Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Menjelang Laga Penentuan Juara, Polres Pangandaran Minta Bobotoh Tetap Tertib

Menjelang Laga Penentuan Juara, Polres Pangandaran Minta Bobotoh Tetap Tertib

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 157
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Euforia Bobotoh Persib mulai terasa menjelang laga penentuan juara melawan Persijap Jepara. Namun di tengah antusiasme besar suporter, Polres Pangandaran justru mengirim pesan yang berbeda: kemenangan tidak cukup dirayakan dengan konvoi dan teriakan semata, tetapi juga lewat ketertiban dan sikap dewasa.

Pesan itu muncul dalam himbauan resmi Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, yang meminta Bobotoh Persib menjaga sportivitas selama pertandingan hingga perayaan usai laga.

Ajakan tersebut langsung ramai dibagikan di media sosial. Tidak sedikit akun suporter yang ikut mengunggah ulang poster himbauan itu sambil menambahkan ajakan agar perayaan kemenangan berlangsung aman dan tidak merugikan masyarakat lain.

Dan suasananya mulai terasa sejak sore ini.

Di beberapa titik Pangandaran, bendera Persib bahkan sudah mulai dipasang sejak siang. Ada yang dipasang di depan warung kopi, ada juga yang diikat seadanya di belakang motor sambil berkibar kecil tertiup angin pantai.

Warung kopi penuh. Suara klakson mulai terdengar.

Dan malam pertandingan seperti ini biasanya memang panjang.

Polisi Ingatkan Bobotoh: Jangan Sampai Euforia Berubah Jadi Masalah

Dalam himbauannya, Polres Pangandaran menekankan lima poin penting kepada Bobotoh Persib.

Mulai dari menjaga sportivitas, tidak mengonsumsi miras dan narkoba, tidak menyalakan flare atau petasan, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menghindari sikap arogan saat merayakan kemenangan.

Pesan itu terlihat sederhana. Namun polisi tampaknya belajar dari berbagai euforia sepak bola sebelumnya yang sering berubah menjadi gangguan keamanan dan kemacetan panjang.

Karena itu, pendekatan yang dipakai kali ini terasa lebih persuasif.

Bukan ancaman. Tetapi ajakan.

“Rayakan kemenangan dengan menjaga ketertiban,” demikian tulisan besar dalam poster himbauan Polres Pangandaran.

Kalimat itu justru menarik perhatian banyak suporter.

Sebab di tengah panasnya rivalitas sepak bola, pesan seperti ini terasa lebih menenangkan dibanding sekadar larangan keras.

Flare, Petasan, dan Miras Jadi Sorotan

Salah satu fokus utama polisi adalah penggunaan flare dan petasan saat konvoi atau nobar berlangsung.

Dalam beberapa tahun terakhir, flare memang sering dianggap bagian dari budaya tribun sepak bola. Namun di sisi lain, benda tersebut juga berisiko memicu kepanikan, gangguan pernapasan, hingga kecelakaan di tengah kerumunan massa.

Apalagi sebagian suporter biasanya bergerak beriringan di jalan raya sambil membawa atribut besar dan menyalakan petasan.

Kadang suasananya memang terlihat meriah di kamera ponsel.

Tetapi pengguna jalan lain belum tentu merasa nyaman.

Polres Pangandaran juga menyoroti konsumsi minuman keras yang sering menjadi pemicu keributan selepas pertandingan. Polisi menilai euforia kemenangan akan jauh lebih aman jika suporter tetap dalam kondisi sadar dan mampu mengontrol emosi.

Publik sepak bola Indonesia sebenarnya sudah cukup sering melihat bagaimana konvoi kecil bisa berubah ricuh hanya karena satu provokasi sederhana.

Dan itu sering bermula dari hal-hal sepele.

Bobotoh Mulai Dorong Budaya Suporter yang Lebih Dewasa

Menariknya, sebagian Bobotoh justru menyambut baik himbauan tersebut. Di media sosial, beberapa akun komunitas Persib mulai mengajak suporter menjaga citra Bobotoh agar tidak selalu identik dengan kericuhan jalanan.

Ada yang mengingatkan soal keselamatan pengguna jalan lain. Ada juga yang meminta konvoi tidak menutup akses ambulans dan kendaraan umum.

Bahkan beberapa unggahan mulai memakai istilah “supporter modern” untuk menggambarkan budaya dukungan yang lebih tertib dan tidak emosional berlebihan.

Lucunya, sebagian netizen malah lebih sibuk mendebat flare di kolom komentar dibanding membahas strategi pertandingan Persib melawan Persijap.

Sebagian anak muda bahkan sudah menyiapkan template Instagram Story kemenangan sebelum pertandingan dimulai.

Dan debatnya melebar ke mana-mana.

