Dandim Tasikmalaya Resmikan BSMSS 2026, Desa Jahiang Dapat Jalan Baru
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pembukaan BSMSS 2026 di Desa Jahiang Salawu Kabupaten Tasikmalaya dengan pembangunan jalan desa sepanjang 1,5 kilometer oleh Kodim 0612 Tasikmalaya, Jumat (5/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Program BSMSS 2026 resmi dimulai di Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Melalui program pembangunan jalan desa sepanjang 1,5 kilometer tersebut, pemerintah daerah bersama TNI berharap akses ekonomi masyarakat semakin terbuka dan mobilitas warga menjadi lebih mudah.
Pembangunan jalan desa melalui BSMSS 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat konektivitas wilayah pedesaan. Selain meningkatkan akses transportasi, pembangunan infrastruktur desa ini juga diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kegiatan pembukaan Bakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) Tahun Anggaran 2026 berlangsung di Aula Serbaguna Desa Jahiang, Jumat (5/6/2026), dan dihadiri sekitar 100 peserta dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta warga setempat.
Pagi itu, kursi-kursi plastik tersusun rapi di dalam aula. Bendera Merah Putih berdiri di sisi panggung. Beberapa warga tampak datang lebih awal sambil berbincang pelan mengenai kondisi jalan yang selama ini mereka lalui setiap hari.
Tidak sedikit yang berharap pembangunan tersebut benar-benar membawa perubahan.
Jalan Desa Jadi Prioritas BSMSS 2026
Dalam laporannya, Pasi Ter Kodim 0612/Tasikmalaya Kapten Inf Tonce Ronal Manurung menjelaskan bahwa sasaran fisik program tahun ini berupa pembangunan jalan setengah hotmix sepanjang 1.500 meter dengan lebar 2,5 meter.
Selain pembangunan fisik, program juga mencakup berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan, pembinaan wawasan kebangsaan, hingga penguatan bela negara bagi masyarakat.
Menurutnya, kombinasi pembangunan infrastruktur dan pembinaan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan wilayah dari tingkat desa.
Sementara itu, Camat Salawu H. Wawan M. Ridwan menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Jahiang sebagai lokasi pelaksanaan program.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat selama ini telah memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan desa.

Pembukaan BSMSS 2026 di Desa Jahiang oleh Kodim 0612 Tasikmalaya, Jumat (5/6/2026).
Dandim: Gotong Royong Menjadi Kunci Keberhasilan
Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, menegaskan bahwa BSMSS merupakan bentuk nyata sinergi berbagai pihak dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan jalan sepanjang 1,5 kilometer tersebut akan memberikan manfaat langsung bagi warga yang sehari-hari memanfaatkan akses tersebut untuk berbagai aktivitas.
“Program BSMSS ini membangun jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 2,5 meter. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini dengan semangat gotong royong dan kebersamaan agar hasil pembangunan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Dandim juga mengajak seluruh unsur terkait untuk berperan aktif sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
Menariknya, pelaksanaan BSMSS tahun ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Panitia juga menyiapkan lomba foto, video, dan testimoni yang berkaitan dengan pelaksanaan program di lapangan.
Akses Ekonomi dan Distribusi Hasil Pertanian Diprediksi Meningkat
Kepala Dinas PMD Kabupaten Tasikmalaya, M. Fuad Abdul Aziz, yang hadir mewakili Bupati Tasikmalaya, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur desa memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar memperbaiki akses jalan.
Menurutnya, keberadaan jalan yang lebih baik akan membantu mempercepat distribusi hasil produksi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.
Di sejumlah desa, kondisi jalan sering kali menjadi faktor yang menentukan cepat atau lambatnya hasil pertanian sampai ke pasar. Karena itu, peningkatan kualitas infrastruktur dinilai memiliki efek berantai terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sesaat setelah pembukaan selesai, rombongan pejabat dan tamu undangan bergerak menuju lokasi pembangunan. Beberapa warga terlihat mengikuti dari belakang. Anak-anak berdiri di pinggir jalan memperhatikan iring-iringan kendaraan yang melintas.
Suasananya sederhana.
Namun harapannya cukup besar.
Bagi sebagian masyarakat desa, jalan bukan hanya hamparan aspal atau batu yang menghubungkan satu titik ke titik lain. Jalan adalah jalur menuju sekolah, pasar, tempat bekerja, hingga akses layanan kesehatan.
Karena itu, keberhasilan BSMSS 2026 tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika jalan mulai terbuka, bukan hanya kendaraan yang bergerak lebih cepat. Harapan warga pun ikut melaju menuju masa depan yang lebih dekat dengan kesejahteraan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar