Chef Pesantren dan Siswa SMK Ramaikan Kurasi Chef Halal di Ciamis
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Peserta Chef Halal dari pesantren dan SMK memaparkan sajian kuliner halal kepada Bupati Ciamis di Rest Area Karangkamulyan, Selasa (19/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Rest Area Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, Selasa (19/5/2026), terlihat berbeda dari biasanya. Aroma masakan khas Nusantara bercampur dengan semangat kompetisi para peserta yang sibuk menata hidangan terbaik mereka. Di lokasi itu, puluhan peserta mengikuti kegiatan kurasi Chef Halal Ciamis yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya sebagai bagian dari penjaringan talenta kuliner halal terbaik menuju ajang FESyar.
Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari chef profesional. Sejumlah chef pesantren, akademisi kampus, hingga siswa SMKN Banjar Jurusan Kuliner ikut menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah makanan halal dengan cita rasa modern dan khas daerah.
Dan perhatian publik justru tertuju pada kreativitas anak-anak muda yang mulai berani membawa kuliner lokal naik kelas.
Bupati Ciamis Soroti Potensi Besar Kuliner Halal
Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Bank Indonesia Tasikmalaya.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif BI Tasikmalaya yang dinilai mampu membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi halal daerah.
“Alhamdulillah, saya merasa bahagia sekali bisa bertemu dan bersilaturahmi dalam kegiatan ini. Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Tasikmalaya yang telah menginisiasi kegiatan luar biasa ini,” ujar Herdiat.
Menurutnya, perkembangan dunia kuliner saat ini bergerak sangat cepat dan mampu menjadi identitas daerah yang kuat jika dikelola secara serius.
Karena itu, ia berharap generasi muda Ciamis mulai melihat sektor kuliner halal bukan hanya sebagai hobi memasak, tetapi juga peluang ekonomi masa depan.
“Sekarang kuliner berkembang sangat pesat dan tidak kalah dengan makanan-makanan dari luar daerah bahkan luar negeri,” tambahnya.
Chef Pesantren dan Siswa SMK Jadi Sorotan
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah keterlibatan chef dari lingkungan pesantren dan siswa SMK.
Mereka tampil percaya diri membawa berbagai sajian khas daerah dengan tampilan modern.
Ada hidangan tradisional yang disajikan menggunakan plating ala restoran profesional. Ada pula menu khas Sunda yang dipadukan dengan teknik memasak kekinian.
Di beberapa meja peserta, pengunjung tampak berhenti cukup lama hanya untuk memperhatikan detail penyajian makanan.
Sementara di sudut lain, sejumlah siswa SMKN Banjar sibuk merapikan garnish dan mengecek kembali hasil masakan mereka sebelum dinilai juri.
Dan suasana itu terasa lebih hidup dibanding lomba memasak biasa.
Karena yang dipertaruhkan bukan hanya rasa makanan, tetapi juga peluang membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.

Peserta Chef Halal dari pesantren dan SMK menampilkan sajian kuliner halal di Rest Area Karangkamulyan Ciamis, Selasa (19/5/2026).
BI Tasikmalaya Siapkan Talenta untuk Kompetisi Regional
Kepala Unit Pelaksana Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah Bank Indonesia Tasikmalaya, Indah Ratiwi, turut hadir mendampingi jalannya kegiatan.
Program kurasi tersebut menjadi bagian dari penjaringan peserta dari berbagai daerah di wilayah kerja BI Tasikmalaya.
Peserta terbaik nantinya akan dipilih untuk mewakili daerah dalam kompetisi tingkat regional Jawa hingga berpeluang tampil di ajang internasional.
Karena itu, kegiatan ini tidak sekadar lomba memasak biasa.
Bank Indonesia mencoba membangun ekosistem ekonomi halal dengan melibatkan pelaku UMKM, lembaga pendidikan, hingga komunitas pesantren.
Langkah tersebut dinilai penting karena industri halal kini menjadi salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.
Ciamis Siapkan Zona Khas Pertama di Area Non Tol Jawa Barat
Dalam kesempatan itu, Bupati Herdiat juga mengungkapkan rencana pembentukan Zona Khas di Kabupaten Ciamis.
Program tersebut sedang digagas bersama Bank Indonesia, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDKS) Jawa Barat, BPJPH Jabar, dan sejumlah pihak terkait lainnya.
Rencananya, kawasan tersebut akan diluncurkan bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 pada Juni mendatang.
Jika terealisasi, kawasan itu akan menjadi Zona Khas pertama di area non tol di Jawa Barat.
Langkah tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat identitas kuliner halal Ciamis sekaligus menarik perhatian wisatawan.
Apalagi kawasan Karangkamulyan selama ini sudah dikenal sebagai titik persinggahan strategis jalur selatan Jawa Barat.
Kuliner Halal Kini Jadi Identitas Daerah
Perkembangan industri kuliner halal saat ini memang tidak lagi hanya bicara soal makanan.
Lebih dari itu, kuliner mulai menjadi bagian dari identitas budaya dan kekuatan ekonomi daerah.
Karena itu, kegiatan seperti kurasi Chef Halal dinilai penting untuk mendorong lahirnya generasi muda kreatif yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Di tengah acara, beberapa peserta terlihat masih sibuk berdiskusi soal teknik memasak dan penyajian makanan meski sesi penilaian hampir selesai.
Ada yang memotret hasil plating sebelum makanan disajikan. Ada juga yang diam-diam memperhatikan meja peserta lain sambil mencatat detail kecil.
Dan suasana kompetitif seperti itu justru menunjukkan bahwa dunia kuliner lokal mulai bergerak lebih serius.
Harapan Baru untuk Industri Halal Daerah
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap kegiatan ini mampu melahirkan talenta kuliner halal yang bukan hanya piawai memasak, tetapi juga mampu membangun usaha dan membawa nama daerah lebih dikenal luas.
Karena pada akhirnya, makanan bukan cuma soal rasa.
Ada cerita daerah, budaya, hingga identitas masyarakat yang ikut tersaji di dalamnya.
Hari itu bukan cuma tentang lomba memasak.
Di atas meja-meja penuh aroma rempah dan sajian halal itu, ada mimpi besar yang sedang dimasak perlahan: membawa kuliner daerah naik kelas… sampai dikenal dunia. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar