Pesan Bupati Garut kepada 7 Kades PAW: Jangan Diam Jika Warga Punya Masalah
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melantik tujuh Kepala Desa PAW dan meminta desa aktif menangani anak putus sekolah serta stunting, Senin (8/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan tujuh Kepala Desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Kabupaten Garut bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Di balik prosesi yang berlangsung di Ruang Pamengkang, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Senin (8/6/2026), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan tugas yang jauh lebih penting: mencari anak putus sekolah dan membantu mereka kembali memperoleh hak pendidikan.
Pesan tersebut menjadi sorotan utama dalam pelantikan Kepala Desa PAW Garut. Selain menyinggung pendidikan, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga tren penurunan stunting yang selama ini menjadi fokus pemerintah daerah.
Kepala Desa PAW Garut Didorong Aktif Cari Anak Putus Sekolah
Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa desa merupakan titik awal keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, keberadaan kepala desa memiliki peran strategis dalam menyelesaikan persoalan yang paling dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, kemajuan Kabupaten Garut sangat bergantung pada kondisi desa. Jika desa berkembang, maka pembangunan daerah akan berjalan lebih cepat. Sebaliknya, ketika desa menghadapi banyak hambatan, dampaknya akan dirasakan hingga tingkat kabupaten.
Karena itu, ia meminta para kepala desa yang baru dilantik untuk tidak hanya fokus pada administrasi pemerintahan. Mereka juga harus aktif turun ke lapangan, mengenali persoalan warga, dan mencari solusi secara nyata.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih adanya anak yang tidak melanjutkan pendidikan.
Bupati meminta para kepala desa mendata anak putus sekolah di wilayah masing-masing. Setelah itu, mereka harus mencari penyebabnya, lalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar solusi dapat segera diberikan.
Jika hambatannya berupa perlengkapan sekolah seperti tas dan sepatu, pemerintah daerah siap membantu. Sementara apabila terkendala biaya pendidikan, pemerintah akan berupaya menghubungkan dengan berbagai program bantuan yang tersedia.

Pelantikan tujuh Kepala Desa PAW Garut, Senin (8/6/2026).
Penanganan Stunting Tidak Boleh Kendur
Selain pendidikan, Abdusy Syakur Amin juga memberikan perhatian besar terhadap penanganan stunting.
Meski angka stunting di Kabupaten Garut terus menunjukkan penurunan, ia mengingatkan seluruh perangkat desa agar tidak merasa puas terlalu cepat. Menurutnya, keberhasilan yang sudah dicapai harus dijaga melalui kerja sama berkelanjutan antara pemerintah desa, kader kesehatan, tenaga medis, dan masyarakat.
Ia menilai pencegahan stunting membutuhkan pengawasan yang konsisten. Oleh sebab itu, pemerintah desa perlu aktif memantau kondisi balita, ibu hamil, serta keluarga yang berisiko mengalami masalah gizi.
Dengan langkah tersebut, kualitas kesehatan generasi mendatang dapat terus meningkat.
Bupati Garut Minta Kepala Desa Tidak Diam Saat Ada Masalah
Dalam arahannya, Bupati juga menyampaikan pesan yang cukup tegas kepada para kepala desa.
Ia meminta mereka tidak membiarkan persoalan warga berlarut-larut tanpa penanganan. Sebaliknya, setiap masalah harus segera dikomunikasikan kepada pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten.
Menurutnya, kepala desa merupakan pemimpin terdekat dengan masyarakat. Karena itu, mereka harus hadir ketika warga membutuhkan bantuan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, maupun pembangunan.
Ia bahkan membuka ruang komunikasi langsung bagi para kepala desa apabila menemukan persoalan yang memerlukan perhatian khusus.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar berbagai permasalahan dapat diselesaikan lebih cepat sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Daftar 7 Kepala Desa PAW yang Dilantik
Dalam pelantikan tersebut, tujuh Kepala Desa hasil Pemilihan Antar Waktu resmi menerima amanah untuk memimpin wilayahnya masing-masing.
Mereka adalah:
- Sri Patmawati, Kepala Desa Dano, Kecamatan Leles.
- Dedi Supriadi, Kepala Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong.
- Ma’mun Nugraha, Kepala Desa Maroko, Kecamatan Cibalong.
- Ahmad Yusuf, Kepala Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong.
- Gumilar, Kepala Desa Limbangan Tengah, Kecamatan Balubur Limbangan.
- Dadat Hidayat, Kepala Desa Cikajang, Kecamatan Cikajang.
- Tatang Mulyawan, Kepala Desa Bojong Kidul, Kecamatan Pameungpeuk.
Ketujuh kepala desa tersebut kini menghadapi tantangan yang sama: memastikan pelayanan publik berjalan baik sekaligus memperkuat pembangunan di tingkat desa.
Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan warga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dibuat. Yang lebih penting adalah seberapa banyak anak yang kembali bersekolah, seberapa banyak keluarga yang terbantu, dan seberapa besar perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat desa.
Ketika seorang anak kembali mengenakan seragam sekolah karena kepedulian pemerintah desa, saat itulah pembangunan sesungguhnya dimulai. Bukan dari gedung yang megah, melainkan dari masa depan yang berhasil diselamatkan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar