Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Jawaban Soal Islam dan Pancasila Ternyata Ada di Halaman Sekolah Dasar

Jawaban Soal Islam dan Pancasila Ternyata Ada di Halaman Sekolah Dasar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 128
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Pada suatu Senin pagi, barisan siswa sekolah dasar berdiri menghadap tiang bendera.

Seorang anak laki-laki mengenakan peci hitam yang sesekali ia betulkan karena miring tertiup angin. Di sampingnya, seorang siswi berkerudung putih berdiri tegak meski tali sepatu kirinya tampak belum terikat sempurna.

Di barisan belakang, beberapa siswa terlihat masih mengantuk. Ada yang beberapa kali menguap. Ada pula yang sesekali melirik temannya sebelum lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan.

Pemandangan itu biasa.

Sangat biasa.

Namun justru dari hal-hal sederhana seperti itulah kadang jawaban atas perdebatan panjang orang dewasa muncul tanpa banyak kata.

Karena pagi itu tidak ada yang sedang memperdebatkan hubungan Islam dan Pancasila.

Mereka hanya menjalani hari seperti biasa.

Dan mungkin di situlah letak pelajaran yang sering terlewat.

Ketika Orang Dewasa Berdebat, Anak-Anak Sibuk Bertumbuh

Di media sosial, perdebatan tentang Islam dan Pancasila sesekali kembali muncul.

Ada yang menulis panjang.

Ada yang membuat video.

Serta ada yang menyusun argumen berlapis-lapis.

Kadang diskusinya sehat.

Kadang juga berubah menjadi saling curiga.

Namun jika kita berjalan sebentar ke halaman sekolah dasar, suasananya terasa berbeda.

Anak-anak tampaknya tidak terlalu memikirkan persoalan itu.

Pagi hari mereka mengikuti upacara.

Siang hari mereka belajar matematika.

Sore hari mereka mengaji.

Besoknya mereka mengulang lagi rutinitas yang hampir sama.

Mereka tidak pernah bertanya:

“Kalau saya belajar Pancasila, apakah saya kurang Islami?”

Mereka juga tidak bertanya:

“Kalau saya menghafal surat pendek, apakah saya kurang cinta Indonesia?”

Yang mereka pikirkan biasanya jauh lebih sederhana.

Ulangan besok.

Tugas yang belum selesai.

Atau jajanan yang ingin dibeli saat istirahat.

Dalil yang Sudah Dipraktikkan Sebelum Dihafalkan

Islam mengajarkan persaudaraan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Islam juga mengajarkan tolong-menolong.

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Maidah: 2)

Menariknya, anak-anak sering mempraktikkan ayat-ayat itu sebelum mampu menjelaskan maknanya secara panjang lebar.

Ketika temannya jatuh, mereka membantu.

Ketika ada yang lupa membawa penghapus, mereka meminjamkan.

Bahkan ketika kelas mendapat tugas membersihkan halaman, mereka bekerja bersama-sama meski sesekali masih bercanda dan saling menyiram air.

Bukankah semangat seperti itu juga hidup dalam nilai kemanusiaan, persatuan, dan gotong royong yang terkandung dalam Pancasila?

Kehidupan Anak-Anak Tidak Selalu Rapi

Kadang orang dewasa berharap semuanya berjalan sempurna.

Padahal kehidupan anak-anak tidak pernah benar-benar serapi itu.

Tidak semua anak langsung hafal lima sila Pancasila.

Tidak semua pula lancar membaca Al-Qur’an.

Ada yang masih terbata-bata saat membaca.

Ada yang lupa urutan sila ketiga dan keempat.

Dan ada juga yang salah saat mengikuti gerakan upacara.

Namun mereka terus belajar.

Sedikit demi sedikit.

Hari demi hari.

Dan mungkin proses itulah yang lebih penting daripada sekadar hafalan.

Karena karakter tidak tumbuh dalam satu malam.

Ia tumbuh dari kebiasaan yang diulang terus-menerus.

Dunia Nyata Tidak Seramai Kolom Komentar

Saat jam istirahat tiba, perdebatan tentang ideologi tentu tidak terdengar di kantin sekolah.

Yang ramai justru obrolan soal jajanan favorit, tugas yang belum dikerjakan, pertandingan sepak bola antarkelas, atau rencana bermain setelah pulang sekolah.

Anak-anak tetap bermain bersama.

Mereka tidak terlalu peduli organisasi apa yang diikuti orang tuanya.

Mereka tidak bertanya partai politik mana yang dipilih keluarganya.

Dan mereka hanya tahu bahwa hari ini mereka berteman.

Dan besok kemungkinan besar mereka tetap berteman.

Kadang dunia nyata memang jauh lebih tenang dibanding kolom komentar media sosial.

Tantangan Baru di Era Digital

Ada satu kenyataan yang juga perlu diakui.

Sebagian anak zaman sekarang mungkin lebih cepat mengenali logo aplikasi gim di ponselnya dibanding lambang Garuda Pancasila.

Mereka mungkin lebih hafal karakter dalam permainan digital dibanding nama para pahlawan nasional.

Namun menyalahkan anak-anak tentu bukan solusi.

Tugas orang dewasa bukan mengeluh.

Tugas orang dewasa adalah mengenalkan keduanya secara seimbang.

Mengenalkan teknologi tanpa kehilangan nilai.

Mengenalkan masa depan tanpa melupakan jati diri.

Karena pada akhirnya, anak-anak akan belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari, bukan hanya dari apa yang mereka dengar.

Mungkin Bangsa Ini Perlu Belajar Lagi dari Anak-Anak

Jika diperhatikan baik-baik, anak-anak sering menunjukkan sesuatu yang sederhana tetapi penting.

Mereka bisa menghafal Al-Fatihah pada pagi hari.

Lalu beberapa jam kemudian berdiri hormat kepada Merah Putih dengan penuh semangat.

Mereka tidak melihat Islam dan Pancasila sebagai dua kubu yang saling berhadapan.

Mereka menjalani keduanya secara alami.

Tanpa curiga.

Tanpa prasangka.

Dan tanpa kegaduhan.

Mungkin yang sering bertengkar bukan Islam dan Pancasila. Yang sering bertengkar adalah cara sebagian orang dewasa memandang keduanya. Sebab di halaman sekolah, seorang anak masih bisa mengaji sore hari, menghormat bendera Senin pagi, berbagi bekal dengan temannya saat istirahat, lalu pulang ke rumah dengan bahagia. Dan mungkin, di situlah Indonesia yang sesungguhnya masih terus tumbuh.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisata Kuliner Tasik

    Melki Bajaj Kaget Lihat Ramainya Kuliner Tasik

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Siapa sangka, kunjungan singkat selama dua hari justru mengubah kesan aktor nasional Melki Bajaj terhadap Kota Tasikmalaya. Datang dengan rasa penasaran setelah sering mendengar cerita dari teman-temannya, Melki akhirnya membuktikan sendiri bahwa Wisata Kuliner Tasik tidak sekadar ramai diperbincangkan, tetapi benar-benar menawarkan pengalaman yang membuatnya ingin kembali. Selama berada di Kota […]

  • ikhlas sabar syukur

    Perbedaan Ikhlas, Sabar, dan Syukur dalam Tasawuf

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ikhlas, sabar, dan syukur sering disebut dalam ajaran Islam, tetapi banyak orang masih mencampurkan maknanya. Dalam perspektif tasawuf, ketiganya bukan sekadar sikap, melainkan maqam (tingkatan spiritual) yang berbeda. Pemahaman tentang ikhlas sabar syukur ini penting karena akan menentukan kualitas ibadah dan ketenangan batin seseorang. Lebih jauh, tasawuf menjelaskan bahwa perjalanan ruhani tidak […]

  • Lamine Yamal Palestina

    Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina, PM Spanyol Langsung Pasang Badan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Aksi Lamine Yamal membawa bendera Palestina saat parade juara FC Barcelona langsung memicu polemik internasional. Namun di tengah kritik keras dari pejabat Israel, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez justru menyatakan dukungannya kepada wonderkid Barcelona tersebut. Isu Lamine Yamal Palestina menjadi sorotan besar media Eropa setelah video parade kemenangan Barcelona viral di […]

  • waspada hoaks rekrutmen

    Waspada Hoaks Rekrutmen CPNS dan PPPK Kemenag

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rekrutmen CPNS maupun PPPK di lingkungan kementerian tersebut. Masyarakat diminta waspada hoaks rekrutmen yang beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan singkat, karena informasi tersebut berpotensi merugikan pencari kerja. Penegasan ini disampaikan menyusul maraknya unggahan dan pesan berantai yang mengatasnamakan […]

  • Masakan sederhana berbuka berupa sup ayam, tempe goreng, sayur bening, dan kolak pisang di meja makan keluarga saat Ramadan.

    Menu Berbuka Hemat tapi Penuh Berkah, Wajib Coba!

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Masakan sederhana berbuka selalu menjadi pilihan favorit saat Ramadan. Selain praktis, menu berbuka puasa yang simpel dan hemat tetap mampu menghadirkan kehangatan di meja makan. Bahkan, hidangan sederhana untuk buka puasa sering kali terasa lebih nikmat karena dimasak dengan niat berbagi dan penuh syukur. Oleh karena itu, memilih masakan sederhana berbuka bukan […]

  • hukuman korupsi

    Putusan MA Perberat Hukuman Korupsi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang memperberat hukuman pidana korupsi menjadi sembilan tahun penjara bukan sekadar koreksi yudisial. Ia menyentuh persoalan yang lebih luas: bagaimana negara menempatkan korupsi sebagai ancaman langsung terhadap hak publik. Di tengah meningkatnya tuntutan keadilan sosial, keputusan ini menjadi penanda arah kebijakan hukum pidana yang patut dibaca lebih dalam. Mahkamah […]

expand_less