Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sumpah Apoteker Uniga Berlangsung Haru, Dinkes Garut Akui Masih Kekurangan SDM

Sumpah Apoteker Uniga Berlangsung Haru, Dinkes Garut Akui Masih Kekurangan SDM

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 41 lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) FMIPA Universitas Garut resmi mengucapkan sumpah profesi dalam prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026). Kehadiran para apoteker Garut ini langsung mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut yang saat ini masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan di berbagai sektor pelayanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menyebut tambahan tenaga apoteker menjadi kebutuhan mendesak di tengah jumlah penduduk Garut yang kini mencapai sekitar 2,8 juta jiwa.

Menurutnya, sektor kesehatan daerah masih membutuhkan banyak tenaga profesional, mulai dari dokter spesialis, bidan, perawat, ahli gizi, hingga tenaga farmasi.

“Hal ini memang sangat kami butuhkan karena saat ini kita masih kekurangan tenaga kesehatan mulai dari dokter spesialis, apoteker, bidan, perawat, sanitarian, ahli gizi hingga analis,” ujar Leli dalam sambutannya.

Dinkes Garut Soroti Pentingnya Peran Apoteker

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat itu, Leli menegaskan bahwa profesi apoteker memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem pelayanan kesehatan.

Menurutnya, kualitas pelayanan pasien tidak hanya bergantung pada dokter atau rumah sakit, tetapi juga pada ketelitian dan integritas tenaga farmasi yang memastikan keamanan penggunaan obat.

Karena itu, Dinkes Garut berharap para apoteker baru tidak hanya mengejar pekerjaan formal, tetapi juga aktif terlibat dalam edukasi kesehatan masyarakat.

“Peran para apoteker ini sangat strategis, karena di tangan apotekerlah mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien itu berada,” tambahnya.

Pernyataan tersebut terasa penting di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Apalagi saat ini tidak sedikit fasilitas kesehatan daerah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga profesional. Di beberapa wilayah, masyarakat bahkan harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lengkap.

Uniga Catat Kelulusan 100 Persen

Selain menyoroti kebutuhan tenaga kesehatan, momen sumpah profesi ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Universitas Garut.

Rektor Universitas Garut, Irfan Nabhani, mengungkapkan bahwa seluruh peserta Angkatan XIII berhasil lulus dengan persentase kelulusan mencapai 100 persen.

Menurut Irfan, capaian tersebut menunjukkan kekompakan dan daya tahan mahasiswa selama menjalani pendidikan profesi yang dikenal cukup berat.

“Presentase kelulusan angkatan ini mencapai 100 persen. Ini adalah suatu bukti kekompakan Anda semua dalam menjaga stamina dan semangat kebersamaan melalui fase pendidikan di Universitas Garut,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan alasan pihak kampus tidak menyatukan prosesi sumpah profesi ke dalam agenda wisuda umum tahun ini.

Menurutnya, sumpah profesi apoteker memiliki makna yang lebih mendalam dibanding seremoni akademik biasa.

“Hari ini bukan sekadar seremonial akademik, tetapi ini adalah tonggak perjalanan saudara sekalian yang memasuki profesi yang mulia,” tegas Irfan.

Apoteker Garut

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menghadiri prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Garut, di Hotel Harmoni, Garut, Senin (18/5/2026).

Profesi yang Menuntut Ketelitian dan Integritas

Dalam sambutannya, Rektor Uniga juga mengingatkan para apoteker baru agar menjaga integritas profesi dan terus meningkatkan kompetensi.

Ia menilai profesi apoteker bukan sekadar pekerjaan administratif di balik meja obat. Sebaliknya, profesi ini menuntut ketelitian tinggi karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.

Karena itu, Irfan meminta seluruh lulusan menjaga nama baik almamater sekaligus menjunjung etika profesi di dunia kerja nanti.

Di sisi lain, suasana haru juga terlihat ketika perwakilan apoteker baru, Sution, menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen, pembimbing PKPA, dan civitas akademika FMIPA Uniga.

Dengan suara bergetar, ia menyebut jas profesi yang dikenakan para lulusan bukan hanya simbol kelulusan, tetapi juga bukti perjuangan panjang selama pendidikan.

“Mengenakan jas kebanggaan kami, lihatlah kami. Jas ini bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi bukti dedikasi dan kerja keras Bapak/Ibu yang sudah menuntun kami hingga sampai saat ini,” ungkapnya.

Beberapa keluarga lulusan tampak mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel dari kursi belakang ruangan. Ada orang tua yang berdiri diam sambil tersenyum kecil ketika anaknya resmi mengucapkan sumpah profesi.

Dan suasana seperti itu selalu terasa berbeda.

Karena bagi banyak keluarga, sumpah profesi bukan cuma soal gelar. Tetapi juga tentang harapan panjang yang akhirnya sampai di garis akhir.

Garut Masih Hadapi Tantangan Layanan Kesehatan

Masuknya 41 apoteker baru memang menjadi kabar baik bagi sektor kesehatan Garut. Namun kebutuhan tenaga medis di daerah tersebut masih cukup besar.

Dengan jumlah penduduk mencapai jutaan jiwa, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota.

Karena itu, Dinkes Garut berharap lulusan baru tidak ragu mengabdi di daerah yang masih membutuhkan tenaga kesehatan.

Selain meningkatkan pelayanan, kehadiran apoteker juga dinilai penting dalam memperkuat edukasi penggunaan obat yang aman di masyarakat.

Sebab di tengah mudahnya akses informasi kesehatan di media sosial, masyarakat justru semakin membutuhkan tenaga profesional yang mampu memberikan edukasi yang benar.

Prosesi sumpah itu akhirnya selesai. Jas putih tetap rapi dikenakan. Senyum keluarga perlahan pecah di sudut ruangan.

Tetapi setelah seremoni berakhir, tantangan sebenarnya justru baru dimulai: bagaimana menjaga kesehatan jutaan warga, di tengah kebutuhan tenaga medis yang masih belum sepenuhnya terpenuhi. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transparansi Dinkes Tasikmalaya

    Saat Transparansi Diuji, Dinkes Tasikmalaya Pilih Bungkam

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Transparansi Dinkes Tasikmalaya tengah menjadi perhatian publik. Bersamaan dengan munculnya temuan audit terkait Dana BOK, masyarakat kini menunggu keterbukaan informasi dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Bagi publik, transparansi anggaran kesehatan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bagian dari kepercayaan yang harus dijaga oleh setiap institusi pemerintah. Dalam tata kelola pemerintahan yang baik, temuan […]

  • pencurian ART

    Pencurian ART Rugikan Lansia Singapura Rp 1,3 Miliar

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus pencurian ART di Singapura yang merugikan seorang lansia hingga Rp 1,3 miliar membuka persoalan yang lebih luas dari sekadar kejahatan individual. Peristiwa ini menyoroti lemahnya sistem perlindungan lansia dalam relasi kerja domestik, sekaligus menunjukkan bagaimana kebijakan pengawasan, literasi keuangan, dan penanganan adiksi belum sepenuhnya menjangkau ruang privat rumah tangga. Fakta […]

  • Defisit APBD Tasikmalaya

    Kota Tasikmalaya Diuji Disiplin Fiskal

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Defisit APBD Tasikmalaya membuka soal disiplin fiskal dan peran pengawasan DPRD terhadap belanja daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Angka-angka di laporan keuangan sering tampak dingin. Barisan persentase, grafik serapan, dan tabel pendapatan kerap dibaca sekilas, lalu dilupakan. Namun di balik laporan APBD Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2024, ada pesan yang seharusnya membuat kita berhenti sejenak. […]

  • Wali Songo

    Wali Songo dan Peran Besarnya dalam Sejarah Islam Nusantara

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sejarah Wali Songo dan peran penting mereka dalam penyebaran Islam Nusantara secara damai dan kultural. albadarpost.com, PELITA – Nama Wali Songo telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah Islam di Nusantara, terutama di Pulau Jawa. Istilah ini merujuk pada sembilan tokoh ulama yang memainkan peranan penting dalam penyebaran Islam antara abad ke-14 hingga […]

  • stiker keluarga miskin

    Pemda Tempel Stiker Keluarga Miskin untuk Tekan Penerima Bansos Ilegal

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Inisiatif stiker keluarga miskin jadi strategi daerah menekan penerima bansos tidak tepat sasaran. albadarpost.com, LENSA – Langkah beberapa pemerintah daerah menempel stiker keluarga miskin pada rumah penerima bantuan sosial menjadi sorotan publik. Kebijakan ini bukan perintah Kementerian Sosial, tetapi murni inisiatif daerah untuk menekan jumlah penerima bansos tidak tepat sasaran. Penempelan stiker keluarga miskin dimaksudkan […]

  • F-15 vs Iran

    Terungkap! Ini Kelemahan F-15 Saat Hadapi Pertahanan Iran

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Isu F-15 vs Iran langsung menyita perhatian dunia. Banyak orang menyebutnya sebagai duel antara jet tempur AS vs pertahanan udara Iran, bahkan sebagian menyebutnya sebagai bukti bahwa jet canggih tidak selalu unggul di medan perang modern. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar: seberapa kuat sebenarnya F-15 saat menghadapi sistem Iran? Di atas […]

expand_less