Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Surat Al-Jumu’ah: Saat Dagangan Mengalahkan Khutbah

Surat Al-Jumu’ah: Saat Dagangan Mengalahkan Khutbah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Tidak banyak yang mengetahui bahwa Asbabun Nuzul Surat Al-Jumu’ah berawal dari sebuah peristiwa yang sangat manusiawi. Saat Rasulullah ﷺ sedang menyampaikan khutbah Jumat, sebagian jamaah justru meninggalkan masjid demi menyambut rombongan dagang yang baru tiba di Madinah.

Kisah turunnya Surat Al-Jumu’ah ini bukan sekadar catatan sejarah Islam. Di baliknya terdapat pelajaran besar tentang bagaimana manusia sering kali lebih mudah terpikat oleh sesuatu yang terlihat menguntungkan di depan mata.

Dan ternyata, ujian itu masih ada sampai hari ini.

Saat Khutbah Berlangsung, Kafilah Dagang Datang

Peristiwa tersebut terjadi ketika Rasulullah ﷺ sedang berdiri menyampaikan khutbah Jumat.

Tiba-tiba terdengar kabar bahwa rombongan dagang dari Syam memasuki Madinah. Saat itu, kedatangan kafilah bukan peristiwa biasa. Mereka membawa bahan makanan, kebutuhan rumah tangga, kain, dan berbagai barang yang sulit didapat setiap hari.

Sebagian masyarakat langsung bergerak menuju pasar.

Mereka keluar dari masjid.

Cepat sekali.

Menurut riwayat dari Jabir bin Abdullah ra., hanya sekitar dua belas sahabat yang tetap bertahan bersama Rasulullah ﷺ hingga khutbah selesai.

Lalu Allah menurunkan firman-Nya:

“Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan, dan Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.”

(QS. Al-Jumu’ah: 11)

Ayat ini bukan sekadar teguran untuk generasi sahabat. Ayat ini juga berbicara kepada manusia di setiap zaman.

Kafilah Dagang Itu Mungkin Sudah Berubah Bentuk

Di banyak masjid kampung hari ini, masih terlihat jamaah yang datang beberapa menit sebelum khutbah dimulai sambil menyelipkan ponsel ke saku baju koko. Ada pula yang baru mematikan notifikasi grup WhatsApp ketika khatib sudah naik ke mimbar.

Kadang terdengar bunyi getaran ponsel yang terlambat disenyapkan.

Kadang cuma sebentar.

Namun cukup untuk mengalihkan perhatian.

Di beberapa masjid, kipas angin tua masih berputar pelan di langit-langit. Sementara itu, jamaah duduk berbaris dengan peci hitam dan sajadah yang mulai kusam karena sering digunakan. Sebagian menatap khatib. Sebagian lagi sesekali melirik layar ponsel sebelum akhirnya memasukkannya kembali ke saku.

Pemandangan seperti itu tidak sulit ditemukan.

Karena manusia memang mudah terdistraksi.

Kalau dahulu yang memanggil adalah suara penanda kedatangan kafilah dagang, sekarang yang memanggil bisa berupa notifikasi marketplace, pesan pekerjaan, atau video yang tiba-tiba muncul di layar telepon genggam.

Bentuknya berubah.

Ujiannya tetap sama.

Allah Tidak Melarang Mencari Rezeki

Menariknya, Allah tidak melarang umat Islam berdagang.

Bahkan setelah Salat Jumat selesai, Allah memerintahkan manusia kembali bekerja dan mencari karunia-Nya.

Allah berfirman:

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”

(QS. Al-Jumu’ah: 10)

Karena itu, masalahnya bukan pada perdagangan.

Bukan pula pada pekerjaan.

Masalahnya ada pada prioritas.

Mana yang harus didahulukan.

Dan mana yang bisa menunggu.

Kadang manusia tidak meninggalkan ibadah karena membenci ibadah itu sendiri. Ia hanya merasa urusan yang sedang dihadapinya lebih mendesak.

Padahal belum tentu demikian.

Fragmen Kecil yang Sering Terjadi Setiap Jumat

Menjelang azan Jumat, tidak sedikit pedagang yang masih melayani pembeli terakhir sambil sesekali melihat jam dinding. Mereka ingin segera berangkat ke masjid, tetapi juga tidak ingin mengecewakan pelanggan yang baru datang.

Di media sosial, ada pula yang sengaja mengaktifkan mode senyap setiap Jumat siang agar bisa fokus mendengarkan khutbah. Sebagian mengaku baru menyadari kebiasaan memeriksa ponsel setelah beberapa kali merasa tidak ingat isi khutbah yang baru saja didengar.

Hal-hal kecil seperti itu tampak sederhana.

Namun sering kali dari situlah perhatian manusia bergeser sedikit demi sedikit.

Anehnya, manusia sering khawatir kehilangan peluang dunia yang belum tentu datang dua kali. Namun pada saat yang sama, ia jarang merasa khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan ilmu dan pahala dari satu khutbah Jumat.

Padahal keduanya sama-sama berharga.

Bahkan mungkin tidak sebanding.

Pesan Surat Al-Jumu’ah untuk Zaman Modern

Asbabun Nuzul Surat Al-Jumu’ah mengajarkan bahwa ujian terbesar manusia tidak selalu datang dalam bentuk musibah.

Kadang justru datang dalam bentuk kesempatan.

Peluang bisnis.

Promosi jabatan.

Pesan yang dianggap penting.

Atau notifikasi yang terasa harus segera dibuka.

Semua tampak baik.

Semua tampak mendesak.

Namun tidak semuanya harus didahulukan.

Para sahabat yang meninggalkan khutbah saat itu akhirnya diingatkan langsung oleh wahyu. Sedangkan kita hari ini membaca kisah mereka agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam bentuk yang berbeda.

Hari ini mungkin tidak ada lagi kafilah dagang yang memasuki Madinah.

Tetapi ada banyak hal lain yang terus mengetuk perhatian manusia setiap hari.

Pertanyaannya bukan apakah gangguan itu ada.

Pertanyaannya adalah apakah hati kita masih mampu memilih Allah ketika dunia sedang memanggil lebih keras.

Karena sering kali yang menjauhkan manusia dari ibadah bukan kebencian kepada Allah.

Melainkan kesibukan yang dianggap terlalu penting untuk ditinggalkan beberapa saat.

Dulu sebagian jamaah meninggalkan Nabi demi mengejar kafilah dagang. Hari ini banyak orang meninggalkan kekhusyukan demi mengejar notifikasi. Zaman berubah, teknologinya berubah, tetapi satu pertanyaan dari Surat Al-Jumu’ah tetap menggema: ketika Allah memanggil, siapa yang sebenarnya sedang kita dahulukan? (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAD Ciamis

    Bupati Herdiat Fokus Genjot PAD Usai APBD Ciamis Disepakati

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PAD Ciamis menjadi sorotan utama setelah DPRD Kabupaten Ciamis bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Selain menyetujui laporan keuangan daerah, rapat paripurna juga menegaskan arah baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis sebagai fondasi untuk memperkuat keuangan daerah dan menjaga keberlanjutan pembangunan. […]

  • akses Banjar Pangandaran

    Jabar Siapkan Strategi Baru, Pangandaran Lebih Mudah Dijangkau

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 635
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Akses Banjar Pangandaran kini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Jalur ini selama ini menjadi pintu utama menuju destinasi wisata Pangandaran, namun masih menyisakan sejumlah kendala, terutama saat arus kunjungan meningkat. Karena itu, penguatan aksesibilitas Pangandaran dan integrasi transportasi mulai dipercepat melalui rapat koordinasi lintas sektor yang digelar pada Selasa, […]

  • kinerja ASN

    Sekda Pimpin Apel dan Penyerahan Satyalencana Karya Satya di Ciamis

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sekda Ciamis serahkan Satyalencana Karya Satya kepada 20 PNS sebagai dorongan etos kerja dan layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penyerahan Satyalencana Karya Satya kepada 20 Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Ciamis tidak hanya mencerminkan apresiasi atas masa kerja, tetapi juga membuka ruang evaluasi atas kinerja ASN dan dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik. Di tengah […]

  • Keberkahan finansial

    Keberkahan Finansial Lewat Etika Investasi Ala Rasulullah SAW

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah tren investasi modern yang kian berkembang, aspek etika finansial kembali mendapat perhatian publik. Masyarakat tidak hanya berbicara soal imbal hasil, tetapi juga mulai mempertanyakan nilai keberkahan di balik pengelolaan harta. Dalam konteks ini, keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi rujukan penting, terutama bagi pengembangan ekonomi syariah. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai […]

  • Persib vs Arema

    Persib vs Arema Buka Piala Presiden 2026

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persib vs Arema akan menjadi pertandingan pembuka Grup A Piala Presiden 2026 yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 19.30 WIB. Duel Persib Bandung vs Arema FC ini menjadi penampilan perdana Maung Bandung dengan komposisi tim dan jajaran pelatih baru di hadapan ribuan bobotoh. […]

  • Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H dan Lebaran 2026

    Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H dan Lebaran 2026

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 dan Idul Fitri 20 Maret 2026. Berikut jadwal lengkap puasa dan libur Lebaran 2026. albadarpost.com, LENSA. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi mengumumkan ketetapan Awal Ramadhan Muhammadiyah 1447 H dan jadwal Idul Fitri 2026. Penetapan ini dituangkan dalam Maklumat Muhammadiyah No. 01/MLM/1.1/B/2025 […]

expand_less