Diky Soroti Jalan KHZ Mustofa, Kenapa Sulit Menemukan Tong Sampah?
- account_circle redaktur
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana Jalan KHZ Mustofa Tasikmalaya yang minim tong sampah menjadi sorotan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Kamis (4/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tong Sampah KHZ Mustofa menjadi sorotan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara. Menurutnya, minimnya tempat sampah di sepanjang Jalan KHZ Mustofa hingga kawasan Cihideung berpotensi membuat sampah berserakan sekaligus mengurangi estetika salah satu kawasan paling ramai di Kota Tasikmalaya.
Isu ini sebenarnya terlihat sederhana. Namun dampaknya terasa setiap hari.
Jalan KHZ Mustofa merupakan salah satu etalase Kota Tasikmalaya. Ribuan orang melintas, berbelanja, berjalan kaki, hingga menikmati suasana pusat kota di kawasan tersebut. Karena itu, keberadaan fasilitas dasar seperti tong sampah memiliki peran yang jauh lebih penting daripada yang sering dibayangkan.
Wajah Kota yang Ramai, Tapi Tong Sampah Masih Sulit Dicari
Menjelang sore, suasana Jalan KHZ Mustofa biasanya mulai ramai. Lampu-lampu toko perlahan menyala, sementara pejalan kaki memenuhi trotoar yang membentang di depan deretan pertokoan.
Di beberapa titik, bangku-bangku trotoar terlihat terisi oleh warga yang beristirahat setelah berbelanja. Tidak jauh dari sana, pot tanaman hias berjajar rapi di sepanjang pedestrian yang dibangun untuk mempercantik kawasan pusat kota.
Namun di tengah wajah kota yang semakin tertata itu, tong sampah justru masih cukup sulit ditemukan.
Di sela-sela paving block trotoar, sesekali masih terlihat sedotan plastik atau bungkus makanan ringan yang tertinggal. Tidak banyak memang. Tetapi tetap terlihat.
Bahkan di sekitar beberapa bangku pedestrian, ada gelas minuman sekali pakai yang diletakkan sementara oleh pengunjung karena mereka belum menemukan tempat sampah terdekat.
Kadang persoalannya memang sesederhana itu.
Diky Ingin Tong Sampah Menyatu dengan Konsep Jalan
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara mengatakan dirinya sejak awal sudah memiliki gagasan agar tong sampah yang ditempatkan di kawasan KHZ Mustofa dibuat selaras dengan konsep penataan jalan.
Menurutnya, keberadaan fasilitas publik harus mendukung fungsi sekaligus estetika.
“Nah kebetulan Pak Wali Kota sudah menentukan sendiri hal tersebut bersama DLH dan konsepnya seperti apa. Saya sebagai wakil sangat mendukung karena sejak dulu hal ini sudah disiapkan,” kata Diky, Kamis (4/6/2026).
Ia menegaskan tong sampah tidak boleh hanya menjadi pajangan.
Tong sampah harus benar-benar digunakan masyarakat. Itu yang penting.
Karena itu, desain, lokasi penempatan, dan jumlahnya perlu dipikirkan secara matang agar memberi manfaat nyata.
Jangan Sampai Warga Jadi “Atlet Basket”
Dalam pernyataannya, Diky juga menyinggung kebiasaan sebagian masyarakat yang membuang sampah dari jarak tertentu ke arah tempat sampah.
Dengan nada bercanda, ia menyebut kondisi tersebut seperti atlet basket yang sedang melakukan tembakan ke ring.
“Kalau buang sekarang sudah pada jago seperti atlit basket, kadang masuk kadang sampahnya kemana,” ujarnya.
Candaan tersebut mengundang senyum. Namun ada pesan yang cukup jelas di baliknya.
Banyak orang sebenarnya tidak keberatan membuang sampah pada tempatnya. Yang sering menjadi masalah adalah ketika tempat sampah tidak mudah ditemukan atau lokasinya terlalu jauh.
Di media sosial lokal dan sejumlah grup percakapan warga, keluhan soal minimnya tong sampah di kawasan pusat kota sesekali muncul. Beberapa pengunjung mengaku lebih memilih menyimpan bungkus makanan atau botol minuman di tas sampai menemukan tempat pembuangan yang sesuai.
Sebagian melakukannya. Sebagian lagi tidak.
Libatkan Pengusaha, Jangan Semua Dibebankan ke APBD
Selain mendorong penambahan fasilitas, Diky juga mengusulkan kolaborasi dengan para pemilik usaha yang berada di sepanjang Jalan KHZ Mustofa dan kawasan Cihideung.
Menurutnya, pemerintah dapat menggelar forum diskusi bersama untuk membahas berbagai kebutuhan kawasan, mulai dari parkir, kebersihan, hingga penyediaan tong sampah.
Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan fasilitas publik bisa terpenuhi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Langkah ini dinilai memiliki keuntungan ganda.
Di satu sisi kawasan menjadi lebih bersih dan nyaman. Di sisi lain pelaku usaha juga ikut memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan tempat mereka menjalankan aktivitas ekonomi setiap hari.
Karena pada akhirnya, kebersihan kota tidak bisa mengandalkan pemerintah semata.
Kebersihan Kota Dimulai dari Hal Kecil
Persoalan sampah sering dianggap sebagai urusan besar yang membutuhkan program besar pula. Padahal perubahan kadang dimulai dari hal-hal sederhana.
Dari satu tong sampah yang mudah dijangkau.
Dari satu bungkus makanan yang tidak dibuang sembarangan.
Dan dari satu kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang.
Jalan KHZ Mustofa hari ini bukan sekadar kawasan perdagangan. Tempat itu menjadi ruang bersama tempat warga bertemu, berjalan kaki, berbincang, dan menikmati wajah Kota Tasikmalaya.
Karena itu, setiap detail memiliki arti. Bahkan sesuatu yang sering dianggap sepele seperti tong sampah.
Orang mungkin datang ke Jalan KHZ Mustofa untuk berbelanja, menikmati lampu kota, atau sekadar berjalan santai di trotoar. Namun kesan yang mereka bawa pulang sering kali ditentukan oleh hal-hal kecil yang mereka lihat sepanjang perjalanan. Sebab kota yang dikenang bukan hanya kota yang indah dipandang, melainkan kota yang berhasil membuat warganya merasa ikut memiliki dan mau menjaganya bersama-sama. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar