Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » AI Bikin Naskah Khutbah, Boleh atau Justru Berbahaya?

AI Bikin Naskah Khutbah, Boleh atau Justru Berbahaya?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Suara keyboard terdengar cukup keras dari sudut serambi masjid. Seorang calon khatib tampak beberapa kali menghapus kalimat di layar laptopnya. Folder dokumen di desktop bahkan masih bernama: “KHUTBAH_FIX_BENER_FINAL2.docx”.

Di sebelahnya, segelas kopi hitam mulai dingin. Lampu neon masjid memantul samar di layar laptop yang sedikit berdebu. Sementara kipas angin tua di langit-langit sesekali berbunyi “krek… krek…” seperti hampir lepas.

Malam Idul Adha memang sering seperti itu.

Ada yang membuka kitab tafsir. Ada yang mencari hadis. Bahkan ada pula yang diam-diam mulai mengetik satu kalimat baru di aplikasi AI.

Lalu pertanyaan itu muncul:

bolehkah membuat naskah khutbah Idul Adha dengan AI?

Pembahasan tentang khutbah AI kini mulai ramai di kalangan takmir, ustaz muda, hingga santri yang akrab dengan teknologi digital. Sebagian menganggap AI hanya alat bantu modern, sama seperti Google atau aplikasi penerjemah. Namun sebagian lainnya mulai merasa khawatir.

Sebab khutbah bukan sekadar teks.

Ada amanah ilmu di sana.

AI Bisa Menulis Cepat, Tapi Tidak Punya Rasa Takut kepada Allah

Teknologi Artificial Intelligence sekarang memang mampu membuat tulisan hanya dalam hitungan detik. Bahkan terkadang hasilnya terdengar rapi. Terlalu rapi malah.

Tema khutbah tinggal diketik:
“keikhlasan Nabi Ibrahim”
atau
“makna kurban di era modern”.

Beberapa detik kemudian, paragraf panjang langsung muncul lengkap dengan dalil dan penutup emosional.

Namun di situlah sebagian ulama mulai mengingatkan batasnya.

Dalam Islam, teknologi pada dasarnya bersifat mubah selama tidak melanggar syariat. Karena itu, memakai AI untuk membantu menyusun ide khutbah, mencari referensi, atau merapikan bahasa tidak otomatis menjadi haram.

Tetapi masalahnya bukan di teknologinya.

Masalah muncul ketika manusia mulai malas memeriksa.

Allah SWT berfirman:

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”
(QS. An-Nahl: 43)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu agama tetap harus kembali kepada ahlinya. Bukan sepenuhnya diserahkan kepada mesin.

AI tidak memahami mana hadis dhaif yang sebaiknya tidak dipakai sembarangan. AI juga tidak tahu kondisi jamaah di kampung yang sedang kesulitan ekonomi atau kehilangan anggota keluarga menjelang Idul Adha.

Mesin hanya menyusun pola kata.

Sedangkan khutbah sering lahir dari keresahan manusia.

Banyak Khatib Mulai Pakai AI, Tapi Tidak Semua Berani Mengaku

Di beberapa grup WhatsApp takmir masjid, file khutbah berbasis AI mulai beredar cukup cepat menjelang Idul Adha. Ada yang format PDF. Ada yang langsung dikirim bentuk Word lengkap dengan tulisan Arab.

Sebagian terlihat meyakinkan.

Namun setelah dicek ulang, beberapa kutipan hadis ternyata tidak jelas sumbernya. Ada pula ayat yang terpotong di bagian penting. Bahkan pernah muncul teks khutbah dengan terjemahan yang terasa janggal seperti hasil mesin yang terlalu dipaksa terdengar bijak.

Ironisnya, sebagian jamaah mungkin tidak sadar.

Mereka tetap mengangguk.

Tetap bilang:
“Khutbahnya bagus tadi.”

Padahal belum tentu semuanya tepat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Cukuplah seseorang dianggap berdusta ketika ia menceritakan semua yang ia dengar.”
(HR. Muslim)

Hadis ini terasa sangat dekat dengan era digital sekarang. Apalagi ketika semua orang bisa membagikan tulisan agama hanya lewat tombol salin-tempel.

Kadang yang berbahaya bukan AI-nya.

Kadang manusianya yang terlalu percaya diri.

Jadi, Bolehkah Membuat Naskah Khutbah dengan AI?

Mayoritas ulama kontemporer cenderung membolehkan penggunaan AI sebagai alat bantu, selama tetap berada dalam batas syariat.

Artinya:

  • AI boleh dipakai mencari ide,
  • membantu menyusun struktur,
  • atau merapikan bahasa khutbah.

Namun khatib tetap wajib:

  • memeriksa dalil,
  • mengecek hadis,
  • memahami isi khutbah,
  • dan bertanggung jawab penuh atas apa yang disampaikan.

Sebab khutbah bukan lomba siapa paling cepat membuat teks.

Khutbah adalah nasihat.

Ada ruh di dalamnya.

Di beberapa masjid kampung, khatib tua kadang masih menulis poin khutbah memakai pulpen biru di kertas bekas undangan pengajian. Tulisan tangannya miring sedikit. Kadang sulit dibaca orang lain.

