Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » HMI Tasikmalaya Gugat Belanja Rapat dan Laundry Pejabat

HMI Tasikmalaya Gugat Belanja Rapat dan Laundry Pejabat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Demo HMI Tasikmalaya menjadi perhatian publik pada Senin (8/6/2026). Aksi mahasiswa atau unjuk rasa yang berlangsung di halaman Bale Kota Tasikmalaya itu bukan sekadar menyuarakan kritik terhadap pemerintah daerah. Lebih dari itu, mereka membawa satu pertanyaan yang dianggap mewakili kegelisahan sebagian masyarakat: apakah anggaran daerah sudah benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat?

Sejak siang hari, puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya berkumpul di pusat pemerintahan kota. Mereka datang membawa spanduk, pengeras suara, dan sejumlah tuntutan yang berfokus pada isu kemiskinan, transparansi anggaran, serta efektivitas program pelayanan publik.

Di bawah terik matahari, orasi berlangsung bergantian. Suara mahasiswa terdengar lantang memantul di halaman Bale Kota. Beberapa pengguna jalan memperlambat kendaraan untuk melihat jalannya aksi. Sementara itu, aparat kepolisian berjaga di sejumlah titik guna memastikan situasi tetap terkendali.

Ketegangan Muncul Saat Massa Menunggu Respons Pemerintah

Suasana sempat memanas ketika massa berupaya mendekati area yang lebih dekat dengan pusat pemerintahan.

Mahasiswa berharap dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Wali Kota Tasikmalaya atau perwakilan pemerintah yang berwenang mengambil keputusan. Namun hingga beberapa saat setelah aksi berlangsung, belum ada pihak yang menemui massa.

Kondisi tersebut memicu ketegangan.

Dorong-dorongan antara demonstran dan petugas sempat terjadi. Meski demikian, situasi masih dapat dikendalikan sehingga aksi tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar.

Koordinator aksi, Sidik Amin, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa bukan bertujuan menciptakan konflik. Sebaliknya, mereka ingin mengingatkan pemerintah agar lebih fokus pada persoalan yang dinilai masih membebani masyarakat.

Menurutnya, arah pembangunan daerah perlu dievaluasi secara berkala agar tetap selaras dengan kebutuhan warga.

Kemiskinan dan Prioritas Anggaran Jadi Sorotan Utama

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menempatkan isu kemiskinan sebagai perhatian utama.

Mereka menilai berbagai program pembangunan belum sepenuhnya mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, HMI meminta pemerintah daerah memperkuat program pemberdayaan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas layanan publik.

Selain itu, massa juga menyoroti beberapa pos belanja yang dianggap perlu mendapat evaluasi lebih lanjut.

Salah satu yang disebut dalam orasi adalah anggaran jamuan makan dan minum rapat pada salah satu organisasi perangkat daerah. Mahasiswa mempertanyakan besaran anggaran tersebut di tengah masih adanya persoalan sosial yang membutuhkan perhatian.

Tidak hanya itu, mereka juga menyinggung pos belanja lain yang berkaitan dengan kebutuhan operasional pejabat daerah.

Bagi mahasiswa, perdebatan ini bukan sekadar soal angka.

Yang mereka pertanyakan adalah skala prioritas.

Ketika masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi, setiap kebijakan anggaran dinilai perlu menunjukkan manfaat yang jelas dan terukur bagi publik.

Transparansi Jadi Tuntutan yang Terus Menguat

Selain menyoroti alokasi anggaran, mahasiswa juga mendorong peningkatan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.

Menurut mereka, keterbukaan informasi menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Karena itu, HMI meminta setiap penggunaan anggaran dapat dijelaskan secara terbuka sehingga publik memahami tujuan, manfaat, serta urgensi dari setiap program yang dijalankan.

Di sisi lain, massa juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mahasiswa berharap program tersebut terus diawasi secara ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang menjadi sasaran. Mereka juga meminta pemerintah memastikan kualitas pelaksanaan program tetap terjaga dan terhindar dari potensi penyimpangan.

Mahasiswa Ingin Menjadi Pengingat, Bukan Sekadar Pengkritik

Aksi yang berlangsung di Bale Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat tetap menjadi kebutuhan penting dalam pembangunan daerah.

Mahasiswa menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kebijakan publik yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas.

Sementara itu, berbagai tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang lazim terjadi di daerah maupun tingkat nasional.

Pada akhirnya, perdebatan mengenai anggaran bukan hanya soal berapa besar uang yang dibelanjakan. Pertanyaan yang lebih penting adalah sejauh mana anggaran itu mampu menjawab persoalan yang dirasakan masyarakat setiap hari.

Sebab ketika angka-angka dalam dokumen anggaran bertemu dengan realitas kehidupan warga, publik tidak hanya menuntut laporan penggunaan dana. Mereka juga menunggu hasil yang benar-benar terasa.

Di tengah tumpukan angka dan lembar anggaran, masyarakat hanya ingin satu hal: memastikan setiap rupiah yang keluar mampu kembali dalam bentuk manfaat yang nyata. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Larangan ASN Bandung

    Pemkot Bandung Tunda Perjalanan ASN demi Stabilitas Layanan Nataru

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Pemkot Bandung menerapkan larangan ASN Bandung ke luar negeri untuk menjaga layanan publik selama Nataru 2025–2026. albadarpost.com, LENSA – Larangan ASN Bandung diberlakukan Pemerintah Kota Bandung selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini menentukan bagaimana pelayanan publik tetap stabil di tengah lonjakan aktivitas warga pada masa libur panjang. Wali Kota Bandung […]

  • OSS RBA

    Aturan OSS RBA Perketat UMKM dalam Sistem Perizinan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Aturan OSS RBA 2025 menuntut UMKM lebih patuh izin dan pelaporan LKPM. Aturan Baru, Ujian Serius bagi UMKM albadarpost.com, FOKUS – Perubahan regulasi OSS RBA pada 2025 membawa konsekuensi langsung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sistem perizinan berbasis risiko kini disertai pengawasan lebih ketat, termasuk kewajiban pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). […]

  • Strategi UMKM

    Dari Modal Kecil Jadi Omzet Besar, Ini Strategi UMKM Paling Efektif

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak pelaku usaha mencari strategi UMKM yang benar-benar bekerja untuk mengembangkan bisnis kecil menjadi besar. Di tengah persaingan digital yang semakin ketat, strategi bisnis UMKM, pengembangan usaha kecil, serta cara meningkatkan omzet kini menjadi topik paling dicari oleh pelaku usaha di Indonesia. Menariknya, sejumlah UMKM justru berhasil naik kelas bukan karena modal […]

  • santet dalam Islam

    Hukum Santet dalam Islam dan Risikonya bagi Tauhid

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kepercayaan terhadap santet masih hidup di sebagian masyarakat. Namun, para ulama menegaskan bahwa santet dalam Islam hukumnya haram dan termasuk perbuatan syirik. Keyakinan ini bukan sekadar persoalan mistik, tetapi menyentuh inti keimanan umat. Islam mengakui adanya sihir sebagai ujian, tetapi melarang umat menggantungkan nasib kepada kekuatan selain Allah Swt.. Dampaknya tidak hanya […]

  • tata kelola kehutanan Jabar

    Tata Kelola Kehutanan Jabar Diuji oleh Masifnya Kerusakan Hutan

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Kerusakan hutan Jabar menguji tata kelola kehutanan dan konsistensi kebijakan lingkungan daerah. albadarpost.com, HUMANIORA – Lebih dari 800 ribu hektare lahan di Jawa Barat berada dalam kondisi kritis atau rusak. Angka ini bukan sekadar statistik ekologis. Ia adalah indikator kegagalan tata kelola kehutanan Jabar dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, tekanan populasi, dan keberlanjutan lingkungan. […]

  • Serangan AS–Israel Tewaskan Khomeini, Krisis Baru Dimulai

    Serangan AS–Israel Tewaskan Khomeini, Krisis Baru Dimulai

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kematian Khomeini  akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel langsung mengguncang stabilitas kawasan. Peristiwa yang memicu kematian pemimpin tertinggi Iran itu tidak hanya mengubah peta politik domestik Tehran, tetapi juga memperlebar risiko konflik regional. Sejak kabar tewasnya Ayatollah Ali Khomeini menyebar, respons diplomatik dan militer bermunculan dari berbagai negara. Insiden […]

expand_less