Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » DPR Desak Negara Perkuat Perlindungan Anak demi Tekan Risiko Penculikan

DPR Desak Negara Perkuat Perlindungan Anak demi Tekan Risiko Penculikan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus penculikan Bilqis dan Alvaro memicu desakan DPR agar negara memperkuat perlindungan anak secara menyeluruh.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus penculikan anak di beberapa daerah kembali menempatkan perlindungan anak sebagai isu mendesak dalam kebijakan publik. Dua peristiwa yang menyita perhatian, yakni hilangnya Bilqis di Makassar dan Alvaro di Jakarta Selatan, menunjukkan bahwa sistem keselamatan anak di Indonesia belum bekerja sebagaimana mestinya. Situasi ini penting karena bersinggungan langsung dengan keamanan warga dan kewajiban negara dalam melindungi kelompok rentan.

Anggota Komisi VIII DPR, Selly Andriany, menilai rangkaian kasus tersebut merupakan peringatan keras tentang celah pengawasan yang masih terbuka lebar. Menurut dia, penculikan tidak bisa semata dipandang sebagai tindak kriminal individual. Peristiwa itu mengungkap lemahnya ekosistem perlindungan mulai dari keluarga hingga otoritas publik. “Kasus penculikan Bilqis di Makassar dan Alvaro di Jakarta Selatan adalah sinyal serius bagi kita semua,” kata Selly, Sabtu, 15 November 2025.

Ia menjelaskan, sistem perlindungan anak seharusnya bekerja secara berlapis dan saling menguatkan. Namun pengawasan keluarga, lingkungan tempat tinggal, sekolah, hingga kemampuan pemerintah mendeteksi potensi risiko belum terintegrasi. Situasi itu membuat kejahatan terhadap anak lebih mudah terjadi, terutama di wilayah urban yang memiliki mobilitas tinggi.

Baca juga: Ma’ruf Amin Soroti Tata Kelola Wakaf yang Lemah dan Dampaknya bagi Publik

Selly juga menyebut faktor lain yang membuat anak semakin rentan, seperti rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai keselamatan anak, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta maraknya aktivitas digital yang memudahkan pelaku mengamati calon korban. Kondisi tersebut menuntut pendekatan perlindungan anak yang lebih menyeluruh dan berbasis data.

Kebutuhan Mendesak Memperkuat Perlindungan Anak

Dalam konteks perlindungan anak, Selly mendorong pengawasan berbasis komunitas sebagai langkah paling realistis yang bisa segera dilakukan. Penguatan peran RT/RW, kader perlindungan anak, serta sekolah dianggap penting untuk menutup celah pada tingkat paling dekat dengan anak. Ia juga menekankan perlunya pendidikan publik mengenai tanda bahaya, modus pelaku, dan prosedur darurat. Tujuannya agar masyarakat mampu bertindak cepat ketika melihat situasi mencurigakan.

Baca juga: Pemerintah Dorong Pencegahan Penculikan Anak Lewat Edukasi Dini dan Pengawasan Digital

Ia menilai teknologi perlu digunakan secara lebih sistematis. CCTV lingkungan, aplikasi pelaporan cepat, serta pemetaan wilayah rawan penculikan dapat membantu pemerintah merespons kejadian dengan lebih presisi. Menurutnya, penegakan hukum yang tegas dan konsisten juga menjadi faktor penentu keberhasilan negara dalam mencegah penculikan. “Penegakan hukum harus diperkuat agar efek jera muncul. Sekolah pun wajib menata protokol penjemputan dan mengajarkan anak mengenali risiko,” ucapnya.

Kasus Bilqis memperlihatkan betapa lemahnya mekanisme pengawasan di ruang publik. Balita berusia empat tahun itu ditemukan hampir satu minggu setelah dilaporkan hilang. Ia diduga dibawa ke Jambi dan dijual kepada komunitas Suku Anak Dalam menggunakan dokumen palsu. Kasus tersebut tidak hanya menyorot tindakan kriminal, tetapi juga celah administrasi kependudukan yang bisa dimanfaatkan pelaku.

perlindungan anak

Sementara itu, kasus Alvaro di Jakarta Selatan menunjukkan sisi lain dari persoalan ini: lambatnya proses pencarian. Delapan bulan berlalu sejak Alvaro dilaporkan hilang, dan hingga kini polisi masih melakukan penelusuran. Ketidakpastian itu menambah tekanan psikologis bagi keluarga dan menunjukkan bahwa sistem pencarian anak hilang belum memiliki standar operasional yang kuat.