Namun ketika beliau berbicara di atas mimbar, jamaah bisa diam mendengarkan sampai akhir.

Sementara hari ini, ada juga khutbah yang bahasanya sangat indah tetapi terasa kosong. Kalimatnya rapi. Dalilnya banyak. Namun seperti tidak benar-benar menyentuh.

Mungkin karena lahir terlalu cepat.

Dakwah Tidak Hanya Butuh Teknologi, Tapi Juga Kejujuran Hati

Perkembangan AI memang sulit dihentikan. Teknologi akan terus masuk ke ruang kerja, sekolah, bahkan masjid.

Namun Islam selalu mengingatkan bahwa ilmu tanpa adab bisa berubah menjadi masalah baru.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”
(QS. Al-Isra: 36)

Karena itu, penggunaan AI dalam dakwah tetap membutuhkan:

  • ilmu,
  • kehati-hatian,
  • dan kejujuran hati.

Di beberapa masjid, suara anak-anak masih terdengar berlari kecil di halaman ketika khatib sibuk memperbaiki teks khutbah malam-malam. Ada yang mengubah satu kata sampai lima kali. Ada pula yang mematikan laptop lalu memilih membuka kitab lama milik gurunya karena merasa tulisan AI terlalu dingin.

Dan mungkin memang begitu.

Karena manusia masih punya sesuatu yang belum dimiliki mesin:
kegelisahan,
doa,
dan rasa takut ketika berbicara tentang agama.

Di zaman ketika mesin bisa membuat ribuan kalimat dalam hitungan detik, dakwah justru diuji pada satu hal yang tidak bisa diprogram oleh AI: kejujuran hati saat menyampaikan kebenaran. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi simbol kebebasan pers di Hong Kong dengan sorotan global terhadap vonis Jimmy Lai dan dampaknya bagi media independen

    Dunia Bereaksi, Kebebasan Pers Hong Kong Terancam

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Vonis 20 tahun penjara terhadap pengusaha media Jimmy Lai langsung menggema ke berbagai penjuru dunia. Sejak putusan itu dibacakan, perhatian internasional tertuju pada satu isu utama: kebebasan pers Hong Kong. Banyak pihak menilai kasus ini bukan sekadar perkara hukum individu, melainkan simbol perubahan besar dalam lanskap kebebasan berekspresi di wilayah tersebut. […]

  • jemaah haji Garut

    Jemaah Haji Garut Berangkat ke Tanah Suci, Pengamanan Diperketat

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Gedung Pamengkang Pendopo Garut saat ratusan keluarga mengantar keberangkatan jemaah haji Garut Kloter 22 Gelombang II Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kamis (7/5/2026). Di tengah padatnya lokasi pelepasan calon haji tersebut, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto turun langsung memimpin pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan […]

  • Salahuddin Al Ayyubi memimpin pasukan dalam Perang Salib dengan strategi militer cerdas dan kepemimpinan kuat

    Kisah Salahuddin Al Ayyubi, Jenderal Muslim yang Mengubah Sejarah Perang

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Salahuddin Al Ayyubi dikenal sebagai panglima perang Islam yang visioner. Tokoh ini, yang sering disebut sebagai pemimpin militer Muslim legendaris, bahkan dianggap sebagai pelopor strategi perang modern. Nama Salahuddin Ayyubi terus muncul dalam kajian sejarah, terutama ketika membahas kepemimpinan, taktik militer, dan etika perang. Menariknya, meskipun hidup pada abad ke-12, pendekatan yang […]

  • Ka’bah

    Ini 3 Mekanisme Prioritas Keberangkatan Haji yang Resmi dan Legal

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Antrean haji reguler di Indonesia yang terus memanjang membuat informasi soal percepatan porsi haji semakin banyak dicari masyarakat. Tidak sedikit calon jemaah berharap bisa berangkat lebih cepat, terutama mereka yang ingin mendampingi orang tua lanjut usia atau berangkat bersama pasangan. Di sejumlah daerah, masa tunggu haji bahkan sudah mencapai lebih dari […]

  • ilustrasi konsep affiliate marketing online dengan komisi penjualan dalam perspektif bisnis digital menurut Islam

    Hukum Affiliate Marketing dalam Islam: Halal atau Haram?

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perkembangan ekonomi digital membuat banyak orang tertarik menjalankan affiliate marketing sebagai sumber penghasilan tambahan. Namun demikian, sebagian Muslim masih bertanya tentang hukum affiliate marketing dalam Islam. Apakah affiliate marketing halal atau haram, dan bagaimana bisnis affiliate menurut Islam dipandang dalam fikih muamalah? Pertanyaan ini wajar muncul karena sistem affiliate melibatkan komisi dari […]

  • BPJS Kesehatan

    BPJS Kesehatan Tetapkan 21 Layanan Tak Ditanggung

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 layanan medis. Ketahui batas jaminan agar warga terhindar dari risiko biaya kesehatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan dirancang untuk menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh warga negara. Namun, tidak semua penyakit dan layanan medis ditanggung. Ada 21 kategori layanan yang secara tegas dikecualikan. Ketentuan […]

expand_less