Disdukcapil Garut Jemput Bola, Warga Mekarmulya Antusias Urus KTP
- account_circle redaktur
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Garut hadir dalam kegiatan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun 2026 di Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, Senin (18/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Disdukcapil Garut membuka layanan administrasi kependudukan langsung di Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026). Kehadiran layanan jemput bola tersebut menjadi bagian dari Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun 2026 yang bertujuan mendekatkan pelayanan publik ke wilayah pedesaan.
Melalui layanan ini, warga tidak perlu lagi datang jauh ke pusat kota hanya untuk mengurus dokumen penting seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, hingga akta kematian.
Sejak pagi, masyarakat mulai memadati GOR Desa Mekarmulya. Sebagian membawa map plastik berisi dokumen lama. Ada pula warga lanjut usia yang datang bersama anggota keluarganya untuk melakukan perekaman KTP elektronik.
Dan suasana pagi itu terasa berbeda dari pelayanan administrasi biasa.
Disdukcapil Garut Hadir Langsung di Lokasi TMMD
Program TMMD selama ini identik dengan pembangunan fisik dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun kali ini, pelayanan administrasi kependudukan juga menjadi fokus penting dalam kegiatan tersebut.
Disdukcapil Garut memanfaatkan momentum TMMD untuk membuka layanan langsung di tengah masyarakat desa.
Pelayanan yang diberikan meliputi:
- perekaman KTP-el,
- pencetakan KTP elektronik,
- penerbitan Kartu Keluarga,
- penerbitan Akta Kelahiran,
- hingga Akta Kematian.
Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena proses pelayanan dinilai lebih cepat, mudah, dan transparan.
Banyak warga mengaku terbantu karena selama ini akses menuju kantor pelayanan di pusat kota cukup memakan waktu dan biaya.
Apalagi bagi masyarakat pedesaan, mengurus dokumen kependudukan sering harus menyesuaikan waktu kerja dan transportasi.
Warga Antusias Urus Dokumen Kependudukan
Antusiasme warga terlihat sejak layanan dibuka.
Beberapa warga bahkan sudah datang lebih awal sebelum petugas mulai membuka meja pelayanan. Kursi di dalam GOR Desa Mekarmulya perlahan terisi sambil warga menunggu giliran.
Ada ibu-ibu yang membawa anak kecil untuk mengurus akta kelahiran. Ada juga warga yang datang khusus mencetak ulang KTP elektronik yang rusak.
Sementara di sudut ruangan lain, petugas terlihat sibuk memeriksa berkas dan membantu masyarakat mengisi formulir administrasi.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Garut, Rena Sudrajat, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam TMMD merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pelayanan publik di daerah pelosok.
Menurutnya, pelayanan jemput bola seperti ini penting agar masyarakat lebih mudah mendapatkan hak administrasi kependudukan tanpa hambatan jarak.
“Administrasi Kependudukan diarahkan untuk memenuhi hak asasi setiap orang di bidang Administrasi Kependudukan tanpa diskriminasi pelayanan publik dan profesional,” ujar Rena.
Puluhan Dokumen Berhasil Diterbitkan
Dalam kegiatan tersebut, Disdukcapil Garut mencatat sejumlah pelayanan administrasi berhasil dilakukan langsung di lokasi.
Rena menjelaskan pihaknya melakukan:
- perekaman KTP-el sebanyak 11 orang,
- pencetakan KTP sebanyak 77 keping,
- penerbitan Kartu Keluarga sebanyak 59 dokumen,
- penerbitan Akta Kelahiran sebanyak 58 dokumen,
- dan penerbitan Akta Kematian sebanyak 1 dokumen.
Jumlah tersebut menunjukkan kebutuhan dokumen kependudukan di wilayah pedesaan masih cukup tinggi.
Karena itu, Disdukcapil Garut berharap program jemput bola seperti ini dapat terus diperluas ke berbagai daerah lain.
Selain pelayanan administrasi, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan yang lengkap dan valid.
Sebab hingga saat ini masih ada warga yang belum memahami pentingnya dokumen adminduk untuk berbagai kebutuhan layanan publik.
Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah Dinilai Efektif
Kolaborasi antara TMMD dan pelayanan Disdukcapil dinilai menjadi contoh sinergi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya membangun infrastruktur, kegiatan TMMD kali ini juga membantu warga memperoleh akses pelayanan dasar yang selama ini sulit dijangkau.
Di tengah perkembangan pelayanan digital, pendekatan jemput bola seperti ini justru terasa lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat pedesaan.
Karena tidak semua warga terbiasa mengurus dokumen secara online.
Ada warga yang bahkan baru pertama kali melakukan perekaman KTP elektronik setelah bertahun-tahun menunda karena jarak pelayanan cukup jauh.
Dan hal-hal kecil seperti itu sering luput dari perhatian.
Padahal satu lembar dokumen kependudukan bisa menentukan akses seseorang terhadap layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, hingga pekerjaan.
Pelayanan Langsung Dinilai Lebih Humanis
Bagi sebagian warga, pelayanan langsung di desa terasa lebih nyaman dibanding harus datang ke kantor pelayanan yang ramai.
Selain lebih dekat, masyarakat juga merasa lebih mudah bertanya langsung kepada petugas tanpa rasa canggung.
Beberapa warga tampak berbincang santai dengan petugas sambil menunggu dokumen selesai dicetak. Ada pula yang langsung memeriksa data di KTP barunya begitu dokumen diterima.
Suasana pelayanan terlihat sederhana, tetapi terasa hangat.
Karena bagi masyarakat desa, pelayanan publik bukan cuma soal dokumen selesai dicetak. Tetapi juga soal bagaimana mereka merasa dilayani dengan baik.
Di tengah tumpukan berkas dan antrean warga pagi itu, ada satu hal yang terasa jelas: pelayanan terbaik bukan selalu yang paling modern.
Kadang yang paling dibutuhkan masyarakat hanyalah negara yang mau datang lebih dekat. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar