Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Idul Fitri vs Idul Adha, Mana Lebih Agung? Ini Penjelasannya

Idul Fitri vs Idul Adha, Mana Lebih Agung? Ini Penjelasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

aaalbadarpost.com, HIKMAH – Malam takbiran di banyak kampung di Indonesia hampir selalu punya pola yang sama. Jalanan mendadak padat. Anak-anak berlarian membawa obor. Panci dipukul seadanya. Di teras rumah, sebagian ibu masih sibuk mengaduk opor sambil sesekali mengecek rendang yang belum benar-benar matang.

Televisi tetap menyala meski tak ada yang benar-benar menonton.

Sementara dari kejauhan, suara takbir kadang terdengar bertumpuk dengan deru motor para pemudik yang baru tiba menjelang dini hari.

Suasana seperti itu jauh lebih sering terlihat saat Idul Fitri dibanding Idul Adha. Karena itu muncul pertanyaan yang diam-diam sering dibicarakan banyak orang: kenapa Idul Fitri terasa lebih meriah, padahal dalam Islam Idul Adha justru disebut sangat agung?

Pertanyaan itu tidak sepenuhnya keliru. Sebab secara sosial, Idul Fitri memang berubah menjadi momentum besar yang melibatkan hampir seluruh lapisan masyarakat.

Ada mudik. Ada THR. Dan ada baju baru. Serta ada tradisi saling mengunjungi.

Dan ada kerinduan yang menumpuk selama setahun.

Lebaran Menjadi Perayaan Emosional Kolektif

Selama Ramadan, umat Islam menjalani ritme yang hampir seragam. Bangun dini hari untuk sahur. Menunggu azan magrib. Tarawih hingga malam. Bahkan orang yang biasanya jarang ke masjid pun perlahan ikut terbawa suasana.

Selama sebulan penuh masyarakat bergerak dalam frekuensi yang sama.

Karena itu ketika Idul Fitri datang, ledakan emosinya terasa besar.

Allah SWT berfirman:

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”
(QS Al-Baqarah: 185)

Ayat itu menjadi dasar mengapa Idul Fitri dipenuhi rasa syukur dan kegembiraan.

Di banyak daerah, gema takbir bahkan sudah terdengar sejak sore terakhir Ramadan. Sebagian anak kecil memegang plastik berisi petasan. Sementara para bapak mulai menggelar tikar di depan musala untuk ronda malam takbiran.

Kadang sederhana. Tapi hangat.

Idul Fitri akhirnya bukan hanya hari raya agama. Ia menjelma menjadi ruang pulang bagi emosi manusia.

Idul Adha Datang dengan Suasana yang Berbeda

Sedangkan Idul Adha tidak lahir dari suasana euforia panjang seperti Ramadan.

Hari raya kurban justru hadir dengan nuansa yang lebih tenang. Bahkan kadang terasa sunyi.

Pagi-pagi sekali, suara kambing mulai terdengar dari halaman masjid. Di beberapa tempat, warga sudah berkumpul sambil membawa golok, tali tambang, atau kantong kresek besar untuk membagikan daging kurban.

Tidak banyak pesta.

Tidak banyak gemerlap.

Tetapi ada sesuatu yang terasa lebih dalam.

Idul Adha membawa kisah besar tentang Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Tentang seseorang yang diminta menyerahkan hal paling dicintainya demi Allah SWT.

Dan itu bukan ujian kecil.

Allah SWT berfirman:

“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
(QS As-Saffat: 102)

Di titik itulah Idul Adha sebenarnya berbicara tentang sesuatu yang jarang disukai manusia modern: pengorbanan.

Bukan keramaian. Bukan pesta.

Pengorbanan.

Islam Justru Menyebut Idul Adha Sangat Agung

Yang menarik, banyak orang mengira Idul Fitri lebih utama karena perayaannya lebih besar. Padahal dalam beberapa hadis, Rasulullah SAW justru menyebut hari Idul Adha sebagai hari yang sangat agung.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari Nahr (Idul Adha), kemudian hari qarr.”
(HR Abu Dawud)

Hari Nahr adalah 10 Dzulhijjah, hari penyembelihan kurban.

Selain itu, 10 hari pertama Dzulhijjah juga disebut sebagai hari-hari terbaik untuk beramal saleh.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi hari-hari ini.”
(HR Bukhari)

Namun mungkin memang begitulah manusia.

Kita lebih mudah berkumpul dalam suasana kemenangan daripada suasana pengorbanan.

Lebaran membuat orang ingin pulang. Sedangkan Idul Adha membuat orang seharusnya belajar melepaskan.

Dan melepaskan—kadang—tidak pernah mudah.

Keramaian Tidak Selalu Menentukan Kemuliaan

Islam tidak pernah mengukur kemuliaan berdasarkan seberapa ramai sebuah perayaan.

Sesuatu yang sunyi justru bisa lebih dekat kepada Allah.

Idul Fitri mengajarkan rasa syukur setelah menahan lapar dan hawa nafsu. Sedangkan Idul Adha mengajarkan ketundukan total, bahkan ketika yang diminta untuk dikorbankan adalah sesuatu yang paling dicintai.

Karena itu keduanya tidak layak dipertentangkan.

Mereka hanya berbicara kepada sisi manusia yang berbeda.

Idul Fitri ramai di jalanan, terminal, dan pusat perbelanjaan. Tetapi Idul Adha sering bekerja diam-diam di dalam dada manusia. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Miras Ciamis

    Santri Bongkar Gudang Miras di Ciamis, Desak Pemda Tetapkan Darurat Miras

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus miras Ciamis kembali menjadi sorotan setelah kelompok santri dan ulama yang tergabung dalam aksi hisbah atau amar ma’ruf nahi mungkar membongkar sejumlah titik penyimpanan minuman keras di wilayah Kabupaten Ciamis. Dalam hampir dua pekan terakhir, razia dilakukan di berbagai lokasi yang diduga menjadi gudang penyimpanan miras ilegal hingga tempat praktik […]

  • Iran vs Israel militer

    Militer Iran vs Israel: Siapa Lebih Kuat?

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Perbandingan Iran vs Israel militer selalu memicu perhatian global. Banyak orang bertanya, apakah kekuatan militer Iran lebih unggul dibanding militer Israel, atau justru sebaliknya. Faktanya, kedua negara memiliki keunggulan yang sangat berbeda, sehingga sulit menentukan pemenang secara sederhana. Di satu sisi, Iran unggul dalam jumlah dan strategi asimetris. Namun di sisi […]

  • e-Audit PBJ

    Stranas PK Terapkan e-Audit PBJ untuk Perketat Pengawasan Pengadaan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    e-Audit PBJ di Katalog V.6 diluncurkan untuk memperkuat pengawasan digital dan mencegah korupsi pengadaan. albadarpost.com, LENSA – Peluncuran fitur e-Audit PBJ di Katalog Elektronik Versi 6 menjadi langkah baru pemerintah untuk menutup celah korupsi dalam pengadaan barang dan jasa. Sistem ini dirilis oleh Stranas PK bersama LKPP dan BPKP pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 […]

  • pungli Jembatan Cirahong

    Viral! 5 Hal di Balik Dugaan Pungli Jembatan Cirahong Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pungli Jembatan Cirahong mendadak viral dan ramai dibicarakan di media sosial. Dugaan pungutan liar di Jembatan Cirahong, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya itu memicu kemarahan banyak warga. Selain itu, sejumlah netizen mengaku pernah mengalami hal serupa ketika melintas di jembatan penghubung Tasikmalaya dan Ciamis tersebut. Video yang beredar memperlihatkan beberapa pengendara […]

  • Reses DPRD Jabar Ciamis

    Reses DPRD Jabar di Ciamis, Warga Soroti Banjir dan Kekeringan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Reses DPRD Jabar Ciamis kembali menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan yang selama ini mereka rasakan secara langsung. Dalam kegiatan serap aspirasi yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, berbagai persoalan mendasar mencuat ke permukaan. Mulai dari pembangunan infrastruktur desa, peningkatan kesejahteraan kader […]

  • Program sosial

    Kolaborasi Polda Jabar Dorong Perbaikan RTLH

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polda Jawa Barat terus memperkuat peran sosial kepolisian dengan mendorong seluruh jajaran Polres untuk terlibat aktif dalam program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Langkah ini menjadi bagian dari program sosial yang menyasar langsung peningkatan kualitas hidup masyarakat kurang mampu di berbagai daerah di Jawa Barat. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol […]

expand_less