Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Surat Al-Jumu’ah: Saat Dagangan Mengalahkan Khutbah

Surat Al-Jumu’ah: Saat Dagangan Mengalahkan Khutbah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Tidak banyak yang mengetahui bahwa Asbabun Nuzul Surat Al-Jumu’ah berawal dari sebuah peristiwa yang sangat manusiawi. Saat Rasulullah ﷺ sedang menyampaikan khutbah Jumat, sebagian jamaah justru meninggalkan masjid demi menyambut rombongan dagang yang baru tiba di Madinah.

Kisah turunnya Surat Al-Jumu’ah ini bukan sekadar catatan sejarah Islam. Di baliknya terdapat pelajaran besar tentang bagaimana manusia sering kali lebih mudah terpikat oleh sesuatu yang terlihat menguntungkan di depan mata.

Dan ternyata, ujian itu masih ada sampai hari ini.

Saat Khutbah Berlangsung, Kafilah Dagang Datang

Peristiwa tersebut terjadi ketika Rasulullah ﷺ sedang berdiri menyampaikan khutbah Jumat.

Tiba-tiba terdengar kabar bahwa rombongan dagang dari Syam memasuki Madinah. Saat itu, kedatangan kafilah bukan peristiwa biasa. Mereka membawa bahan makanan, kebutuhan rumah tangga, kain, dan berbagai barang yang sulit didapat setiap hari.

Sebagian masyarakat langsung bergerak menuju pasar.

Mereka keluar dari masjid.

Cepat sekali.

Menurut riwayat dari Jabir bin Abdullah ra., hanya sekitar dua belas sahabat yang tetap bertahan bersama Rasulullah ﷺ hingga khutbah selesai.

Lalu Allah menurunkan firman-Nya:

“Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan, dan Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.”

(QS. Al-Jumu’ah: 11)

Ayat ini bukan sekadar teguran untuk generasi sahabat. Ayat ini juga berbicara kepada manusia di setiap zaman.

Kafilah Dagang Itu Mungkin Sudah Berubah Bentuk

Di banyak masjid kampung hari ini, masih terlihat jamaah yang datang beberapa menit sebelum khutbah dimulai sambil menyelipkan ponsel ke saku baju koko. Ada pula yang baru mematikan notifikasi grup WhatsApp ketika khatib sudah naik ke mimbar.

Kadang terdengar bunyi getaran ponsel yang terlambat disenyapkan.

Kadang cuma sebentar.

Namun cukup untuk mengalihkan perhatian.

Di beberapa masjid, kipas angin tua masih berputar pelan di langit-langit. Sementara itu, jamaah duduk berbaris dengan peci hitam dan sajadah yang mulai kusam karena sering digunakan. Sebagian menatap khatib. Sebagian lagi sesekali melirik layar ponsel sebelum akhirnya memasukkannya kembali ke saku.

Pemandangan seperti itu tidak sulit ditemukan.

Karena manusia memang mudah terdistraksi.

Kalau dahulu yang memanggil adalah suara penanda kedatangan kafilah dagang, sekarang yang memanggil bisa berupa notifikasi marketplace, pesan pekerjaan, atau video yang tiba-tiba muncul di layar telepon genggam.

Bentuknya berubah.

Ujiannya tetap sama.

Allah Tidak Melarang Mencari Rezeki

Menariknya, Allah tidak melarang umat Islam berdagang.

Bahkan setelah Salat Jumat selesai, Allah memerintahkan manusia kembali bekerja dan mencari karunia-Nya.

Allah berfirman:

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”

(QS. Al-Jumu’ah: 10)

Karena itu, masalahnya bukan pada perdagangan.

Bukan pula pada pekerjaan.

Masalahnya ada pada prioritas.

Mana yang harus didahulukan.

Dan mana yang bisa menunggu.

Kadang manusia tidak meninggalkan ibadah karena membenci ibadah itu sendiri. Ia hanya merasa urusan yang sedang dihadapinya lebih mendesak.

Padahal belum tentu demikian.

Fragmen Kecil yang Sering Terjadi Setiap Jumat

Menjelang azan Jumat, tidak sedikit pedagang yang masih melayani pembeli terakhir sambil sesekali melihat jam dinding. Mereka ingin segera berangkat ke masjid, tetapi juga tidak ingin mengecewakan pelanggan yang baru datang.

Di media sosial, ada pula yang sengaja mengaktifkan mode senyap setiap Jumat siang agar bisa fokus mendengarkan khutbah. Sebagian mengaku baru menyadari kebiasaan memeriksa ponsel setelah beberapa kali merasa tidak ingat isi khutbah yang baru saja didengar.

Hal-hal kecil seperti itu tampak sederhana.

Namun sering kali dari situlah perhatian manusia bergeser sedikit demi sedikit.

Anehnya, manusia sering khawatir kehilangan peluang dunia yang belum tentu datang dua kali. Namun pada saat yang sama, ia jarang merasa khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan ilmu dan pahala dari satu khutbah Jumat.

Padahal keduanya sama-sama berharga.

Bahkan mungkin tidak sebanding.

Pesan Surat Al-Jumu’ah untuk Zaman Modern

Asbabun Nuzul Surat Al-Jumu’ah mengajarkan bahwa ujian terbesar manusia tidak selalu datang dalam bentuk musibah.

Kadang justru datang dalam bentuk kesempatan.

Peluang bisnis.

Promosi jabatan.

Pesan yang dianggap penting.

Atau notifikasi yang terasa harus segera dibuka.

Semua tampak baik.

Semua tampak mendesak.

Namun tidak semuanya harus didahulukan.

Para sahabat yang meninggalkan khutbah saat itu akhirnya diingatkan langsung oleh wahyu. Sedangkan kita hari ini membaca kisah mereka agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam bentuk yang berbeda.

Hari ini mungkin tidak ada lagi kafilah dagang yang memasuki Madinah.

Tetapi ada banyak hal lain yang terus mengetuk perhatian manusia setiap hari.

Pertanyaannya bukan apakah gangguan itu ada.

Pertanyaannya adalah apakah hati kita masih mampu memilih Allah ketika dunia sedang memanggil lebih keras.

Karena sering kali yang menjauhkan manusia dari ibadah bukan kebencian kepada Allah.

Melainkan kesibukan yang dianggap terlalu penting untuk ditinggalkan beberapa saat.

Dulu sebagian jamaah meninggalkan Nabi demi mengejar kafilah dagang. Hari ini banyak orang meninggalkan kekhusyukan demi mengejar notifikasi. Zaman berubah, teknologinya berubah, tetapi satu pertanyaan dari Surat Al-Jumu’ah tetap menggema: ketika Allah memanggil, siapa yang sebenarnya sedang kita dahulukan? (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • siswi MTs Sukabumi

    Tragedi Siswi MTs Sukabumi: Dugaan Bullying di Balik Surat Wasiat Sebelum Gantung Diri

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Kasus siswi MTs di Sukabumi diduga tewas karena bullying, tinggalkan surat wasiat penuh luka dan penyesalan. albadarpost.com, LENSA – Warga Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikejutkan oleh peristiwa tragis pada Selasa malam (28/10/2025). Seorang siswi madrasah tsanawiyah (MTs) berinisial AK (14) ditemukan tewas tergantung di pintu kamar rumahnya dengan sehelai kain sarung. […]

  • keberkahan hidup tasawuf

    Rahasia Tasawuf: Cara Hidup Tenang dan Rezeki Selalu Cukup

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keberkahan hidup tasawuf menjadi konsep penting dalam Islam yang sering dicari di tengah kehidupan modern. Banyak orang mengejar kekayaan, namun tidak menemukan ketenangan. Di sinilah rahasia keberkahan hidup, hidup berkah dalam Islam, dan ajaran tasawuf menawarkan jalan berbeda: bukan sekadar banyak, tetapi cukup dan menenangkan. Menariknya, tasawuf tidak mengajarkan meninggalkan dunia. Sebaliknya, […]

  • wisata Garut Nataru

    Garut Dominasi Kunjungan Wisata Nataru Priangan Timur

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    BPS Jawa Barat memproyeksikan Garut menjadi tujuan wisata utama Priangan Timur saat libur Nataru 2026. albadarpost.com, FOKUS – Kabupaten Garut diproyeksikan menjadi tujuan utama wisatawan nusantara di wilayah Priangan Timur pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Proyeksi ini penting karena mencerminkan arah pergerakan wisata akhir tahun yang berdampak langsung pada kesiapan layanan […]

  • Kebakaran kapal menuju Singapura pada kapal pesiar World Legacy di perairan Singapura yang menewaskan kru WNI.

    WNI Tewas dalam Kebakaran Kapal Pesiar Menuju Singapura

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Insiden kebakaran kapal menuju Singapura kembali mengguncang kawasan maritim regional. Peristiwa tragis ini menewaskan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak kapal dalam pelayaran internasional tersebut. Kebakaran kapal pesiar yang berlayar ke Singapura itu bukan hanya menghadirkan duka, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius tentang standar keselamatan laut. Karena itu, […]

  • Ilustrasi arus balik Lebaran menuju Jakarta dengan jalan tol lengang saat dini hari tanpa kemacetan

    Arus Balik 2026: Jam Berangkat Ini Bikin Kamu Tiba di Jakarta Pagi Tanpa Macet

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menentukan waktu terbaik arus balik menjadi kunci agar perjalanan kembali ke Jakarta tetap lancar. Banyak pemudik ingin tiba pagi hari tanpa terjebak macet panjang. Namun, tanpa strategi waktu yang tepat, perjalanan justru bisa berjam-jam lebih lama. Karena itu, memahami pola arus balik Lebaran 2026 menjadi sangat penting, terutama bagi Anda yang […]

  • Polisi mengamankan pelaku penganiayaan kyai di Tasikmalaya setelah kasus viral di media sosial

    Viral Penganiayaan Kyai, Polisi Tasikmalaya Bertindak Cepat Amankan Pelaku

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penganiayaan Kyai Tasikmalaya menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Kasus penganiayaan tokoh agama di Tasikmalaya ini langsung memicu reaksi luas. Bahkan, peristiwa kekerasan terhadap kyai tersebut menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pejabat daerah. Peristiwa ini terjadi di Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Saat itu, korban Abdul Yani […]

expand_less