Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » HMI Tasikmalaya Gugat Belanja Rapat dan Laundry Pejabat

HMI Tasikmalaya Gugat Belanja Rapat dan Laundry Pejabat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 159
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Demo HMI Tasikmalaya menjadi perhatian publik pada Senin (8/6/2026). Aksi mahasiswa atau unjuk rasa yang berlangsung di halaman Bale Kota Tasikmalaya itu bukan sekadar menyuarakan kritik terhadap pemerintah daerah. Lebih dari itu, mereka membawa satu pertanyaan yang dianggap mewakili kegelisahan sebagian masyarakat: apakah anggaran daerah sudah benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat?

Sejak siang hari, puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya berkumpul di pusat pemerintahan kota. Mereka datang membawa spanduk, pengeras suara, dan sejumlah tuntutan yang berfokus pada isu kemiskinan, transparansi anggaran, serta efektivitas program pelayanan publik.

Di bawah terik matahari, orasi berlangsung bergantian. Suara mahasiswa terdengar lantang memantul di halaman Bale Kota. Beberapa pengguna jalan memperlambat kendaraan untuk melihat jalannya aksi. Sementara itu, aparat kepolisian berjaga di sejumlah titik guna memastikan situasi tetap terkendali.

Ketegangan Muncul Saat Massa Menunggu Respons Pemerintah

Suasana sempat memanas ketika massa berupaya mendekati area yang lebih dekat dengan pusat pemerintahan.

Mahasiswa berharap dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Wali Kota Tasikmalaya atau perwakilan pemerintah yang berwenang mengambil keputusan. Namun hingga beberapa saat setelah aksi berlangsung, belum ada pihak yang menemui massa.

Kondisi tersebut memicu ketegangan.

Dorong-dorongan antara demonstran dan petugas sempat terjadi. Meski demikian, situasi masih dapat dikendalikan sehingga aksi tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar.

Koordinator aksi, Sidik Amin, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa bukan bertujuan menciptakan konflik. Sebaliknya, mereka ingin mengingatkan pemerintah agar lebih fokus pada persoalan yang dinilai masih membebani masyarakat.

Menurutnya, arah pembangunan daerah perlu dievaluasi secara berkala agar tetap selaras dengan kebutuhan warga.

Kemiskinan dan Prioritas Anggaran Jadi Sorotan Utama

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menempatkan isu kemiskinan sebagai perhatian utama.

Mereka menilai berbagai program pembangunan belum sepenuhnya mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, HMI meminta pemerintah daerah memperkuat program pemberdayaan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas layanan publik.

Selain itu, massa juga menyoroti beberapa pos belanja yang dianggap perlu mendapat evaluasi lebih lanjut.

Salah satu yang disebut dalam orasi adalah anggaran jamuan makan dan minum rapat pada salah satu organisasi perangkat daerah. Mahasiswa mempertanyakan besaran anggaran tersebut di tengah masih adanya persoalan sosial yang membutuhkan perhatian.

Tidak hanya itu, mereka juga menyinggung pos belanja lain yang berkaitan dengan kebutuhan operasional pejabat daerah.

Bagi mahasiswa, perdebatan ini bukan sekadar soal angka.

Yang mereka pertanyakan adalah skala prioritas.

Ketika masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi, setiap kebijakan anggaran dinilai perlu menunjukkan manfaat yang jelas dan terukur bagi publik.

Transparansi Jadi Tuntutan yang Terus Menguat

Selain menyoroti alokasi anggaran, mahasiswa juga mendorong peningkatan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.

Menurut mereka, keterbukaan informasi menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Karena itu, HMI meminta setiap penggunaan anggaran dapat dijelaskan secara terbuka sehingga publik memahami tujuan, manfaat, serta urgensi dari setiap program yang dijalankan.

Di sisi lain, massa juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mahasiswa berharap program tersebut terus diawasi secara ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang menjadi sasaran. Mereka juga meminta pemerintah memastikan kualitas pelaksanaan program tetap terjaga dan terhindar dari potensi penyimpangan.

Mahasiswa Ingin Menjadi Pengingat, Bukan Sekadar Pengkritik

Aksi yang berlangsung di Bale Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat tetap menjadi kebutuhan penting dalam pembangunan daerah.

Mahasiswa menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kebijakan publik yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas.

Sementara itu, berbagai tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang lazim terjadi di daerah maupun tingkat nasional.

Pada akhirnya, perdebatan mengenai anggaran bukan hanya soal berapa besar uang yang dibelanjakan. Pertanyaan yang lebih penting adalah sejauh mana anggaran itu mampu menjawab persoalan yang dirasakan masyarakat setiap hari.

Sebab ketika angka-angka dalam dokumen anggaran bertemu dengan realitas kehidupan warga, publik tidak hanya menuntut laporan penggunaan dana. Mereka juga menunggu hasil yang benar-benar terasa.

Di tengah tumpukan angka dan lembar anggaran, masyarakat hanya ingin satu hal: memastikan setiap rupiah yang keluar mampu kembali dalam bentuk manfaat yang nyata. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • perjuangan ekonomi

    Bukan Lagi Angkat Senjata: Gen Z Membangun ‘Indonesia Emas’ Lewat Perjuangan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Generasi Z menjadi motor perjuangan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui inovasi dan ketahanan digital. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perjuangan ekonomi kini menjadi medan juang generasi muda. Pada peringatan Hari Pahlawan, narasi tentang bambu runcing dan medan tempur tetap hidup, tetapi tantangan yang dihadapi generasi sekarang bergeser dari perlawanan fisik menjadi perebutan peluang di tengah ketidakpastian […]

  • Kesaktian Pancasila: Refleksi dan Tantangan Bangsa

    Kesaktian Pancasila: Refleksi dan Tantangan Bangsa

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 238
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF. Pagi ini, bangsa Indonesia kembali mengenang Kesaktian Pancasila lewat upacara kenegaraan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya. Di tengah keragaman tantangan zaman, momentum 1 Oktober 2025 menjadi cermin agar nilai-nilai dasar bangsa tak luntur, tapi kokoh sebagai fondasi persatuan. Sejarah dan Latar Peringatan Peringatan Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober lahir dari kisah […]

  • Hadis Menjaga Lisan

    Hadis Menjaga Lisan: Diam Bisa Jadi Ibadah Terbaik

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Hadis menjaga lisan kembali menjadi pengingat penting di tengah derasnya arus informasi digital. Ketika komentar, unggahan, dan opini mengalir tanpa jeda di media sosial, hadis tentang berkata baik atau diam justru terasa semakin relevan. Di era ketika satu kalimat mampu mengangkat martabat seseorang sekaligus menghancurkannya dalam hitungan detik, Rasulullah SAW telah memberikan […]

  • Penginapan Gratis Maba Unpad

    Maba Unpad 2026 Bisa Singgah Gratis di Masjid Raya Unpad

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad) yang baru tiba di Jatinangor dan belum mendapatkan tempat tinggal sementara mendapat alternatif untuk beristirahat. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Bale Aweuhan–Masjid Raya Unpad (MRU) menginformasikan fasilitas singgah sementara bagi mahasiswa baru Unpad 2026. Program tersebut menjadi salah satu pilihan penginapan gratis Maba Unpad bagi mahasiswa yang membutuhkan tempat […]

  • kasus korupsi Lampung Tengah

    KPK Tahan Lima Pejabat dalam Kasus Korupsi Lampung Tengah

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    KPK menetapkan lima tersangka dan menahan pejabat terkait kasus korupsi Lampung Tengah setelah OTT. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – KPK menahan lima pejabat dan pihak swasta terkait kasus korupsi Lampung Tengah setelah rangkaian Operasi Tangkap Tangan yang berlangsung Rabu lalu. Penetapan tersangka ini menjadi langkah awal untuk membongkar praktik suap dan gratifikasi yang mengakar dalam pengadaan […]

  • Rp 53 Miliar

    Pensiun Tetap Cuan, Rp 53 Miliar Hasil Korupsi Masuk Kantong

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan pemerasan izin tenaga kerja asing (TKA) yang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka fakta krusial: korupsi tidak berhenti ketika jabatan berakhir. Aliran dana Rp 53 miliar justru tetap berjalan meski salah satu tersangka telah pensiun dari aparatur sipil negara. Fakta ini menyingkap wajah lain korupsi birokrasi. Kejahatan tidak sekadar […]

expand_less