Negara dan Kewajiban Perlindungan Warga Rentan

Fakta di lapangan memperlihatkan bahwa negara belum sepenuhnya hadir dalam memastikan keselamatan anak. Meningkatnya angka penculikan pada tahun-tahun terakhir menandakan kebutuhan mendesak untuk memperbarui kebijakan dan memperketat pelaksanaannya. Tantangannya bukan hanya pada kualitas penegakan hukum, tetapi juga kemampuan pemerintah menggerakkan masyarakat sebagai lapisan pengawasan pertama.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Kebijakan Baru Politik-Hukum dan Dampaknya bagi Publik

Dalam skema perlindungan anak, koordinasi lintas sektor menjadi kebutuhan utama. Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, aparat penegak hukum, hingga pemerintah daerah perlu memiliki protokol bersama. Tanpa koordinasi yang konsisten, upaya perlindungan akan berhenti pada imbauan tanpa kehadiran nyata di lapangan.

Kasus Bilqis dan Alvaro menunjukkan polanya. Hilangnya Bilqis melibatkan lintas daerah, sedangkan hilangnya Alvaro di perkotaan memperlihatkan kompleksitas kasus di wilayah padat penduduk. Keduanya menuntut negara bergerak lebih cepat, responsif, dan terukur.

Penguatan perlindungan anak menjadi kebutuhan mendesak agar negara mampu menutup celah penculikan dan memastikan keamanan warga paling rentan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPD Desa Kujangsari

    BPD Desa Kujangsari Awali Tugas dengan Doa Bersama

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – BPD Desa Kujangsari langsung mengirimkan pesan kuat pada awal masa bakti periode 2026–2034. Sembilan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kujangsari memilih mengawali tugas mereka dengan tasyakuran, pembacaan selawat, dan doa bersama sebagai simbol rasa syukur sekaligus komitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota […]

  • klasifikasi jalan Indonesia

    Jangan Salah Lagi! Ini Bedanya Jalan Nasional, Provinsi, hingga Desa

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pernah merasa heran kenapa ada jalan yang lebar, halus, dan nyaman dilalui, tetapi di tempat lain justru sempit bahkan rusak? Jawabannya berkaitan erat dengan *klasifikasi jalan Indonesia*, mulai dari jalan nasional, jalan provinsi, hingga jalan kabupaten dan jalan desa. Sistem ini menentukan siapa yang mengelola, memperbaiki, dan memprioritaskan setiap ruas jalan. […]

  • Konsolidasi kader PKS Tasikmalaya dengan pembentukan PJRW untuk pemenangan Pemilu 2029 di tingkat RW

    PKS Tasik Ngebut! 160 PJRW Disiapkan, Target Menang Besar 2029

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PJRW PKS Tasikmalaya menjadi kunci strategi baru dalam pemenangan politik menuju 2029. Skema penanggung jawab pemenangan di tingkat RW ini langsung digerakkan sebagai tulang punggung mesin partai. Selain itu, strategi akar rumput PKS Tasikmalaya semakin diperkuat untuk menjaga kedekatan dengan konstituen. DPD PKS Kota Tasikmalaya tidak menunggu waktu mendekat ke pemilu. […]

  • Ilustrasi meja pejabat dengan dokumen anggaran yang bocor menggambarkan satir kebijakan efisiensi dan kebocoran anggaran negara.

    Kebocoran Anggaran Tetap Nikmat Walau Negara Bicara Hemat

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Pemerintah semakin sering menggaungkan efisiensi fiskal. Hampir setiap pidato kebijakan anggaran membawa pesan yang sama: belanja negara harus lebih hemat, lebih tepat sasaran, dan lebih disiplin. Namun di balik narasi tersebut, satu persoalan lama masih terus muncul dalam laporan audit dan perkara hukum: kebocoran anggaran. Istilah itu mungkin terdengar teknokratis. Padahal maknanya […]

  • Ribuan peserta mengikuti Uji Pengetahuan sertifikasi guru Kemenag dalam program PPG tahap akhir

    98 Ribu Guru Ikuti Sertifikasi Kemenag

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Program sertifikasi guru Kemenag memasuki tahap krusial. Sebanyak 98.036 guru binaan Kementerian Agama mengikuti Uji Pengetahuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai bagian akhir proses sertifikasi pendidik. Langkah ini sekaligus menandai percepatan transformasi pendidikan agama nasional melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik. Sertifikasi guru Kemenag, atau program sertifikasi pendidik di bawah Kementerian […]

  • Pendidikan ASEAN

    ASEAN Siapkan 145 Program Pendidikan Baru

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pendidikan ASEAN memasuki fase baru. Negara-negara Asia Tenggara sepakat memperkuat kerja sama pendidikan melalui 145 program hingga 2030, mulai dari pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), perluasan beasiswa, peningkatan kompetensi guru, hingga penguatan pendidikan inklusif. Kesepakatan tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi yang mampu bersaing di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan […]

expand_less