Dari urusan sepak bola, masuk ke budaya tribun, lalu bergeser lagi ke keselamatan jalan raya.

Tetapi satu hal mulai terlihat jelas: publik kini semakin sadar bahwa sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah.

Ada tanggung jawab sosial di dalamnya.

Sepak Bola Memang Tentang Emosi, Tetapi Ketertiban Tetap Nomor Satu

Laga penentuan juara memang selalu membawa atmosfer berbeda. Jalanan lebih ramai. Warung kopi penuh. Suara klakson mulai terdengar bahkan sebelum pertandingan dimulai.

Namun polisi berharap semangat itu tidak berubah menjadi gangguan yang merugikan masyarakat lain.

Karena pada akhirnya, kemenangan terbesar bukan hanya ketika tim favorit mengangkat trofi. Tetapi ketika ribuan orang bisa merayakannya tanpa kerusakan, tanpa korban, dan tanpa rasa takut di jalanan.

Publik Indonesia memang sangat emosional soal sepak bola.

Tetapi justru di situlah kedewasaan suporter diuji.

Trofi mungkin hanya diangkat pemain di lapangan. Tetapi martabat sebuah klub sering terlihat dari cara suporternya merayakan kemenangan di jalanan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Analisis kritis SK Komdigi 127 2026 dan dampaknya terhadap kebebasan pers serta demokrasi digital di Indonesia

    SK Komdigi 127/2026: Regulasi Cepat, Demokrasi Terhambat?

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – SK Komdigi 127 2026 kembali membuka perdebatan serius tentang arah regulasi digital, kebebasan berekspresi, dan posisi negara dalam mengontrol ruang publik. Pemerintah menyebut aturan ini sebagai langkah strategis melawan disinformasi. Namun, sejumlah kalangan melihatnya sebagai sinyal kemunduran dalam praktik demokrasi digital. Masalahnya bukan pada niat, melainkan pada desain kebijakan yang berpotensi melampaui […]

  • Persib vs DPMM

    Persib vs DPMM: Menang atau Tekanan Makin Besar

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persib vs DPMM menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan pada lanjutan Piala Presiden 2026. Duel Grup A yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (28/7/2026) malam, bukan hanya menentukan langkah Maung Bandung menuju babak berikutnya, tetapi juga menguji sejauh mana proses adaptasi skuad baru racikan Igor Tolic mulai […]

  • Buta Hati

    Buta Hati, Saat Dunia Terasa Lebih Penting dari Allah

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Alarm Subuh berbunyi. Tangan bergerak cepat, tetapi bukan menuju tempat wudu. Jari justru lebih dulu menyentuh layar ponsel. Notifikasi media sosial dibuka. Grup WhatsApp dibaca. Harga saham dicek. Video pendek berganti tanpa terasa. Ketika matahari mulai meninggi, salat Subuh sudah lewat begitu saja. Barangkali, inilah gambaran paling sederhana tentang buta hati. Bukan […]

  • belajar online sekolah

    Pemerintah Tegaskan Sekolah Tatap Muka, Rencana Belajar Online Batal

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL -Isu belajar online sekolah sempat menjadi perbincangan publik setelah muncul wacana belajar online sebagai alternatif kebijakan pemerintah. Namun kini pemerintah memastikan bahwa sistem sekolah tatap muka tetap menjadi prioritas. Keputusan ini menegaskan bahwa proses pendidikan di Indonesia masih berlangsung secara langsung di ruang kelas. Pemerintah menilai pembelajaran tatap muka memberikan dampak lebih […]

  • Jadwal Timnas Indonesia AFF 2026

    Resmi! Jadwal Timnas Indonesia di AFF 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 238
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jadwal Timnas Indonesia AFF 2026 mulai menjadi perhatian pencinta sepak bola nasional. Berdasarkan jadwal yang dipublikasikan Garuda Community Hub, agenda pertandingan Timnas Indonesia di fase grup akan dimulai pada 27 Juli 2026 dengan menghadapi Kamboja. Setelah itu, Garuda dijadwalkan bertemu Timor Leste, Vietnam, dan Singapura dalam persaingan memperebutkan tiket menuju babak […]

  • Karya Jurnalistik

    Putusan MA: Karya Jurnalistik Bukan Objek Gugatan Perdata

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 258
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menolak gugatan perdata terhadap sebuah pemberitaan kembali menegaskan satu prinsip penting dalam negara hukum: sengketa atas karya jurnalistik tidak diselesaikan di ruang perdata umum, melainkan melalui mekanisme yang diatur Undang-Undang Pers. Putusan ini relevan dibaca ulang hari ini, ketika kritik publik kerap berhadapan dengan upaya hukum yang berpotensi […]

expand_less