuah sepeda motor Honda Beat di wilayah Desa Ciheras. Namun setelah penyelidikan berkembang, polisi menemukan dugaan aksi yang lebih luas dengan jumlah korban yang tidak sedikit.
Berawal dari Motor Hilang Saat Subuh di Ciheras
Pagi itu suasana Kampung Alur, Desa Ciheras, masih sepi. Sebagian warga baru memulai aktivitas harian ketika sebuah Honda Beat silver yang sebelumnya terparkir diketahui hilang dari lokasi.
Laporan korban kemudian memicu penyelidikan Satreskrim Polres Tasikmalaya.
Tim Reaksi Cepat Unit Resmob bergerak mengumpulkan keterangan, menelusuri jejak kendaraan, dan memeriksa sejumlah petunjuk yang ditemukan di lapangan. Setelah proses penyelidikan berlangsung, polisi akhirnya mengamankan tiga pemuda berinisial A, M, dan S.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri membenarkan penangkapan tersebut.
Menurutnya, ketiga tersangka diduga merupakan satu kelompok yang beroperasi di beberapa kecamatan di wilayah Tasikmalaya Selatan.
Polisi Ungkap Dugaan Aksi Curanmor Tasikmalaya
Hasil pemeriksaan awal mengungkap dugaan aktivitas pencurian yang tidak hanya terjadi di satu lokasi.
Penyidik menduga kelompok tersebut menyasar sepeda motor matic yang terparkir di depan rumah atau area yang minim pengawasan. Beberapa wilayah yang muncul dalam pengembangan kasus antara lain Cipatujah, Karangnunggal, Bantarkalong, hingga Cibalong.
Modus yang digunakan disebut relatif serupa.
Pelaku mencari kendaraan yang dianggap mudah diambil, kemudian merusak bagian kunci kontak menggunakan alat tertentu sebelum membawa kabur motor tersebut.
Karena itu, polisi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kunci bawaan pabrik. Penggunaan kunci ganda dinilai masih menjadi salah satu cara efektif untuk memperkecil risiko pencurian.
Pengakuan Penggunaan Uang Hasil Kejahatan Jadi Sorotan
Di tengah pengembangan kasus, muncul pengakuan yang cukup menyita perhatian publik.
Menurut keterangan yang disampaikan polisi, salah satu tersangka mengaku menggunakan sebagian uang hasil penjualan motor untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, terdapat pengakuan bahwa sebagian dana juga dipakai secara patungan untuk membeli minuman keras.
Fakta tersebut memunculkan beragam respons dari masyarakat.
Di sejumlah grup media sosial lokal, banyak warga mengaku prihatin. Beberapa komentar menyoroti bagaimana pergaulan yang salah dapat menyeret seseorang ke dalam tindakan melanggar hukum. Sementara itu, warga lain lebih menekankan pentingnya pengawasan keluarga dan lingkungan terhadap anak-anak muda.
Ada satu ironi yang sulit diabaikan.
Mereka disebut tumbuh dalam lingkungan pertemanan yang sama sejak kecil. Namun persahabatan yang semestinya menjadi ruang saling mendukung justru diduga berubah menjadi jalan menuju masalah hukum.
Barang Bukti Diamankan, Polisi Kejar Pengembangan Kasus
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.
Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah, dokumen kendaraan, serta alat yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi pencurian.
Selain itu, penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya kendaraan lain yang belum ditemukan.
Polisi juga memburu pihak yang diduga berperan sebagai penadah. Langkah tersebut dinilai penting karena rantai kejahatan pencurian kendaraan bermotor tidak berhenti pada pelaku lapangan semata.
Setiap motor curian umumnya membutuhkan jalur penjualan agar bisa berubah menjadi uang tunai.
Karena itu, pengungkapan jaringan penadah sering menjadi kunci dalam memutus mata rantai curanmor.
Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Polres Tasikmalaya menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari Operasi Jaran Lodaya 2026 yang fokus menekan angka pencurian kendaraan bermotor.
Sementara itu, masyarakat diminta lebih waspada saat memarkir kendaraan, terutama pada malam hingga dini hari.
Kunci tambahan, parkir di area terang, serta pengawasan lingkungan secara bersama-sama menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi peluang kejahatan.
Sebab dalam banyak kasus, pelaku cenderung mencari target yang paling mudah dijangkau.
Satu motor yang hilang mungkin terlihat sebagai angka dalam laporan polisi. Namun bagi pemiliknya, itu bisa berarti alat mencari nafkah, kendaraan sekolah anak, atau hasil kerja bertahun-tahun. Karena itulah, kewaspadaan warga dan penegakan hukum harus berjalan beriringan sebelum korban berikutnya kembali kehilangan lebih dari sekadar sebuah kendaraan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar