Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Rajin Salat Tapi Masih Maksiat? Ini Jawaban Al-Qur’an

Rajin Salat Tapi Masih Maksiat? Ini Jawaban Al-Qur’an

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Banyak orang pernah bertanya, bahkan mungkin bertanya diam-diam kepada dirinya sendiri: mengapa ada orang yang rajin salat, tidak pernah meninggalkan salat lima waktu, tetapi masih melakukan kebohongan, ghibah, fitnah, atau perbuatan maksiat lainnya?

Pertanyaan tentang salat mencegah maksiat sebenarnya bukan hal baru. Al-Qur’an telah memberikan jawabannya melalui QS Al-‘Ankabut ayat 45. Ayat ini bukan hanya menjelaskan kewajiban salat, tetapi juga menjelaskan bagaimana salat seharusnya membentuk karakter, menjaga hati, dan mengarahkan kehidupan manusia.

Di banyak masjid kampung, terutama saat Subuh, jamaah kadang hanya memenuhi satu atau dua saf. Sebagian datang dengan sarung yang masih sedikit kusut karena baru bangun tidur. Ada pula yang berjalan cepat sambil merapikan peci sebelum takbiratul ihram dimulai.

Pemandangan sederhana seperti itu menunjukkan bahwa salat bukan aktivitas para malaikat. Salat adalah ibadah manusia biasa yang setiap hari berjuang melawan rasa malas, kantuk, kesibukan, dan godaan dunia.

Allah Menegaskan Salat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Allah SWT berfirman:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Al-Kitab dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Menurut tafsir Ibnu Katsir, salat yang dilakukan dengan benar akan menjadi benteng yang menjaga seseorang dari berbagai bentuk kemaksiatan.

Artinya, salat bukan sekadar gerakan fisik.

Salat adalah pendidikan jiwa yang dilakukan lima kali sehari.

Setiap kali seorang muslim membaca Al-Fatihah dan mengucapkan:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

ia sedang memperbarui janji penghambaan dan ketergantungannya kepada Allah.

Fahsya dan Munkar, Dua Penyakit yang Menggerogoti Manusia

Dalam ayat tersebut Allah menyebut dua istilah penting.

Pertama, fahsya, yaitu segala bentuk perbuatan keji yang berkaitan dengan syahwat, seperti zina, pornografi, ucapan cabul, dan perilaku yang melampaui batas.

Kedua, munkar, yaitu segala sesuatu yang ditolak syariat dan akal sehat, seperti dusta, korupsi, fitnah, ghibah, menipu, hingga menzalimi orang lain.

Karena itu, ayat ini tidak hanya berbicara tentang satu jenis dosa.

Ia mencakup hampir seluruh bentuk kemaksiatan yang sering muncul dalam kehidupan manusia.

Salat Mencegah Maksiat?

Di sinilah letak pelajaran yang sering terlewat.

Ayat tersebut tidak mengatakan bahwa orang yang salat pasti langsung sempurna.

Ayat itu menjelaskan bahwa salat yang benar memiliki pengaruh untuk mencegah dan mengurangi kemaksiatan.

Al-Hasan Al-Bashri pernah mengatakan:

“Barang siapa salatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar, maka salatnya belum memberikan manfaat sebagaimana mestinya.”

Jujur saja, hampir semua muslim pernah mengalami masa ketika salat terasa sangat khusyuk pada suatu waktu, lalu terasa biasa saja pada waktu yang lain.

Kadang hati hadir sepenuhnya.

Kadang pikiran masih berkelana ke urusan pekerjaan, keluarga, tagihan, atau persoalan yang belum selesai.

Bahkan ada orang yang baru tersadar ia lupa membaca doa setelah salam karena pikirannya masih tertinggal pada pekerjaan yang harus diselesaikan pagi itu.

Ketidaksempurnaan itu adalah bagian dari perjuangan manusia.

Karena itulah kualitas salat perlu terus diperbaiki sepanjang hidup.

Tafsir Tasawuf: Maksiat Tidak Selalu Terlihat oleh Mata

Dalam pandangan tasawuf, makna ayat ini jauh lebih dalam.

Para ulama sufi menjelaskan bahwa fahsya tidak hanya berupa dosa lahiriah.

Fahsya juga bisa berupa syahwat yang menguasai hati.

Sedangkan munkar adalah segala sesuatu yang membuat manusia jauh dari Allah.

Karena itu, salat yang benar tidak hanya mengurangi dosa fisik.

Salat juga membantu:

  • Mengurangi kesombongan
  • Menenangkan amarah
  • Mengikis riya
  • Menguatkan tawakal
  • Melembutkan hati

Setiap kali seorang hamba mengucapkan:

الله أكبر

ia sedang mengingatkan dirinya bahwa tidak ada yang lebih besar daripada Allah.

Kejadian Kecil yang Sering Terjadi Setelah Salat

Setelah salat berjamaah selesai, suasana masjid sering menghadirkan pemandangan yang sederhana tetapi hangat.

Sebagian jamaah langsung pulang karena harus bekerja atau mengantar anak sekolah.

Sebagian lainnya tetap duduk beberapa menit sambil berzikir.

Ada pula yang berbincang ringan tentang kondisi kampung, hasil panen, atau kabar tetangga yang sedang sakit.

Kejadian-kejadian kecil itu menunjukkan bahwa salat bukan hanya hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga ruang yang memperkuat hubungan sosial antar manusia.

Tantangan Salat di Era Digital

Tantangan umat Islam saat ini berbeda dibanding generasi sebelumnya.

Tidak sedikit orang yang mampu mengingat puluhan akun media sosial, tetapi masih berjuang menghafal makna bacaan salat yang dibaca setiap hari.

Sebagian orang bahkan lebih sering melihat layar ponsel sebelum tidur dibanding melakukan muhasabah terhadap amal yang telah dikerjakan sepanjang hari.

Notifikasi datang tanpa henti.

Video berganti setiap beberapa detik.

Perhatian manusia semakin mudah terpecah.

Di tengah kondisi seperti itu, salat menjadi jeda yang sangat berharga.

Salat mengingatkan bahwa hidup bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal arah.

Mungkin yang membuat seseorang jauh dari maksiat bukan karena ia tidak pernah tergoda. Melainkan karena lima kali sehari ia kembali diingatkan siapa dirinya, kepada siapa ia akan kembali, dan untuk apa sebenarnya ia hidup. Ketika salat berubah dari sekadar kebiasaan menjadi pertemuan hati dengan Allah, saat itulah ayat “inna shalata tanha ‘anil fahsya’i wal munkar” benar-benar hidup dalam diri seorang hamba. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Bersih Narkoba Pangandaran

    Langkah Besar Pangandaran: Sekolah & Madrasah Bersinar Tanpa Narkoba

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program sekolah bersih narkoba di Kabupaten Pangandaran kini bergerak lebih luas dengan menyasar sekolah dan madrasah sekaligus. Upaya menciptakan sekolah bebas narkoba, lingkungan pendidikan aman, serta perlindungan generasi muda dari ancaman narkotika kini diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pada Kamis (9/4), momen penting tersebut resmi ditandai melalui penandatanganan kerja sama di […]

  • Penipuan pinjaman

    Putusan MA Menegaskan Penipuan Berkedok Pinjaman

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung Nomor 736 K/Pid/2025 menegaskan satu hal penting: kebohongan yang digunakan untuk meyakinkan orang agar memberikan pinjaman uang bukan sekadar wanprestasi, melainkan tindak pidana penipuan. Di tengah praktik pinjam-meminjam yang kerap berbasis relasi personal dan rasa saling percaya, putusan ini relevan karena menyentuh ruang paling rentan dalam kehidupan warga—kepercayaan yang […]

  • korupsi dana desa

    Mantan Sekdes Sukaresik Ditangkap, Korupsi Dana Desa Kembali Menggoyang Kepercayaan Publik

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Penangkapan mantan sekdes Sukaresik membuka masalah serius tata kelola Dana Desa dan dampaknya bagi layanan publik. albadarpost.com, EDITORIAL – Penangkapan mantan Sekretaris Desa Sukaresik, YS, atas dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2022 kembali menegaskan rapuhnya tata kelola anggaran publik di tingkat desa. Peristiwa ini penting bukan semata […]

  • cuaca ekstrem

    Pemprov Jabar Tingkatkan Mitigasi Hadapi Cuaca Ekstrem di Puncak Hujan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar meminta warga meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem pada puncak musim hujan 2025–2026. albadarpost.com, LENSA – Peringatan resmi mengenai cuaca ekstrem kembali dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. BPBD Jabar menyebut puncak musim hujan yang diprediksi BMKG akan berlangsung pada Desember 2025 serta Februari hingga Maret 2026 berpotensi memicu banjir, longsor, dan pergerakan tanah. Situasi […]

  • Inspirasi

    Perjalanan Inspiratif Perempuan Sederhana Menjadi CEO Teknologi

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kesuksesan dalam dunia bisnis kerap dikaitkan dengan pendidikan tinggi dan modal besar. Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Seorang pengusaha wanita asal China membuktikan bahwa kerja keras dan kemauan belajar mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Tokoh tersebut adalah Zhou Qunfei, pendiri dan CEO Lens Technology. Perusahaan yang ia bangun kini menjadi pemasok […]

  • Digitalisasi Pemerintahan Sumedang

    Sumedang Jadi Rujukan Tata Kelola Pemerintahan Digital

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Kemendagri menilai digitalisasi pemerintahan Sumedang layak jadi percontohan nasional yang transparan dan akuntabel. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah pusat menilai langkah Kabupaten Sumedang dalam membangun sistem pemerintahan berbasis digital bukan sekadar inovasi teknis, melainkan strategi kebijakan yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik. Digitalisasi Pemerintahan Sumedang dinilai berhasil menjawab dua kebutuhan mendasar birokrasi daerah: transparansi […]

expand_less