Kantor Sub Garnisun TNI Dinilai Penting untuk Pangandaran
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Danpos Garnisun Pangandaran menjelaskan rencana pembentukan Kantor Sub Garnisun TNI di Kabupaten Pangandaran, Jumat (22/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabupaten Pangandaran dinilai sudah memenuhi syarat untuk memiliki Kantor Sub Garnisun TNI. Penilaian tersebut muncul karena wilayah Pangandaran kini telah memiliki tiga matra Tentara Nasional Indonesia, yakni TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
Keberadaan tiga matra itu dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat koordinasi keamanan wilayah sekaligus mendukung pembinaan teritorial di daerah pesisir selatan Jawa Barat tersebut.
Dan pembahasannya mulai menarik perhatian publik.
Tiga Matra TNI Jadi Dasar Pembentukan Sub Garnisun
Danpos Garnisun Pangandaran, Peltu Ari Eko Nugroho, mengatakan keberadaan Kantor Sub Garnisun akan memperkuat sinergi antar satuan TNI di Pangandaran.
Menurutnya, koordinasi antar matra akan berjalan lebih optimal jika Pangandaran memiliki kantor sub garnisun sendiri.
“Dengan adanya Kantor Sub Garnisun, koordinasi antar matra TNI di Pangandaran dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Selain memperkuat koordinasi internal TNI, keberadaan kantor tersebut juga dinilai penting untuk menjaga kondusivitas wilayah dan mempererat hubungan antara aparat dengan masyarakat.
Tidak sedikit masyarakat Pangandaran hari ini mulai melihat wilayahnya berkembang semakin cepat, terutama di sektor wisata, pembangunan infrastruktur, hingga mobilitas penduduk.
Karena itu, isu keamanan dan stabilitas wilayah ikut menjadi perhatian penting.
Garnisun Punya Tugas Menjaga Disiplin dan Ketertiban Prajurit
Ari menjelaskan bahwa Garnisun merupakan satuan di bawah Markas Besar TNI yang bertugas menegakkan hukum, disiplin, dan tata tertib di lingkungan prajurit maupun PNS TNI.
Keberadaan satuan ini dinilai penting untuk menjaga profesionalisme aparat di lapangan.
Selain itu, pembentukan Sub Garnisun Pangandaran juga dianggap mampu memperkuat pelaksanaan program Pembinaan Teritorial (Binter) TNI.
Program tersebut mencakup:
- pembinaan ketahanan wilayah,
- komunikasi sosial,
- hingga kegiatan karya bakti bersama masyarakat.
“Pembinaan teritorial bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” katanya.
Dan hal itu tidak bisa berjalan tanpa kedisiplinan aparat.
Pangandaran Dinilai Punya Posisi Strategis
Sebagai daerah wisata sekaligus wilayah pesisir, Pangandaran dinilai memiliki posisi strategis yang membutuhkan penguatan koordinasi keamanan.
Apalagi aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan terus meningkat setiap tahun.
Belakangan, suasana Pangandaran memang semakin ramai. Jalan-jalan menuju kawasan pantai dipenuhi kendaraan wisatawan saat akhir pekan. Di sisi lain, aktivitas masyarakat pesisir juga terus bergerak sejak pagi hingga malam hari.
Ada nelayan yang berangkat sebelum subuh.
Ada juga pelaku usaha wisata yang baru menutup tempat usahanya menjelang tengah malam.
Dan ritme daerah itu terus berubah.
Tidak sedikit warga mulai merasa keberadaan aparat yang solid dan terkoordinasi akan sangat penting untuk menjaga stabilitas wilayah ke depan.
TNI Ingin Perkuat Hubungan dengan Masyarakat
Menurut Ari, pembinaan teritorial TNI tidak hanya berbicara soal keamanan semata, tetapi juga tentang membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa tugas pembinaan teritorial mencakup tiga aspek penting:
- geografi sebagai ruang juang,
- demografi sebagai alat juang,
- dan kondisi sosial sebagai kondisi juang.
Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional di tingkat daerah.
Karena ancaman wilayah hari ini tidak selalu berbentuk konflik besar.
Kadang justru muncul dari lemahnya koordinasi, ketidaksiapan wilayah, atau menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Dan itu sering luput disadari.
Pangandaran Didorong Tetap Aman dan Kondusif
Pihak Garnisun berharap rencana pembentukan Kantor Sub Garnisun di Pangandaran dapat memberikan dampak positif terhadap keamanan dan stabilitas wilayah.
Selain itu, keberadaan kantor tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan antara unsur militer dengan masyarakat sipil.
“Harapannya Pangandaran tetap aman, damai, dan sinergi antara TNI dengan masyarakat semakin kuat demi menjaga ketahanan wilayah,” pungkas Ari.
Lucunya, sebagian masyarakat hari ini mungkin lebih sering melihat aparat saat pengamanan wisata atau acara besar, dibanding memahami bagaimana sistem koordinasi antar matra sebenarnya bekerja di balik layar.
Padahal stabilitas wilayah sering lahir dari kerja panjang yang jarang terlihat publik.
Pangandaran Mulai Bersiap Hadapi Tantangan Wilayah Modern
Rencana pembentukan Sub Garnisun menunjukkan bahwa Pangandaran mulai membaca tantangan wilayah secara lebih serius.
Bukan hanya sebagai daerah wisata.
Tetapi juga sebagai wilayah strategis yang membutuhkan sinergi keamanan, ketahanan sosial, dan koordinasi lintas institusi yang lebih kuat.
Karena wilayah yang berkembang cepat juga membutuhkan sistem pengamanan yang ikut berkembang.
Kadang ketahanan wilayah tidak hanya dibangun lewat senjata dan seragam.
Tetapi juga lewat koordinasi yang kuat, disiplin yang terjaga, dan kepercayaan masyarakat yang terus dirawat. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar